T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 65 '



Diluar..


' Ya halo? '


' Kenapa belum datang sih pak! '


' Ini sudah jam berapa?! '


' Saya nungguin loh dari tadi! '


Protes Shelly.


Thanaka mengeryit.


Kemudian menepuk jidatnya lupa.


' Astagaa! '


Gumam Thanaka baru teringat.


' Sorry sorry sorry saya lupa- -'


' Astaga lupa?! '


' Sebentar lagi jam 10 loh pak, ini jadwalnya saya cek kandungan! '


' Bisa biasa saja tidak nada bicara mu itu?! '


Celetuk Thanaka, Shelly mengeryit.


' Saya tidak bisa mengantar mu untuk hari ini, istri saya baru saja melahirkan! '


Tegas Thanaka datar.


' Ihh terus giman--'


Tut. Tut. Tut


Thanaka menutup telfon, kemudian kembali masuk ke ruang persalinan.


Diseberang sana..


Shelly melotot tak percaya.


' Ihhh!! '


' Kurang ajar banget sih! '


Umpat Shelly.


' Padahal aku belum selesai ngomong! '


Protes Shelly.


' Lihat aja kamu Thanaka '


' Saya tidak akan tinggal diam jika trus kamu abaikan seperti ini! '


Ancam Shelly.


Pukul : 18.21


Dirumah sakit, karena Arsylin belum diperbolehkan pulang oleh dokter.


Jadi ia dipindahkan diruang inap pribadi.


Tampak beberapa keluarga dekatnya yang mendengar kabar Arsylin melahirkan, berdatangan silih berganti.


Pastinya dengan membawa berbagai macam jenis buah tangan.


Mulai dari buah-buahan segar, perlengkapan mandi bayi, sampai dengan hadiah-hadiah lucu lainnya.


Tampak pula Thanaka yang sedari tadi mengganggu sang putri yang tengah menyusu pada Arsylin.


Lagi-lagi Thanaka melepaskan ****** susu sebelah kiri Arsylin dari mulut buah hatinya.


' Kakak ih, jangan ganggu kenapa sih! '


Omel Arsylin, kemudian memasangkan kembali ****** payudara montok nya ke mulut mungil putrinya.


Namun tak berhenti di situ, Thanaka mengulangi kelakuan nya lagi dan lagi.


Hingga membuat si kecil menangis dengan suara yang nyaring.


Sontak Thanaka terbahak dan puas melihat putrinya menangis, tidak dengan Arsylin.


Ia menatap datar kearah Thanaka.


' Kakak ada masalah apa si sama Dede?! '


' Resek banget deh dari tadi '


Thanaka hanya tertawa.


' Kalo iri bilang, gabisa nyusu lagi karena ini udah jadi milik Dede! '


Celetuk Arsylin gemas, dengan sengaja menggoyang kan buah dadanya.


Sontak Thanaka terdiam dari ketawanya.


Lalu menelan salivanya.


' Aah jangan gitu dong yang '


Rengek Thanaka manja.


' Kan kamu juga punya aku, jadi ituuu juga punya akuu '


Sambung Thanaka bak anak kecil, sembari menunjuk payudara sintal montok miliknya.


Sontak Arsylin bergeleng geli.


Suasana bahagia menyelimuti semua keluarga dan juga beberapa sahabat Thanaka yang tengah menjenguk Arsylin.


Tak jarang juga para sahabat pria Thanaka bergiliran untuk menggendong putri pertama mereka.


Namun suasana kehangatan dan kebahagiaan yang ada diruang inap Arsylin, tiba-tiba terbuyar sebab ada seorang wanita cantik yang membuka pintu tanpa permisi.


Sontak semua pasang mata yang berada diruang tersebut, menoleh kearah pintu.


Thanaka terkesiap mendapati ternyata Shelly yang membuka pintu.


Shelly tanpa senyum sedikit pun, berjalan masuk ke ruang tersebut.


Sontak Thanaka seketika terlihat panik.


Namun Arsylin malah memintanya untuk menyapa teman nya itu.


Karena ia kira wanita cantik yang baru masuk itu juga salah satu teman Thanaka.


' Sayang... Itu temen baru datang, kok malah diliatin doang sih? '


Ujar Arsylin lembut.


Sontak Thanaka tersadar.


