
Kemudian berdecak.
' Tante gangguin deh ah, orang masih mau mesra-mesraan juga! '
Adu Thanaka pada Arsylin.
Sontak Arsylin terkekeh.
' Husstt, ngga papa.. '
Sahut Arsylin lembut.
' Lagian tadi Tante loli udah rela jagain aku selama kakak belum datang loh..'
' Masa giliran Tante minta tolong, kakak ga mau? '
Thanaka menghela nafas berat.
' Yaaah kan... '
Keluh Thanaka.
' Harus di tunda lagi deh '
Sontak Arsylin terkikik.
' Ya kan nanti bisa sayang, kan kamu pulang kan. Emangnya mau nginep disana? Gitu? '
Ledek Arsylin.
' Ya engga sih yang '
Namun dilain sisi, Arsylin mempunyai firasat bahwa Thanaka tidak akan pulang lagi kerumah.
' Cuma kan aku masih pengen berdua-duaan cama kamuuuuhhh '
Arsylin tertawa kecil.
' Kenapa hatiku ngerasa kaya.. kak Thanaka nanti ngga pulang kesini ya?! '
Batin Arsylin.
' Sayang? '
Sontak Arsylin tersadar.
' I-iya iya kenapa sayang ku? '
' Peyuukk '
Thanaka dengan manja merentangkan kedua tangannya.
Arsylin tertawa, kemudian memeluk suami manja nya itu.
' Aaaa lhopp yuuu mama asliinnn '
Ujar Thanaka manja, sembari memeluk erat tubuh istri nya.
Arsylin terkekeh.
' Udah sana gih.. entar dompetnya ditungguin loh sama Tante loli '
Thanaka berdecak sebel.
' Iya-iya iyaaa '
' Yauda pamit, mau ambil dompet dulu bentar ya '
' Mmuach mmuach mmuach mmuuaachh '
Arsylin hampir kehabisan nafas, karena Thanaka menyerang nya dengan ciuman bertubi-tubi di wajahnya.
' Eeemmmh '
Arsylin mengelap bekas ciuman Thanaka.
' Bau! '
Omel Arsylin, Thanaka malah terbahak.
Kemudian beranjak menuju alamat yang dikirimkan oleh Lhevia.
15 Menit Kemudian..
' Ini alamat nya '
Gumam Thanaka, kemudian turun dari mobilnya.
Tok tok tok
' Permisi '
Thanaka mengetuk pintu rumah itu.
Tak lama kemudian muncul seorang wanita cantik yang berusia tak jauh dengan usia Arsylin.
Thanaka mengeryit.
' Shelly? '
Shelly tersenyum, antara berani dan gugup.
' Malam pak Thanaka '
Salam Shelly ramah.
Thanaka tersenyum.
' Malam, btw.. bener kamu yang menemukan dompet milik Tante saya? '
Tanya Thanaka to the point, seketika Shelly gugup.
' I-itu iya betul pak.. em i-i itu dompetnya ada didalam, mari pak '
Thanaka menghela nafas lega.
' Syukurlah.. ah! Tidak usah, makasih, saya menunggu disini saja '
' Ngga papa kok pak, yuk masuk dulu '
Ajak Shelly ramah.
Namun Thanaka kembali menolaknya.
' Ngga papa pak, masuk aja dulu. Saya bikinin minum bentar '
' Eh eh ngga usah, makasih banyak. Saya mau langsung pulang aja, soalnya udah malem juga '
Tolak Thanaka ramah.
' Yah pak, ngga papa lagian bentaran aja kok. Saya juga kan, pengen ngobrol sama dosen favorit saya'
Lanjut Shelly dengan ramah.
Karena tak enak terus menolak, kini Thanaka menerima tawarannya.
Mereka pun masuk kerumah Shelly.
Didalam..
' Silahkan diminum dulu pak '
Shelly menjamu Thanaka dengan kopi susu kerusakan Thanaka.
' Ya ampun Shelly, kenapa repot-repot sekali? '
Shelly tersenyum.
' Engga kok pak '
' Yasudah, saya minum dulu ya '
' Ah iya silahkan pak '
Thanaka pun meminum, sedikit demi sedikit kopi susu buatan Shelly.
' Maafin Shelly ya pak '
' Shelly terpaksa melakukan ini '
Batin Shelly.
Setelah menghabiskan kopi buatan Shelly, Thanaka dan Shelly mengobrol sejenak.
' Oh iya, kenapa setiap di kampus saya jarang melihat kamu ya Shelly? '
Shelly tertawa.
' Bapak kan ngga masuk kelas saya pak, jelas kita-'
' Awh! '
Thanaka memegangi kepalanya, penglihatannya kabur.
Shelly berubah menjadi panik.
