
' Vhell ngapain kamu ke sini?! '
Tanya Thanaka bingung saat sampai dihadapan Vhella.
' Sayang ih, masa aku mau jemput kamu gak boleh sih! '
Protes Vhella manja pada Thanaka.
Thanaka dengan risih melepas pelukan Vhella.
' Vhell lepas, gak enak nanti kalo ada yang liat '
Vhella berdecak.
' Dan stop panggil aku dengan sebutan itu! '
Ujar Thanaka.
Sontak Vhella mengeryit.
' Kamu kenapa sih?! '
' Dimana-mana kalau sepasangan tunangan itu, dipanggil sayang tuh ya seneng. Kok kamu beda sih!'
Protes Vhella manja.
' Sebel deh - - '
' Sssttt! '
Thanaka mengedarkan pandangannya sejenak.
' Jangan berisik! '
Thanaka segera membawa masuk Vhella ke kantor nya.
Didalam..
' Kamu apakan gadis cantik tadi?! '
6anya Thanaka to the point.
Vhella mengeryit.
' Gadis cantik?! '
' Kau menyebutnya gadis cantik?! '
Vhella terkekeh.
' Thanaka.. Thanaka.. '
' Sekarang selera mu rendah ya- - '
' Cepat katakan Vhell, jangan bertele-tele! '
' Apa yang sudah kau lakukan padanya?! '
Bentak Thanaka.
Sontak Vhella terdiam.
' Kenapa dia sampai menangis seperi itu?! '
Lanjut Thanaka serius.
' Astaga Thanaka! '
' Biasa aja dong nanya nya! ngga usah pake ngotot gitu! '
Protes Vhella dengan gaya bicara nya.
' Lagi pula dia kok yang salah, siapa suruh lancang masuk ke kantor mu! '
Thanaka mengeryit tak paham.
' Ya aku sebagai tunangan mu cemburu dong! '
Omelnya, sembari melipat kedua tangannya kesal.
Sontak Thanaka mengusap wajah nya kasar.
' Vhell! '
' Sampai kapan kau terus begini?! '
' Apa kau kurang jelas dengan kata-kata ku waktu itu?! '
' Aku tidak menerima perjodohan itu Vhella! '
Ujar Thanaka yang sudah kehabisan kesabaran.
' Kau sendiri kan yang bilang, kau belum siap untuk menikah?! '
Vhella memutar bola matanya malas.
' Bahkan kita sudah sepakat bukan, untuk mengakhiri semuanya?! '
' Kau juga dulu setuju dengan keputusan kita waktu itu, lalu kenapa kau selalu seperti inii ?!'
Lanjut Thanaka frustasi.
Vhella berdecak.
' Thanaka.. '
' Itu kan dulu, dulu aku dan kau sama-sama belum paham mengenai rumah tangga.. '
' Tapi sekarang, kita kan sudah sama-sama dewasa Thanaka! '
' Seharusnya kita bisa dong melanjutkan hubungan kita yang duluu '
Ujar Vhella dengan bergelayut manja, dilengan kekar Thanaka.
Thanaka membuang nafas kasar, lalu menghempaskan tangan Vhella.
' Vhell ku peringatkan sekali lagi! '
Tegas Thanaka.
' Ini peringatan untuk yang terakhir kalinya! '
' Jika kau masih saja seperti ini, jangan salah kan aku jika nanti aku berlaku kasar pada mu! '
Vhella cemberut.
' Akuu.. menolak perjodohan kita waktu itu, dan kau juga sudah lama menyepakati nya '
' Jadi, kau tidak bisa lagi menjadikan perjodohan kita dulu sebagai alasan untuk kembali pada ku! '
Lanjut Thanaka dengan penuh penekanan disetiap kata-kata nya.
Vhella tak terima.
' Bukan kah kau dulu ingin menikah dengan bule? '
Tanya Thanaka.
Vhella semakin cemberut.
' Jadi ini kesempatan emas untuk mu, agar mencari para bule diluaran sana yang mau menikahi mu '
Celetuk Thanaka geram.
Kemudian pergi meninggalkan Vhella yang tak terima disana.
' Ihhhh!! '
Vhella teriak geram sembari menghentakkan kakinya kelantai.
' Nyebelin banget sih! '
Umpat Vhella geram.
' Awas aja ya! Aku tidak bisa menerima penolakan mu begitu saja! '
Gumam Vhella kesal.
Diluar..
Thanaka terus mencari keberadaan Arsylin.
Kebanyakan dari mereka menjawab ' Kurang tau ya pak '.
Namun Thanaka tak tinggal diam.
Sembari terus mencari kemana Arsylin pergi, tangan kanannya juga terus menelfon Arsylin.
