T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 30 '



Pukul : 12.45


Tampak, Diana dan seisi rumah berkumpul menjadi satu diruang keluarga ditingkat dua.


Baik Diana, Arsylin, David bahkan para aspri, juga para satpam dan bodyguard nya, juga berkumpul di sana.


David meminta maaf dengan tulus, terutama pada Arsylin dan terlebih pada Diana, sang istri.


Dirinya mengaku salah telah melakukan tindak kriminal terhadap sang anak.


Tampak terukir jelas diraut wajah David, ia sama sekali tak mau kehilangan keluarga kecil nya saat ini.


Maka dari itu, David meminta maaf kepada semua penduduk mansion bila atas perilakunya selama ini, kurang berkenan di hati mereka semua.


Begitupula dengan Arsylin.


Ia memberanikan diri untuk meminta maaf pada Diana, dihadapan semua penghuni mansion secara langsung.


Bahkan memberi peringatan pula kepada David, bila kejadian ini kembali terulang, Ia tak segan-segan untuk melaporkan kan nya ke polisi.


Kemudian, segera diluruskan nya kejadian yang telah terjadi tadi pagi.


Sontak suasana berubah menjadi sendu, sebab Arsylin terus menangis sembari berlutut dihadapan Diana yang sedari tadi tak bergeming.


Melihat Diana yang terus terdiam tanpa merespon semua kata maaf dari anak nya.


Kini giliran Aci yang angkat bicara.


Sebelumnya ia meminta izin pada Dian,  bila telah lancang membuka suara diantara problem rumah tangga mereka yang tengah terjadi.


Kemudian dijelaskan nya ulang pada Diana yang masih terdiam di sofa.


Sebisa mungkin Aci menjelaskan dan mencairkan suasana.


Penjelasan Aci pun dapat diterima dengan baik oleh Diana.


Namun ia belum tampak menampilkan senyumnya.


Sebab jika ia sudah marah, mustahil baginya untuk segera berdamai.


Seluruh maaf yang terucap, baik dari Arsyil maupun David.


Itu semua sudah dimaafkan oleh Diana, namun belum untuk berdamai.


Apalagi dirinya dan David.


Dirasa semuanya tengah terdiam sendu.


Kini Diana angkat bicara.


' Oke, kalian ku maafkan '


Ujar Diana sembari bangkit dari duduknya.


' Tapi maaf, aku tidak menyediakan stok kata maaf untuk yang kedua kali dan seterusnya '


Sambung Diana datar, kemudian berlalu dari ruang tamu menuju kamarnya.


Arsylin menatap sendu ibunda nya yang tengah berjalan menuju tangga.


Suasana kembali hangat, meski menyisakan rasa canggung diantara Arsylin dan David.


' Bi, Arsylin mau ke luar ya.. '


Pamit Arsylin pada Aci, sembari berdiri.


Sontak Aci menyusulnya.


' Kalau ada yang nyari, suruh hubungi aja langsung '


Lanjut Arsylin.


' Oh oke non, tapi jangan lupa sarapan ya non. Tadi kan belum sempet sarapan '


Ujar Aci sembari mengusap lembut pipi Arsylin.


Arsylin menyengir.


' Iyaa bi, pastiii '


Balas Arsylin manja pada Aci.


' Yasudah, non berangkat nya hati-hati. Ini bibi mau lanjut ke dapur dulu ya '


' Iya bi Aci, makasih ya. Semangat '


Seru Arsylin sembari tersenyum pada Aci yang mulai beranjak sembari tersenyum hangat pada Arsylin.


Namun baru saja Arsylin hendak melangkah, ia dipanggil oleh salah seorang bodyguard nya.


' Ya? Kenapa Mas? '


Tanya Arsylin pada Aryo.


' Itu diluar ada temen non yang nyariin '


Ujar Aryo.


Arsylin mengeryit.


' Temen? '


Gumamnya pelan.


' Cewe atau cowo? '


Tanya Arsylin lagi.


' Cowo non, itu loh non yang tadi malem nganterin non Arsylin pulang '


Sontak Arsylin kembali mengeryit.


' Kak Thanaka? '


Batin Arsylin penasaran.


' Ah! Yaudah, makasih ya mas '


Sahut Arsylin, kemudian memutar arah langkahnya menuju pintu keluar mansion.


Kemudian disusul oleh Aryo.


