T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 67 '



3 Minggu Kemudian..


Arsylin menangis sejadi-jadinya dikamar, sebab ia mendapat kabar bahwa Thanaka tengah melangsungkan pernikahan nya dengan Shelly.


Hatinya hancur berkeping-keping.


Belum lama luka di hatinya sembuh, kini Thanaka kembali menggoreskan luka baru dihatinya.


' AAAAA!!!! '


Arsylin teriak frustasi dengan menyapu bersih semua benda-benda yang ada dimeja riasnya.


' THANAKAAA!!!! '


DIARR!!!


Arsylin meninju kaca riasnya hingga pecah.


Kemudian jatuh terduduk dilantai kamarnya.


Dadanya semakin sesak jika mengingat nama Thanaka.


' AKU BENCI THANAKA AKU BENCII!!!!! '


Teriak Arsylin lagi dan lagi.


Sontak Aci yang kebetulan lewat didepan kamarnya melotot.


' Astaga! Non Arsylin '


Gumamnya kaget, kemudian membuka pintu kamar Arsylin.


Matanya melotot mendapati Arsylin yang terduduk diantara pecahan-pecahan kaca cermin dan juga pecahan-pecahaan peralatan makeup nya dilantai.


' ASTAGA NON ARSYLIN! '


Teriak Aci panik, kemudian berlari menghampiri Arsylin yang terduduk dilantai.


' Ya ampun non Arsylin!! '


' Apa yang sudah terjadi non?! '


Seru panik Aci sembari menangkup pipi Arsylin, yang terus menangis histeris dilantai.


' AAA!!! PERGII!! AKU MAU SENDIRIII!! '


' Astaga non, non kenapa non?! Ya ampuunnn!! '


Panik Aci menjadi-jadi.


' Aku mau sendirii Bii AKU MAU SENDIRIII!!! '


Teriak Arsylin lagi dan lagi.


' Engga! Bibi gak mungkin ninggalin non, non kenapa ya ampunn?! '


Aci memeluk erat tubuh Arsylin.


Sontak Arsylin memberontak hebat.


' NON ASTAGAAA!! JANGAN SEPERTI INII NON!! '


Aci terus mengeratkan pelukannya, karena Arsylin terus menjambak kasar rambutnya sendiri.


Bahkan tak sedikit pula rambut yang rontok ditangan nya.


' Lepasin Arsylin biii '


Arsylin terus menangis, karena tak tega Aci pun ikut menangis.


' Non jangan seperti ini non, kasian Dede non '


Isak tangis Aci.


Mendengar sebutan anaknya, sontak Arsylin mendorong kuat tubuh Aci.


' Astagaa Noonn!! '


Aci terbaring di lantai, Arsylin lalu bangkit dan duduknya.


' Keluar dari kamar ku sekarang juga!! '


Bentak Arsylin pada Aci.


Aci menggeleng.


' Non kenapa si non?! '


Tangisnya.


' Ayo kita cerita kalo ada masalah noonn '


' Aku bilang KELUAR YA KELUAR!!! '


Arsylin kembali teriak.


Aci kemudian keluar, kalau berlari menuju post satpam.


Saat Aci sudah keluar, Arsylin segera mengunci pintu kamar nya.


Arsylin semakin frustasi.


' Enggak! Enggak! '


' Aku belum punya anak dari Thanaka kan?! '


' Iya kan?! '


' AAAA!!!! '


PRANG!!!


Arsylin membanting frame kaca, yang berisi foto pernikahan nya.


Kemudian terduduk dilantai, lalu diambilnya foto yang tadi ia banting.


Tampak Arsylin yang tertawa bahagia dan digendong oleh Thanaka disana.


Arsylin tertawa getir.


' Kenapa aku bisa menikah dengan mu Thanaka KENAPAAAA?!!!! '


Teriaknya lagi sembari menyobek-nyobek foto ditangannya.


