T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 66 '



Dirumah..


Diana memarahi Thanaka habis-habisan.


Ditambah lagi kondisi Arsylin yang baru saja melahirkan, semakin menambah Diana naik darah.


Namun Thanaka tak berontak, ia sadar dirinya salah.


David yang diberitahu oleh Arsylin bila sang ibunda marah besar pada Thanaka, segera menyusul Diana pulang kerumah.


Sedangkan Arsylin, ia ingin sekali pulang.


Namun karena belum diperbolehkan oleh dokter, ditambah lagi kondisi mentalnya yang mendadak down.


Membuat nya harus kembali masuk keruang inap, bahkan kini dirinya harus dipasang oksigen dan infus di tubuhnya.


Keluarga nya yang masih disana, terus setia menunggu Arsylin.


Ada yang mengasuh putrinya, ada pula yang mengurusi Arsylin.


Dokter yang menangani Arsylin, sempat berkata pada salah satu petua keluarga Arsylin yang kebetulan sedang ada di sana.


Bahwasanya untuk beberapa waktu ke depan, Arsylin harus dirawat dirumah sakit.


Sebab Arsylin mengalami depresiasi yang terjadi setelah kejadian yang baru saja ia alami.


Dirumah..


David yang sudah tiba di mansion, segera berlari menghampiri Diana dan Thanaka disana.


' Kasihan Arsylin Thanaka! '


' Apa kau sama sekali tak berpikir jernih dulu, sebelum melakukan itu? Ha?! '


Bentak Diana.


' Mah heii '


Sontak Diana menoleh.


' Ini semua bukan lah sepenuhnya salah Thanaka'


David membela Thanaka. Sembari duduk diantar Thanaka dan Diana.


Sontak Diana berontak.


' Apa?! '


' Bukan sepenuhnya kesalahan dia gimana?! '


' Jelas-jelas gadis tadi sampai hamil pah! '


Bentak Diana pada David.


Thanaka semakin lesu.


' Iya papa tau, tapi dengerin dulu ya '


David mencoba menenangkan Diana.


' Gimana mama bisa tenang coba, ya shock dong pa mama--'


' Ssttt Sstt ssttt '


David merangkul Diana.


' Papa paham, pasti mamah marah besar sama Thanaka..'


' Tapi, sebaiknya mamah dengerin dulu penjelasan dari Thanaka. Ya? '


Rayu David. Diana menjadi sedikit, tenang.


' Biarkan dulu Thanaka menjelaskan yang sebenarnya terjadi.. '


' Biar kita tahu, mana dan siapa yang benar dan yang salah.. ya ma ya? '


Diana menghela nafas.


Dirasa sudah cukup tenang, David meminta Thanaka untuk menceritakan semuanya pada mama nya.


Kemudian dengan sejujur-jujurnya Thanaka menjelaskan.


Mulai dari ia yang dimintai tolong oleh Lhevia, sampai dengan kejadian itu terjadi.


Mendengar itu sontak Diana kembali berapi-api.


Kemudian meminta Thanaka menghubungi tantenya sekarang juga.


Pukul : 20.58


Saat Lhevia sudah tiba, ia tersenyum tanpa dosa saat masuk kerumah Diana.


Dengan tatapan mematikan nya, Diana dan Thanaka terus menatap lekat mata Lhevia sampai dia duduk di sebelah Thanaka.


' Iya kak Diana, ada apa? '


' Tumben banget nyuruh aku kesini malem-malem '


Basa-basi Lhevia.


Namun sebelum Diana yang meluapkan amarahnya, ia mempersilahkan Thanaka untuk lebih dulu meluapkan amarahnya.


Kemudian dibahasnya langsung to the point pada Tante nya.


Lhevia mati kutu disana.


Mulai dari berpura-pura dompet nya jatuh, sampai dengan kehamilan gadis bayaran nya.


Thanaka benar-benar kehabisan kesabaran menghadapi Lhevia.


Sebab berulang kali Lhevia mencoba mengelak dari kesalahannya.


Namun karena dibantu Diana dan juga David.


Lhevia pada akhirnya mengaku juga.


Jika dirinyalah yang menyebabkan kejadian itu terjadi.


Ia pun tak lupa pula jujur menjelaskan maksud  dan tujuan nya melakukan hal keji itu pada keluarga nya.


Saat Lhevia dengan tulus menjelaskan semuanya, Thanaka tak henti-hentinya meraung dihadapan Lhevia.


Dadanya sakit bila mendengar penuturan Lhevia pada nya.


Ia juga tak menyangka. Karena ulah Lhevia, Thanaka terus didesak untuk menceraikan Arsylin dan menikahi Shelly.


Lhevia terdiam, merutuki kebodohannya.


Pada saat itu pula Diana hampir tersulut emosi pada David.


Sebab juga karena ulahnya lah, Lhevia nekat melakukan ini semua pada Thanaka.


Diana juga tak segan-segan melayangkan tamparan keras di wajah Lhevia.


Bagaimana tak murka?


David juga mengungkap bahwa Lhevia juga pernah berniat untuk menghabisi Arsylin.


' Sekarang pergi dari sini! '


Bentak kasar Diana pada Lhevia.


Lhevia yang masih sesegukan, segera pergi dari sana.


