
Lalu..
Mengangguk bak anak kecil.
Sontak Thanaka melotot bahagia.
' Apa?! '
' Kau.. kau tidak sedang bercanda kan? '
Seru Thanaka bahagia.
Lagi-lagi Arsylin mengangguk, sembari tertawa kecil.
' Aku sedang tidak bermimpi kan '
Plakk
' Heii jangan gitu ih '
Arsylin terkikik geli, sembari menahan tangan Thanaka yang hendak kembali menampar pelan pipi wajahnya sendiri.
Senyuman bahagia tak luntur dari wajahnya.
' Akhirnya kau menyukai ku jugaaaa '
Sorak Thanaka heboh.
Arsylin hanya tertawa.
' Tapi.. apa kakak juga menyukai ku? '
Tanya Arsylin disela-sela kehebohan Thanaka.
Sontak Thanaka berhenti bersorak.
' Itu sudah pasti Arsylin, makanya aku tanya apakah kau menyukai ku.. sebab aku sudah lebih dulu menyukai mu '
Arsylin Tersenyum malu.
' Serius? '
Tanya nya malu-malu.
Thanaka mengangguk sembari tersenyum manis ke Arsylin.
' Aaaaa '
Arsylin menutupi wajahnya malu.
Seketika jantung nya kembali berdegup kencang.
Thanaka yang juga tengah berbunga-bunga itu pun tersenyum-senyum sendiri.
' Apa aku boleh memeluk mu? '
Arsylin terdiam.
Kemudian perlahan menurunkan kedua tangannya yang menutupi wajahnya.
Thanaka menaikkan kedua alisnya bertanya.
Arsylin menyengir, kemudian mengangguk gemas.
Sontak Thanaka langsung memeluk tubuh sexy Arsylin.
Arsylin terbahak karena geli.
Kemudian membalas pelukan Thanaka.
Keduanya pun terbawa suasana.
Menikmati aroma khas dari lawan nya masing-masing.
Thanaka sangat menyukai aroma tubuh Arsylin.
Begitupula Arsylin, ia terus tersenyum sembari sesekali mengecup leher Thanaka pelan.
5 Menit Kemudian..
Dirasa puas dengan pelukannya, keduanya perlahan melepaskan pelukannya.
Kemudian kembali bertatapan.
Thanaka dapat melihat dengan jelas, Arsylin tampak sangat bahagia diwajah nya.
Kemudian tertawa bersama an.
Pukul : 16.45
Arsylin dan Thanaka tampak sangat menikmati makanan yang mereka beli.
Tak jarang pula Arsylin meminta untuk disuapi oleh Thanaka.
Dengan senang hati Thanaka melakukan nya.
Begitupula dengan Thanaka, ia sesekali meminta untuk disuapi oleh Arsylin.
Dengan senang hati pula Arsylin menuruti nya.
10 Menit Kemudian..
Setelah puas keliling dan mengisi perut, Thanaka dan Arsylin memutuskan untuk kembali kerumah Thanaka.
Sesampainya dirumah Thanaka, Arsylin dan Thanaka melanjutkan aktifitas nya masing-masing.
Thanaka yang melanjutkan bersih-bersih tubuh nya, sedangkan Arsylin ia menonton TV sembari memakan Snack yang tadi dibelinya.
Sekaligus menghilangkan rasa bosan, selama menunggu Thanaka selesai mandi.
15 Menit Berlalu..
Thanaka dengan mengenakan set piyama Bali santai nya, bernuansa hitam.
Turun menemui Arsylin yang terlelap di sofa ruang tamu nya.
Sejenak dipandanginya wajah cantik Arsylin, kemudian diabadikan di ponselnya.
Kasihan melihat Arsylin yang tertidur karena kelelahan, Thanaka segera mengambil selimut untuk Arsylin.
Namun saat Thanaka menyelimuti Arsylin, Arsylin terbangun.
Arsylin mengeryit mendapati kain tebal dan lembut ditubuhnya.
Thanaka tersenyum hangat pada Arsylin yang masih muka bantal.
' Mau tidur dikamar? '
Tawar Thanaka.
Bukan merespon, namun Arsylin duduk sembari menguap.
Thanaka berjongkok didepan Arsylin yang masih linglung itu.
' Jam berapa ini? '
Serak Arsylin sembari menggaruk lehernya, wajahnya bingung.
Thanaka hanya menggeleng dan terkikik pelan.
' Ini sudah malam, mau pulang atau nginap disini saja? '
Tawar Thanaka lagi.
Sontak Arsylin mengeryit.
' Udah malem? '
Tanya Arsylin tak percaya.
Thanaka hanya mengangguk.
Arsylin mengucek matanya.
Kemudian melihat layar ponselnya.
Pukul : 18.20
' Makan dulu yuk? '
Ajak Thanaka, Arsylin yang sudah mulai segar mengangguk setuju.
