
Dirumah sakit..
Tampak Aci dan yang lain mondar mandir panik didekat pintu UGD.
' Astaga sampai lupa! '
Gumam Aci, kemudian mengeluarkan ponselnya.
Bagus yang melihat Aci seperti ingin mengabari seseorang, sontak mendekat.
' Kenapa ci? '
' Aku mau menghubungi tuan Thanaka dulu, aku terlupa tadi '
Sontak Bagus melotot.
' Eh jangan! jangan ci jangan! '
Sontak Aci menganga tak percaya.
' Kamu ini gimana sih Gus! Orang mau ngabarin malah dilarang! '
Omel Aci.
' Bukan begitu maksud ku '
' Kita kan tau, non Arsylin dan tuan Thanaka belakangan ini sedang bermasalah '
Aci terdiam.
' Apa kau tidak kasihan dengan non Arsylin, jika tiba-tiba kita mendatangkan tuan Thanaka disaat-saat seperti ini? '
Lanjut Bagus.
' Iya ya '
Gumam Aci.
' Nah makanya, besok-besok kalau mau bertindak itu dipikir dulu! '
Celetuk Bagus.
Aci mencebik kesal.
' Iya iya maaf '
KLEK
Pintu UGD terbuka.
Sontak Aci dan yang lain segera mengerubungi dokter.
' Dok bagaimana keadaan pasien dok?! '
Khawatir Aci.
Dokter menghela nafas berat.
' Untung saja bapak dan ibu cepat membawa pasien kerumah sakit. Jika terlambat, mungkin nyawa pasien tak dapat diselamatkan '
Sony Aci, Bagus dan yang lain melotot kaget.
' T-tapi.. bagaimana kondisinya saat ini dok?! '
Aci khawatir.
' Alhamdulillah, pasien sudah dalam kondisi membaik dari sebelumnya Bu '
Aci dan yang lain menghembuskan nafas lega.
' Ya walaupun kami tadinya sempat khawatir, sebab pasien kehilangan begitu banyak darah dari tubuhnya '
Aci menutup mulutnya getir.
' Tetapi karena mukjizat Allah, pasien masih bisa kami selamatkan '
Lanjut dokter sembari tersenyum hangat.
' Alhamdulillah '
' Syukurlah dok '
Seru lega Tri dan yang lain.
' Terimakasih banyak dok, dan apakah kami sudah boleh masuk untuk menemuinya dok? '
Sambung Aci tak sabar bertemu Arsylin.
' Sama-sama Bu '
' Boleh Bu, tapi jika pasien sudah siuman.. segera kabari saya ya, saya takut jika pasien kembali mengamuk. Sebab jika pasien kembali emosi, nyawanya bisa terancam Bu '
Jelas dokter sopan.
Sontak mereka pun menutup mulutnya terkejut.
' Baik dok '
Sahut Bagus.
Setelah berpamitan, dokter pun berlalu dari UGD.
Kemudian disusul oleh Aci dan yang lain masuk ke dalam UGD.
Aci menatap nanar wajah pucat Arsylin dengan dihiasi kedua mata sembabnya, yang terbaring tak berdaya di ranjang UGD.
' Ya ampun non '
Cicit Aci menangis.
Sedang semua pria rekan kerjanya, hanya menatap lesu dan sedih kearah Arsylin.
Ditengah-tengah Isak tangisnya, Aci dikejutkan dengan suara notifikasi dari ponselnya.
Dengan masih sesegukan, Aci meraih ponselnya yang ada disaku seragam kerja nya.
Sontak Aci terdiam.
' Tuan Thanaka menelfon?! '
Batin Aci panik.
Aryo yang sadar akan sikap Aci, segera bertanya.
' Kenapa ci? '
Tanya Aryo penasaran.
' In-ini, tuan Thanaka menelfon '
Sontak semua rekan kerjanya menoleh.
' Tuan Thanaka menelfon?! '
Sahut Bagus.
