My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Louching



Kehamilan Sarah benar benar menjadi kebahagiaan banyak orang, Dimana mereka semua ikut turun tangan langsung menjaga sang Nyonya Diningrat.


Istri seorang Satria, putra tunggal dari pasangan Raja dan Ratu yang sangat terkenal di kalangan bisnis dan kalangan entertainment.


Kini, Kehamilan Sarah sudah menginjak bulan ke 9 dimana mereka tinggal menunggu detik detik nya saja.


Detik detik dimana Baby Jepun akan hadir dan melihat bagaimana dunia tempat nya akan tumbuh nanti.


Perkiraan dokter, Kurang lebih 10 hari lagi Baby Jepun akan hadir bersama mereka, Maka semua sudah di persiapkan.


Tapi aku perkiraan hanya tinggal lah perkiraan, Karena tiba tiba saja Sarah mengalami pecah ketuban yang membuat semua orang heboh, Terutama Genk anti huru hara Blok Cempaka, Mereka panik, Dan sangking panik nya mereka malah menghubungi suami nya masing masing, Bukan nya menghubungi Satria.


Dan yang lebih parah nya lagi, Pak Haji sampai meminta kepada tim kepolisian untuk membantu mengosongkan jalan untuk Sarah yang sedang di bawa kerumah sakit bersalin.


" Sarah, Gimana dek ? Mana yang sakit ? Tahan ya, Tarik nafas hembuskan...ayo lakukan lagi. " Buk Sari memberi instruksi pada Sarah layak nya dia lah bidan nya,.


Karena Mereka juga yang menemani Sarah ikut kelas kehamilan nya setiap Minggu.


Luar biasa sekali bukan persahabatan mereka itu.


" Minum dulu ya Sarah, Insyaallah bisa ngurangi rasa sakit nya, umi udah bacain doa selamat untuk kamu. " Umi Jamilah memberikan air doa yang telah di bacakan nya dan semoga bisa mengurangi rasa sakit nya.


Jangan tanyakan siapa kah supir mereka saat ini, Yang gak lain dan tak bukan adalah sang joki, Ana Sasmita .


" Sarah, Bilang kalau sakit ya, Jangan diem aja gini...Kita disini sama kamu kok. "


" Satria Buk, Aku mau Satria...Dia dimana ???" Ya ampun.


Mereka sampai melupakan suami nya Sarah, Dan kasihan sekali Sarah, Dia sampai menangis mencari suami nya.


Menahan rasa sakit nya yang mereka tau bagaimana rasa sakit nya saat kontraksi, Apalagi jika sudah pecah ketuban, Ya salam, Luar biasa sakit nya.


" Iya, Iya, Ini kita telpon suami kami ya...Jangan nangis lagi ya. " Panggilan pertama tidak di jawab Satria, Panggilan kedua juga sama, Namun saat panggilan ketiga dan ke empat juga tidak di angkat, Mereka semakin bingung, Sarah sudah menangis saja menahan rasa sakit nya.


Kini Sarah sudah sampai dirumah sakit berkat teman teman nya dan bantuan dari Pak Husni yang meminta salah satu teman nya yang duduk di kepolisian pun membantu nya.


Memang hebat jalur orang dalam ini bah !


Bukan kaleng kaleng yakan !.


" Buk, Sakit...." Rintih Sarah lagi pada teman teman nya, Dia semakin merasakan sakit nya, Dia juga sudah mendapatkan pertolongan pertama nya, tapi karena Sarah memilih untuk melahirkan secara normal, Maka dia harus sabar menahan nya.


Satria baru menyelesaikan meeting nya, Dan saat sampai di ruangan kerja milik nya, Dia baru menyadari bahwa ponsel nya tertinggal disini, Pantas saja perasaan nya sejak tadi tidak karuan.


Ternyata ini, Tapi saat dia membuka ponsel nya, Betapa kaget nya dia saat mendapatkan banyak nya panggilan dari ibu ibu Genk istri nya dan para suami nya juga.


Ada apa ini ?? Kenapa perasaan nya semakin tidak karuan saja .


Deg !


" Sarah !" Satria langsung berlari keluar ruangan nya setelah membaca pesan yang di kirim buk Rita, pada nya.


Bahwa saat ini Sarah tengah berada di rumah sakit, Karena memang akan melahirkan saat ini juga.


Tanpa kata lagi, Satria berlari keluar kantor nya dan langsung menyambar motor on yang baru saja kembali membelikan makan siang pesanan teman teman nya.


" Dit, pinjem motor nya, Istri saya mau melahirkan, pinjem ya dit. " Didit yang memang sedikit playboy walau jabatan nya hanya officeboy itu hanya mengangguk saja.