' Ha?! E-em.. '


Thanaka menelan salivanya.


Suasana kembali normal, saat Shelly sudah berdiri tepat dihadapan Thanaka.


Wajah Thanaka dapat terlihat jelas, sangat panik.


' Hai '


Sapa datar Shelly.


Sontak Arsylin yang sedari tadi tersenyum hangat pada nya, berubah perlahan mimik wajahnya.


' Hai '


Sahut Arsylin agak merasa sedikit aneh.


' Dia kenapa?! '


Batin Arsylin bertanya-tanya.


Sembari melirik ke Thanaka dan Shelly bergantian.


' Temen kak Thanaka bukan si? '


' Kok kak Thanaka kaya ngga suka gitu liat dia? '


Batin Arsylin bertanya-tanya.


' Ini istri mu? '


Lanjut Shelly ketus.


Sontak Arsylin kembali mengeryit, kemudian menoleh ke Thanaka yang terlihat pucat disana.


' Dia siapa kak? '


Bisik Arsylin serius.


Thanaka semakin panik.


' Kenapa nada bicara dia seperti tidak suka pada kita? '


Lanjut Arsylin bingung.


' E-em--'


' Saya Shelly '


Potong Shelly.


Sontak Arsylin dan Thanaka menoleh bersamaan.


' O-owh Shelly '


Arsylin mencoba tersenyum ramah.


' Em, temennya kak Thanaka ya? '


Lanjut Arsylin lembut, Thanaka hanya terdiam dengan wajah panik nya.


Shelly menggeleng.


' Tidak penting siapa saya '


Sahut Shelly datar.


Arsylin terdiam.


' Ada apa dengan wanita ini?! '


Batin Arsylin.


' Saya kesini mau menemui Thanaka '


Lanjutnya, Arsylin mengeryit sontak Thanaka melotot.


Arsylin menoleh ke Thanaka.


' Yaa.. silahkan '


Sahut Arsylin dengan wajah kikuk nya.


Thanaka bangkit dari duduknya.


' Sayang aku.. permisi sebentar ya '


Pamit Thanaka dengan setenang mungkin, Arsylin tersenyum.


' Iya kak '


Kemudian Thanaka berlalu dari ruang persalinan, diikuti dengan Shelly dibelakang nya.


' Siapa wanita tadi? '


' Dan kenapa pada sat dia datang, kak Thanaka jadi berubah aneh?! '


' Tapi tunggu.. '


Arsylin mengeryit.


' Dia sepertinya hamil '


Arsylin terdiam.


' Apa jangan-jangan.. sikap kak Thanaka ada hubungannya dengan kehamilan wanita tadi?! '


Batin Arsylin tak tenang.


' Aku ngga mau berburuk sangka '


Gumam Arsylin, kemudian perlahan turun dari ranjangnya.


Sontak para bibi dan keluarga lainnya sigap membantu.


' Kamu mau kemana sayang? '


Tanya kakak dari ibu nya.


' Em, bi Arsylin mau keluar sebentar. Titip Dede ya '


Ujar Arsylin, dengan perlahan memberikan putrinya yang sudah tertidur ke bibi nya.


Sontak dengan sigap dan senang hati, Rossa menerima cucu nya.


' Sebentar ya Bi '


' Iya, kamu bisa jalan sendiri? '


' Bisa kok bi '


Kemudian dengan sedikit rasa nyeri di kewanitaan nya, Arsylin perlahan berjalan menuju keluar.


Diluar..


' Saya tidak masalah jika bapak terus mengabaikan saya '


Arsylin mengeryit.


' Kok dia nangis? '


Gumam Arsylin, sebab mendengar suara Shelly yang berbicara dengan sesegukan.


Arsylin mendekat ke dinding, tanpa sepengetahuan Thanaka dan Shelly.


' Tapi tolong, bapak pikirkan juga bayi yang ada diperut saya '


Deg


' Bayi?! '


Seketika jantung Arsylin berdebar kencang.


' Dia juga butuh keadilan pak '


Arsylin menguping, namun sejauh ini dia belum juga paham apa topik pembicaraan mereka.


Thanaka dengan wajah panikny, sesekali mengedarkan pandangan.


Takut ada orang lain yang mendengar pembicaraan mereka.