Aci mengangguk.
' Lebih baik diangkat saja dulu, tapi jangan bilang jika non Arsylin masuk rumah sakit '
Tegas Bagus.
Aci mengangguk ragu.
Kemudian menerima panggilan suara dari tuan nya.
' Halo bi?! '
Suara Thanaka terdengar panik.
' I-iya halo tuan? '
Gugup Aci.
' Kalian dimana sekarang?! '
Tanya Thanaka to the point.
Aci melotot panik, namun Aryo dan yang lain memberikan kode : ' Jangan bilang kita dirumah sakit! '
' Eee ehehe ini tuan, kami sedang pergi ke luar. Ada apa ya tuan? '
Aci mengalihkan pembicaraan, dan di acungi jempol oleh Aryo dan yang lain.
' Jangan bohong kamu! '
Tegas Thanaka, Aci meringis takut.
' Tadi saya ke mansion, tapi tidak ada satu orang pun disana '
Aci menelan salivanya.
' Lalu saat saat hendak ke kamar nya Arsylin, saya terpeleset darah yang bercucuran ditangga '
Bagus melotot terkejut, begitupula dengan yang lain.
' Karena saya penasaran, saya langsung naik ke kamar Arsylin '
' Saya kaget sekali mendapati kamar Arsylin yang berantakan, bahkan banyak pecahan kaca juga disana '
' Dan satu lagi, banyak darah yang bersimbah dikamarnya! '
Aci kembali menelan salivanya. Kemudian melirik takut kearah teman-tema nya.
' Saya sangat yakin, ini pasti ada hubungannya dengan ketidak adaan nya kalian di mansion. Iya kan?! '
Aci semakin panik. Sedangkan yang lain, malah sibuk gameratapi nasibnya masing-masing jika Thanaka sampai tau ia dibohongi.
' Kenapa diam?! '
Aci terkesiap.
' Cepat katakan, dimana kalian sekarang?! '
' Dan apa sang sudah terjadi pada Arsylin, kenapa kamarnya hancur berantakan begitu?! '
' Banyak darah lagi! '
Lanjut Thanaka panik.
' E-em itu a-anu tuan--'
' To the point! '
' Aku tak punya banyak waktu! '
' Karena aku akan segera kesana. Untuk memastikan, istriku baik-baik saja atau tidak! '
Potong tegas Thanaka.
Karena Aci tak tahu harus menjawab apa, Bagus segera meminta ponsel Aci.
' Biar aku yang bicara '
Bisik Bagus, kemudian Aci mengangguk lalu memberikan ponselnya pada Bagus.
Sebisa mungkin bagus mengalihkan pembicaraan.
Namun lagi-lagi Thanaka menyangkal, dan terus mendesak mereka untuk berkata jujur.
Karena Thanaka terus tak percaya akan semua alasan mereka, Bagus segera memutar otak.
Mencari ide, yang pastinya kebohongan lagi. Namun kali ini harus lebih kuat. Agar Thanaka berhasil mempercayai nya.
' Atau mungkin maling ya tuan?! '
Bohong Bagus dengan ide barunya.
Aci dan yang lain mengeryit, belum paham apa maksud temannya itu.
Diseberang sana, Thanaka mengeryit tak percaya.
' Jangan bawa-bawa maling kamu gus! '
' Lebih baik cepat katakan dengan jujur, kalian dimana?! '
Ulang Thanaka lagi dan lagi.
' Ini saya sudah berkata sejujur-jujurnya loh kepada tuan '
Sahut Bagus santai, agar Thanaka percaya.
' Bahkan tadi Aci juga sudah mengatakan bukan, jika kami sedang berada diluar? '
Thanaka berdecak.
Tak sampai disitu, Bagus terus berusaha membuat Thanaka yakin padanya.
Bahwa dirinya dan yang lain, dan pastinya juga Arsylin. Dalam keadaan aman.
Setelah melalui perdebatan yang cukup lama.
