
Sesampainya dikamar, Arsylin langsung menghempaskan tubuh sexy nya ke kasur.
Dipeluknya erat-erat guling kesayangan miliknya, sembari menangis.
' Aku benci papa David! '
Gumam Arsylin disela-sela tangisnya.
' Kenapa mama harus pisah dari papa Jhoan? Kenapa!! '
Arsylin meluapkan kekesalannya dengan memukuli kasur empuknya berulang kali.
' Aku kira orang tua ku yang dulu akan selalu menyayangi ku.. hiks '
Air mata terus membanjiri kedua pipi wajah cantik milik Arsylin.
' Tapi dunia menamparku dengan kenyataan yang sangat amat menyedihkan '
Arsylin kembali menangis.
Ia benar-benar tak menyangka, keluarga utuhnya yang dahulu baik-baik saja, kini berubah total sebab kehadiran suami baru sang ibunda.
' AKU BENCI KELUARGA KU YANG SEKARANG!! '
Teriak geram Arsylin dibalik bantal tebal nya.
Sungguh malang.
Arsylin, si gadis manja yang dahulu sangat dicintai Diana dan Jhoan, kini harus menerima kenyataan bahwa dirinya tak lagi mendapatkan kasih sayang itu lagi.
15 Menit Berlalu
' Emm.. '
Arsylin menggeliat, sembari mengucek kedua mata nya.
Masih dengan setengah nyawa yang terkumpul, ia duduk, lalu bangkit menuju bathroom dikamar nya.
Sesampainya di bathroom, Arsylin berkaca.
Tampak jelas ia lihat wajah cantiknya yang lesu, dihiasi dengan kedua mata yang sedikit sembab.
' Kasian banget kamu Arsylin '
Ucapnya pada bayangan dirinya yang terpantul dari cermin dihadapan nya.
Kemudian tersenyum getir, lalu menghidupkan kran air untuk cuci muka.
20 Menit Kemudian
' Pa, ke kamar yuk '
Ajak Diana pada sang suami
' Ayo ma '
Namun baru beberapa langkah mereka melangkah dari ruang tamu, David dan Diana mendapati Arsylin turun dari kamarnya.
' Hai sayang, mau kemana nak? '
Tanya Diana dengan selembut mungkin, sebab ia tahu putrinya masih marah padanya.
' Keluar '
Sahut Arsylin singkat kemudian berlalu dari ruang tamu menuju garasi mobil mansion nya.
' Arsy - - '
' Eii ma ma.. '
David menahan lengan istrinya yang hendak menyusul sang putri.
' Arsylin pasti butuh waktu untuk sendiri dulu ma.. '
Diana terdiam, sembari menyaksikan punggung Arsylin yang mulai tak terlihat.
David sadar akan itu.
' Sayang, hei.. '
David membalikkan tubuh Diana menjadi menghadap ke dirinya.
David menghembuskan nafas pelan.
' Aku.. minta maaf ya, atas tindakan kasar ku tadi'
Ucap tulus David sembari menangkup kedua pipi putih bersih milik Diana, dengan kedua tangannya.
' David memang beda jauh dengan Jhoan '
' Jika David adalah seorang yang keras, itu sangat berbeda jauh dengan Jhoan.. '
' Jhoan adalah seorang yang penyayang '
' Tapi.. semoga saja David bisa merubah sifatnya '
' Dan yang terpenting adalah, dia bisa memenangkan hati Arsylin.. '
' Karena aku tahu, Arsylin itu sama seperti Jhoan..'
' Jika dia sudah benci, mustahil baginya untuk bisa menyukai kembali orang tersebut '
Batin Diana sembari menatap lekat mata sang suami.
' Hei - - '
' Ehh! I-iya pa.. ehehe '
Lamunan Diana ter buyar.
' Yuk istirahat '
Ajak David, Diana hanya tersenyum sembari mengangguk pelan.
Kemudian mereka pun berjalan beriringan menuju kamar mereka.
Sesampainya dikamar, Diana terus kepikiran tentang kejadian tadi dilantai bawah.
' Bagiamana jika nanti Arsylin benar-benar meninggalkan ku? '
Batin Diana gundah.
David yang peka akan hal tersebut, segera merangkul sang istri.
Sontak Diana tersentak.
' Mama jangan khawatir ya..'
' Papa yakin, Arsylin tidak akan pernah tega meninggalkan mama '
Mendengar itu, Diana terdiam.
' Entahla bagaimana nanti '
' Karena aku tahu betul bagaimana Arsylin.. '
' Jika dia sudah berkata, pasti akan dilakukan nya '
Batin Diana lagi dan lagi.
David yang mengetahui Diana yang kembali terdiam, dengan sigap menggendong tubuh Diana ke kasur.
Diana yang terkejut hanya bergeleng dan sedikit tertawa.
* 💘 NEXT 💘 *