T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 11 '



' astagaaaa malu-maluin bangett siih '


Gumam Arsylin pelan, sembari menunduk dan menutup wajahnya.


' Bikin malu bikin malu bikin malu! '


' Ini semua tuh gara-gara cowo judes itu! '


Gerutu pelan Arsylin.


' Selain Bolot, kamu ternyata aneh juga ya '


Celetuk Thanaka yang mendapati Arsylin yang masih tertunduk dengan bercakap-cakap sendiri.


Sontak Arsylin mengangkat kepalanya menatap Thanaka yang berdiri ditempat si pria tadi.


' Ini semua tuh gara-gara kakak, aku jadi dikira gila kan sama orang! '


Protes Arsylin sembari menunjuk wajah Thanaka.


Dengan santai Thanaka menepis tangan Arsylin yang menunjuk kearah wajah nya.


' Kurasa orang yang menyebut mu gila itu benar '


Lanjut Thanaka santai tepat didepan wajah Arsylin, kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Arsylin yang melotot dan menganga tak terima disana.


' iihhhh! '


Arsylin menghentakkan kakinya kelantai karena geram.


' Dasar cowo gila! '


Umpat Arsylin dengan sedikit teriak.


Namun tak dihiraukan oleh Thanaka.


Dengan wajah kesalnya, Arsylin menyusul Thanaka keluar dari cafe.


Sesampainya di mobil


Thanaka dan Arsylin langsung masuk kedalam mobil secara bersamaan.


Tepat didalam mobil, pandangan mereka kembali bertemu.


Keduanya saling menatap lekat satu sama lain.


Entah mengapa, rasanya mulut dari keduanya terkunci begitu saja.


Sehingga tak bisa berkata apapun ketika mata mereka bertemu.


' Kenapa si Bolot ini cantik sekali '


Batin Thanaka terpesona akan aura cantik dari wajah Arsylin.


Sedangkan Arsylin, ia merasa detak jantungnya berdegup kencang setiap kali mereka tak sengaja bertatapan.


Beberapa detik kemudian.


Thanaka tersadar, kemudian mengusap wajahnya gugup.


Begitu pula dengan Arsylin, ia langsung membuang muka kearah jendela disamping nya.


' Entah sudah berapa kali mataku dan matanya bertemu '


Batin Arsylin salah tingkah.


Diperjalanan


Keduanya masih terdiam.


Karena Thanaka tak suka kesunyian, ia pun memutuskan untuk memecah keheningan yang tercipta diantara mereka.


' Arsylin '


Panggil Thanaka datar, sontak Arsylin menoleh.


' Ya kak? '


' Berapa usia mu? '


Lanjut Thanaka, Arsylin mengeryit.


' Em.. 19 tahun kak '


Jawab Arsylin dengan wajah tak mengerti apa maksud Thanaka, kenapa ia tiba-tiba bertanya mengenai hal pribadi.


' Diumur segitu kamu sudah sarjana? '


Tanya Thanaka lagi. Sontak Arsylin menoleh lagi.


' Iya kak '


Jawab Arsylin polos.


' Hebat juga si Bolot '


Batin Thanaka takjub.


Mereka kembali terdiam.


' Kamu.. '


Thanaka menggantung kata-katanya.


' Anak ke berapa? '


Lanjut Thanaka masih dengan kefokusannya menyetir.


' Tunggal kak '


Mendengar itu, sontak Thanaka menoleh untuk pertama kalinya dalam percakapan mereka saat ini.


' Tunggal? '


Ulang Thanaka memastikan, dengan wajah kepo nya.


Arsylin mengangguk polos.


' Tepat sekali '


Batin nya, kemudian kembali fokus menyetir.


Arsylin menggerakkan bola matanya ke kanan dan ke kiri bingung.


' Ada yang salah ya sama jawaban ku? '


Batin Arsylin menerka-nerka sebab mengetahui Thanaka yang langsung kembali menyetir tanpa respond apapun.


Lagi-lagi mereka kembali terdiam.


25 Menit Kemudian


Mobil putih milik Thanaka sudah terparkir rapi tepat disebelah mobil Arsylin yang juga terparkir di sana.


Mereka pun turun bersamaan.


' Terimakasih sudah mau menemani makan siang saya '


Ucap Thanaka singkat, sembari berjalan kearah depan mobil.


Arsylin mendekat ke Thanaka.


' Sama-sama kak. Oiya.. '


Arsylin menggantung kata-katanya, kemudian melepas selendang yang sedari tadi ia kenakan.


Thanaka hanya memperhatikan gerak-gerik wanita didepan nya itu.


' Selendang nya biar saya cuc - - '


' Tidak perlu '


Potong cepat Thanaka.


' Tapi kan.. sudah saya pakai dar - - '


' Apa kamu tidak dengar kata-kata saya barusan?'


Potong Thanaka lagi, Arsylin menyengir ngeri.


' B-baik kak '


Ucap Arsylin sedikit gugup, sembari melipat selendang yang tadi dipakainya.


' Ini kak, makasih ya kak '


Lanjut Arsylin sembari memberikan selendang tersebut pada Thanaka.


Kemudian diterima Thanaka dengan santai.


' Sama-sama '


Sahut singkat, padat, dan jelass dari Thanaka.


' Kalau gitu.. saya permisi dulu ya kak '


Pamit Arsylin lirih.


' Tunggu apa lagi '


Sahut Thanaka santai, Arsylin melotot.


Tak percaya jika kata-katanya yang selembut sutra itu, akan dibalas ketus oleh Thanaka.


Namun dengan cepat Arsylin tersenyum palsu.


' Permisi kak '


Pamit Arsylin lagi sembari membuka pintu mobilnya.


Thanaka hanya ber dehem.


' Pengusiran secara halus ini namanya! '


Celetuk sebel Arsylin setelah menutup pintu mobilnya.


Tak tunggu lama lagi, Arsylin langsung menghidupkan mesin mobilnya.


Meng klakson Thanaka dengan sekali pencet, memberi salam.


Thanaka hanya mengangkat kedua alisnya, meng iyakan.


Kemudian mobil Arsylin perlahan berputar, dan berlalu dari mansion megah milik Thanaka.


* 💘 NEXT 💘 *