Akhirnya Thanaka pun percaya pada Bagus.
Dan mereka semua sekongkol, akan menjaga Arsylin dari Thanaka, selama masih sakit ini.
Bahkan mereka juga memberitahukan kabar ini pada Diana dan David yang kini tengah berkunjung ke Bandung.
Sontak Diana dan David khawatir dan akan segera pulang menemui sang putri.
Namun Aci segera mengatakan pada David dan Diana, bahwasanya Arsylin baik-baik saja.
Aci pun sedikit melarang Diana dan David yang hendak pulang.
Karena ia tak tega jika melihat Diana dan David harus pulang-pergi dari Bandung-Jakarta.
Ia menjelaskan, bahwa dirinya dan para aspri lain bersedia merawat Arsylin, selama mereka tak ada.
1 Minggu Kemudian..
Keadaan Arsylin yang mulai membaik.
Arsylin juga sudah mulai terbiasa tanpa kehadiran Thanaka disisinya.
Saat ia sedang menikmati segarnya udara pagi di taman mansion nya, Arsylin merasakan kerinduan yang kuat pada sang putri.
Kemudian segera memutuskan untuk menghubungi nomor sang Ibunda.
Berdering
' Haalooo mamaa '
Seru hangat Diana, sembari menghadapkan ponselnya ke sang cucu.
Sontak Arsylin tersenyum lebar.
' Hai sayaaaangg mamaa? '
' Dede lagi apa ituu? '
Tanya Arsylin dengan lucu ke putrinya.
' Baru mau mandi mam, mama lagi apa dede kangen mam '
Sahut Diana, dengan menirukan nada bicara anak kecil.
' Sama sayang, mama juga kangen '
' Oh iya ma, mama kapan pulang? '
Tanya Arsylin, sembari menyenderkan tubuhnya ke ayunan santai nya.
' Secepatnya dong sayang '
' Kebetulan juga, urusan papa sama para pemain film terbarunya udah pada beres '
' Jadi kalau tidak besok, ya lusa dede pulang ma '
Arsylin terkekeh.
' Syukurlah ma, Arsylin tunggu kedatangan kalian dirumah ya '
' Udah kangen banget soalnya '
Diana tertawa.
' Iya sayang, maaf ya mama pinjam dulu dede nya '
Sontak Arsylin tertawa kecil.
' Pinjam? '
' Bikin sendiri dong '
Arsylin tertawa renyah, begitu pula dengan Diana.
' Dasar, tunggu ya kami sayang '
' Nanti mama mau bikin banyak-banyak aama David '
' Oh boleh-boleh '
' Nanti Arsylin pinjam satu '
Keduanya pun kembali terbahak-bahak.
' Ada-ada aja mama nih, ya dek ya '
Gurau Diana pada cucunya, yang tampak sibuk sendiri dengan baju nya.
Arsylin tersenyum.
' Yaudah Arsylin, mama mau mandiin dede dulu ya? '
' Iya ma, oh iya ma '
' Nanti pulang nya hati-hati ya, jangan lupa oleh-oleh nya yaa '
Diana terkekeh.
' Iyaa sayang siap, nanti mama bawain oleh-oleh dari Bandung yang banyak '
' Yaudah, mama tutup dulu ya telfon nya? '
Arsylin mengangguk manja.
' Iya mam, daaa '
' Da sayaaaang '
Arsylin melambaikan tangan ke arah layar ponselnya.
Sontak pun membalas lambaian tangan Arsylin, sembari melambaikan tangan cucunya.
Kemudian telfon diantara keduanya pun berakhir.
Dipakai nya headset bluetooth ke kedua telinganya.
Kemudian meletakkan ponselnya ke sofa ayunan, lalu Arsylin merebahkan tubuhnya ke empuknya ayunan.
Lalau memejamkan matanya, menikmati sejuknya udara pagi yang dihiasi dengan aroma-aroma bunga segar disekelilingnya.
