
Pukul : 19.48
' Makasih ya kak '
Ujar Arsylin, setelah mobil Thanaka terparkir tepat didepan halaman mansion milik Arsylin.
Thanaka tersenyum.
' Sama-sama '
' Yaudah masuk gih, abis itu istirahat '
Arsylin mengangguk manja.
' Oh iya '
Thanaka mengangkat alisnya.
' Besok kakak dinas kan? '
' Iya, kenapa? Mau ikut? '
Arsylin menyengir.
' Emang boleh? '
Cicit Arsylin malu.
' Boleh dong, mau ikut? '
Ulang Thanaka, Arsylin mengangguk malu.
' Oke besok aku jemput '
Sontak Arsylin bahagia.
' Beneran? '
Thanaka mengangguk.
' Aaa maacciiihhh '
Sahut Arsylin manja.
Thanaka terkikik.
' Tali jangan lupa '
Arsylin mengeryit.
' Lupa apa kak? '
Thanaka berdehem, sembari memberi kode dijari manisnya.
' Ohh ituu '
Thanaka mengangguk.
' Siapp bos '
Sahut Arsylin semangat.
' Pakai dari sekarang aja '
Pinta Thanaka.
' Bentar '
Arsylin merogoh kocek kecil di casing ponsel nya.
Mengeluarkan cincin hitam berinisial T disana.
Kemudian segera dipakainya.
Namun baru saja Arsylin hendak memasangkan cincin inisial itu dijari telunjuknya, Thanaka menahan nya.
' Sini aku pakein '
Sontak Arsylin tersenyum malu.
Kemudian memberikan cincin hitam tersebut pada Thanaka.
Setelah menerima nya, Thanaka segera memasang kan cincin hitam tersebut ke jari telunjuk Arsylin.
' Yeyy lucu bangett '
Seru Arsylin setelah cincin hitam tersebut terpasang dijari telunjuk, tangan kanannya.
Thanaka tersenyum.
' Suka? '
Arsylin mengangguk lucu.
' Suka '
' Oiya.. sini cincin kakak, biar aku pasangin '
Sontak Thanaka merogoh saku bajunya.
' Nih '
Thanaka mengeluarkan tangan kosong, namun membentuk sarangheo.
' Man - - iihh kak serius! '
Arsylin menepis tangan Thanaka.
Thanaka tertawa.
' Iya iya, bentar '
Dirogoh nya cincin di saku bajunya.
Kemudian diberikan kepada Arsylin.
' Aku pasangin ya '
' Harus '
Arsylin terkikik, kemudian memasangkan cincin hitam berinisial A di jari telunjuk tangan kanan Thanaka.
' Yeyyy samaan deh '
Seru Thanaka sembari mengangkat tangan kanan nya ke depan.
' Ah! Iya kak lupa '
Arsylin mengotak-atik ponselnya sejenak.
' Foto duluuu '
Sontak Thanaka menyandingkan tangan kanannya dengan tangan kanan Arsylin.
Kemudian Arsylin mengambil beberapa gambar disana.
Setelah itu, Arsylin berpamitan turun dari mobil dan masuk ke mansion.
Thanaka memutuskan untuk langsung pulang.
' Tataaaa '
' Hati-hati '
Arsylin melambaikan tangan ke mobil putih Thanaka yang tengah memutar balik arah.
Kemudian berlalu meninggalkan mansion megah milik Arsylin.
Diruang tamu mansion..
Langkah Arsylin terhenti mendapati sekeluarga tengah bercengkrama disana.
' Itu.. '
Matanya mengeryit.
' Kok kaya papa Jhoan ya? '
Gumamnya menerka-nerka.
' Eh tapi, masa papa ke Indonesia ngga ngabarin aku dulu si? '
Gumam pelan Arsylin.
Karena penasaran, Arsylin segera berjalan mendekat ke mereka.
Sesampainya disana Arsylin melotot tak percaya.
' Papa! '
Seru Arsylin bahagia.
Sontak Jhoan yang sedari tadi sibuk mengobrol bersama yang lain, menoleh.
Lalu berdiri.
' Haiii sayaaangg '
Sahut Jhoan tak kalah heboh.
Arsylin berlari menghampiri Jhoan, yang sudah siap memeluk nya disana.
Yang lain hanya tersenyum sendu menyaksikan pertemuan itu.
' I Miss you so much dear '
Arsylin memeluk erat tubuh Jhoan.
' Miss you too dad '
Balas Arsylin yang terisak tangis.
' Putri ku sudah se dewasa ini '
' Aku sangat-sangat merindukan mu nak '
Jhoan pun menangis bahagia disana.
' Papa kenapa lama sekali menjenguk ku?! '
Protes Arsylin.
Jhoan hanya terkikik, kemudian melepaskan pelukan mereka.
' Maafkan papa ya sayang '
Ujar Jhoan sembari mengusap lembut air mata di pipi putrinya.
' Tapi papa bahagia banget loh '
Jhoan mencoba mengalihkan pembicaraan.
Arsylin masih sesegukan.
' Bisa berkumpul lagi bersama Arsylin.. '
' Dan juga yang lainnya di sini.. '
Arsylin tersenyum sendu.
' Apalagi.. bertemu dengan putriku yang sudah tumbuh dewasa ini '
Jhoan menoel-noel gemas hidung Arsylin.
Arsylin terkikik, namun masih sesegukan.
' Semakin tambah cantik saja kamu nak '
Puji Jhoan.
Mata Arsylin kembali berkaca-kaca.
' Aku sangat-sangat merindukan mu pa '
Cicit Arsylin, kemudian kembali memeluk Jhoan dengan erat.
' Papa juga sayang '
Sontak Jhoan membalas pelukan sang putri, memberikan kesempatan untuk Arsylin, meluapkan rasa rindunya selama ini.
Begitupula dengan yang lain.
Mereka hanya menyaksikan moment terharu dari Jhoan dan Arsylin itu.
Rhani dan Diana pun dibuat membombai disana.
Setelah dirasa puas memeluk sang ayah, Arsylin melepaskan pelukan nya.
Kemudian mengusap air matanya.
Jhoan tersenyum bahagia.
David mendekat ke Jhoan.
' Arsylin '
Dengan masih sesegukan, Arsylin mencoba mengatur nafasnya.
' Ini kejutan spesial untuk mu sayang '
Lanjut David yang juga membombai disana.
Jhoan tersenyum sembari terus mengusap lembut pucuk kepala Arsylin.
Diana dan Rhani berpelukan.
Arsylin tersenyum, bibirnya bergetar menahan tangis.
' Papa mu sengaja tidak mengabari mu, agar ini menjadi surprise terindah untuk mu Arsylin '
Lanjut David yang sudah menangis terharu disebelah Jhoan.
Jhoan mengangguk setuju.
Dengan sesekali membelai lembut kepala sang putri.
Tangis Arsylin kembali pecah.
Namun bukan hanya Arsylin yang menangis, kini David, Diana dan Rhani bahkan Jhoan pun ikut menangis.
Jhoan segera menarik Arsylin ke pelukannya.
Menenangkan sang putri.
Suasana kembali hening, hanya menyisakan Isak tangis diantara mereka.
* 💘 NEXT 💘 *