
Pukul : 23.45
Merasa puas dengan aktivitas nya malam ini, akhirnya Arsylin memutuskan untuk kembali pulang.
Saat tiba dipertigaan area cafe, Arsylin fokus memantau keadaan jalan disekitar nya.
Memastikan tidak ada lawan yang berjalan dari arah yang berlawanan dengan nya.
Dirasa kondisi jalanan aman, Arsylin pun melanjutkan perjalanan nya.
Namun tak disangka-sangka..
BRUAKK!!
' Akh! '
CIIITT!
' Astaga! '
Arsylin terdiam, sembari melotot terkejut.
' Astaga Arsylin.. '
Arsylin dapat melihat dengan jelas, bahwa ada seorang pria tampan tergeletak di tanah.
' Kamu nabrak orang! '
Seru Arsylin panik, seketika tangannya gemetaran. Wajahnya memucat.
' Gimana ini?! '
Arsylin menoleh kesana kemari, memastikan tidak ada orang yang menyaksikan kejadian tersebut.
' Dia harus cepat-cepat aku bawa kerumah sakit '
Dengan segera Arsylin turun dari mobil, dan menghampiri pria yang tergeletak di tanah itu.
' Oh my God ! '
Arsylin semakin dibuat panik, sebab mendapati darah segar yang mengalir dari pelipis pria tersebut.
' Aaa mama gimana ini?! '
Arsylin berjongkok, mendekati pria itu.
' Kak.. kak sorry yaa.. '
Cicit Arsylin ketakutan, dengan menepuk pelan pipi pria dihadapannya.
' Heii.. bangun dong, saya minta maaf. Saya sama sekali tidak bermaksud mencelakai Kakak '
Arsylin terus mencoba menyadarkan pria tersebut.
' Astaga Arsylin! Kenapa bisa kaya gini sih?! '
Cemas Arsylin sembari menggigit ujung jarinya.
Matanya mulai berkaca-kaca sebab takut terjadi apa-apa pada si pria dihadapannya itu.
' Hei.. ayo dong bangun '
Rengek nya sembari terus menepuk pelan pipi pria tadi.
' Kamu belum meninggal kan.. '
Ucap Arsylin dengan suara yang bergetar, sembari sesekali menempelkan jari telunjuknya ke hidung si pria.
5 Menit Kemudian
' Astaga dia belum sadar juga! '
Batin cemas Arsylin.
' Apa jangan-jangan dia meninggal '
Arsylin menutup mulutnya takut.
' Ahh! enggak-enggak! '
' Dia pasti masih hidup! '
Dengan wajah panik nya, Arsylin mengedarkan pandangannya ke sekeliling nya.
Berharap tidak ada saksi atas kejadian yang menimpa nya.
' Aku harus cepat-cepat bawa dia ke rumah sakit, sebelum ada orang lain yang melihat! '
Dengan kepanikan yang luar biasa, serta rasa nekat dalam jiwa.
Arsylin mencoba menggendong pria yang tak sengaja ditabrak nya itu.
' OMG! berat bangett! '
Arsylin terus berusaha menggendongnya.
' Ayo Arsylin kamu pasti bisaaaa - - '
' Eh eh ehhh! '
Debug!
Arsylin melotot terkejut mendapati pria yang hendak ia gendong tiba-tiba terjatuh kembali ke tanah.
' Astagaa! maaf maaf maaf.. '
' Sepertinya akan sulit kalau aku harus menggendong nya sendirian.. '
' Aku butuh bantuan! '
Arsylin dengan wajah panik nya, terus mengedarkan pandangan ke sekeliling.
Berharap ada seseorang yang melintas dan akan ia mintai pertolongan.
' Ayo dong please siapapun itu bantu akuu '
Melasnya yang hampir menangis.
' Ee tapi bentar '
Arsylin terdiam.
' Kalau sampai ada orang yang tau dia korban kecelakaan, bisa-bisa aku masuk penjaraa! '
Arsylin menutup wajahnya takut.
' Aaa! Ngga ngga ngga! '
' Please dong cowo ayo banguun '
Arsylin kembali menepuk pelan pipi pria tampan yang tengah ia pangku itu.
10 Menit Berlalu
Segala upaya sudah dilakukan Arsylin agar pria yang ia tabrak nya itu bangun.
' Jalan satu-satunya adalah minta tolong '
Gumam Arsylin yang sudah menangis.
Tanpa basa-basi lagi, Arsylin teriak minta tolong.
' Tolo - - '
' Uhuk-uhuk '
Teriakan Arsylin terpotong, sebab pria dihadapannya terbatuk.
Matanya kembali melotot tak percaya.
' Eh.. hei.. '
Arsylin menepuk pelan pipi pria tampan itu.
Tampak mata seorang pria tampan itu perlahan terbuka.
Arsylin menutup mulutnya terkejut.
Kemudian melambaikan tangannya tepat dihadapan si pria.
Memastikan, si pria dapat melihat nya dengan jelas.
' Hei.. aduh sorry yaa..'
Cicitnya dengan mimik wajah yang sulit dijelaskan.
' Uhuk-uhuk '
Pria itu terus terbatuk ringan. Arsylin membantu nya untuk duduk.
' Siapa kamu? Akh! - - '
' Eh eh! Jangan dipegang! '
' Syukurlah kamu sudah sadar, sekarang juga kita harus kerumah sakit! '
Potong Arsylin sembari membopong bahu kekar pria itu.
' Siapa kamu?! '
Ulangi si pria sembari memegangi pelipisnya yang terluka.
' Apa yang sudah terjadi padaku '
' Kenapa kepala ku pusing sekali - - '
' Ssttt! Jangan banyak bicara! '
' Pusing? Apa jangan-jangan dia.. '
' Ahh jangan sampaiii! '
Arsylin kembali panik.
' Nanti akan saya jelaskan, tapi sekarang kita harus kerumah sakit dulu '
Tanpa penolakan, dengan kondisi tubuh yang masih lemas. Pria tersebut hanya menurut.
Arsylin membantu pria tersebut masuk kedalam mobilnya.
' Siapa wanita ini? '
' Dan apa yang sudah terjadi pada ku, kenapa kepala ku sakit sekali '
Batin pria disamping Arsylin bingung.
Tak tunggu lama lagi, Arsylin meluncur menuju ruang sakit terdekat.
* 💘 NEXT 💘 *