Ditambah lagi lagu yang didengarnya sangat-sangat mendukung suasana disana, jadi menambah sensasi tentram dihati Arsylin.
15 Menit Kemudian..
Arsylin terlelap di ayunan.
Dilain sisi..
' Mari saya antar tuan '
Ujar Aryo.
Kemudian mengantarkan Thanaka ke taman.
Saat sampai di halaman taman, Thanaka meminta pada Bagus agar jangan ada aspri yang ke taman.
Setelah itu
Thanaka menghampiri Arsylin.
Thanaka tersenyum tipis mendapati sang istri, yang ternyata sedang tidur.
' Aku sangat-sangat merindukan mu Arsylin '
Batin Thanaka, kemudian berjongkok tepat didepan wajah Arsylin.
Dielusnya dengan lembut pelipis Arsylin.
' Aku malu pada mu '
' Karena belum bisa menjadi suami yang baik untuk mu '
Batin Thanaka.
Matanya berkaca-kaca.
' Andai kamu tau aku begini karena dijebak..'
' Apa kamu bisa memaafkan ku Arsylin? '
Air mata Thanaka menetes.
Thanaka kembali mengingat kejadian beberapa waktu lalu.
' Aku sama sekali tak menginginkan hal menjijikkan itu terjadi '
' Niatku hanya ingin melaksanakan apa kata Tante Lhevia '
' Tapi ternyata..'
' Dia menjebak ku hanya untuk kepentingan nya sendiri '
' Tanpa memikirkan bagaimana perasaan ku, dan nasib pernikahan kita '
Thanaka menunduk, tangis nya kembali pecah.
Namun sebisa mungkin Thanaka mengecilkan volume suara tangisnya.
' Maaf aku Arsylin '
' Maaf kan aku '
Dada Thanaka terasa sesak.
Thanaka kembali menatap Arsylin.
' Aku tidak mau kehilangan mu Arsylin '
Thanaka menggeleng.
' Aku tidak mau '
Cicitnya kemudian tertunduk lagi.
Karena merasakan ada yang memeluknya dengan erat, Arsylin terbangun dari tidurnya.
' Kak Thanaka?! '
Katanya membulat mendapati Thanaka yang tengah terisak dengan posisi berjongkok, memeluk nya.
Sontak Arsylin mendorong tubuh Thanaka, lalu dengan cepat duduk.
Thanaka terkesiap karena tangannya ditepis oleh Arsylin.
Sontak Thanaka menoleh kearah Arsylin.
Deg
' Dia menangis?? '
Batin Arsylin sedih, benci, iba jadi satu.
' Arsylin '
Lirih Thanaka yang masih terisak.
' Ngapain kakak kesini?! '
Bentak Arsylin sengit.
' Kan sudah ku bilang, jangan menemui ku sebelum aku mengizinkan mu! '
Bentak Arsylin lagi.
Thanaka kembali menangis, namun dengan posisi menelungkup kan kepalanya ke lutut Arsylin.
Arsylin membuang wajah benci.
' Aku minta maaf Arsylin '
Ujar Thanaka disela-sela tangisnya.
' Aku sama sekali tidak menginginkan ini terjadi '
' Aku dijebak Arsylin, aku dijebak! '
Arsylin masih membuang muka.
' Aku mohon maaf kan aku '
Arsylin segera bangkit dari duduknya.
Sontak Thanaka yang masih menangis sejadi-jadinya dihadapan Arsylin, ikut berdiri.
' Sayang ma-- '
' Stop! '
Potong tegas Arsylin.
Thanaka memelas, dengan masih sesegukan.
' Mau kakak dijebak atau tidak pun itu '
' Ini sudah terjadi kan? '
Lirih Arsylin namun dengan wajah sengit nya.
' Gadis itu sudah hamil anak kamu! '
Thanaka tertunduk dengan tangisnya.
