T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 01 '



Pukul : 18.45


Diruang makan sebuah mansion megah milik Ny. Diana.


Tampak sepasang suami istri dan sang anak tengah menikmati makan malam.


15 Menit Berlalu


' Em.. ma? '


Suara gadis cantik yang mengenakan set piyama terbuka, memecah keheningan diantara ketiga nya.


Sontak Diana dan sang suami yang baru saja selesai makan, langsung menoleh kearah sang putri secara bersamaan.


' Iya sayang ? '


Sahut Diana sembari meletakkan gelas minum ke meja.


Sedangkan David, ia menyimak sembari kembali meneguk susu buatan Diana.


' Arsylin kan udah selesai kuliah '


' He'em, terus ? '


Sambung Diana sembari mengelap bibirnya menggunakan selembar tissue.


' Boleh ya, kalau Arsylin ikut papa Jhoan tinggal di London '


Lanjut Arsylin serius.


Sontak Diana dan David bertatapan. Namun tatapan Diana seolah mengisyaratkan sesuatu.


' Ee, Arsylin.. '


Kini David angkat bicara dengan suara selembut mungkin, setelah meletakkan gelasnya ke meja.


Mendengar suara David, seketika aura wajah Arsylin berubah menjadi datar.


' Maaf kalau papa David memotong pembicaraan kalian '


Lanjut David, Arsylin membuang muka.


' Arsylin.. '


Rayu David sembari menarik kursi yang diduduki nya, sedikit mendekat ke Arsylin.


' Papa jhoan disana itu sangat sibuk sayang.. '


Arsylin memutar bola matanya malas. Dan melipat kedua tangannya didada.


' Bukannya Mama sama Papa David tidak mengizinkan.. '


' Tapi Arsylin tahu sendiri kan, beberapa waktu lalu papa Jhoan main kesini? '


Arsylin masih diam, tak berniat merespons David.


' Papa Jhoan sendiri bilang.. '


' Papa Jhoan memang sangat mengharapkan Arsylin bisa tinggal bersama nya di London '


' Tapi.. Papa Jhoan takut, kalau nanti Arsylin tidak ada kecocokan dengan saudari tiri Arsylin yang ada di London.. '


Lanjut David serius. Diana mengangguk setuju dengan wajah melas nya.


' Lagipula, kalaupun mama sama papa David mengizinkan. Apa Arsylin tidak kasihan sama mama? '


Arsylin menatap Diana yang tampak sedih.


' Masa Arsylin tega sih, meninggalkan mama Diana dan juga Papa David disini? '


Arsylin mengerutkan alisnya


' Arsylin kan anak semata wayang mama nak - - '


' Tega? '


Potong Arsylin, kemudian mengubah posisi duduknya menjadi menghadap tepat ke wajah David.


' Papa David bicara tentang tega?! '


Sambung Arsylin dengan sedikit tertawa kecil.


' Masih tegaan mana sih pa, sama apa yang udah papa David lakuin terhadap rumah tangga mama sama papa Jhoan? Hm?! '


David terdiam


' ****! Berani sekali anak ini menjawab kata-kata ku! '


Batin David kaget


Diana menganga tak percaya, putrinya berani berkata selancang itu dihadapan dirinya dan juga sang suami.


Bentak Diana sembari berdiri. Arsylin sedikit tersentak sebab bentakan Diana.


' Kamu tidak seharusnya bicara seperti itu ke papa kamu ! '


Tegas Diana yang sudah tersulut emosi.


' Itu sama sekali tidak sopan Arsylin ! '


Bentak Diana lagi, Arsylin terdiam.


' Apa kamu lupa, dulu siapa yang menyelamatkan nyawa mu ketika kamu sakit hah?! '


' Itu papa David nak, bukan papa Jhoan - - '


' Okey mah okey.. '


' Arsylin akui kalau papa David sudah berjasa atas selamatnya nyawa Arsylin diwaktu itu '


Sambung Arsylin sembari bangkit dan mendekat ke David.


' Tapi pahlawan mana sih yang tega merebut istri sahabatnya sendiri - - '


' ARSYLIN ! '


' PA JANGAN ! '


Diana dengan sigap menahan tamparan yang hampir dilayangkan David ke wajah putrinya.


Arsylin benar-benar terkejut sekaligus tak menyangka, berani sekali David bermain tangan padanya.


' Jaga ucapan mu ! '


' Apa yang sudah terjadi didalam rumah tangga Papa Jhoan dan mama itu sudah takdir nya ! '


David mencoba menahan emosi. Mata Arsylin berkaca-kaca.


' Kamu tidak bisa terus menerus menyalahkan papa '


Arsylin terdiam.


' Pa, papa yang tenang ya pa '


Diana terus menengan kan sang suami.


David mencoba tenang, demi meredakan amarah nya.


' Sekarang juga naik ke kamar, jangan sampai emosi papa tersulut kembali ! '


Tegas David pada Arsylin


' Gila ya ni orang, berani-beraninya dia main tangan ke aku?! '


' Lihat aja nanti, orang asing ini akan segera keluar dari istana milik ku ! '


Batin geram Arsylin


' Ke kamar sekarang Arsylin ! '


Tegas Diana yang masih menenangkan David


Tanpa basa-basi lagi, Arsylin mendorong kursi yang ada dibelakang nya dengan kasar.


Dengan tatapan tajam yang tak luput dari tatapan David, Arsylin meninggalkan Diana dan David diruang makan.


' Astaga! '


' Jadi begini sifat asli mu nak.. '


' Bahkan aku hampir tak percaya dia berani menjawab semua perkataan ku tadi '


' Tapi tak apa, hari ini dia melawan ku.. '


' Tapi kita lihat nanti, kau pasti akan bersimpuh lutut kepada ku cantik '


Batin David bringas


' Maafin Arsylin ya pa.. '


Lirih Diana sembari mengelus dada bidang sang suami.


David menghembuskan nafas pelan, lalu tersenyum hangat kepada sang istri.


' Iya ma '


Ujar David sembari memeluk Diana.


* 💘 NEXT  💘 *