T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 28 '



Pukul : 10.45


David melajukan mobilnya menuju suatu alamat rumah.


' Ini semua karena gegabah Axell! '


Gumam David, kemudian melanjutkan perjalanan nya.


10 Menit Kemudian


' Apakah aku sudah cantik? '


Gumam kesenangan Lhevia sembari merapikan rambutnya didepan cermin.


Tak lama kemudian..


' Haii kak David.. '


Sapa manis Lhevia pada David.


' Mana Axell?! '


Sontak Lhevia mengeryit.


' Em.. ya biasa sih di villa nya '


' Ah! Tapi tadi dia menelfon ku, dia bilang mau pergi ke suatu tempat '


Bohong Lhevia, agar dirinya dapat berduaan dengan David.


' Dimana alamatnya?! '


Tanya David lagi.


Sontak Lhevia gelagapan.


' E-em.. i-it itu.. - - '


' Cepat katakan! '


' Jangan bertele-tele, aku tidak punya banyak waktu! '


Potong tegas David.


' Iihh kan aku belum selesai ngomong kak! '


Protes manja Lhevia pada David.


Sontak David membuang nafas kasar.


' Sudahlah, cepat katakan dimana Axell mu itu?! '


Ulang David.


' Memangnya ada apa sih kak? '


' Sepertinya penting sekali? '


Penasaran Lhevia.


' Tidak ada salah nya juga, bila aku memberitahu Lhevia '


' Lagipula aku yakin, pasti dia juga terlibat dalam hal ini! '


Batin David.


' Apa kau yang meminta Axell untuk menculik anak tiri ku?! '


Tanya David serius, langsung to the point.


Sontak Lhevia melotot.


' Mampuss!! '


' Apa yang harus ku katakan?! '


Batin Lhevia ketakutan.


' M-men menculik? '


' Ya '


' Ahahaha kak David ada-ada aja deh a - - '


' CEPAT JAWAB LHEVIA!!! '


Bentak keras David pada mantan kekasihnya itu.


Lhevia menelan salivanya, wajah nya memucat.


' Tamatlah riwayat ku!! '


' Pasti Anak itu sudah mengadu pada nya! '


Batin panik Lhevia.


' Kenapa kau diam?! '


' Aku yakin, kau pasti juga terlibat dalam hal ini '


Secepat mungkin Lhevia merubah mimik wajahnya. Lalu berdecak.


' Axell memang kekasih ku, tapi bukan berarti aku juga tau apa urusan pribadinya bukan? '


Elak Lhevia.


' Lhevia, ku peringatkan sekali lagi '


' Kau sudah kenal betul siapa dan bagaimana aku jika dibohongi '


Serius David.


Lhevia mengeryit.


' Aihhhh.. itu sih sudah pasti kak. Tapi sumpah deh, aku sama sekali tak tau menahu tentang kejadian penculikan anak mu itu '


Bohong Lhevia, sembari menggedikan bahu tak tahu.


' Jangan bawa-bawa kata sumpah jika kau sedang berbohong Lhevia! '


David menatap tajam mata Lhevia.


' Aku yakin, kau pasti tahu mengenai kejadian itu! '


Lhevia terdiam.


' Sekarang katakan, apa mau mu?! '


' Kenapa kau gegabah, sampai-sampai melakukan perbuatan bodoh seperti itu?! '


Lanjut serius David.


' Apa kau tak berfikir dulu sebelum bertindak hah?! '


Omel David.


Lhevia menciut.


' Selama dengan ku dulu.. kau tidak pernah sebodoh ini dalam melakukan sesuatu '


Celetuk pedas David.


' Oh! Apa sebab kau sudah berganti pasangan?! '


' Jadi kau agak sedikit tolol? '


Ketus David.


' Ihh kak David, dengerin aku dulu dong.. '


David menghempas tangan Lhevia dari lengan nya.


' Aku beneran ngga tau sama sekali tentang ituu '


Lanjut Lhevia masih dengan kebohongan nya.