' Mau kamu minta maaf se bagaimana pun itu pada ku, luka parah di hati dan juga mental ku tidak akan bisa terobati dengan itu, kau tahu! '
Bentak Arsylin yang kembali emosi.
Thanaka menatap istrinya dengan tatapan getir.
Keduanya terdiam sejenak.
Namun saling bertatapan.
' Aku sangat mempercayai mu '
Lirih Arsylin miris.
' Tapi kau menghancurkan kepercayaan ku begitu saja, dengan menghamili wanita lain! '
Deg
Thanaka menggeleng, air matanya kembali deras.
' Dimana hati nurani mu kak?! '
' Pada saat itu aku tengah mengandung anak mu '
Lirih Arsylin dengan suara yang bergetar.
Dada nya sesak.
' Aku kira dengan hadirnya seorang malaikat kecil dalam hidup kita..'
' Kita akan semakin bahagia '
' Tapi apa?! '
Bentak Arsylin, air matanya sukses terjatuh membasahi kedua pipinya.
' Tuhan malah menghadiahi ku luka yang amat teramat sakit.. '
' Dengan kabar jika kau menghamili mahasiswi mu sendiri, tepat dihari aku melahirkan anak mu! '
Tangis Arsylin pecah, Thanaka tertunduk bersalah. Tangisnya pun semakin menjadi.
' Dimana letak hati nurani mu Thanaka?! '
' Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan ku waktu itu?! '
' Aku sakit mengetahui suami ku menghamili wanita lain '
Tangis Arsylin menjadi-jadi.
' Aku hancur kak '
Thanaka dengan tangisnya, kembali menatap Arsylin.
' Aku tidak menyangka, belum lama kita menikah..'
' Tapi Tuhan sudah mengujiku dengan sesakit ini '
Arsylin terjatuh ke ayunan.
' Hatiku sakit kak sakiiittt!!! '
Bentak Arsylin pada Thanaka yang masih berdiri dengan sesegukan dihadapan nya.
Thanaka sangat-sangat sakit melihat istrinya menangis.
Thanaka berlutut Ditanah, tepat dihadapan istrinya.
' Aku menyayangi mu '
Lirih Arsylin, dengan sesegukan nya.
' Tapi kenapa ini harus terjadi padaku? '
Cicit Arsylin miris.
Thanaka tak bisa menahan sesal dibagi, dengan cepat Thanaka memeluk Arsylin dari depan.
Arsylin tak berontak, ataupun membalas pelukan Thanaka.
Ia membuang muka kesal, dengan tangisnya yang menjadi disana.
' Aku memang brengsek Arsylin '
Lirih Thanaka disela-sela tangisnya.
' Tapi aku tidak pernah sekalipun berniat menyakiti mu '
' Aku tak mungkin menyakiti wanita sebaik dirimu '
' Andai waktu bisa putar, aku tidak akan sudi menuruti kata-kata tante Lhevia waktu itu! '
Dada Arsylin semakin sesak.
Thanaka melepaskan pelukan nya.
Kemudian menangkap kedua pipi Arsylin.
Arsylin membuang muka.
' Sekali lagi aku minta maaf sebesar-besarnya pada mu sayang '
Lirih Thanaka tulus.
Arsylin masih membuang muka.
' Aku tidak akan bisa hidup dengan tenang jika Istri ku masih marah pada ku '
Cicit Thanaka, bibirnya bergetar menahan tangis.
' Arsylin '
Dengan lembut Thanaka membimbing wajah Arsylin menghadap nya.
' Ku mohon maaf kan aku '
Melas Thanaka.
' Dan setelah ini, ayo kita perbaiki rumah tangga kita--'
PLAKK!!
Arsylin menampar keras pipi kiri Thanaka, sontak Thanaka terhuyung ke samping.
' Kalaupun aku memaaf kan kamu..'
' KAU TETAP MENJADI AYAH DARI ANAK YANG ADA DIDALAM PERUT WANITA ITU THANAKA!!! '
Teriak Arsylin geram.