Dilain sisi..
Arsylin yang sadar ponselnya terus berdering, ia tak menghiraukan nya sama sekali.
Ia terus berlari menjauh dari area ruang kantor Thanaka.
Saat sampai di area luar kampus, Arsylin segera berlari menuju jalan raya.
Dilain sisi..
Thanaka yang kebetulan lewat perpustakaan umum, tak sengaja mendapati Arsylin yang tengah berlari menuju jalan raya.
' Arsylin! '
Gumam Thanaka sedikit lega karena menemukan Arsylin.
Dengan segera Thanaka berlari menyusul Arsylin.
' Arsylin! Arsylin! tunggu Arsylin! '
Thanaka berhasil meraih lengan kanan Arsylin.
' Lepas! '
Bentak Arsylin, namun Thanaka tak akan melepaskan Arsylin begitu saja.
' Lepasin kak ih!! '
' Arsylin.. dengerin kakak dulu '
' Jalanan ramai Arsylin.. jangan gegabah, lebih baik sekarang kita pulang. Okey? '
Rayu Thanaka, dengan terus mencoba menarik Arsylin menjauh dari tepi jalan.
Ia takut Arsylin akan gegabah, dengan berlari menyebrangi jalan raya yang ramai akan lalu lalang berbagai macam kendaraan itu.
' Kita bicarakan ini diluar ya - - '
' Gak! Aku gak butuh membicarakan kejadian tadi sama kak Thanaka! Udah lepasiinn! '
' Arsylin ku mohon, biarkan aku menjelaskan semuanya duluu- - '
' Ihh LEPAS!! '
Arsylin menghempas tangan Thanaka kasar.
' Apa yang mau kakak jelasin lagi hah?! '
' Aku udah tau kok semuanya! '
' Ternyata kakak udah tunangan kan sama orang lain?!
Bentak Arsylin.
Thanaka menghela nafas kasar.
' Arsylin dia bukan siapa-siapa ku - - '
' Bohong! '
Bentak Arsylin lagi dan lagi.
Thanaka lesu.
' Jelas-jelas tadi cewe itu bilang kalau kalian sudah tunangan! '
Teriak Arsylin geram.
' Bahkan dia juga nunjukin tuh, foto kalian waktu tunangan ke aku! '
Thanaka terdiam, wajahnya memelas.
Berharap Arsylin mau memberinya kesempatan untuk menjelaskan semuanya.
' Lalu apa yang mau kakak jelasin lagi?! '
Lanjut Arsylin.
' Oh! Atau kakak mau bilang kalau kalian sebentar lagi menikah? Iya?! '
Thanaka lagi-lagi menghela nafas berat.
' Udah ah! Aku capek, lebih baik kakak sekarang pulang tuh sama cewe tunangan kak Thanaka tadi! '
Ketus Arsylin, kemudian berlalu dari hadapan Thanaka.
' Arsylin '
Panggil Thanaka lembut.
' Arsylin please dengerin penjelasan kakak duluu'
Arsylin tak menghiraukan Thanaka.
Thanaka berdecak kesal.
' Bagaimana kamu bisa tahu mana yang betul kalau gini caranya! '
Teriak Thanaka.
Sontak Arsylin berhenti.
Kemudian balik badan, menghadap Thanaka.
' Kok kakak nyalahin aku sih?! '
Protes polos Arsylin.
Thanaka menghela nafas.
' Bukan gituu.. kakak cuma mau kamu tahu yang sebetulnya terjadi '
' Biar nanti kamu tidak mudah terhasut lagi sama cewe ituu '
Rayu Thanaka lagi dan lagi.
Arsylin terdiam, kemudian menunduk.
Lalu berfikir sejenak.
' Ya, kita pulang sekarang oke? '
Lanjut Thanaka saat sudah dihadapan Arsylin.
' Kakak janji, setelah kita makan siang nanti.. '
' Kakak akan menjelaskan semuanya pada mu.. '
' Karena ini tidak seperti yang kamu kira Arsylin '
Rayu Thanaka dengan lembut.
Arsylin menatap Thanaka.
' Harus jujur, jangan ada yang disembunyikan dari Arsylin? '
Ujar Arsylin polos.
Thanaka mengangguk.
' Pasti '
Arsylin pun tersenyum tipis.
Kemudian mereka berjalan beriringan, menuju parkiran kampus.
Dengan Thanaka yang terus merangkul Arsylin, tak jarang pula sepasang mata yang menyaksikannya bersiul jahil.
Pastinya siulan itu berasal dari mulut-mulut para mahasiswa/i Thanaka.
Namun Thanaka dan Arsylin tak menghiraukan nya.
* 💘 NEXT 💘 *