
Diperjalanan
Arsylin mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang.
Disela-sela kesunyian didalam mobilnya.
Tiba-tiba Arsylin teringat akan kata-kata satpam pribadinya tadi pagi.
' Oh iya ya.. '
Arsylin baru teringat.
' Tadi pak Tri bilang, kalau mama ngga ngebolehin aku pulang diatas jam 8 malam.. '
' Kira-kira karena apa ya?..'
Arsylin tampak berfikir.
' Dan tumben banget mama pergi tanpa pamit dulu sama aku.. '
Sambung Arsylin penasaran.
' Apa ada hubungannya sama kejadian kemarin pagi? '
Batin Arsylin menerka-nerka dengan masih fokus mengemudi nya.
Disela-sela rasa penasarannya
Arsylin dibuat kaget sebab ada rombongan motor yang tiba-tiba muncul menghalangi jalan mobilnya.
Dengan cepat Arsylin menginjak rem kaki nya dengan kuat.
' Astaga! '
Gumam Arsylin setelah mobilnya berhenti mendadak.
' Ada apa ini?! '
Gumam Arsylin lirih mendapati para pemotor didepan nya turun dan berlari kearah mobil nya.
' Eh! Eh!.. ada apaan sih?!! '
Panik Arsylin menjadi-jadi sebab ada salah satu pemotor yang membawa Sajam disana.
' TURUN SEKARANG! - - '
' Aaa! '
Teriak takut Arsylin sebab jendela mobilnya terus digedor kasar oleh para pemotor tadi.
' Ihhh kalian siapa sihh! '
Panik Arsylin dengan terus menjauhkan dirinya dari jendela mobilnya.
' TURUN WOI! '
Bentak kasar pria yang lainnya dengan terus menggedor jendela mobil Arsylin.
Sontak Arsylin kembali teriak dibalik kedua tangan nya.
' Siapa mereka?! '
' Kenapa mereka seperti marah besar terhadap ku?! '
Arsylin menerka-nerka, sembari terus menjauh kan diri dari jendela mobilnya.
' KELUAR SEKARANG !! '
' AAA!! '
Kini Arsylin teriak sangat keras sebab pria yang membawa Sajam tadi, memukulkan sajaknya kearah jendela mobil Arsylin.
' Astaga! Kasar sekali mereka! '
Gumam Arsylin lirih dengan nafasnya yang tak karuan, sebab panik.
' Apa yang harus ku lakukan, aku dikepung! ''
Arsylin semakin panik mendapati mobilnya dikepung oleh para pria bersajam itu.
Tiba-tiba nama Thanaka terbersit dikepala Arsylin.
' Kak Thanaka! '
' Iya kak Thanaka! '
Tanpa pikir panjang lagi, Arsylin mengeluarkan ponsel dari Sling bag yang dikenakan nya.
Dengan rasa takut yang menjadi-jadi, Arsylin mencari nama Thanaka di ponselnya.
' Ayo dooongg dimana nama Thanaka! '
Rombongan pria itu terus meminta Arsylin turun dari mobil.
' Ku mohon selamatkan akuu!..'
Lirih Arsylin sembari mencari nama Thanaka di ponselnya.
' Ah! Thanaka! Thanaka! '
Tanpa babibu, Arsylin segera memencet tombol telfon suara melalui aplikasi WhatsApp nya.
DERR!!
' AAAA!!! '
Belum sempat Arsylin menempel kan ponselnya ke telinga, salah seorang pria yang mengenakan jaket merah memecahkan kaca jendela tepat disamping Arsylin.
' KELUAR SEKARANG! '
Bentak kasar pria itu kepada Arsylin sembari menarik kasar tangan Arsylin.
Karena Arsylin tak bisa melakukan perlawanan dengan satu tangan saja, terpaksa ia melempar ponselnya kearah kursi disebelah kemudinya.
' NGGA MAUU LEPASIN!!! '
Arsylin melakukan perlawanan dengan sisa-sisa keberanian nya.
' AKHH!! '
Pria yang berhasil memecahkan jendela mobil Arsylin itu, segera membuka paksa kunci pintu mobil dari arah luar.
' ENGGA! ENGGA! TOLONG JANGAANNN!!! '
Teriak Arsylin lagi dan lagi sembari melakukan perlawanan terhadap para pria yang mencoba menariknya keluar dari mobil dengan paksa.
' AYO CEPAT TURUN! '
Arsylin menggeleng kuat dengan Isak tangisnya.
' Kak Thanaka please angkat telfon ku kak! '
Arsylin terus melakukan perlawanan, hal itu membuat salah satu pria disana geram.
' AWAS! '
Bentaknya pada pria yang tidak berhasil membawa Arsylin turun dari mobil itu.
Pria berjaket merah pun memberikan jalan untuk pria lainnya yang mengenakan topeng itu.
' Turun sekarang juga, jangan sampai kami perlakukan kamu lebih kasar dari pada ini! '
Tegas pria bertopeng itu pada Arsylin yang terus menggeleng sembari menangis ketakutan itu.
Karena Arsylin terus saja menolak.
Pria bertopeng ini membuka paksa sabuk pengaman yang dikenakan Arsylin.
Kemudian menarik paksa Arsylin turun dari mobil.
' Lepasss ku mohon!! '
Rintih Arsylin yang ditarik kasar pria bertopeng tersebut.
Namun tak dihiraukan sama sekali oleh pria bertopeng itu.
Disandarkan nya tubuh sexy Arsylin kebagian depan mobilnya.
Dengan dikelilingi para pria bermotor yang membawa Sajam tadi, kini Arsylin tak dapat melakukan perlawanan lagi.
' Kau anak tiri David bukan? '
Tanya pria bertopeng tadi setelah membuka topeng nya.
Arsylin hanya menangis sesegukan disana.
' JAWAB! '
Bentak pria itu dengan mencengkram kuat rahang Arsylin.
Dengan ketakutan luar biasa, Arsylin mengangguk pelan.
Sontak pria itu melepas cengkraman tangan nya dari rahang Arsylin dengan kasar.
' Apa kau tau, ayah tiri mu itu sudah menghancurkan hidup ku! '
Lanjut pria itu dengan tatapan tajam kearah Arsylin.
Arsylin terus memalingkan wajahnya takut masih dengan tangisnya.
* 💘 NEXT 💘 "