T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 29 '



Di Mansion


' Mam, maafin Arsylin '


Cicit Arsylin terus menerus didekat Diana yang membaringkan tubuhnya ke ranjang, membelakangi Arsylin.


' Mam - - '


' Keluarlah Arsylin, mama butuh waktu untuk  sendiri '


Potong cepat Diana disela-sela Isak tangisnya.


' Arsylin ngga salah ma.. '


' Maafin Arsylin.. '


' Mama cuma salah paham '


Batin Arsylin, kemudian segera keluar dari kamar Diana.


Mendengar pintu kamarnya tertutup.


Diana kembali menangis sejadi-jadinya disana.


' Aku tidak tahu siapa dan yang mana yang harus ku percayai '


' Entah itu Arsylin anak ku.. atau David suami ku '


Batin sesak Diana.


Diluar kamar Diana


Arsylin masih setia menunggu Diana diluar kamarnya.


' Non.. lebih baik non Arsylin sarapan dulu yaa.. '


Rayu Aci dan yang lain, lagi dan lagi.


' Bi! Gimana Arsylin bisa makan, sedangkan mama masih salah paham sama Arsylin Bi! '


Protes Arsylin dengan wajah khawatir nya.


' Nyonya hanya sedang terbawa emosi non.. '


' Nanti juga nyonya pasti akan sadar, siapa yang benar dan siapa yang salah - - '


' Bukan begitu masalah nya.. '


' Ini posisi nya mama lihat dengan mata kepalanya sendiri, Arsylin sama papa David ada didalam kamar Bi! '


Potong Arsylin cemas.


' Pasti mama marah besar sama Arsylin '


Aci mengembuskan nafas pelan.


' Iya juga sih ya.. '


' Wanita mana pun itu.. kalau mengetahui suaminya berada didalam kamar bersama wanita lain ya pasti akan marah '


' Tapi aku sangat-sangat yakin.. '


' Non Arsylin tidak sempat diapa-apain sama tuan David '


' Karena kan, tadi aku dan juga Nyonya datang tepat waktu '


Batin Aci.


' Arsylin takut mama ngga akan percaya lagi sama Arsylin Bi '


Lirih Arsylin yang kembali menangis disana.


Sontak Aci segera memeluknya.


' Jangan berpikiran yang tidak-tidak dulu non '


' Lagipula bi Aci yakin kok, kalau Nyonya pasti akan percaya pada non Arsylin '


' Dan yang pasti.. akan segera menceraikan tuan David '


Arsylin terdiam.


' Sudah ku duga, pasti kau penyebabnya! '


Ketus David sembari melepas kasar tangan nya dari rahang Lhevia.


' Aku tidak habis pikir karena ulah mu '


' Kita itu sudah berakhir Lheviaaa '


Jelas David.


' Itu artinya kau tidak perlu lagi berusaha mendapatkan ku '


Lanjut David lirih sembari mengelus pucuk kepala Lhevia.


' Aku yakin diluaran sana banyak sekali pria-pria mapan dan bujang yang mengincar mu '


Sontak dengan wajah melasnya, Lhevia menatap David.


' Jadi mulailah terbiasa dengan kehidupan mu yang baru, tanpa aku.. '


Lhevia kembali menunduk.


' Aku cuma ngga mau kakak pergi '


Cicit Lhevia, kemudian kembali ter isak.


' Aku masih sayang kak David '


Rengek Lhevia dibalik kedua tangannya.


David hanya menghela nafas.


' Lhevia coba tatap mata ku '


Bujuk David sembari meraih dagu Lhevia, namun segera ditepis oleh Lhevia.


Lagi-lagi David menghela nafas.


' Aku ini suami orang Lhevia, bukan kekasih mu lagi '


Serius David.


' Jika kau terus berharap aku kembali.. '


' Itu sama saja kau bunuh diri secara perlahan '


Lirih David sembari menepuk pundak Lhevia.


' Jadi ku mohon..'


' Hiduplah berbahagia dengan pilihan mu.. '


' Dan jangan lagi cari aku, okey? '


Ujar David, kemudian menepuk pelan pipi Lhevia.


Lalu segera berlalu dari hadapan Lhevia.


Sontak tangis Lhevia pecah.


Namun David tak menghiraukan nya, ia tetap melanjutkan langkahnya menuju mobilnya.


' AKU BENCI DAVID!!!! '


Teriak Lhevia sekeras-keras nya, saat mobil David melaju dari hadapan nya.


' Kenapa dunia tidak adil padaku?! '


Teriak Lhevia lagi.


' Aku bahkan rela mengorbankan apapun itu untuk menjaga hubungan ku dengan nyaa!! '


' Tapi kenapa takdir menampar ku dengan pernikahannya?! '


Lhevia terus meluapkan emosi nya yang sudah sekian lama terpendam.


' KENAPAAA???!!! '


Lhevia menjambak rambutnya kasar.


Kemudian terduduk lemas dilantai.


Ia sangat-sangat tak menyangka, David yang dulu sangat dibanggakan nya, disayangi nya bahkan keluarga dari mereka berdua juga sudah saling mengenal satu sama lain.


Kini harus berpisah, menyisakan luka dihati.


' Aku tidak bisa terima kenyataan menyakitkan ini begitu saja! '


Gumam Lhevia tak terima.


* 💘 NEXT 💘 *