T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 31 '



Di kamar


Setelah sekian menit tak sabaran nya membuka bingkisan yang dibawakan Thanaka, kini Arsylin segera membuka paper bag tersebut.


Saat tangan nya mulai mengekspose seluruh isi yang ada disana, tak henti-hentinya Arsylin tersenyum lebar.


Bagaimana tidak,  hampir semua yang ada didalam bingkisan yang diberikan Thanaka, adalah buah-buahan kesukaan nya.


Terdapat 6 buah apel merah segar, 2 mika besar strawberry segar, 2 box anggur segar, 6 butir mangga, 2 box jeruk Sunkist dan beberapa camilan lainnya.


Mulai dari susu fullcream 2 kotak besar, kue cocopie 2 box, dan 6 snack rosta jumbo. Tak lupa pula 2 box besar ice cream kesukaan nya.


Setelah selesai mengecek apa saja isi yang ada didalamnya, mata Arsylin melotot tak percaya jika sebanyak itu makanan yang dibelikan Thanaka untuk nya.


' Ya ampun kak.. '


Gumam Arsylin kesenangan bercampur tak percaya.


' Ini banyak banget, bahkan lebih dari cukup '


Lanjut Arsylin sembari terus menatap makanan yang ia tata diatas ranjang empuknya.


' Kak Thanaka baik banget si '


' Tapi aku jadi ngga enak deh sama kak Thanaka..'


' Dia belinya kebanyakan soalnya '


Lirih Arsylin.


Arsylin menggigit bibirnya berfikir sejenak.


' Tapi bentar.. '


' Kalau niat kak Thanaka cuma jengukin aku, kenapa buah tangan nya sebanyak ini? '


Batin Arsylin bertanya-tanya.


' Tapi kalau emang mau balas Budi.. '


' Kan aku waktu itu ngga beliin kak Thanaka apa-apa '


Cicit Arsylin malu.


' Sedangkan dia balas budi nya.. jauh dari apa yang ku lakukan sama dia '


Arsylin sedikit manyun.


' Jadi malu aku tuh '


Lirih Arsylin lagi.


Namun sedetik kemudian..


' Tapi ngga papa deh '


' Ambil positif nya aja, berati Thanaka itu emang orang yang Baiikkk banget '


' Dan pastinya royal dong '


Lanjut Arsylin sembari menggigit apel yang diraihnya.


Setiap kali dirinya menggigit apel ditangan nya, Arsylin terbayang wajah Thanaka.


Sontak sesekali Arsylin tersenyum lebar, kemudian menjatuhkan dirinya ke kasur bak anak kecil yang tengah bahagia.


Setelah puas menikmati buah-buahan, Arsylin kembali terduduk.


Namun tidak untuk kembali mengunyah.


Namun..


|


*


WhatsApp :


Hai kak, maaf mengganggu waktunya sebentar  √√


14.21


Arsylin mau bilang makasih banyak atas √√


bingkisan nya tadi   


14.21


Sebenarnya kebanyakan kak, tapi aku seneng √√


14.21


Bisa kenal sama orang baik kaya kak Thanaka √√


  Tuhan ngebolehin kakak buat aku, pasti aku    


   akan semakin bahagia :)    


*


|


Diseberang sana


Kebetulan sekali Thanaka juga tengah Online.


Ia tentu sadar jika ada pesan singkat masuk dari nomor Arsylin.


Setelah selesai menjawab pertanyaan dari beberapa mahasiswa nya, kini Thanaka beralih ke kolom pesan Arsylin.


Dibacanya sebentar...


Kemudian tersenyum.


|


*


WhatsApp :


Iya, sama-sama.


14.25


Kalau tidak sibuk, nanti malam saya jemput.


14.25


Kita jalan-jalan.


14.25


Diseberang sana...


Arsylin yang sedari tadi memantau Thanaka mengetik, sontak melotot bahagia.


Kemudian teriak-teriak pelan, bak seoeang anak kecil yang tengah mendapat hadiah.


Boleh √√


14.30


Asal tidak merepotkan kakak saja :v √√


14.30


Oke, sebelum jam 8 sdh harus siap y.


14.31


Siap kak √√


14.31


Em, kak Thanaka udah sampe rumah? √√


14.32


Belum.


14.33


Terus, ini lagi dimana kak? √√


14.33


Di cafe Tante saya.


14.34.


Setelah mengetik itu, tiba-tiba Thanaka terfikir kan sesuatu.


Kenapa.. tidak aku ajak sekalian, anak ini menjemput Tante Lhevia ya?


Batin Thanaka.


Coba aku ajak sekalian.


Kemudian Thanaka kembali mengetik.


Oh ya, kamu mau ikut saya ngga?


14.36


* 💘 NEXT 💘 *