' Selama ini saya diam jika bapak abaikan '


Arsylin mengeryit.


' Saya tidak pernah mencari keberadaan bapak, saya masa bodoh sama bapak..'


Shelly semakin terisak.


' Tapi bayi ini semakin hari semakin tumbuh besar, dan pastinya akan membutuhkan ayahnya! '


Thanaka terdiam.


Arsylin melotot sembari menutup mulutnya terkejut.


' Jangan mentang-mentang bapak sama sekali tak bermaksud melakukan itu pada saya, lalu bapak bisa seenaknya sama saya '


Arsylin yang mendengar, seketika jantungnya berdegup semakin cepat.


Tubuhnya seolah bergetar, melemas.


' Jika bapak tidak menginginkan anak ini, saya lebih tak sudi lagi mengandung anak dari bapak!'


' Hah?! '


Arsylin memegangi dadanya yang seketika terasa sangat sesak.


Jantung Arsylin semakin berdebar, tubuhnya mendadak lemas.


Air matanya sukses terjatuh di kedua pipi Arsylin.


' Mereka?! '


Arsylin menggeleng.


' Tapi nasi sudah menjadi bubur, permainan kita malam itu berakhir seperti ini pak '


Tangis Shelly menjadi, Thanaka semakin panik.


Begitupula dengan Arsylin, tangisnya semakin pecah.


Namun ia menutup mulutnya rapat-rapat, agar Thanaka dan Shelly tak mendengar suara tangisnya.


' Mereka benar telah mengkhianati aku?! '


Batin miris Arsylin, sembari sesekali memegangi dadanya yang semakin sesak.


' S-shelly Shelly kamu tenang dulu ya '


Panik Thanaka, kemudian mengedarkan pandangannya sejenak.


' Kita bicarakan ini diluar saja, jangan disini. Saya takut ada yang mendengar pembicaraan kita '


Lanjut Thanaka merayu Shelly, namun Shelly berontak.


' Gak! '


' Biarin aja mereka tau '


Bantah Shelly, sontak Thanaka semakin dibuat kalang kabut.


' Shell Shell pelankan suara mu '


Cicit Thanaka.


' Bila perlu istri mu juga harus tau '


Thanaka melotot.


' Kalau aku juga mengandung anak mu! -- '


Arsylin terduduk lemas ke lantai.


Seolah tubuh tak lagi bertenaga.


Tangis nya semakin menjadi, namun masih dengan ia tutup mulut nya.


' Shelly stop Shell! '


' Jangan memancing keributan disini! '


' Sudah ku bilang ayo kita bicarakan ini diluar sekarang! '


Bentak Thanaka lagi-lagi.


Shelly menggeleng.


' Enggak! '


Teriak keras Shelly, Thanaka semakin dibuat seperti cacing kepanasan.


' Biar sekalian orang lain tau kalau bapak sudah menghamili saya da-mmpphh! '


' Jaga ucapan mu Shelly! '


Thanaka menutup kasar mulut Shelly.


' Sudah ku katakan jangan keraskan suara mu! '


' Apa kau tuli hah?! '


Mendengar Thanaka yang terus membentak Shelly dengan kasar.


Arsylin mencoba bangkit, dan perlahan menghampiri mereka.


' Emmpphh!! '


Shelly menangis dibekapan tangan Thanaka.


' Aku memang tak pernah sekalipun mengharapkan bayi itu! '


Bentak Thanaka.


Shelly menggeleng pilu dibekapan Thanaka.


Hatinya perih, bak diiris-iris dan dicurah cuka secara bersamaan.


' Aku bahkan--'


' KAK STOPP!! '


Teriak Arsylin dengan sisa-sisa tenaganya.


Sontak Thanaka dan Shelly menoleh.


Mata Thanaka melotot mendapati istrinya yang terisak tangis tengah berjalan mendekat kearahnya.


Sontak Thanaka melepaskan bekapan tangannya di mulut Shelly.


' S-sayang ssyang--'


' Apa kau tau, Thanaka sudah menghamili ku! '


Teriak Shelly geram pada Arsylin, sontak Thanaka melotot.


Namun Arsylin yang sudah menangis tetap melanjutkan langkahnya, mendekat ke Thanaka.


' SHELLY!! '


Bentak Thanaka yang sudah kehabisan kesabaran.


