T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 46 '



Pukul : 23.12


Suasana dimansion megah milik Arsylin kembali menghangat.


Kini saatnya Jhoan dan Rhani mengeluarkan semua oleh-oleh yang dibawanya dari London.


Mulai dari camilan, perhiasan, pakaian, dan buah tangan unik lainnya.


Jhoan dan David hanya menyaksikan ketiga wanita cantik dihadapan mereka, yang tengah sibuk menata oleh-oleh dimeja.


Setelah semua tertata rapi, Rhani dan Diana mempersilahkan Arsylin untuk memilih benda yang dia suka disana.


Mendengar itu, dengan semangat Arsylin memilih dan memilah benda juga camilan yang menurutnya menarik.


Jhoan meminta Arsylin untuk mengambil perhiasan yang ada, sebelum Diana yang mengambil nya.


Sedangkan David, ia meminta Arsylin untuk mengambil perhiasan dan juga pakaian yang ada disana.


Rhani dan Diana hanya tertawa melihat kekonyolan para suami mereka.


Yang terus rusuh meminta Arsylin menuruti perkataan nya.


Namun Arsylin sama sekali tak menghiraukan usulan David dan Jhoan.


Ia malah asik mencicipi berbagai camilan lezat yang terpampang disana.


Mulai dari butiran coklat yang didalamnya terdapat buah segar, makanan-makanan ringan, coklat batangan yang didalamnya kacang, kue-kue unik yang rasanya enak.


Diakhiri dengan meraih gelang kayu unik berwarna coklat, yang kebetulan ada lebih dari 2 disana.


' Nahh bagus nih, bisa buat couple an sama kak Thanaka '


Batin Arsylin kesenangan.


Setelah merasa puas mencicipi makanan London yang dibawakan Jhoan dan ibu tirinya, Rhani.


Arsylin tersenyum lebar sembari menunjukkan benda-benda yang ia ambil.


' Sudaaahhh '


Seru Arsylin bahagia.


Ya. Beberapa camilan yang menurutnya lezat, dan dua pasang gelang kayu unik tadi.


Rhani mengeryit.


' Ya ampun sayang.. '


' Kok cuma itu aja sih '


Protes Rhani dengan logat nya.


Arsylin hanya menyengir.


' Cukup mam '


Sahut Arsylin ramah.


' Aihhh tidak boleh! '


Rhani segera mendekat ke meja, meraih beberapa pakaian dress yang pantas untuk Arsylin.


Tak lupa pula beberapa perhiasan asli dari London, diakhiri dengan memasukkan semua camilan yang ada dimeja ke paper bag kembali.


5 paper bag yang dipegangnya lalu di berikan pada Arsylin.


' Ini, mama Rhani sama Papa Jhoan sengaja beli banyak itu.. '


' Untuk kamu nak.. nih ambil '


' Bawa sana ke kamar '


Arsylin hanya tertawa kecil.


' Yaudah, thanks ya mam '


Sahut Arsylin setelah menerima 5 paper bag dari Rhani.


Rhani tersenyum lega.


' Nahh begitu dong..'


' Sama-sama sayang '


Sahutnya ramah.


' Kalau gitu.. Arsylin mau ke kamar dulu ya mam, mau nyimpan ini dulu '


Pamit Arsylin pada.


' Iya.. eh tapi, lebih baik kamu sekalian istirahat ya sayang ya '


Arsylin mengeryit.


' Ini sudah larut malem sayang, jam istirahat mu sudah lewat bukan? '


' Betul kata papa mu sayang '


Sambung Diana, disela-sela mengunyah nya.


' Lebih baik Arsylin sekalian istirahat.. pasti kan kamu juga capek sayang '


Lanjut Diana yang tengah sibuk mengupas coklat, bersama Rhani di sofa.


' Nahh betul apa kata mama papa mu.. '


Sambung Rhani.


' Lebih baik, Arsylin naik ke kamar, trus istirahat deh... '


' Kan bisa kita sambung besok obrolan serunya '


Arsylin menghela nafas.


' Iya deh iya Arsylin istirahat sekalian '


' Tapi.. papa Jhoan sama mama Rhani besok belum pulang kan?! '


Interogasi Arsylin.


Sontak Rhani terkikik.


' Belum dong, kan masih kangen sama Arsylin '


Sahut Rhani lembut.


Diana cekikikan, David dan Jhoan bertatapan lalu tersenyum.


' Oke deh, good night dad, mam '


Salam Arsylin sembari memberikan kiss bye pada Jhoan, Rhani,. David dan juga Diana.


' Good night sayang '


Sahut David, Diana, Jhoan dan Rhani bersamaan.


Arsylin pun beranjak dari ruang tamu menuju kamarnya.


Setelah Arsylin menaiki anak tangga, Rhani membuka suara.


' Anak mu mudah akrab juga ya Diana '


Takjub Rhani.


Diana tertawa kecil.


' Ya begitulah Rhani.. tapi ada saatnya dia ngambek, nah kalau udah ngambek.. '


Diana menggantung kata-katanya, menyuapkan coklat ke mulutnya.


' Dikasih mobil pun tidak akan manjur mi '


Sambung Jhoan.


Rhani mengeryit.


' Owh ya? '


Diana mengangguk setuju sembari mengunyah coklatnya tadi.


Sontak Rhani tertawa.


' Ya wajar sih.. aku juga kadang begitu, kalau sudah ngambek akan sulit dirayu '


Lanjut Diana.


' Ya iyalah kamu emaknya '


Celetuk Jhoan, sontak mereka pun tertawa bersamaan.


Mereka pun lanjut bercengkrama hangat, sembari memilih oleh-oleh yang ada di meja.


David sibuk memilih jas yang dibawakan Jhoan, sedangkan Rhani dan Diana mereka lanjut merumpi sembari memakan camilan yang ada.


Namun Jhoan, ia merasa kan akan buang air besar.


Dengan segera meminta izin mereka semua untuk ke toilet.


* 💘 NEXT 💘 *