' DAN AKU BENCI ITU! AKU BENCIIIII!!!! '
' Arsylin cukup!! '
Thanaka menahan kuat kedua tangan Arsylin, karena Arsylin terus menampar-nampar wajahnya frustasi.
' Jangan sakiti dirimu, ini salah ku! '
' Maaf kan aku '
Thanaka kembali memeluk Arsylin.
Ditenangkan nya Arsylin, dengan terus terucap kata maaf dari mulutnya.
Dirasa tidak akan ada waktu lagi untuk menjelaskan mengenai wanita itu.
Thanaka memutuskan untuk segera menjelaskan tentang wanita itu.
Thanaka dengan lembut menjelaskan semuanya.
Walaupun Arsylin terus berontak dan sesekali menjawab perkataan nya, Thanaka tetap dengan sabar dan lembut menjelaskan pada Arsylin.
Bahwasanya ia mengakui kesalahannya.
Karena ia lelaki yang sudah melakukan kesalahan pada seorang wanita, hingga menyebabkannya hamil.
Maka dari itu Thanaka memutuskan untuk bertanggung jawab atas semua kesalahannya.
Ya meskipun hal itu terjadi bukanlah niatan dan sepenuhnya salah Thanaka.
Tetapi karena dirinya lelaki yang bijak dan bertanggung jawab, Thanaka mengakui jika dirinya juga sudah menikahi wanita yang ia hamili itu.
Namun Arsylin yang mendengar penuturan Thanaka tersebut, sama sekali tak marah.
Sebab ia lebih dulu mengetahui kabar pernikahan mereka sebelum Thanaka menjelaskan nya.
Lalu Thanaka juga menjelaskan, bahwasanya mahasiswi nya yang tak sengaja ia hamili tersebut, memutuskan untuk menceraikan nya.
Karena ia sadar, caranya mendapatkan uang adalah cara yang sangat fatal kesalahannya.
Maka dari keputusan nya itulah, Shelly berharap Thanaka sang Dosen nya dan Arsylin dapat bersatu kembali tanpa ada dirinya diantara keduanya.
Dan Thanaka juga menjelaskan maksud san tujuannya melakukan pernikahannya dengan Shelly.
Yaitu semata-mata hanya untuk mengesahkan Shelly yang sudah dihamilinya dimata hukum dan agama saja.
Kemudian setelah acara pernikahan mereka selesai, keduanya sepakat untuk langsung mengurus surat cerai.
Tepat tanggal 6 mendatang, surat perceraian mereka sudah bisa ditandangani.
Yang artinya keduanya akan segera berpisah.
Shelly juga mengatakan akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan Arsylin dan sang suami.
Ia juga akan segera melangsungkan pernikahan nya lagi dengan kekasih asli nya.
Mendengar penjelasan Thanaka, Arsylin menjadi sedikit tenang.
Namun bukan berarti luka dihati nya sudah terobati.
Hanya saja Arsylin merasa sedikit lega, bahwasanya Thanaka sang suaminya terbukti bijaksana dan setia pada nya.
Dirasa Arsylin sudah tak berontak lagi, Thanaka perlahan melepas pelukan mereka.
Kembali digenggam nya dengan erat kedua tangan Arsylin.
Lagi-lagi Thanaka meminta maaf pada Arsylin.
Membujuk nya agar mau memperbaiki semuanya.
Sejenak Arsylin berfikir.
Kemudian mengangguk, memberikan kesempatan pada Thanaka untuk memperbaiki kesalahannya.
Sontak Thanaka yang terkejut bahagia, kembali memeluk Arsylin.
Kali ini memeluk nya dengan terus tersenyum bahagia.
Namun tidak dengan Arsylin, ia hanya membalas pelukan Thanaka. Tapi tidak dengan senyuman diwajah nya.
Masih sangat sakit hatinya untuk tersenyum, jika mengingat-ingat kejadian waktu lalu.
* 💘 NEXT 💘 *