Kemudian, mereka pun berjalan beriringan menuju dapur bersih.
Namun sebelum memulai, Arsylin meminta Thanaka untuk mengantarkan nya ke toilet.
5 Menit Kemudian..
Setelah selesai, keduanya melanjutkan aktifitasnya.
Mulai dari menyiapkan bahan makanan baru, kemudian lanjut memasak nya.
Sebab Arsylin menyarankan memasak lagi daripada memakan sisa yang tadi.
30 Menit Berlalu..
Saat Arsylin tengah mencuci peralatan makan yang kotor, tiba-tiba Thanaka memeluk nya dari arah belakang.
Sontak Arsylin terkejut.
Thanaka menelusup kan kepalanya ke leher putih bersih Arsylin.
' Kak.. '
Jantung Arsylin kembali berdebar tak karuan.
Dapat dengan jelas ia rasakan, deru nafas pelan dari Thanaka yang menyapu hangat lehernya.
' Kamu sudah pantas menjadi seorang istri ya Arsylin '
Suara serak Thanaka terdengar jelas ditelinga kanan Arsylin.
' Kurasa.. perkataan ku tadi sore tidak ada apa-apa nya, jika aku belum menikahi mu'
Arsylin menelan salivanya.
Tubuhnya seolah membeku.
' Apa kau siap jika ku nikahi diwaktu yang dekat-dekat ini? '
Lanjut Thanaka to the point.
Kemudian menatap cermin dihadapan mereka, begitupula dengan Arsylin.
Arsylin menganga tak percaya
' Nikah?! '
' Lagi-lagi kak Thanaka membahas tentang pernikahan?! '
' Apa dia sedang mabuk? '
' Atau hanya sedang nafsu saja?! '
Deg deg deg deg
Jantungnya semakin berdegup tak karuan.
' Eeeh.. ehehe kak '
Arsylin mencoba melepaskan pelukan Thanaka, kemudian berbalik badan menghadap Thanaka.
Mata mereka bertemu.
Dengan sisa-sisa keberanian nya, Arsylin mencoba buka suara.
' Pernikahan itu untuk selama-lamanya kak..'
' Kita ataupun pasangan kita.. harus betul-betul yakin dengan pilihan kita..'
Thanaka menyimak dengan senang hati.
' Sedangkan kita berdua, kita baru saja masuk ke masa-masa pendekatan '
Cicit Arsylin tak enak.
Thanaka menghela nafas.
' Memang nya.. kakak sudah yakin dengan keputusan kakak saat ini? '
Lanjut Arsylin to the point.
Thanaka mengeryit.
' Kenapa tidak? '
Arsylin menatap Thanaka.
' Saya kan sudah pernah bilang sama kamu.. '
' Diumur saya yang sekarang ini, tidak pantas lagi jika harus menjalani hubungan yang pura-pura..'
' Itu hanya akan membuang-buang waktu Arsylin..'
Arsylin terpaku.
' Sejauh ini, saya juga sudah banyak belajar dari masa-masa pendekatan saya dengan wanita saya yang dulu..'
Lanjut Thanaka dewasa, Arsylin hanya menyimak.
' Maka dari itu.. saya sudah bisa memilih dan memilah, seperti apa dan bagaimana wanita yang pantas saya nikahi '
Arsylin lagi-lagi menelan salivanya.
' Dan.. masalah yakin dengan pasangan? '
Tanya Thanaka.
Arsylin mengangguk gugup.
' Jika saya tidak yakin pada mu.. sudah dari awal saya tinggalkan kamu Arsylin.. Arsylin '
Arsylin menyengir kikuk.
' Apalagi kau sudah menabrak ku waktu itu..'
Arsylin terdiam, wajahnya panik.
' Jika aku tak menyukai mu, kau pasti sudah ku penjara kan waktu itu '
Celetuk Thanaka.
Sontak Arsylin tercengang.
Jantungnya kembali berdebar.
' Tapi kenapa saya masih dan terus berusaha untuk mendekati kamu.. '
' Itu karena saya merasakan ada sesuatu yang berbeda dari mu.. yang berhasil membuat ku tertarik untuk mendapatkan mu '
Deg
Arsylin tak bisa berkata-kata, seolah mulutnya terkunci sebab bahagia, gugup, takut, malu yang bercampur jadi satu.
Arsylin benar-benar tak menyangka, ternyata Thanaka sejauh ini menaruh perasaan padanya.
Ia kira dia hanya akan memendam perasaan nya pada Thanaka.
Namun ternyata, itu semua salah.
' Saya bisa melihat, jika kamu adalah gadis yang baik-baik '
' Tidak seperti para wanita lain yang dulu sudah pernah ku kenal ..'
Arsylin terpaku, senyuman hangat terukir jelas diwajah Arsylin.
