
Pukul : 10.45
David melajukan mobilnya menuju suatu alamat rumah.
' Ini semua karena gegabah Axell! '
Gumam David, kemudian melanjutkan perjalanan nya.
10 Menit Kemudian
' Apakah aku sudah cantik? '
Gumam kesenangan Lhevia sembari merapikan rambutnya didepan cermin.
Tak lama kemudian..
' Haii kak David.. '
Sapa manis Lhevia pada David.
' Mana Axell?! '
Sontak Lhevia mengeryit.
' Em.. ya biasa sih di villa nya '
' Ah! Tapi tadi dia menelfon ku, dia bilang mau pergi ke suatu tempat '
Bohong Lhevia, agar dirinya dapat berduaan dengan David.
' Dimana alamatnya?! '
Tanya David lagi.
Sontak Lhevia gelagapan.
' E-em.. i-it itu.. - - '
' Cepat katakan! '
' Jangan bertele-tele, aku tidak punya banyak waktu! '
Potong tegas David.
' Iihh kan aku belum selesai ngomong kak! '
Protes manja Lhevia pada David.
Sontak David membuang nafas kasar.
' Sudahlah, cepat katakan dimana Axell mu itu?! '
Ulang David.
' Memangnya ada apa sih kak? '
' Sepertinya penting sekali? '
Penasaran Lhevia.
' Tidak ada salah nya juga, bila aku memberitahu Lhevia '
' Lagipula aku yakin, pasti dia juga terlibat dalam hal ini! '
Batin David.
' Apa kau yang meminta Axell untuk menculik anak tiri ku?! '
Tanya David serius, langsung to the point.
Sontak Lhevia melotot.
' Mampuss!! '
' Apa yang harus ku katakan?! '
Batin Lhevia ketakutan.
' M-men menculik? '
' Ya '
' Ahahaha kak David ada-ada aja deh a - - '
' CEPAT JAWAB LHEVIA!!! '
Bentak keras David pada mantan kekasihnya itu.
Lhevia menelan salivanya, wajah nya memucat.
' Tamatlah riwayat ku!! '
' Pasti Anak itu sudah mengadu pada nya! '
Batin panik Lhevia.
' Kenapa kau diam?! '
' Aku yakin, kau pasti juga terlibat dalam hal ini '
Secepat mungkin Lhevia merubah mimik wajahnya. Lalu berdecak.
' Axell memang kekasih ku, tapi bukan berarti aku juga tau apa urusan pribadinya bukan? '
Elak Lhevia.
' Lhevia, ku peringatkan sekali lagi '
' Kau sudah kenal betul siapa dan bagaimana aku jika dibohongi '
Serius David.
Lhevia mengeryit.
' Aihhhh.. itu sih sudah pasti kak. Tapi sumpah deh, aku sama sekali tak tau menahu tentang kejadian penculikan anak mu itu '
Bohong Lhevia, sembari menggedikan bahu tak tahu.
' Jangan bawa-bawa kata sumpah jika kau sedang berbohong Lhevia! '
David menatap tajam mata Lhevia.
' Aku yakin, kau pasti tahu mengenai kejadian itu! '
Lhevia terdiam.
' Sekarang katakan, apa mau mu?! '
' Kenapa kau gegabah, sampai-sampai melakukan perbuatan bodoh seperti itu?! '
Lanjut serius David.
' Apa kau tak berfikir dulu sebelum bertindak hah?! '
Omel David.
Lhevia menciut.
' Selama dengan ku dulu.. kau tidak pernah sebodoh ini dalam melakukan sesuatu '
Celetuk pedas David.
' Oh! Apa sebab kau sudah berganti pasangan?! '
' Jadi kau agak sedikit tolol? '
Ketus David.
' Ihh kak David, dengerin aku dulu dong.. '
David menghempas tangan Lhevia dari lengan nya.
' Aku beneran ngga tau sama sekali tentang ituu '
Lanjut Lhevia masih dengan kebohongan nya.
