
Pukul : 07.42
Sinar mentari pagi sukses membangun kan gadis cantik yang masih terlelap.
' Hoaamm '
Arsylin membuka matanya. Menatap langit-langit kamarnya.
Beberapa detik kemudian.
Ia meraba area sekitar tempat tidurnya, berharap ponselnya ia letakkan didekat-dekat sana.
Namun nihil.
' Owh iya '
Gumam nya baru teringat.
Arsylin bangkit, dan berjalan menuju meja rias yang ada dikamar nya.
Dirogoh nya Sling bag yang tadi malam ia kenakan.
Saat Arsylin menarik ponsel miliknya dari dalam Sling bag nya.
Ia melihat ada kertas kecil yang jatuh diantara kedua kakinya.
Arsylin mengeryit.
' Apa itu ? '
Gumamnya, kemudian sedikit berjongkok untuk bisa meraih kertas kecil yang terjatuh kelantai.
' Thanaka Tri Arjhuna? '
Arsylin terdiam. Tampak berfikir sejenak.
' Astagaaa.. '
' Ini kan kartu nama cowo yang tadi malem ngga sengaja aku tabrak '
Gumam Arsylin teringat sesuatu.
Dibacanya sebentar.
' Jadi namanya Thanaka.. '
Gumam Arsylin sembari berjalan menuju kasurnya.
' Arsylin.. '
Langkahnya terhenti, mendengar David memanggil namanya dari arah luar kamar.
Enggan menjawab, Arsylin memutar balik arah langkahnya menuju meja rias.
Sesampainya di meja rias.
Arsylin meletakkan kartu nama yang tengah ia pegang, kemudian berjalan menuju pintu kamarnya.
Ceklek
Pintu kamar terbuka.
Tampak David yang mengenakan setelan Olahraga, dengan membawa sebuah nampan berisi sarapan, berdiri disana.
' Selamat pagi sayang.. '
Sapa hangat David sembari masuk kedalam kamar Arsylin.
Diletakkan nya nampan yang ia bawa dari lantai 1, ke meja yang berada tak jauh dari ranjang Arsylin.
' Ini papa bawakan- - '
' Lain kali papa tidak perlu mengantarkan sarapan untuk ku '
' Aku bisa mengambil nya sendiri '
Potong ketus Arsylin.
David menghembuskan nafas pelan, sembari berjalan mengarah ke Arsylin.
Arsylin menatap nya dengan tatapan malas.
' Arsylin.. '
' Papa tau kamu masih marah sama papa '
Arsylin membuang muka.
' Tapi papa tidak mau Arsylin berlarut-larut dalam kemarahan Arsylin.. '
Sambung David.
' Papa sayang sama kamu nak, maka dari itu papa sama Mama tidak mau kalau Arsylin pergi meninggalkan kami '
Lanjut David serius.
' Bullshit ! '
' Aku akan tetap ikut bersama papa Jhoan di London.. '
' Mungkin belum untuk sekarang, tapi nanti '
Batin Arsylin.
David mendekat ke Arsylin, membuat Arsylin mentok ke meja rias dikamar nya.
' Arsylin mau kan.. memaafkan papa David? '
Deru nafas David dapat dirasakan oleh Arsylin.
Arsylin terdiam.
' Kenapa tatapan matanya mengartikan sesuatu '
Batin takut Arsylin.
Merasa tidak nyaman dengan posisi mereka saat ini, Arsylin segera mendorong pelan dada bidang David, agar menjauh dari tubuhnya.
' Hahaha.. ini belum apa-apa sayang '
Batin David menang.
' Sudah ? '
' Jika tidak ada lagi yang harus dibicarakan, papa David bisa keluar dari kamar ku sekarang! '
Usir Arsylin pada David.
David tersenyum.
' Baiklah.. '
' Jangan lupa dimakan sarapan nya '
Setelah mengatakan itu, David berlalu dari hadapan Arsylin.
' Kenapa papa David seperti itu? '
Gumam Arsylin pelan.
Pukul : 09.12
Dengan mengenakan hoddie oversize panjang berwarna hitam, dipadukan dengan celana Levis putih diatas paha.
Arsylin sudah siap untuk pergi ke luar.
Sebelum turun dari kamarnya, tak lupa Arsylin menyemprotkan sedikit parfume favoritnya dileher dan diarea tertentu.
10 Menit Kemudian
|
*
WhatsApp :
Saya sudah menuju alamat anda √
09.22
*
|
Sebelum masuk mobil, Arsylin menyempatkan diri untuk mengirimi pesan singkat melalui WhatsApp, kepada pria semalam.
Baru saja Arsylin hendak membuka pintu mobilnya, salah satu satpam pribadinya menghampiri nya.
' Non Arsylin '
Panggil pak satpam.
Sontak Arsylin menoleh kearah sumber suara.
' Ya pak? '
Sahut Arsylin.
' Tadi nyonya Diana berpesan, jika non Arsylin ingin keluar rumah.. '
' Usahakan pulang kerumah sebelum jam 20.00 ya non '
Arsylin mengeryit.
' Memangnya kenapa pak? '
Pak satpam menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.
' Em.. kalau itu sih saya juga kurang tahu non '
Asrylin mengangguk paham.
' Soalnya tadi nyonya hanya berpesan begitu non '
Lanjut pak satpam.
' Owh gitu.. '
' Kenapa mama minta aku untuk pulang cepat? '
' Ngga biasanya mama seperti ini '
Batin Arsylin penasaran.
' Ah! Makasih ya pak, kalau gitu Arsylin mau jalan dulu '
Pamit Arsylin sembari membuka pintu mobil.
' Baik non, hati-hati ya non '
Ujar sang satpam dari luar mobil.
Arsylin hanya merespon dengan sekali klakson.
* 💘 NEXT 💘 *