
Di hotel...
Mobil mewah berwarna hitam milik David dan Diana, sudah terparkir rapi diarea parkiran hotel Permata Intan Jakarta.
Keduanya segera beranjak menyusul Jhoan dan Rhani di lantai 2.
Dilantai 2...
' Haloooo '
' Aihh menyebalkan '
Celetuk Jhoan sembari menerima pelukan dari David.
Begitupula dengan Rhani, tak lupa ia bercipika-cipiki dengan Diana.
' Kenapa kau lama sekali David ah! '
Protes Jhoan.
David hanya tertawa.
' Sorry Jho sorry, tadi kami.. '
David melirik ke Diana, Diana berdehem aagar David tak memberitahukan pada Jhoan tentang masalahnya tadi pagi.
Jhoan mengeryit.
' Kenapa bro? '
David tersentak, sebab Jhoan menepuk pundak nya.
' Ah! Ahaha.. mengagetkan saja '
Protes David.
' Tadi kami ada kegiatan kecil-kecilan diluar mansion, setelah pulang dan ingin beristirahat..'
' Kau menelfon ku, jadi aku teringat kembali pada mu '
Lanjut David, kemudian tertawa tanpa dosa di hadapan Jhoan.
Sontak Jhoan menyentil geram telinga David.
Kedua wanita mereka hanya tertawa melihat tingkah konyol para sang suami.
' Kau ini.. '
' Sudahlah, ayo cepat kita kerumah mu '
Rhani mengangguk setuju.
' Aku sudah tidak sabar bertemu putri kesayangan ku '
Lanjut Jhoan semangat.
Diana dan Rhani hanya menggedikan bahu geli.
' Iya iya, yuk '
Ajak David, kemudian membantu membawa koper milik Rhani dan Jhoan ke mobil.
Diperjalanan...
' Oh iya bro '
Sontak Jhoan menoleh.
' Kenapa bro? '
Jhoan penasaran.
' Nanti.. kalau Arsylin ingin ikut dengan mu bagaimana? '
Sontak Diana menoleh.
' Tidak! Aku tidak mengizinkan nya! '
Potong Diana sembari terkikik.
Jhoan hanya menghela nafas.
' Yaa sudah terjawab bro '
Melas Jhoan, sontak mereka tertawa renyah.
' Lagipula.. aku juga tidak tega melihat Diana, jika harus jauh dari putri satu-satunya '
Mendengar itu, Diana terdiam.
' Aku memang sama sekali tak menginginkan itu terjadi Jho '
' Tapi.. jika Arsylin mengetahui kau datang, aku tidak bisa menjamin dia tetap akan bersama ku '
Batin gundah Diana.
' Hei '
Lirih Rhani, sontak Diana tersadar.
Lanjut Rhani halus, Diana hanya menggeleng sembari tersenyum.
Rhani pun membalas senyuman hangat Diana, lalu mereka berpelukan.
' Jujur.. '
' Berat sekali jika memang hal itu terjadi '
' Tapi.. keputusan ada ditangan Jhoan '
' Aku tidak berhak memaksakan kehendak Arsylin'
' Karena Jhoan sampai kapan pun itu, adalah ayah kandung Arsylin '
' Tidak mungkin aku melarang anak dan sang ayah kandungnya untuk tinggal bersama '
' Tapi bagaimana dengan aku nanti? '
' Apakah aku bisa ikhlas melepaskan Arsylin tinggal di London dengan mu Jho? '
' Atau malah sebaliknya? '
Diana menghela nafas berat pelan, disela-sela pelukannya dengan Rhani.
' Semoga saja Jhoan tidak mengizinkan pula Arsylin ikut bersamanya '
Apartemen Pribadi..
' Ooh, jadi Tante loli tinggalnya di apart? '
Batin Arsylin baru tahu, sembari menutup pintu mobil Thanaka.
' Arsylin '
Panggil Loli samaran lembut, sontak Arsylin tersadar.
' Sini masuk '
Ajak Loli samaran dengan ramah, Arsylin mengangguk kemudian menghampiri Loli samaran dan Thanaka yang sudah berdiri didepan apartemen nya.
Didalam Apartemen..
' Ini.. apartemen pribadinya Tante loli ya Tan? '
Tanya Arsylin penasaran, pada Loli yang tengah sibuk membuat kan minuman untuk mereka bertiga.
Loli tersenyum.
' Iya betul.. '
Arsylin mengangguk ' Oohh '
' Ya.. untuk melepas penat aja sih '
Lanjut Loli samaran, kemudian membawa nampan ditangannya menuju meja ruang tamu.
Begitupula dengan Arsylin, ia mengikuti Loli menuju ruang tamu.
' Em, bukannya kak Thanaka tinggal sendirian ya Tan dirumahnya? '
Sambung Arsylin saat sampai diruang tamu.
' Kenapa.. ngga tinggal serumah aja tan, sama kak Thanaka? '
Lanjut Arsylin sembari duduk didekat Loli samaran.
Sontak Loli samaran terkiki.
' Ya.. ngga papa si sayang '
Sahut Loli samaran sembari menikmati minuman buatan nya.
' Tante cuma pilih area yang deket sama cafe Tante aja '
Lanjutnya memberi penjelasan.
Arsylin teringat sesuatu.
' Oh iya ya.. '
' Kan kata kak Thanaka, cafe yang waktu itu punya Tante nya '
' Jadi dia pemilik cafe keren itu '
Batin Arsylin takjub.
' Jangan ngelamun '
Sontak Arsylin tersadar, sebab Loli menempelkan gelas minumannya yang dingin ke leher Arsylin.
' Minum dulu gih '
Arsylin tertawa kecil, kemudian meraih satu gelas minuman yang ada di meja.
* 💘 NEXT 💘 *