
Sesampainya di rumah sakit, dengan sigap Arsylin membantu pria itu turun dari mobilnya.
15 Menit Kemudian, Diruang Konsultan
' Ini resep obat nya, semoga lekas sembuh. Dan jangan lupa, selalu olesi obat luar ini pada bagian tubuh yang terluka '
Ucap sang dokter sembari memberikan beberapa obat kepada Arsylin.
' Baik dok, terima kasih banyak ya dok '
' Sama-sama '
Sahut sang dokter dengan ramah.
Diluar Ruang Konsultan
' Eem.. kak '
Lirih Arsylin pada pria yang berjalan pincang didepannya.
Pria tersebut berhenti melangkah.
Arsylin menghampiri nya dengan sedikit rasa takut dan juga tak enak padanya.
Sesampainya dihadapan si pria.
' Em.. saya - - '
' To the point '
Arsylin terdiam.
' S-saya.. m-min minta maaf atas kejadian tadi ya kak '
Cicit Arsylin dengan penuh pengelasan.
Kedua pasang mata yang saling menatap lekat itu terdiam sejenak.
' Cowo ini.. '
' Ganteng bangett '
Batin Arsylin tak menyangkal bila sang pria dihadapannya terlihat tampan.
' Lain kali kalau mabuk jangan sok-sokan nyetir mobil '
Ketus si pria.
Deg
' I-iya saya salah '
' S-saya saya minta maaf ya kak, saya benar-benar ngga sengaja tadi '
Ulangnya lagi dengan memasang wajah melasnya.
Namun, bukanya merespons permintaan maaf dari wanita dihadapannya itu.
Pria bertubuh kekar nan putih, yang mengenakan pakaian santai itu melenggang tanpa memperdulikan Arsylin dengan muka melasnya disana.
' Astagaa.. '
Gumamnya tak percaya.
' Begitu banget! '
Gumamnya tak percaya akan diabaikan oleh pria itu.
Diparkiran Rumah Sakit
' Kak.. '
Arsylin kembali memanggil pria tadi dengan lembut, berharap dirinya segera dimaafkan.
Pria itu menoleh dengan wajah datarnya.
' Em.. '
Arsylin tampak kikuk.
' Untuk permintaan maaf saya.. boleh saya antar sampai rumah? '
Lanjut Arsylin serius.
' Tidak perlu, saya bisa pulang sendiri '
Sahutnya santai. Arsylin terdiam.
' Siapa nama mu? '
Tanya pria itu disela-sela keheningan diantara mereka.
' Oh! Saya Arsylin kak '
Ujar Arsylin seraya tersenyum manis.
Celetuk pria itu dalam hatinya.
' Saya hanya akan memaafkan seseorang bila dia sanggup menerima ketentuan syarat dari saya '
Lanjut pria tadi dengan serius.
Arsylin mengeryitkan alisnya bingung.
' Kenapa pake syarat-syarat an segala sih '
' Tinggal bilang, iya aku maafin udah kelar kan '
' Ribet banget deh hidupnya! '
Gerutu Arsylin dalam batin.
' Gimana? '
' Ah! Ee-em.. '
Arsylin berfikir sejenak.
' Kalau aku terima persyaratan nya, aku takut dia orang jahat yang punya niat buruk ke aku '
' Tapi tapi.. '
' Kalau aku nolak persyaratan nya, sudah pasti dia akan melaporkan ku ke polisi atas kasus penabrakan tadi.. '
Batin bimbang Arsylin.
' Saya - - '
Kata-kata Arsylin terpotong, sebab ada mobil putih yang datang menghampiri mereka.
Sontak arah pandang Arsylin dan pria dihadapannya, kini tertuju ke mobil putih itu.
Tak lama kemudian..
' Astaga tuan! '
Seru panik seorang pria bertubuh kekar dan berwajah tegas, dengan berlari menghampiri pria dihadapan Arsylin.
' Apa yang sudah terjadi tuan '
Paniknya. Arsylin terdiam.
' Apa tuan baik-baik saja ?! '
Tanya nya lagi untuk memastikan.
' Seperti yang kamu lihat '
Sahut pria itu singkat.
' Yasudah, Kalau begitu mari kita pulang tuan- - '
Namun pria itu menolak, sembari memberikan kode kepada sang bodyguard untuk menunggunya di mobil.
' Baik tuan '
Setelah sang bodyguard pergi, pria itu kembali menatap Arsylin.
' Syaratnya adalah.. '
Si pria itu pun dengan jelas menyebutkan syarat-syarat nya kepada Arsylin.
Arsylin melotot hendak menolak.
' Hah?! Kak yang serius itu- - '
' Saya hanya menyediakan pertanyaan mengenai syarat yang baru saja saya sampaikan '
' Dan tidak menyediakan ruang bagi siapapun untuk menolak '
Potong pria itu dengan cepat.
Arsylin menganga tak percaya.
' Ini '
Pria tadi memberikan selembaran kartu nama miliknya pada Arsylin.
Arsylin menerima dengan wajah terpaksa nya.
' Kamu bisa menggunakan kartu itu untuk mencari keberadaan saya '
Ucap pria tersebut kemudian berlalu meninggalkan Arsylin disana.
Arsylin kehabisan kata-kata.
Sampai-sampai ia tak berkata-kata lagi sampai punggung si pria tampak menjauh darinya.
* 💘 NEXT 💘 *