T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 34 '



Diperjalanan


Thanaka dan Arsylin terus bercengkrama.


Walaupun masih gugup, tapi sebisa mungkin Arsylin menutupi rasa gugupnya itu.


' Asik juga ya kalau punya bodyguard yang ngga kaku kaya gitu '


Puji Thanaka sembari sedikit tertawa, Arsylin hanya menyengir kikuk.


' I-iya kak '


Sahutnya terbata-bata.


' Btw, kamu cantik banget sore ini '


Deg


Arsylin melotot.


' A-ap apa?!! '


' Kak Thanaka barusan muji aku?!! '


Jantung Arsylin kembali berdegup kencang.


' Aku ngga salah dengar kan???? '


' Ooohh maii gaaatttt '


' Aaaaaaa '


' Aku salting woe tolooong '


Teriak Arsylin dalam batin.


Pipinya memerah malu, kedua tangannya menutupi mulutnya karena terus tersenyum.


Thanaka kembali menoleh ke Arsylin yang tampak malu-malu disamping nya.


' Bener kan apa kata saya? '


Lanjut Thanaka, sontak Arsylin terpaku.


' Kak iihh '


' Bisaa ngga sih ngga usah bikin aku salting! '


Batin Arsylin sembari menatap lekat wajah Thanaka yang tersenyum hangat kepada nya.


Arsylin hanya tertawa malu.


' Apaan sih kak, biasa aja ih '


Sahut Arsylin malu, kemudian memalingkan wajahnya menghadap jendela mobil.


Thanaka terkikik.


' Lucu juga ternyata kalau kamu lagi salah tingkah '


Sontak Arsylin menoleh kearah Thanaka.


' Siapa yang salting? '


Elak Arsylin membela diri.


Bukan merespon, namun Thanaka menepikan mobilnya.


Arsylin mengeryit.


' Loh kak, kok berhenti? '


Tanya Arsylin sembari mengedarkan pandangannya.


Sebab Thanaka memberhentikan perjalanan mereka ditepi jalan yang cukup sepi.


Tanpa mematikan mesin mobilnya, Thanaka meniup leher Arsylin yang tampak jelas terpampang, sebab rambutnya diikat.


Sontak Arsylin teriak sembari menutupi lehernya refleks.


Thanaka tersenyum.


Arsylin cemberut.


' Ihh kaget tau! '


Omelnya geram, namun bagi Thanaka itu sangatlah menggemaskan.


' Tapi jujur, kamu emang cantik banget sore ini '


Lanjut Thanaka serius.


Arsylin berdecak sebel.


' Kak udah deh '


' Ngga usah muji terus, aku tahu pasti kakak cuma mau bikin aku gr.. ya kan?! '


Tuduh Arsylin yakin.


Thanaka tertawa.


' Arsylin.. saya tipe pria yang tidak suka basa-basi'


Arsylin melipat kedua tangannya, manyun.


' Kalau menurut saya cewe itu jelek, ya akan saya bilang jelek'


' Kalau cewe itu cantik, ya akan saya bilang cantik '


Lanjut Thanaka.


' Alaahh '


Celetuk Arsylin lagi.


' Ah masyaaaaa? '


Thanaka meledek Arsylin dengan meniru kan manyun bibir Arsylin.


Sontak Arsylin semakin kesal, kemudian mengomeli Thanaka.


Namun setelah itu tertawa.


Melihat tingkah lucu yang baru ia tahu dari Arsylin, Thanaka semakin tertarik untuk selalu ada didekatnya.


' Arsylin '


Panggil Thanaka disela-sela tawa Arsylin.


Sontak Arsylin menoleh.


' Ya? '


Thanaka menghembuskan nafas pelan.


' Saya suka sama kamu '


Deg


Arsylin menganga tak percaya.


' Haa?? '


' Ap-apa?? '


' Suka??? '


Batin Arsylin tak percaya.


' Gila! Gila gila! '


' Kenapa makin deg degan niihh! '


Thanaka menyentil hidung Arsylin, kemudian tertawa renyah.


Sontak Arsylin kembali tersadar.


' Baru aja saya bilang begitu, sudah tak karuan saja degup jantung mu '


Ledek Thanaka.


Sontak Arsylin mengeryit, kemudian menempelkan tangan kanannya ke dada.


dug dug dug dug


' Jantung ku mau copot sumpah! '


Kemudian kembali merajuk.


Thanaka yang melihat Arsylin kembali manyun, kemudian menggodanya lagi.


' Kamu tahu Arsylin? '


'  Dirumah saya ada kambing yang suka merajuk juga seperti mu '


Lanjut Thanaka sembari tertawa lepas.


Sontak Arsylin menganga tak percaya.


' Iihhh kaakk!! '


Teriak geram Arsylin, yang membuat Thanaka menutup telinga nya sembari tertawa.


' Baru aja bikin aku terbang setinggi-tingginya.. abis itu dijatohin gitu aja! '


' Astagaa! '


' Nyebelin banget sih! '


Celetuk Arsylin.


Namun disela-sela marahnya, Arsylin tersenyum.


' Aku suka deh liat kak Thanaka ketawa lepas gini '


' Gantengnya nambah '


' Dan ngga tahu kenapa.. '


' Aku suka aja gitu pas lagi sama dia '


' Kaya tenang aja gitu '


' Ya.. walaupun kadang pengen juga nampol mukanya.. '


' Tapi seneng deh '


Batin Arsylin.


' Kenapa setiap kali aku membawanya pergi bersama.. '


' Aku merasakan ketentraman selalu tercipta disetiap menitnya'


' Walaupun anaknya masih terlalu muda, bahkan berbeda jauh dari usia ku saat ini.. '


' Tapi dia berhasil membuat ku nyaman saat bersama nya '


Batin Thanaka, dengan sesekali melirik kearah Arsylin yang masih merajuk.


Mata keduanya sempat bertemu, kemudian tertawa bersama.


* 💘 NEXT 💘 *