
Di Mansion
' Mam, maafin Arsylin '
Cicit Arsylin terus menerus didekat Diana yang membaringkan tubuhnya ke ranjang, membelakangi Arsylin.
' Mam - - '
' Keluarlah Arsylin, mama butuh waktu untuk sendiri '
Potong cepat Diana disela-sela Isak tangisnya.
' Arsylin ngga salah ma.. '
' Maafin Arsylin.. '
' Mama cuma salah paham '
Batin Arsylin, kemudian segera keluar dari kamar Diana.
Mendengar pintu kamarnya tertutup.
Diana kembali menangis sejadi-jadinya disana.
' Aku tidak tahu siapa dan yang mana yang harus ku percayai '
' Entah itu Arsylin anak ku.. atau David suami ku '
Batin sesak Diana.
Diluar kamar Diana
Arsylin masih setia menunggu Diana diluar kamarnya.
' Non.. lebih baik non Arsylin sarapan dulu yaa.. '
Rayu Aci dan yang lain, lagi dan lagi.
' Bi! Gimana Arsylin bisa makan, sedangkan mama masih salah paham sama Arsylin Bi! '
Protes Arsylin dengan wajah khawatir nya.
' Nyonya hanya sedang terbawa emosi non.. '
' Nanti juga nyonya pasti akan sadar, siapa yang benar dan siapa yang salah - - '
' Bukan begitu masalah nya.. '
' Ini posisi nya mama lihat dengan mata kepalanya sendiri, Arsylin sama papa David ada didalam kamar Bi! '
Potong Arsylin cemas.
' Pasti mama marah besar sama Arsylin '
Aci mengembuskan nafas pelan.
' Iya juga sih ya.. '
' Wanita mana pun itu.. kalau mengetahui suaminya berada didalam kamar bersama wanita lain ya pasti akan marah '
' Tapi aku sangat-sangat yakin.. '
' Non Arsylin tidak sempat diapa-apain sama tuan David '
' Karena kan, tadi aku dan juga Nyonya datang tepat waktu '
Batin Aci.
' Arsylin takut mama ngga akan percaya lagi sama Arsylin Bi '
Lirih Arsylin yang kembali menangis disana.
Sontak Aci segera memeluknya.
' Jangan berpikiran yang tidak-tidak dulu non '
' Lagipula bi Aci yakin kok, kalau Nyonya pasti akan percaya pada non Arsylin '
' Dan yang pasti.. akan segera menceraikan tuan David '
Arsylin terdiam.
' Sudah ku duga, pasti kau penyebabnya! '
Ketus David sembari melepas kasar tangan nya dari rahang Lhevia.
' Aku tidak habis pikir karena ulah mu '
' Kita itu sudah berakhir Lheviaaa '
Jelas David.
' Itu artinya kau tidak perlu lagi berusaha mendapatkan ku '
Lanjut David lirih sembari mengelus pucuk kepala Lhevia.
' Aku yakin diluaran sana banyak sekali pria-pria mapan dan bujang yang mengincar mu '
Sontak dengan wajah melasnya, Lhevia menatap David.
' Jadi mulailah terbiasa dengan kehidupan mu yang baru, tanpa aku.. '
Lhevia kembali menunduk.
' Aku cuma ngga mau kakak pergi '
Cicit Lhevia, kemudian kembali ter isak.
' Aku masih sayang kak David '
Rengek Lhevia dibalik kedua tangannya.
David hanya menghela nafas.
' Lhevia coba tatap mata ku '
Bujuk David sembari meraih dagu Lhevia, namun segera ditepis oleh Lhevia.
Lagi-lagi David menghela nafas.
' Aku ini suami orang Lhevia, bukan kekasih mu lagi '
Serius David.
' Jika kau terus berharap aku kembali.. '
' Itu sama saja kau bunuh diri secara perlahan '
Lirih David sembari menepuk pundak Lhevia.
' Jadi ku mohon..'
' Hiduplah berbahagia dengan pilihan mu.. '
' Dan jangan lagi cari aku, okey? '
Ujar David, kemudian menepuk pelan pipi Lhevia.
Lalu segera berlalu dari hadapan Lhevia.
Sontak tangis Lhevia pecah.
Namun David tak menghiraukan nya, ia tetap melanjutkan langkahnya menuju mobilnya.
' AKU BENCI DAVID!!!! '
Teriak Lhevia sekeras-keras nya, saat mobil David melaju dari hadapan nya.
' Kenapa dunia tidak adil padaku?! '
Teriak Lhevia lagi.
' Aku bahkan rela mengorbankan apapun itu untuk menjaga hubungan ku dengan nyaa!! '
' Tapi kenapa takdir menampar ku dengan pernikahannya?! '
Lhevia terus meluapkan emosi nya yang sudah sekian lama terpendam.
' KENAPAAA???!!! '
Lhevia menjambak rambutnya kasar.
Kemudian terduduk lemas dilantai.
Ia sangat-sangat tak menyangka, David yang dulu sangat dibanggakan nya, disayangi nya bahkan keluarga dari mereka berdua juga sudah saling mengenal satu sama lain.
Kini harus berpisah, menyisakan luka dihati.
' Aku tidak bisa terima kenyataan menyakitkan ini begitu saja! '
Gumam Lhevia tak terima.
* 💘 NEXT 💘 *