' Apa?! '


' Ini semua tidak perlu kita tutup-tutupi lagi! '


Tegas Shelly dengan sesegukan.


' Bahkan istri mu sudah tau kan?! '


Panik Thanaka menjadi-jadi, lalu menggeleng.


Kemudian menghampiri Arsylin.


Namun belum sempat Thanaka melangkah, Arsylin mengangkat tangan kirinya.


Memberi kode, agar Thanaka tak mendekat padanya.


Panik, takut, marah, malu, menyesal, bercampur aduk menjadi satu dikepala Thanaka.


Ia menatap nanar wajah istrinya yang sembab, karena terisak tangis.


' Benar kata mu '


Ucap Arsylin saat sudah sampai dihadapan Thanaka dan Shelly.


' Sayang--'


' Kalian tidak perlu lagi menutupi itu semua dari aku '


Lanjut Arsylin dengan tersenyum getir, air matanya kembali deras.


Shelly yang juga masih sesegukan disana, tersenyum miring.


' Aku udah tau kok '


' Kalian juga sebentar lagi akan punya baby kan? '


Lanjut Arsylin, kemudian kembali terisak.


Deg


Thanaka bak dihantam dengan besi berat di dadanya.


Sesak, karena sakit melihat istrinya menangis karena perbuatannya.


Thanaka tak bisa berkata-kata lagi, ia melemas dan terus meratapi sang istri.


' Maaf kan aku sayang.. maaf '


Batin sesak Thanaka.


' Kenapa harus kalian sembunyikan kalau pada akhirnya aku juga tau '


Lanjut Arsylin lirih, diiringi air mata yang terjatuh ke pipinya.


Seketika Shelly terdiam.


Ia menjadi tak tega melihat Arsylin menangis


' Astaga '


' Ini semua karena ulah ku '


' Karena aku menginginkan duit yang begitu banyak dari kak Lhevia waktu itu..'


' Aku jadi harus membuat sepasang suami-istri bermasalah '


' Dan wanita ini '


' Dia tak punya salah dengan ku. Hiks :


' Maaf kan aku '


Shelly pun kembali menangis.


' Sayang aku - - '


Langkah Thanaka lagi-lagi terhenti, sebab Arsylin kembali mengangkat tangannya.


' Dan untuk kakak '


Arsylin menarik nafas dalam-dalam, sembari memegangi dadanya.


Sontak Thanaka semakin tak tega melihatnya seperti itu.


' Apa salah ku sama kakak? '


Deg


Air mata Thanaka sukses terjatuh dan membasahi kedua pipinya.


' Apa salah ku sampai..'


Arsylin menarik nafas lagi, dadanya semakin tambah sakit.


' Sampai kalian tega mengkhianati kuuu?? '


Tangisnya Arsylin pecah.


Thanaka melotot, kemudian segera memeluk paksa istrinya.


' Sayang, sayang maafkan ak--'


' Apa salah ku kaak? '


Shelly pun kembali terisak, ia menunduk kemudian mengelus lembut perut buncitnya.


' Kenapa kakak lakuin ini ke aku?? '


' Sayaaangg '


Thanaka mengeratkan pelukannya, sebab Arsylin terus berontak.


' Sayang maafin kakak '


Cicit Thanaka.


' Percuma kakak minta maaf! '


Bentak kasar Arsylin, sembari mendorong kasar tubuh Thanaka.


Sontak Thanaka hampir terjatuh, Shelly terkesiap melihat kemarahan Arsylin.


' Arsylin kak--'


' Arsylin baru aja melahirkan anak kita kak! '


Bentak Arsylin lagi, Shelly menunduk takut.


Thanaka menangis dengan terus menatap melas wajah Arsylin.


' Arsylin baru aja bertaruh nyawa demi anak kita!'


Teriak geram Arsylin yang mulai murka.


Karena mendengar kegaduhan dari arah luar, Diana mencoba mengecek keluar.


' Tapi kenapa kakak seolah-olah ingin membunuh ku ?! '


Tangis Arsylin kembali pecah.


Thanaka menggeleng.


' Apa kurangnya aku sebagai istri kak? '


Lirih Arsylin perih.


Tangis Thanaka pecah, namun ia menunduk.


