T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 17 '



Sesampainya Dikantor Polisi


Dengan cepat pria tampan yang mengenakan jaket putih itu, turun dari mobil dan sedikit berlari masuk ke kantor polisi.


' Selamat siang pak, ada yang bisa kami bantu? '


Tanya salah seorang satpam yang menjaga pintu kantor polisi.


Kemudian Thanaka dengan cepat dan jelas menjelaskan, bahwasanya dirinya ingin membuat laporan penculikan terhadap Arsylin.


30 Menit Kemudian


' Bagaimana pak? '


' Apa bapak bisa melacak keberadaan teman saya? '


Tanya Thanaka sedikit panik.


' Harap bersabar ya pak, kami sedang dalam proses pelacakan teman bapak tersebut '


' Bapak bisa duduk dulu untuk menunggunya sebentar ya pak '


Sahut ramah salah seorang polisi yang bertugas disana.


Thanaka hanya mengangguk paham.


' Bertahan lah Arsylin sebentar lagi kami datang untuk mu! '


20 Menit Kemudian


' Pak kemari lah '


Mendengar itu, Thanaka segera bangkit dari duduknya menghampiri meja polisi yang sedari tadi melacak keberadaan Arsylin.


' Bagaimana pak? '


Tanya Thanaka penasaran, berharap polisi dapat menemukan jejak Arsylin.


' Menurut penelitian kami melalui nomor ponsel teman Bapak.. '


' Teman bapak ini dibawa ke sebuah hotel besar yang jauh dari lokasi kita saat ini '


Sontak Thanaka terkejut.


' Hotel?! '


' Jangan sampai orang-orang itu menyakiti Arsylin! '


Batin Thanaka semakin panik.


Sebab setau dirinya, untuk apa para pria itu menculik dan membawa Arsylin ke sebuah hotel kalau bukan untuk melancarkan aksi bejat mereka.


' Ah pak! Tunggu apa lagi, segera kita selamatkan teman saya ! '


' Dia dalam bahaya pak! '


Para polisi didepannya dengan serentak mengangguk setuju.


Dengan cepat dan sigap, Thanaka bersama beberapa polisi segera meluncur ke alamat tujuan.


Pukul : 19.45


Dubrak!


' Xell gawat Xell ! '


Seru salah satu sahabat yang juga termasuk rombongan Axell, setelah mendobrak pintu kamar hotel.


Matanya sempat membulat mendapati sahabat nya tengah merangkak diatas Arsylin.


Sontak Axell melompat dari ranjang.


' Sial! Kenapa kau masuk bodoh! '


' Bukankah sudah ku bilang tadi.. jangan masuk sebelum ku perintah!! '


Umpat geram sekaligus kaget Axell, dengan membiarkan ****** ******** terpampang jelas dihadapan sahabat nya.


' S-sorry sorry... '


Lirih Rio.


Dapat dilihat raut wajah Axell memerah malu.


' Tapi ini gawat Xell, kita harus cepat pergi dari sini sebelum terlambat! '


Lanjut Rio masih dengan mimik wajah tak enaknya pada Axell.


Sontak Axell menggeleng dan tertawa.


' Apa kau gila hah?! '


Protes Axell tak terima.


Rio membuang nafas kasar.


' Apa kau tuli hah! '


' Harus kubilang berapa kali ini gawat!! '


' Dibawah sana ada rombongan polisi yang berjalan mengarah kesini bodoh! '


Umpat Rio geram.


Sontak Axell melotot tak percaya.


' Polisi?! '


' Sejak kapan hotel ini dimasuki polisi?! '


Tanya Axell tak percaya, sebab hotel yang dirinya pilih adalah hotel yang tidak pernah di grebek oleh polisi.


' Ah sudahlah! Susah bicara dengan mu Xell Axell ! '


Kesal Rio yang hampir berlalu meninggalkan Axell.


Namun dengan cepat ditahan Axell.


' Jawab Yo, apakah benar ada polisi mau kesini?!'


Tanya Axell memastikan.


' Iya Axell astagaaa! '


' Jika kau masih ingin melanjutkan nya silahkan saja. Biar kau tertangkap lalu dipenjara. Aku sih tak mau! '


Celetuk Rio.


' Dan.. kurasa pria yang tadi kau hubungi juga ikut kesini '


Lanjut Rio dengan wajah se serius mungkin, namun Axell masih belum sepenuhnya percaya.


' Kau tidak bercanda kan?! '


Tanya Axell lagi dan lagi, sembari dengan cepat mengenakan kembali pakaiannya.


Rio melotot tak percaya.


Harus dengan cara apalagi dirinya menjelaskan bahwa memang benar ada polisi disana.


' Sekali lagi kau tanya begitu pada ku, ku tinggalkan kau sekarang ! '


Ancam Rio geram.


' L-lalu.. mana anak yang lain?! '


' Mereka sudah dulu lari ke parkiran! - - '


' Apa!! '


' Sial! Berani-beraninya mereka lari sendirian tanpa memikirkan nasib ku! '


Batin geram Axell pada rombongan nya.


' Ini semua pasti karena aku tadi menghubungi pria bodoh itu! '


Batin Axell panik.


' Tampaknya memang kau ingin masuk penjara sobat! '


Ketus Rio, sebab mendapati sahabat nya malah terdiam.


' Ei! I-iya iyaa! '


Axell bergegas mengenakan jaket dan sepatu nya.


Sejenak ditatapnya wajah Arsylin yang tengah tertidur pulas, dari arah samping.


' Akh!! Rencana ku hari ini harus gagal karena pria dan polisi bodoh itu! '


Umpat Axell dalam hati.


' AXELL !! '


' O-OKE OKEEE !! '


' Ayo kita pergi! '


Keduanya pun berlari meninggalkan Arsylin disana.


* 💘 NEXT 💘 *