
Dikamar
Setelah selesai membersihkan diri, Arsylin mendudukkan pantatnya ke kursi empuk tepat didepan meja rias nya.
' Apa.. selama aku tertidur, para penjahat tadi melakukan sesuatu pada ku?! '
Batin Arsylin gelisah.
' Bagaimana kalau mereka.. '
' Ah! Engga! Engga! Engga! '
Arsylin segera menepis pikiran-pikiran negatifnya dari kepalanya.
' Aku yakin, pasti mereka belum sempat melakukan itu. Sebab kak Thanaka datang tepat waktu! '
Gumam Arsylin meyakinkan diri.
' Cuma aku ngga habis pikir sama papa David... '
Arsylin bangkit dari duduknya.
' Kenapa papa David tega mengkhianati wanitanya yang dulu, demi mendapatkan hati mama Diana?! '
Gumam Arsylin bertanya-tanya.
' Bahkan pria bertopeng tadi sempat bilang..'
' Kalau papa David juga merebut mama Diana darinya '
Arsylin menggeleng tak percaya.
' Apa yang ada dipikiran papa David?! '
' Kenapa dia tega menghancurkan kebahagiaan orang lain! '
' Bahkan rumah tangga mama Diana dan papa Jhoan rusak juga karena dia! '
Lagi-lagi Arsylin menggeleng tak percaya.
Arsylin terdiam sejenak.
' Besok aku harus bicara sama papa David '
Gumam Arsylin lirih, kemudian berjalan menuju ranjang empuknya.
Saat hendak memejamkan matanya, Arsylin teringat sesuatu.
Kemudian meraih ponselnya yang ia letakkan dimeja kecil, disamping ranjang nya.
|
WhatsApp :
Hai kak.. maaf kalau mengganggu waktunya √√
23.54
Aku cuma mau bilang, makasih banyak atas √√
bantuannya tadi.
23.54
Aku sangat berhutang Budi sama kak Thanaka. √√
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi bila kak
Thanaka tidak datang menyelamatkan ku.
23.55
Sekali lagi terimakasih orang baik :) √√
23.56
|
Setelah mengirimkan beberapa pesan singkat ke nomor Thanaka, Arsylin segera tidur.
Di Seberang Sana
Thanaka mengeryit mendapati bunyi Notifikasi di ponselnya lebih dari dua kali.
Setelah selesai mengeringkan rambutnya, Thanaka meraih ponselnya diatas kasur empuknya.
' Arsylin '
Gumam pelan Thanaka.
Kemudian membaca pesan singkat yang dikirim kan pada nya.
|
WhatsApp :
Hai kak.. maaf kalau mengganggu waktunya
23.54
Aku cuma mau bilang, makasih banyak atas
bantuannya tadi.
23.54
Aku sangat berhutang Budi sama kak Thanaka.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi bila kak Thanaka tidak datang menyelamatkan ku.
23.55
Sekali lagi terimakasih orang baik :)
23.56
|
Beberapa detik kemudian..
' Sama-sama '
Gumam Thanaka sembari tersenyum miring. Kemudian melemparkan kembali ponselnya ke kasur.
Pukul : 08.12
Setelah selesai membersihkan diri, Arsylin segera mengenakan pakaiannya.
Ya. Arsylin bangun lebih awal hari ini.
15 Menit Kemudian
' Papa David '
Panggil Arsylin datar.
Sontak David yang hendak menuruni anak tangga pun menoleh.
' Eh hai.. kenapa sayang? '
Tanya David.
' Arsylin mau bicara penting sama papa '
Ujar Arsylin serius sembari mendekat ke David.
David mengeryit.
' Silakan '
' Apa papa mengenal Lhevia? '
Deg
' Kenapa tiba-tiba Arsylin menanyakan Lhevia?! '
' Apa mereka sempat bertemu?! '
Batin cemas David.
' Kenapa papa diam?! '
' Oh, berarti bener.. papa kenal nama itu?! '
Lanjut Arsylin datar.
Seketika David tampak gelisah.
' E-em.. '
' B-bukan begitu Arsylin.. Jadi dulu itu - - '
' Langsung to the point! '
Potong Arsylin cepat.
David semakin dibuat salah tingkah.
' E-em itu.. '
David menggaruk tengkuknya.
Arsylin mengeryit.
' Ah! Ya jelas papa kenal dong sayang.. '
' Arsylin sendiri kan tahu, teman papa banyak. Ada dimana-mana '
Sahut David menyembunyikan rasa panik nya.
Namun dengan cepat Arsylin menyangkal.
' Engga! Aku ngga tahu siapa dan bagaimana papa David! '
David terdiam dari tawanya.
' Bahkan aku juga tidak tahu sama sekali seluk beluk papa David! '
Ketus Arsylin.
' Dan Arsylin tahu tentang wanita bernama Lhevia itu dari seorang pria, yang mengaku sebagai kekasih nya! '
Sontak David terkejut.
' A-ap apa?! '
' Jadi, Arsylin sudah pernah bertemu dengan Axell?! '
Batin David semakin panik.
' Dan apa papa tahu.. '
' Arsylin tadi hampir mati diculik oleh pria yang mengaku sebagai kekasih mantan papa David itu!'
Lanjut Arsylin, namun kini dengan sedikit teriak.
Jelas itu membuat David kalang kabut.
Ia takut Diana atau Aspri nya mendengar pembicaraan mereka.
' E-ee Arsylin.. Arsylin.. '
Dengan rasa panik nya, David mencoba menenangkan Arsylin yang sudah tersulut emosi disana.