T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 49 '



Dikampus...


Arsylin dan Thanaka berjalan beriringan.


Arsylin terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling kampus.


' Keren juga ya kak kampus nya '


Kagum Arsylin.


Thanaka tersenyum.


' Ya beginilah '


' Oh iya '


Arsylin menoleh.


' Sebentar lagi kelas pagi saya dimulai.. kamu mau nunggu dimana? '


Arsylin berfikir sejenak.


' Emm.. di kantin aja deh '


Sahut Arsylin.


' Tapi.. kalau kamu digangguin sama anak-anak bandel gimana? '


Arsylin terkikik.


' Kak, Arsylin kan udah gede '


' Jadi bisa kok jaga diri '


Ujar Arsylin.


' Engga deh, jangan di kantin. Di kantor saya aja '


Arsylin mengeryit.


' Ihh ngga apa-apa kak.. '


' Kan kalo di kantin, Arsylin bisa sambil ngemil '


Lanjut Arsylin lucu.


Thanaka berdecak.


' Engga! Saya ngga mau! '


' Di kampus ini banyak anak-anak cowo yang nakal. Nanti kamu digangguin! '


Bantah Thanaka kemudian merangkul pindah Arsylin.


Arsylin menghela nafas menurut.


Sesampainya diruang kantor Thanaka..


' Rapi banget '


Kagum Arsylin mendapati ruang yang ditempati Thanaka seorang, terlihat sangat rapi.


' Ya dong, siapa dulu '


Arsylin terkekeh.


' Nanti, kalau saya sedang dinas.. kamu jangan kemana-mana ya '


Arsylin mengangguk nurut.


' Yaudah, duduh gih '


' Saya mau masuk kelas dulu '


Lanjut Thanaka sembari meriah tas laptopnya di meja kerjanya.


Arsylin mengangguk, kemudian duduk disofa mini size yang ada didalam ruang kantor Thanaka.


' Tetep stay disini, sampai saya masuk kembali '


Perintah Thanaka.


' Siapp pak dosen '


Arsylin hormat bak anak sedang upacara.


Thanaka terkikik.


Kemudian mengecup sekilas bibir Arsylin, lalu segera keluar meninggalkan kantornya.


Arsylin masih melotot tak percaya.


Pipinya memerah malu, kemudian berjingkrak-jingkrak bak anak kecil yang tengah kesenangan disana.


1 jam kemudian..


Saat Arsylin tengah asik menonton video melalui ponselnya, ia dikejutkan dengan kedatangan wanita cantik yang tampak usianya berkisaran usia Thanaka.


Sontak Arsylin bangkit dari tidurnya.


Wanita itu tampak shock mendapati ada Arsylin disana.


Sama halnya dengan Arsylin, ia pun terkejut mendapati ada seseorang yang tanpa izin membuka pintu kantor Thanaka.


Dengan wajah marah sekaligus shock, wanita itu mendekat ke Arsylin.


' Siapa kamu?! '


Bentak nya pada Arsylin.


Arsylin tersentak.


' M-maaf, seharusnya saya yang bertanya. Siapa anda? '


Sahut Arsylin berani, namun gugup.


' Kenapa anda masuk ke ruangan kak Thanaka tanpa permisi?! '


Lanjut Arsylin.


' Siapa saya bukan urusan mu! '


' Cepat katakan, siapa kamu dan kenapa kamu ada disini?! '


Tegas wanita itu.


Arsylin berdecih.


' Siapa dan kenapa saya disini juga bukan urusan anda! '


Sahut Arsylin geram, dengan  membalikkan kata-kata wanita itu.


Ia tak segan-segan membalas perkataan seseorang yang menurutnya tak sopan.


Sontak wanita itu menganga tak percaya.


' Saya tanya kamu baik-baik ya '


' Jangan sampai saya usir kamu dari sini, cepat katakan! '


' Siapa kamu, dan kenapa kamu ada di kantor nya  Thanaka?! '


Ulangi wanita itu.


' Saya tunangan kak Thanaka '


Sahut Arsylin berani.


Sontak wanita itu melotot dan mengeryit tak percaya.


' Apa?! '


' Tidak mungkin! '


Bantah wanita itu.


' Saya tunangannya, bukan kamu! '


Bentak nya kasar, sontak Arsylin tersentak.


' Ap-apa?! '


' T-tunangan nya?! '


' Padahal aku tadi hanya berbohong, tapi dia.. '


' Dia sepertinya sedang tidak berbohong '


Batin Arsylin kaget.


' Kenapa?! '


' Tidak percaya?! '


Lanjut wanita itu berani.


Arsylin terdiam seribu bahasa.


' Ini buktinya '


Wanita cantik itu mengeluarkan ponselnya.


Lalu mengarahkan layar ponselnya tepat ke wajah Arsylin.


Tampak dilayar ponsel itu, ada Thanaka yang mengenakan baju kemeja coklat dan wanita ini mengenakan dress mewah bernuansa cream, tengah bersanding bersama dikursi.


Mata Arsylin melotot tak percaya.


Jantung nya berdebar kencang.


' Ap-apa?!! '


' Ternyata benar '


' Dia tunangan kak Thanaka '


Batin Arsylin miris.


Matanya berkaca-kaca.


Kemudian menatap tajam ke arah wanita itu.


' Ini tidak mungkin! '


Bantah Arsylin.


' Anda pasti berbohong kan?! '


' Bisa saja foto ini hasil editan! '


Sontak wanita itu terbahak.


' Astagaa! '


' Hei anak kecil, apa kurang jelas bukti yang baru saja saya tunjukkan ke kamu?! '


Bentak wanita itu lagi.


' Jelas-jelas difoto ini itu ada saya dan Thanaka..'