' Pak! Pak Thanaka tidak papa? '
Panik Shelly.
' Akh! Kenapa.. tiba-tiba kepala saya pusing sekali ini? '
' A-ap apa? Pusing pak? '
' Apa ini pengaruh obat perangsang tadi? '
' Masa iya reaksinya secepat ini?! '
' Atau jangan-jangan aku ngasih nya kebanyakan?!'
Batin panik Shelly.
' Aakhh! - - '
' Aaa! Ah ya ampun pak! '
Panik Shelly menjadi-jadi, karena kini Thanaka menahan rasa pusing nya sampai duduk dilantai.
' Pak mari saya bantu - - '
' Shelly.. ahh '
Thanaka menarik Shelly ke pelukannya, Shelly melotot.
' Ah! Pak! Mari saya bantu '
Shelly membantu Thanaka berdiri.
Thanaka kembali segar, dan segera menjaga jarak dari Shelly.
Namun ia dapat merasakan dengan jelas, hawa tubuhnya mendadak panas.
Sama seperti dirinya saat bergairah.
' Ada apa dengan tubuh ku?! '
' Kenapa aku merasakan tiba-tiba hasrat ku bergejolak ?! '
Batin Thanaka bingung, dengan terus mencoba menstabilkan kondisi tubuhnya.
' Pak '
Lirih Shelly.
Thanaka menoleh.
' Shelly '
Thanaka menatap Shelly, Shelly seketika menjadi takut.
' Pak, apa bapak mau istirahat sejenak di kamar saya? '
Thanaka mengeryit.
' Ah! M-mak maksud saya, agar bapak istirahat sejenak.. agar rasa pusing nya sedikit mereda '
Rayu Shelly.
Thanaka terdiam, merasakan gejolak dalam dirinya semakin menjadi.
' Pak '
Lirih Shelly.
' Mari saya antar ke kamar saya '
Lanjut Shelly takut-takut.
Shelly pun segera membawa Thanaka masuk ke kamarnya.
Didalam kamar..
Thanaka segera menjatuhkan tubuhnya ke ranjang empuk Shelly.
Sejenak ia terpejam.
' Aduuhh! Gimana ini?! '
Gumam Shelly panik.
' Masa iya sih aku ngejebak dosen ku sendiri?! '
Gumam Shelly bingung.
' Tapi kalau ngga dengan cara ini - - '
' Shelly '
Suara serak Thanaka memudarkan kepanikan Shelly.
Dengan takut-takut, Shelly mendekat ke Thanaka.
' I-iya pak? '
Cicit Shelly.
Thanaka membalik tubuhnya, menjadi menghadap Shelly.
Sontak Shelly menelan salivanya, mendapati dosen terfavorit se kampus nya.
Kini tengah terbaring diranjang nya.
' Apa kau mencampurkan sesuatu kedalam kopi ku tadi? '
Sontak Shelly melotot takut.
Kemudian dengan cepat menggeleng.
' T-tidak kok pak '
Bohong Shelly.
' Memangnya kenapa pak? '
Shelly basa-basi.
Mendengar jawaban Shelly, sontak Thanaka segera bangkit dari tidurnya.
' Apa kau berbohong?! '
Tanya Thanaka memastikan, sontak Shelly kembali menggeleng.
' Aakhh! Ada apa dengan ku?! '
Keluh Thanaka, Shelly sejujurnya tidak tega melihatnya.
Tapi apa boleh buat, uang puluhan juta pun sudah ia gunakan untuk shopping.
Setidaknya ia tak akan mengkhianati Lhevia dan Axell yang sudah mempercayakan dirinya.
Dengan berani, Shelly mendekat ke Thanaka yang terus meresah dihadapannya.
' Pak '
Panggil Shelly dengan nada bicara yang dibuat-buat.
Sontak Thanaka menatap Shelly, dengan tatapan aneh.
' Apa yang sedang bapak rasakan? '
Lanjut Shelly, namun kini tangan kirinya merayap nakal di dada bidang Thanaka.
Thanaka segera menepis tangan Shelly.
' Saya tau ini pasti ulah mu! '
Bentak Thanaka yang sudah menjadi-jadi gairah nya disana.
Shelly tersenyum miring.
' Ulah saya gimana pak? '
Tanya Shelly pura-pura tak tahu.
' Memangnya saya ngapain bapak? '
Lanjut Shelly nakal.
Thanaka hampir mendesah, namun dengan cepat didorong nya tubuh Shelly dari hadapannya.
Sontak Shelly terjatuh ke ranjang.
Namun bukannya takut, Shelly malah semakin menggoda Thanaka.
Dengan menciptakan gerakan-gerakan sensual diatas ranjang.