' AAAA!!! AKU BENCI PERNIKAHAN AKU BENCIIII!! '


Arsylin terus teriak frustasi dengan menjambak rambutnya.


Ia benar-benar tersayat setelah mengetahui kabar pernikahan suaminya.


Arsylin terbaring lemah dilantai kamarnya.


' Kenapa kalian mengkhianati kuu?! '


' Apa salah ku Thanaka APAAAA?!!!!'


Disela-sela tangisnya, Arsylin terus teringat masa-masa indahnya bersama Thanaka.


Mulai dari pertemuan pertama kali mereka, pendekatan mereka, saat-saat Thanaka mengucapkan perasaan nya, hari pertunangannya bahkan sampai hari bahagianya.


Semua momentum tersebut semakin membuat dada Arsylin sakit.


Arsylin terus menangis meluapkan Yanga ada dihatinya.


Di post satpam..


Aci yang sudah sampai di post segera memberitahu para satpam dan para bodyguard.


Jika Arsylin tengah menangis histeris di kamarnya.


Sontak mereka semua pun berlari khawatir menuju kamar Arsylin.


Dikamar nya..


' Tunggu dulu! '


Cegah bagus.


' Kenapa lagi Gus, itu didalam non Arsylin udah ngamuk-ngamuk gitu loh! '


Protes Aci.


' Masalah nya saya takut jika harus mendobrak pintu ini, takut disuruh ganti rugi sama Nyonya '


Sontak Aci dan yang lainnya melotot tak percaya.


' Gendeng memang kamu ya, diwaktu-waktu genting kaya gini masih aja kepikiran yang lain-lain! '


Celetuk Tri.


Kemudian segera mendobrak pintu kamar Arsylin.


Dengan sekali tendangan, pintu pun terbuka.


Sontak mereka melotot.


' NON ARSYLIN! '


' ASTAGA NON! '


Mereka segera menghampiri Arsylin yang tengah menulis dilantai, menggunakan tetesan darah tubuhnya.


Mendapati darah segar yang sedang dimainkan Arsylin, Aryo segera mengecek bagian tubuh Arsylin yang luka.


Sedangkan yang lain, mereka menangis histeris melihat keadaan Arsylin yang mengenaskan tersebut, sembari terus membopong kepala Arsylin.


' YA AMPUUNNN!! '


Saat mengecek bagian tangan, Aryo melotot mendapati pergelangan tangan kiri Arsylin terbelek.


Pertanda Arsylin baru saja menyayat paksa urat nadinya.


' Kita harus cepat bawa non Arsylin ke rumah sakit, sebelum tangannya banyak mengeluarkan darah! '


Tegas Tri, lalu disetujui oleh semuanya.


Kemudian Aryo menggendong tubuh lemah Arsylin, lalu segera dibawa keluar menuju garasi.


Luka bekam di pergelangan tangan kiri Arsylin, terus mengucurkan darah segar disana.


Bahkan tak sedikit pula darah yang menetes dilantai menuju pintu keluar.


Dilain sisi..


' Pak, acaranya sudah selesai. Jika bapak mau pulang menemui istri bapak, silahkan pak '


Ujar Shelly lembut, walau dengan sedikit rasa berat dihatinya.


Thanaka menunduk sejenak, kemudian kembali menatap Shelly yang masih mengenakan gaun pengantin.


' Terimakasih ya, maaf jika aku sudah bersalah pada mu '


Lirih Thanaka.


Shelly tersenyum getir.


' Tidak apa-apa pak, hati-hati pulang nya '


Thanaka tersenyum.


Kemudian sekilas memeluk tubuh Shelly, lalu mengusap lembut perut buncitnya.


Kemudian berlalu dari hadapan Shelly.


Shelly menatap sendu tubuh Thanaka yang mulai menjauh darinya.


' Waktu itu aku memang menjebak nya '


' Tapi sekarang aku yang terjebak dalam perasaan ku sendiri '


' Dia akan kembali pada istri sah nya..'