' Lagian kalau kak David yakin aku pelaku nya..'


' Apa kak David punya bukti yang kuat, untuk bisa membenarkan kalau aku pelaku nya. Hm? '


Sahut Lhevia santai.


David menggeleng sembari tertawa miring.


' Terserah kau mau bilang apa '


Lhevia hanya terus tersenyum menang disana.


' Aku tidak perduli dengan semua dusta mu barusan '


Lanjut David, kemudian merogoh ponsel disaku celananya.


' Tapi.. '


Lhevia mengeryit.


' Jika ku sebar satu video ini.. '


David berdehem.


' Kurasa kau tidak akan pernah berbohong lagi '


Deg


' A-apa apa..'


' Video itu.. video kami waktu itu?! '


Batin Lhevia kembali cemas.


David menunjukkan sebuah video, yang betul saja berdasarkan dugaan Lhevia.


Sontak Lhevia melotot sembari menutup mulutnya terkejut.


Lhevia menatap tajam kearah David.


' Kenapa kakak masih simpan Video itu!! '


Lhevia marah besar.


David tertawa menang.


' Sudahlah Lhevia.. '


Sahut David santai , kemudian memasukkan kembali ponselnya ke saku celana.


' Tidak perlu kau sampai semarah itu '


Goda David sembari mendekat ke Lhevia.


' Kau dulu kan.. wanita ku '


Bisik David tepat ditelinga Lhevia.


' Bahkan aku sampai bosan pada tubuh mu '


Sontak Lhevia mendorong kasar dada David.


David hanya tersenyum miring.


' Aku tidak perduli apa katamu mengenai aku! '


' Sungguh begitu kau dulu sangat suka pada ku! '


Bentak Lhevia, matanya berkaca-kaca.


' Bahkan sampai aku merasa kalau aku.. tidak lagi punya harga diri dihadapan mu David! '


David melipat kedua tangannya santai.


Membiarkan Lhevia mengeluarkan unek-uneknya.


' Aku kira dulu.. kau akan membayar semua perlakuan bejat mu itu dengan sebuah pernikahan untuk ku! '


Lanjut Lhevia, namun kini dengan menangis.


' Tapi apa?! '


Bentak Lhevia lagi dan lagi.


' Kau malah pergi begitu saja, tanpa memikirkan bagaimana perasaan ku waktu itu! '


Tangis Lhevia menjadi-jadi.


David hanya terdiam santai, sembari terus menatap lekat wajah cantik Lhevia.


' Apa salah ku kak? '


Sambung Lhevia disela-sela Isak tangisnya.


' Apa salah ku sampai kakak tega memperlakukan aku seperti ini?! '


Bentak Lhevia dengan suara bergetar nya.


Lhevia semakin terisak, dadanya menjadi sesak bila mengingat-ingat kejadian beberapa tahun lalu.


Dirasa Lhevia sudah diam.


Kini giliran David yang bersuara.


' Sudah? '


Sahut David tanpa dosa.


' Jika ocehan tak jelas mu itu sudah selesai.. kini giliran ku '


Lanjut David, kemudian mencengkram keras rahang Lhevia.


Sontak Lhevia terkejut bukan main.


' Sekarang katakan, apa maksud mu melakukan penculikan bodoh itu pada anak ku?! '


Bentak David serius, tepat didepan wajah Lhevia.


Sontak Lhevia memucat.


' Kau bahkan tau jika aku tak pernah main-main dengan ucapan ku.. '


' Jadi ku peringatkan sekali lagi pada mu.. '


' Untuk pergi jauh-jauh dari hidupku! '


Lirih David serius.


' Dan satu lagi.. jika kau tak ingin video mu itu ku sebar.. '


' Maka katakan sekarang juga, bila memang benar kau yang melakukan penculikan terhadap anak ku, melalui Axell! '


Lirih David namun penuh penekanan disetiap kata-kata nya.


* 💘 NEXT 💘 *