
Sesampainya Dikantor Polisi
Dengan cepat pria tampan yang mengenakan jaket putih itu, turun dari mobil dan sedikit berlari masuk ke kantor polisi.
' Selamat siang pak, ada yang bisa kami bantu? '
Tanya salah seorang satpam yang menjaga pintu kantor polisi.
Kemudian Thanaka dengan cepat dan jelas menjelaskan, bahwasanya dirinya ingin membuat laporan penculikan terhadap Arsylin.
30 Menit Kemudian
' Bagaimana pak? '
' Apa bapak bisa melacak keberadaan teman saya? '
Tanya Thanaka sedikit panik.
' Harap bersabar ya pak, kami sedang dalam proses pelacakan teman bapak tersebut '
' Bapak bisa duduk dulu untuk menunggunya sebentar ya pak '
Sahut ramah salah seorang polisi yang bertugas disana.
Thanaka hanya mengangguk paham.
' Bertahan lah Arsylin sebentar lagi kami datang untuk mu! '
20 Menit Kemudian
' Pak kemari lah '
Mendengar itu, Thanaka segera bangkit dari duduknya menghampiri meja polisi yang sedari tadi melacak keberadaan Arsylin.
' Bagaimana pak? '
Tanya Thanaka penasaran, berharap polisi dapat menemukan jejak Arsylin.
' Menurut penelitian kami melalui nomor ponsel teman Bapak.. '
' Teman bapak ini dibawa ke sebuah hotel besar yang jauh dari lokasi kita saat ini '
Sontak Thanaka terkejut.
' Hotel?! '
' Jangan sampai orang-orang itu menyakiti Arsylin! '
Batin Thanaka semakin panik.
Sebab setau dirinya, untuk apa para pria itu menculik dan membawa Arsylin ke sebuah hotel kalau bukan untuk melancarkan aksi bejat mereka.
' Ah pak! Tunggu apa lagi, segera kita selamatkan teman saya ! '
' Dia dalam bahaya pak! '
Para polisi didepannya dengan serentak mengangguk setuju.
Dengan cepat dan sigap, Thanaka bersama beberapa polisi segera meluncur ke alamat tujuan.
Pukul : 19.45
Dubrak!
' Xell gawat Xell ! '
Seru salah satu sahabat yang juga termasuk rombongan Axell, setelah mendobrak pintu kamar hotel.
Matanya sempat membulat mendapati sahabat nya tengah merangkak diatas Arsylin.
Sontak Axell melompat dari ranjang.
' Sial! Kenapa kau masuk bodoh! '
' Bukankah sudah ku bilang tadi.. jangan masuk sebelum ku perintah!! '
Umpat geram sekaligus kaget Axell, dengan membiarkan ****** ******** terpampang jelas dihadapan sahabat nya.
' S-sorry sorry... '
Lirih Rio.
Dapat dilihat raut wajah Axell memerah malu.
' Tapi ini gawat Xell, kita harus cepat pergi dari sini sebelum terlambat! '
Lanjut Rio masih dengan mimik wajah tak enaknya pada Axell.
Sontak Axell menggeleng dan tertawa.
' Apa kau gila hah?! '
Protes Axell tak terima.
Rio membuang nafas kasar.
' Apa kau tuli hah! '
' Harus kubilang berapa kali ini gawat!! '
' Dibawah sana ada rombongan polisi yang berjalan mengarah kesini bodoh! '
Umpat Rio geram.
Sontak Axell melotot tak percaya.
' Polisi?! '
' Sejak kapan hotel ini dimasuki polisi?! '
Tanya Axell tak percaya, sebab hotel yang dirinya pilih adalah hotel yang tidak pernah di grebek oleh polisi.
' Ah sudahlah! Susah bicara dengan mu Xell Axell ! '
Kesal Rio yang hampir berlalu meninggalkan Axell.
Namun dengan cepat ditahan Axell.
' Jawab Yo, apakah benar ada polisi mau kesini?!'
Tanya Axell memastikan.
' Iya Axell astagaaa! '
' Jika kau masih ingin melanjutkan nya silahkan saja. Biar kau tertangkap lalu dipenjara. Aku sih tak mau! '
Celetuk Rio.
' Dan.. kurasa pria yang tadi kau hubungi juga ikut kesini '
Lanjut Rio dengan wajah se serius mungkin, namun Axell masih belum sepenuhnya percaya.
' Kau tidak bercanda kan?! '
Tanya Axell lagi dan lagi, sembari dengan cepat mengenakan kembali pakaiannya.
Rio melotot tak percaya.
Harus dengan cara apalagi dirinya menjelaskan bahwa memang benar ada polisi disana.
' Sekali lagi kau tanya begitu pada ku, ku tinggalkan kau sekarang ! '
Ancam Rio geram.
' L-lalu.. mana anak yang lain?! '
' Mereka sudah dulu lari ke parkiran! - - '
' Apa!! '
' Sial! Berani-beraninya mereka lari sendirian tanpa memikirkan nasib ku! '
Batin geram Axell pada rombongan nya.
' Ini semua pasti karena aku tadi menghubungi pria bodoh itu! '
Batin Axell panik.
' Tampaknya memang kau ingin masuk penjara sobat! '
Ketus Rio, sebab mendapati sahabat nya malah terdiam.
' Ei! I-iya iyaa! '
Axell bergegas mengenakan jaket dan sepatu nya.
Sejenak ditatapnya wajah Arsylin yang tengah tertidur pulas, dari arah samping.
' Akh!! Rencana ku hari ini harus gagal karena pria dan polisi bodoh itu! '
Umpat Axell dalam hati.
' AXELL !! '
' O-OKE OKEEE !! '
' Ayo kita pergi! '
Keduanya pun berlari meninggalkan Arsylin disana.
* 💘 NEXT 💘 *