
Saat suasana diruang makan hening, dan hanya menyisakan bunyi ketukan sendok dan piring.
Mereka dikejutkan dengan kedatangan Tri, stapam gerbang.
Sontak mereka yang maish sibuk mengunyah menoleh.
' Ya pak Tri, ada apa? '
Tanya Jhoan sembari meletakkan gelas minum nya ke meja.
' Maaf mengganggu waktunya sebentar tuan, nyonya '
Cicit Tri tak enak.
Namun semuanya mengangguk paham.
' Ngga kok, kenapa pak? '
Sambung Diana ramah.
' Itu diluar ada temen nya Non Arsylin '
Sontak Arsylin melotot.
' Kak Thanaka udah jemput Jak segini? '
Batin Arsylin kaget.
' Owh, yasudah suruh masuk aja sekalian '
' Bilang saja Arsylin nya sedang sarapan, suruh saja dia masuk. Ikut sarapan sekalian '
Lanjut Diana.
' Baik Nya - - '
' Emmhhh Pak pak pak! '
Arsylin berlari kecil.
Menelan makanan nya.
' Biar Arsylin aja '
Ujar Arsylin manja.
Pak Tri mempersilahkan.
Diana dan yang lain menghela nafas sembari menggeleng.
Kemudian Arsylin segera menghampiri Thanaka diluar.
Diluar
Arsylin tersenyum lebar mendapati Thanaka yang mengenakan set batik biru laut, berdiri disana.
' Hai '
Sapa hangat Thanaka.
' Hai kak '
Arsylin tersenyum malu.
' Sudah siap? '
Tanya Thanaka.
' Eem udah sih kak, tapi ini lagi - - '
' Sarapan ya? '
Arsylin mengangguk sembari menyengir kuda.
' Oh bagus dong, kalau begitu dilanjutkan saja dulu sarapan nya. Saya tunggu disini '
Arsylin menggeleng.
' Engga! Engga! Engga! '
' Mending kakak ikut sarapan aja. Gimana? '
Tawar Arsylin lucu.
Thanaka tersenyum.
' Ngga usah, saya sudah sarapan kok tadi.. '
Arsylin cemberut.
' Lebih baik kamu masuk, lanjutin dulu sarapan nya. Gih '
Lanjut Thanaka.
Arsylin menggeleng manja.
' Arsylin mau masuk kalau kak Thanaka juga ikut masuk! '
Thanaka terkekeh geli.
' Sayang ajak temen mu masuk dong '
Diana keluar.
' Eh Tante '
Sapa hangat Thanaka, sembari mencium tangan Diana.
Diana mengeryit.
' Kamu.. cowo yang waktu itu kan nak? '
Tanya Diana memastikan.
Thanaka tersenyum kemudian mengangguk.
' Betul Tante '
' Ah! Yaudah, mumpung kami lagi sarapan.. yuk ikut gabung sekalian yuk - - '
' Yuk! '
Sahut Arsylin semangat, kemudian mendorong tubuh Thanaka agar mau masuk dan ikut sarapan bersama.
Thanaka terus menolak dengan sopan, namun gagal.
Alhasil Thanaka pun menyerah.
Ia menurut saja dibawa Arsylin ke ruang makan.
Diana yang jalan lebih dulu dari mereka, hanya terkikik.
Sesampainya diruang makan..
Semua pasang mata yang ada disana menoleh kerah Thanaka dan Arsylin.
' P-pagii '
Sapa ramah Thanaka dengan sedikit gugup.
Arsylin hanya tersenyum lebar.
' Eh hai... Pagi '
Sahut ramah dri David dan yang lain.
' Sini sini, ikut sarapan nak '
Ajak Jhoan ramah.
' I-iya iya makasih om '
Jujur, Thanaka belum siap jika harus berhadapan dengan keluarga besarnya Arsylin.
Namun apa boleh buat, kini dirinya sudah berada dihadapan para keluarga Arsylin.
' Wow! Ganteng juga calon mu sayang '
Puji Rhani.
Sontak Arsylin dan Thanaka bertatapan.
Kemudian tertawa.
' Yadooong, pinter kan Arsylin nyari nya mam '
Sahut gemas Arsylin, Thanaka hanya menggeleng.
' Yaudah tunggu apa lagi '
' Nah yuk kak '
Arsylin dan Thanaka pun duduk bersebelahan.
Mereka antusias menyambut kehadiran Thanaka disana.
Mulai dari Jhoan, David, Rhani dan juga Diana.
Mereka tak henti-hentinya membuat Thanaka merasa nyaman berada disana.
Kemudian mereka pun melanjutkan aktifitas sarapannya.
Namun kini ketambahan anggota, yaitu calon nya Arsylin.
Thanaka.
' Mereka baik juga '
' Ngga salah aku milih Arsylin '
Batin kagum Thanaka.
Kemudian melanjutkan makan nya.
* 💘 NEXT 💘 *