' Sedangkan aku.. aku masih harus membesarkan anak kami sendirian '


Shelly tersenyum getir.


' Tapi biarlah '


' Dia memang seharusnya begitu. Kembali pada istrinya '


' Ini salahku juga, kenapa harus mendapat kan uang dengan cara mempermainkan orang '


Air mata Shelly sukses menetes.


' Maafkan saya ya pak, maafkan saya juga kak Arsylin'


' Saya janji, setelah ini saya akan pergi jauh dari hidup mereka '


' Aku menyesal telah menjadi kapak atas keretakan rumah tangga orang baik seperti mereka '


Batin miris Shelly.


Di mansion..


Thanaka mengeryit bingung, sebab mendapati pintu mansion yang terbuka lebar.


Tanpa ada seorang pun disana.


' Mah.. pa.. '


Panggil Thanaka saat sudah didalam mansion.


Namun nihil, ia tak mendapati respond dari siapa pun.


' Tumben sepi? '


Gumam Thanaka yang berjalan menuju tangga.


' Biasa jam segini--'


' Astaga! '


Thanaka hampir terjatuh saat menginjak anak tangga yang ketiga.


' Licin sekali, air apa ini? '


Gumam Thanaka penasaran, dengan meraih telapak sandalnya.


Namun karena ia lelah, Thanaka bermaksud mengecek sandalnya sembari duduk dianak tangga.


Namun baru saja Thanaka hendak duduk, tanya melotot mendapati darah yang berceceran dikarpet warna emas anak tangga tersebut.


' Astaga! '


Umpat Thanaka kaget.


' Darah apa ini?! '


Gumam Thanaka, dengan terus mengikuti arah tetes darah segar tersebut.


Thanaka mengeryit.


Mendapati darah segar itu berasal dari bagian lantai dua.


Karena penasaran, Thanaka segera mengikuti arah asal darah segar tersebut.


Dan pada akhirnya..


' Arsylin! '


Gumam Thanaka langsung kepikiran Arsylin, sebab darah segar tersebut tampak semakin banyak menetes didekat kamar Arsylin


Sontak Thanaka segera masuk ke kamar Arsylin.


Matanya melotot terkejut bukan kepalang, mendapati kamar Arsylin yang sudah berantakan.


' Astaga! '


Gumam Thanaka kaget sekaget-kagetnya.


' Ada apa dengan kamar mu sayang?! '


' Kenapa pintu, kaca, bahkan--'


' Astagaa!! '


Thanaka berjongkok, menyentuh darah segar yang menumpuk paling banyak diantara pecahan-pecahan cermin dan peralatan makeup dilantai.


' Ini darah siapa?! '


Pekik Thanaka.


' Arsylin? '


Panggil Thanaka.


' Sayang? '


Thanaka terus memanggil Arsylin. Memastikan ada siapa disana.


Namun sayang, hanya gema'an suaranya yang terdengar dikamar Arsylin.


' Kalau tidak ada orang lalu ini darah siapa?! '


Gumam Thanaka lagi.


' Apa jangan-jangan darah Arsylin?! '


' Lalu apa yang telah terjadi disini, kenapa kamar Arsylin berantakan sekali?!


Perasaan Thanaka menjadi tak tenang.


Dengan cepat Thanaka meraih ponselnya disaku celananya.


Menghubungi nomor sang istri.


Berdering


' Angkat Arsylin! '


Gumam Thanaka yang semakin khawatir.


Panggilan pertama, misscall


' Kenapa tidak kau angkat Arsylin?! '


Thanaka semakin khawatir.


Dihubungi lagi, namun sayang. Lagi-lagi panggilannya tak dijawab.


' Apa kau masih marah padaku?! '


Gumam Thanaka menerka-nerka.


Namun Thanaka tak mau berburuk sangka pada istrinya.


Ia segera bangkit, lalu bergegas mencari tahu dimana Arsylin dan darah apa yang ada dikamar nya itu.


* 💘 NEXT 💘 *