
Pukul : 16. 17
Mobil Thanaka sudah memasuki area penginapan megah bernuansa coklat.
Arsylin mengeryit.
' Kaya villa bukan si? '
' Jadi selain punya cafe, ternyata tantenya kak Thanaka juga punya villa semegah ini? '
Batin Arsylin menerka-nerka sembari terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling villa tersebut.
' Sebentar ya '
Arsylin mengangguk, kemudian mengenakan kacamata hitamnya yang sedari tadi ia sangkutan di kepala.
' Halo tan '
Thanaka menelfon Tante nya, mengabari jika dirinya sudah tiba di villa yang dimaksud olehnya.
' Iya halo sayang.. '
' Sabar ya Thanaka, ini Tante udah siap-siap mau nyusulin kamu kesana '
10 Menit Kemudian
' Haiii '
Sapa ramah wanita muda yang mengenakan dress payung diatas paha, berwarna Mocca itu, sembari berjalan menghampiri Arsylin dan Thanaka.
' Hai '
Mereka pun bersalaman.
Baik Arsylin maupun Thanaka, mencium tangan wanita yang masih sangat muda itu bergantian.
' Ooh jadi dia tantenya kak Thanaka '
' Masih muda banget ya, cantik lagi '
Kagum Arsylin.
' Maaf ya sayang.. tante lama '
Thanaka berdehem.
' Kebiasaan '
Celetuk Thanaka, sontak Arsylin menepuk pelan lengan kiri Thanaka.
' Ya maaf, kan telat nya cuma beberapa menit. Yakan sayang? '
Tanya Wanita itu pada Arsylin, sontak Arsylin mengangguk sembari tertawa kecil.
Wanita muda itu kembali menatap Arsylin.
' Gadis ini.. '
' Siapanya Thanaka? '
' Dia tidak pernah sekalipun cerita ke aku, kalau dia punya pasangan.. '
' Tapi cantik juga ya '
Batin wanita muda itu, yang takjub akan kecantikan Arsylin.
' Kamu.. '
' Siapanya keponakan saya sayang? '
Tanya wanita tersebut to the point.
Thanaka hendak menjawab, namun sudah dipotong cepat oleh Arsylin.
' Saya temen nya kak Thanaka Tan '
Sahut Arsylin ramah.
Sontak wanita muda itu mengangguk ' Oohh '.
' Temen nya.. '
Wanita itu sontak melirik ke Thanaka, mengedipkan matanya.
Memberikan kode ' Pinter juga cari cewe '
Namun Thanaka hanya berdehem, sembari merapikan pakaiannya.
' Oh iya, siapa nama mu sayang? '
Lanjut wanita muda itu penasaran.
' Arsylin Tante '
Mendengar nama itu, sontak wanita dewasa itu mengerutkan kening.
' Arsylin? '
' Nama itu kan.. '
Wanita muda itu teringat sesuatu.
Namun dengan segera mungkin ia mengubah mimik wajahnya.
' Owh Arsylin.. '
Arsylin mengangguk.
' Saya Loli, Tante nya Thanaka '
Arsylin menerima uluran tangan wanita tersebut.
Mendengar nama lain yang disebutkan oleh Tante nya, sontak Thanaka menatap wanita itu dengan wajah bertanya-tanya.
' Ha? '
Batin Thanaka bingung.
Namun wanita muda itu hanya berdehem, memberi kode agar Thanaka tak banyak tanya.
Sontak Thanaka membuang muka kesal.
' Loli? '
' Kenapa Tante pakai nama samaran itu lagi? '
Batin Thanaka bertanya-tanya.
Arsylin yang peka akan hal itu, sontak melirik ke arah kedua nya secara bergantian.
' Kenapa mereka? '
' Ada yang salah ya sama aku?
Batin Arsylin bertanya-tanya.
Loli samaran tersenyum, kemudian mengelus ramah pundak kanan Arsylin.
' Salam kenal ya Arsylin '
Sontak Arsylin mengangguk sembari tersenyum manis ke Loli samaran.
