T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 36 '



Di hotel...


Mobil mewah berwarna hitam milik David dan Diana, sudah terparkir rapi diarea parkiran hotel Permata Intan Jakarta.


Keduanya segera beranjak menyusul Jhoan dan Rhani di lantai 2.


Dilantai 2...


' Haloooo '


' Aihh menyebalkan '


Celetuk Jhoan sembari menerima pelukan dari David.


Begitupula dengan Rhani, tak lupa ia bercipika-cipiki dengan Diana.


' Kenapa kau lama sekali David ah! '


Protes Jhoan.


David hanya tertawa.


' Sorry Jho sorry, tadi kami.. '


David melirik ke Diana, Diana berdehem aagar David tak memberitahukan pada Jhoan tentang masalahnya tadi pagi.


Jhoan mengeryit.


' Kenapa bro? '


David tersentak, sebab Jhoan menepuk pundak nya.


' Ah! Ahaha.. mengagetkan saja '


Protes David.


' Tadi kami ada kegiatan kecil-kecilan diluar mansion, setelah pulang dan ingin beristirahat..'


' Kau menelfon ku, jadi aku teringat kembali pada mu '


Lanjut David, kemudian tertawa tanpa dosa di hadapan Jhoan.


Sontak Jhoan menyentil geram telinga David.


Kedua wanita mereka hanya tertawa melihat tingkah konyol para sang suami.


' Kau ini.. '


' Sudahlah, ayo cepat kita kerumah mu '


Rhani mengangguk setuju.


' Aku sudah tidak sabar bertemu putri kesayangan ku '


Lanjut Jhoan semangat.


Diana dan Rhani hanya menggedikan bahu geli.


' Iya iya, yuk '


Ajak David, kemudian membantu membawa koper milik Rhani dan Jhoan ke mobil.


Diperjalanan...


' Oh iya bro '


Sontak Jhoan menoleh.


' Kenapa bro? '


Jhoan penasaran.


' Nanti.. kalau Arsylin ingin ikut dengan mu bagaimana? '


Sontak Diana menoleh.


' Tidak! Aku tidak mengizinkan nya! '


Potong Diana sembari terkikik.


Jhoan hanya menghela nafas.


' Yaa sudah terjawab bro '


Melas Jhoan, sontak mereka tertawa renyah.


' Lagipula.. aku juga tidak tega melihat Diana, jika harus jauh dari putri satu-satunya '


Mendengar itu, Diana terdiam.


' Aku memang sama sekali tak menginginkan itu terjadi Jho '


' Tapi.. jika Arsylin mengetahui kau datang, aku tidak bisa menjamin dia tetap akan bersama ku '


Batin gundah Diana.


' Hei '


Lirih Rhani, sontak Diana tersadar.


Lanjut Rhani halus, Diana hanya menggeleng sembari tersenyum.


Rhani pun membalas senyuman hangat Diana, lalu mereka berpelukan.


' Jujur.. '


' Berat sekali jika memang hal itu terjadi '


' Tapi.. keputusan ada ditangan Jhoan '


' Aku tidak berhak memaksakan kehendak Arsylin'


' Karena Jhoan sampai kapan pun itu, adalah ayah kandung Arsylin '


' Tidak mungkin aku melarang anak dan sang ayah kandungnya untuk tinggal bersama '


' Tapi bagaimana dengan aku nanti? '


' Apakah aku bisa ikhlas melepaskan Arsylin tinggal di London dengan mu Jho? '


' Atau malah sebaliknya? '


Diana menghela nafas berat pelan, disela-sela pelukannya dengan Rhani.


' Semoga saja Jhoan tidak mengizinkan pula Arsylin ikut bersamanya '


Apartemen Pribadi..


' Ooh, jadi Tante loli tinggalnya di apart? '


Batin Arsylin baru tahu, sembari menutup pintu mobil Thanaka.


' Arsylin '


Panggil Loli samaran lembut, sontak Arsylin tersadar.


' Sini masuk '


Ajak Loli samaran dengan ramah, Arsylin mengangguk kemudian menghampiri Loli samaran dan Thanaka yang sudah berdiri didepan apartemen nya.


Didalam Apartemen..


' Ini.. apartemen pribadinya Tante loli ya Tan? '


Tanya Arsylin penasaran, pada Loli yang tengah sibuk membuat kan minuman untuk mereka bertiga.


Loli tersenyum.


' Iya betul.. '


Arsylin mengangguk ' Oohh '


' Ya.. untuk melepas penat aja sih '


Lanjut Loli samaran, kemudian membawa nampan ditangannya menuju meja ruang tamu.


Begitupula dengan Arsylin, ia mengikuti Loli menuju ruang tamu.


' Em, bukannya kak Thanaka tinggal sendirian ya Tan dirumahnya? '


Sambung Arsylin saat sampai diruang tamu.


' Kenapa.. ngga tinggal serumah aja tan, sama kak Thanaka? '


Lanjut Arsylin sembari duduk didekat Loli samaran.


Sontak Loli samaran terkiki.


' Ya.. ngga papa si sayang '


Sahut Loli samaran sembari menikmati minuman buatan nya.


' Tante cuma pilih area yang deket sama cafe Tante aja '


Lanjutnya memberi penjelasan.


Arsylin teringat sesuatu.


' Oh iya ya.. '


' Kan kata kak Thanaka, cafe yang waktu itu punya Tante nya '


' Jadi dia pemilik cafe keren itu '


Batin Arsylin takjub.


' Jangan ngelamun '


Sontak Arsylin tersadar, sebab Loli menempelkan gelas minumannya yang dingin ke leher Arsylin.


' Minum dulu gih '


Arsylin tertawa kecil, kemudian meraih satu gelas minuman yang ada di meja.


* 💘 NEXT 💘 *