' Aku selama ini terus berusaha menjadi istri yang baik buat kakak '


' Aku juga sangat-sangat mempercayai kakak sebagai suami terbaik ku '


Cicit Arsylin.


Sontak Thanaka mengangkat kepalanya, dengan terus sesegukan.


' Dan kau! '


Bentak Arsylin pada Shelly, Shelly terkejut bukan main.


Matanya yang sembab menatap takut kearah Arsylin.


' THANAKA SUDAH BERISTRI KENAPA KAU MAU--'


' Heii '


Diana dengan wajah terkejut nya menghampiri Arsylin.


Sontak Arsylin memeluk erat-erat tubuh Diana, kemudian menangis semakin keras disana.


Sontak Shelly semakin takut.


Sedangkan Thanaka, ia hanya terdiam pasrah dengan masih sesegukan.


' Ada apa ini?! '


Tanya Diana dengan nada tak bersahabat nya.


' Sayang, sayang kamu kenapa nak?! '


Diana mengangkat kepala Arsylin, Arsylin dengan tangisnya menoleh ke Thanaka yang tampak menyesal disana.


' Katakan pada mama, ada apa ini ?! '


Tak sanggup menjawab, Arsylin kembali memeluk Diana.


' Thanaka! '


Bentak Diana.


Sontak Thanaka mengangkat kepalanya.


' Jawab! Ada apa ini?! '


Bentak Diana lagi, Thanaka mengembuskan nafas berat.


' Thanaka..'


' Thanaka khilaf telah menghamili mahasiswi Thanaka sendiri ma '


Jujur Thanaka lirih, Shelly menunduk takut.


Sontak Diana melotot tak percaya.


Melepaskan pelukan putrinya, dan mendekat ke Thanaka.


' Apa kata mu?! '


Tanya Diana tak percaya.


Arsylin kembali menangis, sembari menatap wajah Thanaka.


Thanaka dengan mata sembab nya, menoleh ke Arsylin.


' Arsylin '


' Maaf kan aku Arsylin '


' Aku dijebak Arsylin, aku di jebak '


Batin Thanaka miris.


' Kau menghamili mahasiswi mu?! '


Tanya Diana murka.


' Mah Thanaka--'


PLAKK!!!


Arsylin dan Shelly melotot bersamaan, sebab Diana menampar keras pipi kiri Thanaka.


Sontak tangis Thanaka kembali pecah.


' Mah, mah udah mah '


Arsylin mendekat ke Diana, menenangkan Diana.


' Kamu mengkhianati anak mama?!! '


' Mam-- '


' Kita pulang sekarang! '


Bentak Diana murka pada Thanaka, kemudian menarik kasar Thanaka.


' Mah! Mah udah mah! '


' Kak '


Shelly memberanikan diri menahan lengan Arsylin.


Sontak Arsylin menoleh.


Lalu menghempas kasar tangan Shelly.


' Apa lagi? Hm? '


' Apa kau mau bilang juga, kalau kalian sudah menikah? Iya?! '


Bentak geram Arsylin.


Shelly menggeleng dengan tangisnya.


Arsylin tertawa getir.


' Saya tidak menyangka sama sekali, wanita secantik dirimu ternyata murah juga '


Ujar Arsylin dengan penuh penekanan disetiap kata-kata nya.


Kemudian berlalu dari hadapan Shelly.


' Ini semua permintaan dari kak Lhevia kak '


Ucap Shelly dengan sedikit berteriak.


Sontak Arsylin berhenti.


' Lhevia?! '


' Nama itu?! '


Lalau berbalik badan menghadap Shelly.


' Apa katamu?! '


' Ini semua karena Lhevia?! '


Shelly mengangguk.


Arsylin mendekat ke Shelly.


' Siapa dia?! '


' Lalu apa hubungannya kejadian kalian dengan nya?! '


Karena merasa tak enak hati pada Thanaka, yang sudah ia jebak.


Dan juga pada Arsylin, istri sah Thanaka.


Shelly memberanikan diri untuk membuka semua rahasianya itu.


Dijelaskannya dengan detail oleh Shelly, mulai dari ia membutuhkan uang.


Sampai dengan kejadian ini terjadi.


Tak lupa pula Shelly memberitahu, siapa Lhevia.


Arsylin melotot dan menggeleng.


* 💘 NEXT 💘 *