Thanaka tak henti-hentinya mengumpat dalam hati.
' ****! '
' Apa dia sengaja menggoda ku?! '
Batin Thanaka meracau.
' Pak.. saya tau, bapak sedang menginginkan sesuatu bukan? '
Ucap Shelly dengan nada bicara manja nya.
' Shelly! Kenapa kau seperti cacing kepanasan?! '
Celetuk Thanaka jijik, namun sejujurnya ia sama sekali tak dapat menahan hasratnya lagi.
Bukannya merespond, Shelly malah membaringkan kembali tubuhnya ke kasur.
Kemudian sedikit menarik dasternya keatas, sehingga terlihat paha putih mulus tanpa bulu milik Shelly.
' Oh ****! '
Umpat Thanaka lagi dan lagi, dalam batinnya.
' Shelly apa kau sengaja menggoda ku?! '
Bentak Thanaka serius.
Shelly terkekeh.
Kemudian duduk, dengan posisi sedikit membuka kedua pahanya.
Thanaka melotot mendapati posisi Shelly dihadapannya.
' Pak Thanaka.. aku bukan sedang menggoda mu '
' Tapi aku tau betul, apa yang tengah bapak rasakan saat ini.. '
Sahut Shelly nakal.
' Kalau bapak ingin melakukannya sekarang..'
Shelly bangkit, mendekat ke Thanaka.
' Bapak bisa kok main sama saya malam ini '
Bisik Shelly nakal.
Sontak Thanaka geram, kemudian memutar kasar tubuh Shelly menjadi mentok ke dinding.
Shelly hanya tersenyum miring.
' Saya tau akal-akalan busuk wanita seperti mu Shelly! '
Bentak Thanaka lagi dan lagi.
Shelly hanya tersenyum.
' Kau pasti telah mencampurkan sesuatu ke minuman ku tadi kan?! '
' Sudahlah pak..'
Tangan Shelly sengaja ia lingkarkan ke pinggang Thanaka.
Thanaka melotot.
' Kalau memang bapak sedang berhasrat.. Katakan saja '
' Saya siap kok melayani bapak '
Sambung Shelly, Thanaka terdiam.
' Apalagi.. '
Shelly terus maju, agar Thanaka terus mundur hingga ke ranjang.
' Dirumah ini hanya ada kita pak '
Lanjut Shelly, kemudian mendorong tubuh Thanaka.
Membuat Thanaka terjatuh ke ranjang.
Dengan segera Thanaka hendak bangkit, namun Shelly lebih dulu mengunci pergerakannya.
Ya. Shelly sudah menaiki nya.
' Katakan sekarang juga pak, apakah bapak ingin bermain dengan saya malam ini? '
Tawar Shelly nakal.
Karena posisi Shelly membungkuk diatasnya, Thanaka dapat melihat dengan jelas buah dada besar yang terbungkus bra hitam dan tergantung sempurna didada Shelly.
Thanaka menelan salivanya.
' Jika benar mau, ayo kita lakukan sekarang '
' Saya jamin bapak akan segera mencapai kepuasan bersama saya.. '
Thanaka berfikir sejenak.
' Aku memang sedang berhasrat '
' Tapi apa mungkin aku akan mengkhianati Arsylin malam ini?! '
' Tapi jika dilihat-lihat.. tubuh Shelly memang sangat menggoda '
Lagi-lagi Thanaka menelan salivanya.
' Aahh '
Shelly mendesah manja saat berhasil menggesekkan milik nya ke celana Thanaka.
Sontak Thanaka melotot hendak bangkit, namun dengan cepat Shelly melahap bibir Thanaka.
Dilumat nya dengan agresif.
Thanaka hendak berontak, tapi jujur kini gairah nya semakin menjadi.
Apalagi permainan Shelly sangat luwes.
' Ouhh '
Thanaka mendesah, saat Shelly menduduki kejantanan nya yang sudah mengeras itu.
' Shelly kau! '
Thanaka tak bisa lagi berfikir jernih.
Otaknya dipenuhi oleh pikiran-pikiran kotor, untuk segera melakukan nya bersama mahasiswi nya itu.
Saat Shelly tengah menggoyang-goyangkan pinggulnya sensual.
Thanaka dengan cepat membanting tubuh Shelly ke ranjang, kemudian menindihnya.
Thanaka sudah kepalang ***** berat, ia tak bisa lagi berontak.
Akhirnya keduanya pun terbawa suasana, lalu melakukan permainan yang sedari tadi diinginkan oleh keduanya.
Semakin lama permainan keduanya, semakin panas pula permainan mereka.
Dilain sisi..
Arsylin yang sudah tertidur, tak sadar bila sang suami belum juga pulang ke rumah.
* 💘 NEXT 💘 *