' Ya.. walaupun kau awalnya sangat-sangat menyebalkan! '
Celetuk Thanaka lagi
Arsylin melotot.
' Tapi.. saya bisa melihat sisi baik dari diri mu '
' Kamu bukanlah tipe wanita yang nakal, seperti kebanyakan wanita jaman sekarang '
Arsylin terpaku, pipinya memerah malu.
' Jadi tidak salah jika.. '
' Saya jatuh hati pada mu '
Ujar Thanaka serius.
Sontak Arsylin lagi-lagi dibuat kaget, tak percaya, berbunga-bunga, campur aduk pokonya.
' Oke mungkin menurut mu, jika seorang pria mudah mengatakan cinta pada seorang wanita..'
' Pria tersebut adalah pria yang brengsek '
' Okey saya terima jika itu penilaian mu '
Arsylin terdiam.
' Tapi saya.. sama sekali bukan pria yang ada dalam penilaian mu itu Arsylin '
Deg
' Jika saya sudah mengucap kata suka, pasti itu benar adanya.. yaitu saya serius memang benar menyukai dan pastinya ingin memilki orang tersebut.. '
' Tapi kalau saya brengsek..'
Arsylin menelan salivanya.
' Mungkin sudah dari awal kamu ku tiduri '
Lanjut Thanaka serius, Arsylin melotot kaget.
' Tapi menurut saya, itu sama sekali tidak etis jika kita melakukan hubungan diluar pernikahan '
Arsylin menelan salivanya dengan susah payah.
' Karena saya tau, wanita itu lebih berharga dari apapun..'
Arsylin lagi-lagi deg-degan.
' Maka dari itu.. saya sama sekali tidak sudi jika harus merusak sesuatu yang sangat berharga tersebut '
Arsylin lagi-lagi terpaku.
' Ya ampun kak..'
' Dewasa sekali kamu '
Batin Arsylin kagum.
Sejenak keduanya terdiam, dengan saling menatap lekat.
' Tapi semua keputusan ada ditangan mu Arsylin..'
Lanjut Thanaka.
' Saya tidak akan memaksa kehendak mu '
' Mau kamu sayang, suka atau malah benci terhadap saya.. '
' Itu hak mu '
Arsylin mengeryit bimbang.
' Tapi tolong ingat baik-baik satu pesan ku ini '
Lanjut Thanaka serius, sontak Arsylin kembali menatap Thanaka.
' Saya sangat-sangat mencintai mu Arsylin '
Arsylin menganga tak percaya.
' Bahkan jika kamu meminta saya untuk membuktikan nya, oke saya sanggup '
' Akan saya buktikan dengan menikahi mu sekarang juga '
Arsylin masih shock, antara bahagia, kaget, berbunga-bunga, malu, bahkan sampai sedikit tak percaya, jika Thanaka akan berkata seperti itu.
Matanya berkaca-kaca.
' Karena memang tujuan saya sejauh ini mendekati mu ya hanya satu.. '
' Ingin menjadikan mu sebagai istri pilihan ku Arsylin '
Air mata bahagia Arsylin menetes.
' Tapi.. jika kamu belum siap, saya akan menunggu mu sampai kam- - '
' Saya siap '
Potong Arsylin cepat, sembari tersenyum disela-sela tangis haru nya.
Mendengar itu sontak Thanaka melotot bahagia.
Matanya berkaca-kaca.
' K-kam kamu.. kamu siap menjadi istri ku Arsylin?! '
Tanya Thanaka meyakinkan.
Sontak Arsylin mengangguk cepat sembari tersenyum hangat.
' YESS!!! terimakasih Tuhaann '
Seru Thanaka bahagia bercampur aduk.
Arsylin terkikik dengan tangis haru nya.
' Terimakasih Arsylin.. terimakasih '
Ucap Thanaka tulus, kemudian memeluk Arsylin dengan erat.
Dengan cepat Arsylin membalas pelukan itu.
Keduanya pun menangis bahagia disana.
Thanaka benar-benar tak menyangka bila dirinya berhasil mendapatkan wanita pilihannya.
Ia juga tak menyangka, hatinya akan terpati pada gadis cantik yang jauh lebih muda darinya.
Begitupula dengan Arsylin, ia sama sekali tak menyangka akan menua bersama dengan pria asing yang dulu tas sengaja ditabraknya.
Keduanya terus berpelukan sembari terisak haru.
Sesekali Thanaka mengecup tulus kening Arsylin, Arsylin hanya tersenyum dengan Isak tangisnya.
' J-jadi.. kita akan menikah? '
Cicit Arsylin malu.
' Harus!.. itu harus Arsylin '
Sahut Thanaka dengan sesegukan, kemudian mengeratkan pelukannya.
Sontak Arsylin tersenyum bahagia, kemudian membalas mempererat pelukan Thanaka.
* 💘 NEXT 💘 *