" Oke Mas. Titi DJ ya mas, Salam ke istri nya mas Satria. " Belum juga mendapatkan jawaban dari bos nya, Satria sudah melaju dengan kencang menggunakan motor Legenda milik nya.


Sepanjang jalan Satria terus saja berdoa yang terbaik untuk istri nya, Dan semoga saja dia belum terlambat untuk menanti istri nya melahirkan dan berjuang untuk anak mereka.


" Ayang tunggu aku, Baby, Tunggu Papi nak..." Satria langsung menambah kecepatan laju motor nya tanpa memikirkan lagi keselamatan nya.


" Pak Tolong, Kalau mau nilang saya nanti dulu pak, Istri saya di dalam udah mau melahirkan, saya harus menemui nya pak, Anak saya sudah mau lahir. "


" Kami mengerti tapi --"


" Biar kami yang mengurusnya Satria ! Masuk dan temani istri mu, Karena sejak tadi dia terus saja mencari mu. " Satria mengangguk mantap.


Untung ada bapak bapak Genk nya, Jika tidak bagaimana dia bisa menyelesaikan permasalahan denan polisi lalu lintas saat ini.


Brak.


" Ayang..."


" Satria,...sakit..." Satria langsung menghampiri istri nya yang menahan rasa sakit nya saat ini.


Ya Allah, Satria sampai tidak tega melihat Sarah menangis seperti ini, Rasa nya sakit sekali hati nya saat melihat mata istri nya terus saja mengeluarkan kristal bening nya.


" Sakit Satria.."..


" Istighfar ayang, Istighfar..." Sarah mengikuti apa yang di katakan suami nya.


Dia benar benar melakukan nya, Namun saat kontraksi nya semakin hebat, Sarah meremmas lengan Satria melampiaskan rasa sakit nya.


" Kita Caesar aja ya, Yuk..." Sarah menggeleng dia sudah berjuang sejauh ini, Dia tidak mau jika perjuangan nya akan sia sia saja nanti nya.


" Sabar ya, Cakar aja tangan aku kalau kamu ngerasain sakit nya. "


" Sakit...."


" Ssstt...Jangan nangis ayang, Kasihan Baby Jepun nya, Nanti dia juga ikut nangis kalau Mami nya nangis gini. "


" Hiks...Hiks...Sakit..." Satria langsung memeluk tubuh istri nya


Jika dia bisa, Pindah kan saja semua rasa sakit yang di rasakan Sarah pada nya, Lebih baik dia yang merasakan sakit nya dari pada istri nya.


" Kuat ya, Kamu kuat kok, Kamu kan Mami hebat, Mami nya Baby Jepun wanita hebat..." Di usap Satria air mata Sarah yang terus saja keluar sejak di mobil tadi.


Dia merasakan betapa luar biasa nya perjuangan seorang ibu untuk melahirkan anak anak nya, Dan kini dia merasakan nya sendiri saat ini.


" Aaauuhhh . sakit...." Sarah memegangi perut nya yang semakin terasa sakit dan melilit, Dan tim dokter,perawat dan bidan langsung memeriksa nya, dan pembukaan sempurna.


Maka dokter menyatakan bahwa Sarah siap untuk mengejan saat mendapatkan instruksi dari bidan yang akan menangani nya.


" Allahuakbar,...." Ucap Sarah dengan suara berat nya saat merasakan sakit nya semakin luar biasa.


Sementara Satria, Dia terus menggenggam erat tangan istri nya dan mengecup puncak kepala istri nya berulang kali hingga Sarah kembali berjuang di nafas kedua nya.


" Dikit lagi Yank, Kita akan bertemu Baby Jepun, Ayo semangat Yank..." Tak lama terdengar suara tangisan seorang bayi gembul, Mata sipit dan kulit seputih salju seperti milik Papi dan Mami nya.


Satria sampai meneteskan air mata nya menyaksikan bagaimana proses kelahiran anak pertama nya dengan Sarah yang penuh perjuangan ini.


Satria sangat bahagia, Karena kini, Dia dan Sarah menjadi orang tua yang lengkap dengan hadir nya seorang malaikat kecil di kehidupan rumah tangga mereka.


" Selamat datang, Arkana Dewangga Widjaya Diningrat " Ucap Satria dengan penuh rasa haru dan bahagia nya saat pertama kali menggendong putra nya dan melantunkan suara adzan pertama untuk putra nya setelah di bersihkan oleh para perawat dan tim dokter lain nya.



Arkana Dewangga Widjaya Diningrat 💙


...TAMAT...