
Pukul : 18.45
Diruang makan sebuah mansion megah milik Ny. Diana.
Tampak sepasang suami istri dan sang anak tengah menikmati makan malam.
15 Menit Berlalu
' Em.. ma? '
Suara gadis cantik yang mengenakan set piyama terbuka, memecah keheningan diantara ketiga nya.
Sontak Diana dan sang suami yang baru saja selesai makan, langsung menoleh kearah sang putri secara bersamaan.
' Iya sayang ? '
Sahut Diana sembari meletakkan gelas minum ke meja.
Sedangkan David, ia menyimak sembari kembali meneguk susu buatan Diana.
' Arsylin kan udah selesai kuliah '
' He'em, terus ? '
Sambung Diana sembari mengelap bibirnya menggunakan selembar tissue.
' Boleh ya, kalau Arsylin ikut papa Jhoan tinggal di London '
Lanjut Arsylin serius.
Sontak Diana dan David bertatapan. Namun tatapan Diana seolah mengisyaratkan sesuatu.
' Ee, Arsylin.. '
Kini David angkat bicara dengan suara selembut mungkin, setelah meletakkan gelasnya ke meja.
Mendengar suara David, seketika aura wajah Arsylin berubah menjadi datar.
' Maaf kalau papa David memotong pembicaraan kalian '
Lanjut David, Arsylin membuang muka.
' Arsylin.. '
Rayu David sembari menarik kursi yang diduduki nya, sedikit mendekat ke Arsylin.
' Papa jhoan disana itu sangat sibuk sayang.. '
Arsylin memutar bola matanya malas. Dan melipat kedua tangannya didada.
' Bukannya Mama sama Papa David tidak mengizinkan.. '
' Tapi Arsylin tahu sendiri kan, beberapa waktu lalu papa Jhoan main kesini? '
Arsylin masih diam, tak berniat merespons David.
' Papa Jhoan sendiri bilang.. '
' Papa Jhoan memang sangat mengharapkan Arsylin bisa tinggal bersama nya di London '
' Tapi.. Papa Jhoan takut, kalau nanti Arsylin tidak ada kecocokan dengan saudari tiri Arsylin yang ada di London.. '
Lanjut David serius. Diana mengangguk setuju dengan wajah melas nya.
' Lagipula, kalaupun mama sama papa David mengizinkan. Apa Arsylin tidak kasihan sama mama? '
Arsylin menatap Diana yang tampak sedih.
' Masa Arsylin tega sih, meninggalkan mama Diana dan juga Papa David disini? '
Arsylin mengerutkan alisnya
' Arsylin kan anak semata wayang mama nak - - '
' Tega? '
Potong Arsylin, kemudian mengubah posisi duduknya menjadi menghadap tepat ke wajah David.
' Papa David bicara tentang tega?! '
Sambung Arsylin dengan sedikit tertawa kecil.
' Masih tegaan mana sih pa, sama apa yang udah papa David lakuin terhadap rumah tangga mama sama papa Jhoan? Hm?! '
David terdiam
' ****! Berani sekali anak ini menjawab kata-kata ku! '
Batin David kaget
Diana menganga tak percaya, putrinya berani berkata selancang itu dihadapan dirinya dan juga sang suami.
Bentak Diana sembari berdiri. Arsylin sedikit tersentak sebab bentakan Diana.
' Kamu tidak seharusnya bicara seperti itu ke papa kamu ! '
Tegas Diana yang sudah tersulut emosi.
' Itu sama sekali tidak sopan Arsylin ! '
Bentak Diana lagi, Arsylin terdiam.
' Apa kamu lupa, dulu siapa yang menyelamatkan nyawa mu ketika kamu sakit hah?! '
' Itu papa David nak, bukan papa Jhoan - - '
' Okey mah okey.. '
' Arsylin akui kalau papa David sudah berjasa atas selamatnya nyawa Arsylin diwaktu itu '
Sambung Arsylin sembari bangkit dan mendekat ke David.
' Tapi pahlawan mana sih yang tega merebut istri sahabatnya sendiri - - '
' ARSYLIN ! '
' PA JANGAN ! '
Diana dengan sigap menahan tamparan yang hampir dilayangkan David ke wajah putrinya.
Arsylin benar-benar terkejut sekaligus tak menyangka, berani sekali David bermain tangan padanya.
' Jaga ucapan mu ! '
' Apa yang sudah terjadi didalam rumah tangga Papa Jhoan dan mama itu sudah takdir nya ! '
David mencoba menahan emosi. Mata Arsylin berkaca-kaca.
' Kamu tidak bisa terus menerus menyalahkan papa '
Arsylin terdiam.
' Pa, papa yang tenang ya pa '
Diana terus menengan kan sang suami.
David mencoba tenang, demi meredakan amarah nya.
' Sekarang juga naik ke kamar, jangan sampai emosi papa tersulut kembali ! '
Tegas David pada Arsylin
' Gila ya ni orang, berani-beraninya dia main tangan ke aku?! '
' Lihat aja nanti, orang asing ini akan segera keluar dari istana milik ku ! '
Batin geram Arsylin
' Ke kamar sekarang Arsylin ! '
Tegas Diana yang masih menenangkan David
Tanpa basa-basi lagi, Arsylin mendorong kursi yang ada dibelakang nya dengan kasar.
Dengan tatapan tajam yang tak luput dari tatapan David, Arsylin meninggalkan Diana dan David diruang makan.
' Astaga! '
' Jadi begini sifat asli mu nak.. '
' Bahkan aku hampir tak percaya dia berani menjawab semua perkataan ku tadi '
' Tapi tak apa, hari ini dia melawan ku.. '
' Tapi kita lihat nanti, kau pasti akan bersimpuh lutut kepada ku cantik '
Batin David bringas
' Maafin Arsylin ya pa.. '
Lirih Diana sembari mengelus dada bidang sang suami.
David menghembuskan nafas pelan, lalu tersenyum hangat kepada sang istri.
' Iya ma '
Ujar David sembari memeluk Diana.
* 💘 NEXT 💘 *