T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 37 '



15 Menit Kemudian


Disela-sela obrolan seru antara Arsylin dan Loli samaran, Thanaka datang menghampiri mereka diruang tamu.


Dengan sekantung kresek putih ditangan nya.


' Ini Tan, tadi aku suruh Risya kirim ini ke sini '


Ujar Thanaka, kemudian mengeluarkan satu persatu box nasi dari kresek yang dibawanya.


' Yaudah kamu makan gih sama Arsylin '


Sahut Loli sembari meletakkan gelas ke meja.


Sontak Arsylin menoleh.


' Loh, tante Loli? - - '


' Kalian makan dulu aja, Tante mau bersih-bersih sebentar '


Potong Loli samaran.


Arsylin kikuk, melirik kearah Thanaka yang sudah dulu memakan nasi box kiriman salah seorang karyawan cafe Tante nya.


' Yaudah, Tante tinggal dulu ya '


Pamit Loli samaran sembari berdiri.


Thanaka hanya mengangguk, sembari menikmati makanannya.


Sedangkan Arsylin, dia mengangguk bingung.


Dikamar Apart...


' Benar kan dugaan ku '


Gumam Loli setelah menutup pintu kamar nya.


' Anak itu adalah anak tirinya David '


Lanjutnya sembari tersenyum miring.


' Ternyataa.. '


Loli menghempas kan tubuhnya ke ranjang.


' Aku tidak perlu harus capek-capek memikirkan, bagaimana cara nya agar dendam ku terbalaskan'


Lanjut Loli kemudian tertawa jahat.


' Permainan dimulai David '


Gumam Loli samaran, sembari menyeringai jahat.


Diruang tamu..


' Makanlah, atau perlu ku suap? '


Ujar Thanaka disela-sela aktifitas mengunyah nya.


Entah mengapa, tiba-tiba Arsylin kembali gugup.


' B-bis bisa nggak kalau makan tuh matanya fokus ke makanan! '


Ketus Arsylin dengan sedikit gugup, sebab sedari tadi Thanaka menatap nya.


' Ga bisa '


Sahut singkat Thanaka, dengan terus menatap lekat wajah Arsylin.


Arsylin berdecak kesal.


' Bisa ngga sih sedetikk aja ngga - -


' Aaaummh! '


' Makanya diem, jangan ngomel Mulu '


Celetuk Thanaka setelah berhasil menyumpal mulut Arsylin dengan sepotong daging ayam.


' Iiihhh kak!! '


Protes Aryslin tak terima, namun dengan mengunyah daging yang disuapkan oleh Thanaka.


Melihat wajah Arsylin yang lucu, yaitu marah namun dengan posisi mengunyah.


Sukses membuat nya terbahak-bahak.


Mendengar tawa Thanaka yang pecah, refleks Arsylin pun ikut tertawa.


2 Menit Kemudian...


' Arsylin.. '


Arsylin yang menyandar ke sofa menoleh.


' Hm? '


' Makan dulu '


Lanjut Thanaka yang masih sibuk mengunyah.


' Arsylin masih kenyang kak, kakak aja ya yang makan '


Sahut Arsylin, kemudian kembali bermain ponsel.


Thanaka menampilkan wajah datarnya.


' Makan gak! '


' Iihh ngga ma- - '


Melihat wajah Thanaka yang tak enak dipandang itu, seketika Arsylin peka.


Kemudian tersenyum takut.


' I-iya iya, sekarang juga Arsylin makan '


Setelah mengatakan itu, Arsylin segera meraih satu box makanan yang ada dimeja.


Mengetahui itu, Thanaka tersenyum.


' Nah gitu dong '


' Maksa! '


Batin kesal Arsylin, namun dengan wajah tersenyum sembari menggigit lalapan timun.


Mereka pun makan bersama.


Setelah selesai makan, Thanaka dan Arsylin kembali mengobrol sejenak.


Tanya Arsylin, setelah meneguk minuman nya.


Thanaka mengeryit bingung.


' Loli? '


Sedetik kemudian..


' Oh astaga, ya.. iya '


Thanaka baru teringat, jika nama itu adalah nama samaran Tante nya.


Ya walaupun ia sendiri tak tahu apa, maksud dan tujuan nya dengan menggunakan naman samaran tersebut.


Arsylin mengangguk ' Oohh '


' Tapi.. '


' Kan kak Thanaka tinggal sendirian dirumah, kenapa Tante loli ngga tinggal sama kakak aja? '


Lanjut Arsylin penasaran.


' Dia ngga mau '


Arsylin mengeryit.


' Ngga mau gimana? '


' Ya.. Tante tuh pengen tinggal diarea yang deket sama cafe nya '


' Cafe yang kita kunjungi waktu itu loh '


Arsylin mengangguk.


' Terus? '


' Ya karena alamat rumah kakak lumayan jauh dari cafe milik dia.. jadi ya, terpaksa Tante cari tempat tinggal yang lebih deket aja gitu sama cafe nya '


Lagi-lagi Arsylin mengangguk.


' Lagi pula kan, kasihan dia kalau harus bolak balik dari jarak yang cukup jauh juga kan? '


Arsylin mengangguk setuju.


' Nah.. maka dari itu, Tante lebih pilih tinggal di sini '


Jelas Thanaka panjang lebar.


' Lalu, kenapa ngga kak Thanaka aja yang ikut tinggal disini? '


Lanjut Arsylin penasaran.


Thanaka menghela nafas.


' Saya kan dinas nya di Jakarta pusat, kejauhan dong kalau harus ikut dan tinggal disini '


' Oh iya ya..'


' Kasian.. eh kok kasian? '


Batin Arsylin.


' Kamu aja yang tinggal sama saya gimana? '


Goda Thanaka.


Arsylin mengeryit.


' Idih! Ngarep! '


Ledek Arsylin.


Thanaka berdecak.


' Jangan jual mahal seperti itu... '


' Kebanyakan cewe yang suka jual mahal diawal, akan laku pada akhirnya '


Sontak Arsylin mengeryit geli.


' Iiih! Ya mungkin memang benar, tapi untuk cewek-cewek diluaran sana.. bukan aku! '


Sahut Arsylin dengan wajah meledeknya.


Sontak Thanaka gemas, kemudian menggelitiki pinggang Arsylin.


' Ah! Kak, gelii ihhh! '


' Ahahaha kak Thanaka stop ih! '


'Akh! '


' Rasain tuh makanya '


Arsylin memukul punggung Thanaka.


' Sakit Arsylin '


Cicit Thanaka, namun dengan wajah jahilnya.


' Sukurin! '


Celtuk Arsylin sembari tertawa.


Sejenak Thanaka menikmati pemandangan indah dihadapan nya.


' Arsylin.. Arsylin '


' Kau sukses membuat ku jatuh hati '


Batin Thanaka.


' Tuh kan mulai lagi iihh kak stop! '


Arsylin menepis tangan Thanaka yang hendak menyentuh lengan nya.


' Arsylin '


Panggil Thanaka, sontak Arsylin menoleh dengan masih tertawa kecil.


' Apa?! '


Ketus Arsylin.


' Pasti mau gelitikin lagi nih '


Arsylin spontan meringkuk kan tubuhnya, menghindari Thanaka.


* 💘 NEXT 💘 *