T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 26 '



' Awas saja kalau kamu bohong ya ci! '


Ancam tegas Diana saat tiba dilorong balkon, menuju kamar sang putri.


Tok tok tok..


' Astaga! '


' Pasti itu Diana! '


Panik David sebab mendengar suara ketukan pintu yang cukup keras disana.


' Arsylin '


' Mam!! '


' Help me please maamm!!! '


Batin Arsylin teriak, dengan terus berusaha bersuara agar Diana dapat mendengar nya.


Sedangkan David, ia tampak kalang kabut mengenakan kembali pakaiannya.


' Sial! Kenapa ibu mu datang disaat-saat seperti ini! '


Umpat David panik.


Arsylin terus bersuara, namun karena kamar Arsylin cukup luas jadi suaranya sama sekali tak terdengar oleh Diana Disana.


' Arsylin sayang?! '


' Apa kau didalam nak?! '


Panggil Diana lagi.


' Coba terus nya, Aci yakin non Arsylin ada didalam '


Aci meng support Diana.


' Ya wajar dong ci Arsylin ada didalam, kami ini kamar Arsylin! Gimana sih! '


Celetuk Diana geram.


' Oh iya ya '


Gumam Aci, kemudian menyengir lebar.


' Ingat ya Arsylin! '


' Jangan sampai kamu buka mulut tentang kejadian barusan, atau kalau tidak.. '


' Papa David benar-benar akan meniduri mu. Paham! '


Ancam David serius, sembari melepas ikatan dasinya di kedua tangan Arsylin.


' Arsylin buka pintunya nak! '


Kini suara Diana terdengar sedikit teriak.


Sontak dengan cepat David melompat dari ranjang empuk Arsylin.


Arsylin yang masih menangis sesegukan disana, segera membuang kain yang disumpal kan David ke mulutnya.


' Aku pastikan '


Sahut Arsylin disela-sela sesegukan dan juga ketakutan nya.


' Papa David akan segera pergi dari rumah kami!!'


Lanjut Arsylin yang emosi nya membara.


David tak bergumam.


Dengan tangan gemetaran nya, David terus merapikan dasinya, kemejanya dan juga ikat pinggang yang tadi ia lempar ntah kemana.


Setelah mengatakan itu, Arsylin dengan sisa-sisa tenaganya. Masih dengan tangisnya.


Ia bangkit dari ranjangnya, menuju pintu kamar.


David yang peka akan hal itu, kemudian mengejar Arsylin agar tak membukakan pintu kamarnya pada Diana, sebelum dirinya pergi sari sana.


' Arsylin tunggu! '


Bentak David, namun Arsylin terus berlari sekuat tenaga menuju pintu.


Kemudian dikejar oleh David.


' Akh!! Sial! '


Umpat David kasar, sebab Arsylin berhasil meraih gagang pintu kamarnya.


Dengan mata sembabnya, sejenak Arsylin mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamarnya.


' Syukurlah tidak ada celah untuk papa David bisa keluar dari sini! '


Batin lega Arsylin.


Namun David tidak menyerah begitu saja.


Kini dengan wajah paniknya, David mencoba mendekatinya Arsylin.


' Arsylin.. Arsylin.. '


Sontak Arsylin semakin mementokan tubuhnya pada pintu.


' Arsylin bilang Arsylin sayang sama mama Diana kan nak kan?! '


Arsylin menggeleng, ia tahu pasti ada sesuatu yang tengah direncanakan oleh David.


Dengan nafas memburunya, David terus berusaha merayu Arsylin agar tidak membuka pintu.


' Maka dari itu.. biarkan papa David keluar dulu dari kamar mu.. '


Sambung David dengan suara tersengal-sengal.


' Lalu baru boleh Arsylin buka pintunya okey sayang?! '


Lanjut David yang sudah semakin panik disana.


Arsylin menggeleng.


Ceklek


' Matilah aku! '


' Astaga Arsylin! '


Seru Diana terkejut bukan kepalang, begitu pula dengan Aci.


Sebab mendapati putrinya bersama David benar ada didalam kamar.


Sontak Aci memeluk erat Arsylin yang kembali menangis disana.


' Ada apa ini?! '


Bentak Diana yang sudah tersulut emosi.


Kemudian masuk ke kamar, mendekat ke David.


' Jawab! Apa yang sudah terjadi?! '


Lanjut Diana murka.


Dengan segera David memeluknya.


' Sayang sayang dengarkan penjelasan ku dulu - - '


' Lepas! '


Diana mendorong kuat tubuh David, hingga mundur sedikit jauh dari tubuhnya.


' Apa yang sudah kalian lakukan David?! '


Teriak Diana geram, namun kini matanya berkaca-kaca.


' Ma ini buk- - '


' JAWAB!!! '


Semua terdiam.


Arsylin meringkuk kan tubuhnya ke Aci, tubuhnya gemetaran sebab Diana sebelumnya tidak pernah marah sampai semarah ini.


' Apa kalian telah mengkhianati ku ha?! '


Lanjut Diana dengan tangisnya.


Sontak Arsylin menggeleng kuat.


' Mam - - '


' DIAM KAMU ARSYLIN!! '


Sontak tangis Arsylin pecah.


' Non tenang ya '


Lirih Aci kemudian kembali memeluk Arsylin dengan erat.


David salah tingkah, ia tak tahu harus berbicara apa lagi.


Sudah dapat dipastikan, setelah ini dirinya pasti akan diceraikan oleh Diana.


' Kenapa kau diam David?! '


Bentak Diana lagi, tangisnya menjadi-jadi.


' Sayang ini semua murni kesalah pahaman saja..'


David kini bersuara. Yang jelas dengan semua upaya kebohongannya.


' Tadi aku memanggil Arsylin, tapi dia tidak mendengar ku jadi aku memutuskan untuk masuk ke kamarnya '


Mendengar itu, Arsylin melotot tak percaya sembari menggeleng.


' Papa David memang ular! '


' Bisa-bisanya sudah tertangkap basah seperti ini, masih terus Berbohong?! '


Batin Arsylin tak percaya.


Mendengar penuturan David, Diana tertawa dengan masih menangis.


' Aku tidak sebodoh itu.. '


Sahut Diana dengan sesegukan nya.


'  Aku dapat menyaksikan dengan mata kepala ku sendiri kalau.. '


Kata-kata Diana terputus, sebab dadanya yang semakin sesak sebab tangisnya.


Tampak wajah panik sekaligus menyesal diwajah David.


' Kamu sama Arsylin dikamar berduaan.. dan itu '


Tunjuk Diana pada ranjang Arsylin yang tampak berantakan, bahkan selimut tebal Arsylin sampai terjatuh ke lantai.


' Dan juga ini! '


Diana memukul keras dada bidang David, sebab karena terburu-buru.


David salah mengancing kan kancing bajunya, membuat bajunya sebelah naik sebelah turun.


' Astagaa tuhan! '


' Kenapa aku setolol ini?! '


Umpat David merutuki kebodohan dirinya sendiri.


Kemudian menghela nafas berat.


Sekarang dirinya pasrah pada keputusan Tuhan pada dirinya hari ini.


Sebab tak ada lagi celah untuknya mengelak.


Diana yang sudah menangis sejadi-jadinya disana, menatap David dan Arsylin dengan tatapan nanar nya.


* 💘 NEXT 💘 *