' Lagian kalau kak David yakin aku pelaku nya..'
' Apa kak David punya bukti yang kuat, untuk bisa membenarkan kalau aku pelaku nya. Hm? '
Sahut Lhevia santai.
David menggeleng sembari tertawa miring.
' Terserah kau mau bilang apa '
Lhevia hanya terus tersenyum menang disana.
' Aku tidak perduli dengan semua dusta mu barusan '
Lanjut David, kemudian merogoh ponsel disaku celananya.
' Tapi.. '
Lhevia mengeryit.
' Jika ku sebar satu video ini.. '
David berdehem.
' Kurasa kau tidak akan pernah berbohong lagi '
Deg
' A-apa apa..'
' Video itu.. video kami waktu itu?! '
Batin Lhevia kembali cemas.
David menunjukkan sebuah video, yang betul saja berdasarkan dugaan Lhevia.
Sontak Lhevia melotot sembari menutup mulutnya terkejut.
Lhevia menatap tajam kearah David.
' Kenapa kakak masih simpan Video itu!! '
Lhevia marah besar.
David tertawa menang.
' Sudahlah Lhevia.. '
Sahut David santai , kemudian memasukkan kembali ponselnya ke saku celana.
' Tidak perlu kau sampai semarah itu '
Goda David sembari mendekat ke Lhevia.
' Kau dulu kan.. wanita ku '
Bisik David tepat ditelinga Lhevia.
' Bahkan aku sampai bosan pada tubuh mu '
Sontak Lhevia mendorong kasar dada David.
David hanya tersenyum miring.
' Aku tidak perduli apa katamu mengenai aku! '
' Sungguh begitu kau dulu sangat suka pada ku! '
Bentak Lhevia, matanya berkaca-kaca.
' Bahkan sampai aku merasa kalau aku.. tidak lagi punya harga diri dihadapan mu David! '
David melipat kedua tangannya santai.
Membiarkan Lhevia mengeluarkan unek-uneknya.
' Aku kira dulu.. kau akan membayar semua perlakuan bejat mu itu dengan sebuah pernikahan untuk ku! '
Lanjut Lhevia, namun kini dengan menangis.
' Tapi apa?! '
Bentak Lhevia lagi dan lagi.
' Kau malah pergi begitu saja, tanpa memikirkan bagaimana perasaan ku waktu itu! '
Tangis Lhevia menjadi-jadi.
David hanya terdiam santai, sembari terus menatap lekat wajah cantik Lhevia.
' Apa salah ku kak? '
Sambung Lhevia disela-sela Isak tangisnya.
' Apa salah ku sampai kakak tega memperlakukan aku seperti ini?! '
Bentak Lhevia dengan suara bergetar nya.
Lhevia semakin terisak, dadanya menjadi sesak bila mengingat-ingat kejadian beberapa tahun lalu.
Dirasa Lhevia sudah diam.
Kini giliran David yang bersuara.
' Sudah? '
Sahut David tanpa dosa.
' Jika ocehan tak jelas mu itu sudah selesai.. kini giliran ku '
Lanjut David, kemudian mencengkram keras rahang Lhevia.
Sontak Lhevia terkejut bukan main.
' Sekarang katakan, apa maksud mu melakukan penculikan bodoh itu pada anak ku?! '
Bentak David serius, tepat didepan wajah Lhevia.
Sontak Lhevia memucat.
' Kau bahkan tau jika aku tak pernah main-main dengan ucapan ku.. '
' Jadi ku peringatkan sekali lagi pada mu.. '
' Untuk pergi jauh-jauh dari hidupku! '
Lirih David serius.
' Dan satu lagi.. jika kau tak ingin video mu itu ku sebar.. '
' Maka katakan sekarang juga, bila memang benar kau yang melakukan penculikan terhadap anak ku, melalui Axell! '
Lirih David namun penuh penekanan disetiap kata-kata nya.
* 💘 NEXT 💘 *