' Aku yakin sekali, pasti anak ini adalah anak tirinya David '
' Karena Axell bilang, gadis yang dia culik waktu itu namanya Arsylin '
' Tepat sekali '
Batin Loli samaran tersenyum miring.
Ketiganya terbawa suasana obrolan yang semakin berjalan, semakin seru.
' Coba aku pastikan, benar tidak gadis ini seperti dugaan ku '
Batin Loli samaran sembari sesekali melirik ke Arsylin yang duduk disebelah nya.
' Owh iya.. '
Arsylin menoleh.
' Kamu.. sudah lama kenal sama Thanaka? '
' Em.. belum si Tan, baru.. dari beberapa hari yang lalu '
Sahut Arsylin.
Thanaka hanya menyimak obrolan para wanita, yang duduk bersebelahan dibelakang kursi kemudi nya.
' Oowh.. tinggal dimana? '
Lanjut Loli samaran.
' Di jl. Mawar Putih, dirumah no 270 Tan '
Loli samaran mengeryit.
' Alamat itu.. '
' Itu.. bukan alamat rumah nya David '
' Apartemen David kan di Bandung.. '
' Tapi kenapa aku yakin sekali, kalau gadis ini adalah anak tirinya David ya? '
' Apa mungkin..'
' Setelah menikah dengan istrinya itu, David pindah ke Jakarta? '
Batin Loli samaran bertanya-tanya.
' Tapi tunggu '
' Jadi tadi David membohongi ku.. '
' Dia bilang tadi ke Jakarta hanya ingin mengontrol proyek film nya '
' Ternyata dia sudah tinggal disini '
' Kenapa Tan? '
Lirih Arsylin karena Loli samaran terdiam, setelah mengetahui alamat rumah nya.
Sontak Loli samaran kembali tersadar.
' Ah! Eh ahaha.. ngga papa sayang.. '
Arsylin mengangguk ' Oohh '
' Kamu.. sudah lama ya tinggal di Jakarta? '
Lanjut Loli samaran.
' Belum sih tan.. '
Loli samaran mengeryit.
' Baru bulan februari lalu '
Sontak Loli samaran terdiam.
' Benar dugaan ku! '
' David juga baru pindah ke Jakarta bulan februari lalu! '
' Sudah dapat ku pastikan gadis ini adalah Arsylin, anak tiri nya David '
' Tante Loli '
' Ah! Eihh i-iya ahaha maaf maaf, gimana gimana? '
Loli terbata-bata.
' Tante kok diem? '
Tanya Arsylin polos.
Sontak Loli samaran terkikik.
' Ngga papa sayang, Tante cuma ngga nyangka aja.. '
Bohong Loli samaran.
' Kok bisa ya Thanaka kenal gadis muda secantik kamu, secara.. '
Loli samaran melirik Thanaka, begitupula dengan Arsylin.
' Thanaka itu sudah sangat dewasa, bahkan usianya sudah siap menjadi seorang suami '
Lanjut Loli samaran, Arsylin terpaku.
Thanaka yang mendengar namanya disebut-sebut sontak angkat bicara.
' Apa sih tan? '
Tanya Thanaka yang terus fokus menyetir.
Loli samaran terkikik.
' Bukan apa-apa sayang '
' Tante bangga aja gitu sama kamu, pinter deh pilih pasangan.. '
Sontak Arsylin mengeryit malu.
' Kaya dia.. '
Loli mengelus pundak Arsylin, Arsylin hanya menyengir kikuk.
' Udah muda, cantik, ramah lagi '
Puji Loli samaran pada Arsylin.
' Astagaa jantung ku! '
' Kenapa jadi gini si? '
Sontak Arsylin tertawa kikuk.
' Tante bisa aja deh '
Arsylin salah tingkah.
Sontak Thanaka menyambung.
' ****** Tan.. '
' Siapa dulu '
Sombong Thanaka, sontak Arsylin semakin dibuat salah tingkah didepan Loli samaran.
' Kak Thanaka apaan sii?! '
Celetuk Arsylin yang mulai memerah malu pipinya.
Sontak Loli samaran tersenyum miring dengan terus menatap wajah Arsylin dari samping kanan.
* 💘 NEXT 💘 *