3 Hari Kemudian..


Arsylin baru saja tiba dirumah.


Dengan menggendong putrinya, Arsylin diantar Diana masuk ke kamarnya.


' Arsylin '


Lembut Diana.


Arsylin menoleh.


' Thanaka tadi bil--'


' Ma stop! '


Potong Arsylin cepat.


Karena dirinya sedang tidak ingin membahas Thanaka.


Bahkan sebelum pulang, Arsylin meminta pada David agar menyampaikan pada Thanaka. Supaya tinggal dirumahnya sendiri, untuk beberapa waktu ini.


' Arsylin lagi ngga mau bahas Thanaka '


' Arsylin capek, mau istirahat '


Tegas Arsylin.


Diana menghela nafas.


' Kalau begitu, istirahat lah '


' Dan baby mu, biar mama yang jagain '


Arsylin mengangguk.


Kemudian memberikan putrinya pada Diana.


' Yasudah, kalau begitu mama ke kamar mama dulu. Kamu istirahat gih '


' Iya ma, titip dede ya ma '


Diana mengangguk dan tersenyum hangat.


Kemudian berlalu dari kamar Arsylin.


Ceklek


Pintu kamar tertutup.


Arsylin berjalan pelan menuju meja rias nya.


Didudukan pantatnya ke kursi rias.


Menatap cermin.


Arsylin terdiam sejenak.


Ia terus memandangi wajah pucat nya.


' Apa aku kurang sempurna menjadi seorang istri?'


Batin Arsylin.


Seketika kejadian 3 hari lalu di rumah sakit, kembali teringat olehnya.


' Dan kak Thanaka..'


' Kenapa dia tega mengkhianati aku? '


Arsylin semakin lesu.


Kemudian teringat sesuatu.


' Dan Tante Loli..'


' Ternyata Tante loli adalah mantannya papa David? '


' Dalang dibalik kejadian penculikan ku waktu itu?! '


Arsylin kembali berlinang air mata.


' Kenapa orang-orang yang ku kira baik pada ku..'


' Adalah orang-orang jahat yang menyamar?! '


Dada Arsylin seketika sesak.


Dilain sisi..


Thanaka tak henti-hentinya memaki Lhevia.


Ternyata ia belum puas dengan murkanya beberapa hari lalu.


Maka dari itu, Thanaka meminta Lhevia untuk kembali menemui nya dirumah.


Lhevia terdiam.


Ia tak berani menjawab Thanaka.


' Thanaka punya salah apa sih tan sama Tante?! '


' Kenapa Tante tuh.. sama sekali ngga mikirin perasaan Thanaka sedikit pun?! '


Lhevia menunduk.


' Padahal selama ini, Thanaka kenal Tante adalah seorang Tante sekaligus orang tua buat Thanaka '


Deg


Lhevia berkaca-kaca, sembari menatap Thanaka.


' Aku kira Tante Lhevia akan selamanya menyayangi ku '


Thanaka kembali menangis.


' Tapi dugaan ku salah! '


' Tante malah menjadi orang pertama yang menghancurkan hidup ku! '


Teriak Thanaka geram, dengan tangis yang semakin pecah.


Lhevia yang juga menangis, mencoba buka suara.


' Tante sadar Tante salah Thanaka '


Thanaka berdecih.


' Tante minta maaf--'


' BERHENTI MENGUCAPAKAN KATA MAAF TAN!!'


Sontak Lhevia terkejut bukan main. Tubuhnya gemetaran mendapati Thanaka yang semakin berapi-api.


' Memangnya dengan kata maaf yang Tante ucapkan itu..'


Thanaka mengusap air matanya sekilas.


' Berdampak positif bagi hidup ku? '


' TIDAK TAN!! '


' Maafin Tante Thanaka '


Sembari menangis, Lhevia bersimpuh lutut dikaki Thanaka.


Keduanya menangis disana.


' Maaf kan Tante ya sayang '


' Tante khilaf Thanaka Tante khilaf '


Rengek Lhevia ketakutan.


Thanaka membuang nafas kasar.


' Minta maaflah pada Arsylin! '


Bentak Thanaka.


Lhevia terkesiap lalu menatap Thanaka.


' Karena kebodohan tante lah aku dan Arsylin menjadi berjauhan seperti ini! '


Lanjut Thanaka, kemudian meninggalkan Lhevia masuk ke kamarnya.


' Iiihhh!!! '


' Bego! Bego! Bego! '


Lhevia mengumpat pada dirinya sendiri.


' Ini semua tu gara-gara David! '


Teriak Lhevia kesal.


Dilain sisi..


Setelah Arsylin puas menangis, ia memutuskan untuk tidur.


Ceklek


Diana mengecek Arsylin, ia bernafas lega mendapati Arsylin sudah tidur.


' Kasian anak ku '


' Dia harus terkena imbas dari segala keburukan David dan Lhevia di masa lalu '


Batin Diana miris, jika mengingat nasib putrinya.


Diana menoleh ke baby nya Arsylin, yang sedari tadi ia gendong.


' Mama lagi bobok sayang, kita juga bobok yuk '


Lirih nya pada sang cucu.


Kemudian Diana meraih gagang pintu, dan segera menutup nya.


* 💘 NEXT 💘 *