' Aku dan Thanaka itu sudah bertunangan dua tahun yang lalu. Lalu kau, kau siapanya. Hm?! '


Lanjutnya protes.


Air mata Arsylin jatuh.


' Dan kenapa kau ada diruangan calon suami ku?!'


Sontak Arsylin menepis kasar tangan kiri wanita itu yang menyentuh jijik bahu rambut Arsylin.


' Saya tidak akan percaya begitu saja '


Sahut Arsylin lirih, dengan penuh berani.


' Karena saya percaya sama kak Thanaka, dia tidak mungkin berbohong pada ku mengenai perkataan nya waktu itu! '


Sontak wanita itu kembali tertawa.


' Ya ampun anak kecil '


Ejek wanita itu.


' Kasian banget sih kamu, kamu itu hanya dibohongi sama Thanaka '


Arsylin melotot, lalu menggeleng.


' Mana ada sih cowo yang sudah bertunangan, jelas-jelas sebentar lagi sudah mau menikah.. '


' Malah selingkuh begitu saja '


Arsylin menggeleng, tetap tak percaya.


' Apalagi.. tunangannya itu aku, wanita secantik diri ku '


' Masa iya mau selingkuh gitu aja, sama kamu lagi selingkuh nya '


Lanjut wanita itu, kini dengan meledek Arsylin yang lebih muda darinya.


Kata-kata wanita dihadapan Arsylin sangat-sangat menampar nya.


Arsylin semakin menangis disana.


Tetap kembali membantah.


' Gak! Ini gak mungkin! '


Wanita itu hanya terkekeh meremehkan Arsylin.


' Saya percaya kak Thanaka orang yang baik, dan tidak mungkin membohongi saya! '


Bentak Arsylin berani.


Sontak wanita itu terdiam.


' Dan kau! '


Arsylin menunjuk wajah wanita dewasa dihadapannya itu.


' Jangan terlalu yakin akan dinikahi sama Kak Thanaka! '


Sontak wanita itu melotot dan menganga tak percaya.


' Karena saya yakin, kak Thanaka seorang pria yang bijak dan baik hati seperti nya.. '


' Tidak akan mungkin sudi memilih wanita sombong seperti mu! - - '


' JAGA UCAPAN MU! '


Arsylin terdiam.


Wanita itu tersulut emosi.


' Kau sama sekali tak mengenal ku dan bagaimana diriku! '


Bentak wanita itu lagi.


' Dan ku rasa, Thanaka waktu itu pun tengah mabuk berat, makanya dia tak pilih-pilih dulu sebelum selingkuh- - '


' STOP! '


Bentak Arsylin berani, namun dengan sesegukan nya.


Wanita dewasa dihadapannya terdiam mati, tak percaya jika anak muda didepan nya itu dengan berani membentak nya.


' Berhenti menyebut ku sebagai selingkuhan nya kak Thanaka! '


Lanjut Arsylin dengan tatapan mematikan nya.


Wanita itu menelan salivanya.


' Kau jangan sok tau menahu tentang kami! '


' Aku dan kak Thanaka serius menjalin hubungan!'


' Dan kau sama sekali tak paham tentang hubungan kami! '


' Bahkan kau juga sama sekali tak mengenal siapa aku! '


' Satu lagi '


Arsylin mengusap kasar air mata diwajahnya.


' Aku malah sangat melas pada mu '


Wanita dewasa yang kini tengah menahan emosi, kini mengeryit.


' Karena jika memang benar kau tunangannya kak Thanaka.. dia lebih memilih aku dari pada kamu '


Sontak wanita itu menganga tak percaya.


' Dan oh ya.. '


' Miris nya lagi.. '


' Kau sama sekali tak di akui oleh kak Thanaka sebagai tunangannya '


' Ap-apa?! '


' Jaga ucapan mu ya! '


Arsylin terkekeh.


Kemudian segera pergi meninggalkan wanita dewasa yang tengah marah padanya disana.


' HEI!! '


' AKU BELUM SELESAI BICARA PADA MU!! '


Diluar..


Saat Arsylin berlari menjauh dari ruangan Thanaka dan pastinya sembari menangis.


Ia berpapasan dengan Thanaka, yang juga kebetulan baru selesai melaksanakan kelas pagi nya.


' Arsylin '


Thanaka mengeryit.


' Dia menangis?! '


Gumamnya menerka-nerka.


Saat Arsylin hampir melalui nya, Thanaka dengan sigap meraih lengan Arsylin.


' Arsylin... Hei '


Langkah Arsylin tertahan.


Masih dengan sesegukan, Arsylin membuang muka.


' Kamu kenapa hei?! '


Thanaka panik, sembari menangkup kedua pipi Arsylin.


' Tanya aja sana sama tunangan mu! '


Bentak Arsylin, kemudian menghempas kasar kedua tangan Thanaka.


Thanaka mengeryit bingung.


' Hah?! '


' Maksudnya? - - hei ARSYLIN! ARSYLIN '


Arsylin sudah berlari menjauh dari Thanaka.


' Arsylin tunggu! - - '


' Sayang! Thanaka '


Baru saja Thanaka hendak menyusul Arsylin, langkahnya terhenti karena mendengar namanya dipanggil.


Sontak ia berbalik badan.


Matanya mengeryit.


' Vhella '


Gumam Thanaka bingung.


Sekilas Thanaka menoleh ke Arsylin yang terus berlari meninggalkan nya.


Kemudian kembali menoleh Vhella.


' Pasti ini ada hubungannya sama Vhella! '


Gumam Thanaka, kemudian dengan langkah terburu.


Thanaka berjalan menghampiri Vhella.


* 💘 NEXT 💘 *