Diluar


Saat Arsylin tiba tepat didepan pintu luar mansion megah nya.


Matanya tak luput dari penampilan Thanaka yang berhasil membuatnya terpana.


' Oh my God.. '


' Ganteng banget '


Batin Arsylin takjub, mendapati Thanaka yang mengenakan pakaian batik dominan hitam, formal. Sembari menjinjing paper bag berwarna coklat ditangan nya.


Namun beda dengan Thanaka.


Ia terus memperhatikan mata sembab Arsylin.


' Hai '


' H-hai hai '


Arsylin tampak salah tingkah.


' Gila gila! Ganteng banget sii '


' Keliatan dewasa banget kalau dia berpenampilan kaya gini '


Batin Arsylin, lagi-lagi takjub.


' Gimana kondisi mu? '


Lamunan Arsylin terbuyar.


' Ah! E-em.. '


Arsylin merapikan rambutnya yang terbang, terkena sepoi-sepoi angin.


Kemudian tersenyum.


' Sudah lebih baik dari yang kemarin kak '


Sahut Arsylin salting.


' Syukurlah.. '


' Btw, saya tadi beli ini untuk kamu '


Thanaka mengulurkan paper bag yang sedari tadi ia pegang.


Ia memang tipe pria yang tak suka bertele-tele. Jadi, apa maksud dirinya mendatangi seorang wanita, maka itu yang langsung ia sampaikan.


Arsylin meneguk saliva nya salah tingkah.


Dengan sedikit gugup, Arsylin menerima pemberian dari Thanaka.


' Itu memang tidak seberapa, tapi sangat bermanfaat untuk kesehatan mu '


Lanjut Thanaka.


Arsylin terpaku.


' Ya ampun kak Thanaka.. '


' Pake repot-repot segala sii.. '


' Kakak jengukin aku aja aku udah seneng banget, apalagi pake diperhatiin kaya gini.. '


' Kan jadi baper aku nyaaa '


' Emmmmm '


Batin Arsylin terbawa suasana.


' Makasih ya kak, jadi ngerepotin '


Cicit Arsylin yang sudah memerah malu kedua pipinya.


Thanaka hanya tersenyum.


' Tidak merepotkan sama sekali kok '


' Saya malah lega, mengetahui kondisi mu sudah membaik '


Sontak Arsylin tersenyum lebar.


' Lagipula kan, saat kamu menabrak saya.. '


' Kamu sudah bertanggung jawab. Jadi, izin kan saya untuk membalas budi kepada mu '


Arsylin terpaku.


' Ya ampun, dewasa sekali si kamuuu '


Arsylin tak bisa lagi menutupi merah pipinya karena malu.


Mengetahui Arsylin salah tingkah, Thanaka mendekat.


' Ya sudah.. '


' Dihabiskan ya yang saya bawain itu '


Ujar Thanaka sembari menepuk-nepuk pelan pucuk kepala Arsylin.


Arsylin kehabisan kata-kata.


Ia hanya terdiam, semakin dibuat salah tingkah.


Namun matanya terus menatap lekat wajah Thanaka, yang tengah tersenyum itu.


' Kalau begitu saya pamit, kamu istirahat gih '


Kini nada bicara Thanaka tak secuek saat pertama kali mereka kenal.


Namun Arsylin hanya terdiam sembari menutup mulutnya malu.


' Oh may gooooodddd!!! '


' Jantung kuuuu! '


' Please jangan copootttt! '


Batin Arsylin, sebab detak jantungnya semakin berdegup tak karuan.


Setelah menepuk-nepuk pucuk kepala Arsylin, Thanaka berlalu menuju anak tangga.


' Eh kak kak kak '


Sontak Thanaka berhenti, lalu menoleh.


' Ya? '


Arsylin mendekat ke Thanaka.


' Thanks '


Lirih Arsylin sembari tersenyum manis.


Sontak Thanaka pun membalas senyuman nya.


' Saya harap kamu orang yang tepat Arsylin '


Batin Thanaka.


' Bye '


Thanaka melambaikan tangan, kemudian melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga teras mansion megah milik Arsylin.


Arsylin lagi-lagi salah tingkah.


Kemudian membalas lambaian tangan dari Thanaka.


Saat mobil putih Thanaka mulai menjauh dari kawasan mansion nya, Arsylin melompat-lompat gemash bak anak kecil.


* 💘 NEXT 💘 *