
Sarah begitu nyaman tidur di dekat Satria yang terus memanjakan nya.
Mengusap pipi nya, Rambut nya dan bahkan juga kening nya.
Hal itu di lakukan Satria, agar tidur istri nya nyenyak dan nyaman, Walau dia juga sedang bekerja, Tapi Sarah tetap yang utama bagi nya.
Cukup lama Sarah tertidur, Akhir nya dia bangun karena merasa tubuh nya sudah baik baik saja, dan cukup nyanyi tidur siang nya.
" Ayang nya aku udah bangun ?" Sarah mendongak menatap suami nya.
Dia merapikan penampilan nya yang menurut nya berantakan karena tertidur dengan nyenyak di bawah pohon rambutan yang cukup rindang ini.
" Jan berapa ?" Sarah mode manja.
Dia malah kembali naik ke pangkuan Satria dan merebahkan kepala nya disana.
Dia memeluk pinggang suami nya lagi dan Satria tersenyum.
" Hampir dua jam kamu tidur Yank, Sejuk banget ya ? Sampek segitu nyenyak nya.?" Sarah tidak menjawab pertanyaan suami nya.
Tapi dia mengangguk saja sebagai jawaban nya.
" Bangun yuk, Kata nya mau makan rujak ? Tuh buah nya udah di panen mang Diman, aku gak bisa panen karena harus nungguin kamu tidur disini. " Akhir nya suami istri itu duduk bersama di bawah pohon rambutan tadi dan memakan rujak buah nya.
Ini benar benar segar dan mengasyikan, Sarah menyukai nya, Buah buahan nya Semua nya baru di panen dan sangat segar.
Oh tidak, Sarah tidak kuat dengan Asam nya mangga muda itu, Gigi nya seakan mau rontok semua nya.
Tapi ada yang heran di penglihatan nya, kenapa Satria tidak ikut makan rujak nya ? Lebih tepat nya bumbu ulekan nya ? Kenapa suami nya hanya memakan buah nya pakai bumbu tabur saja ?
" Kenapa Yank ? Gak enak ya bumbu nya ? mau pake ini ?" Tunjuk nya pada bumbu tabur yang sudah tersedia di piring itu.
Sarah menggeleng, " Kok gak pake bumbu ulek nya ? kenapa ?" Tanya Sarah pada suami nya.
" Hehehe...kan itu ada kacang nya Yank, Gak berani ah, Nanti jerawat aku Segede bisul lagi. gak mau aku yank. " Astaga, Sarah melupakan hal itu.
Suami nya tidak bisa makan kacang, Bukan tidak suka tapi ya menjaga jaga saja lah pikir nya lagi .
' Aku lupa, "
" Its oke ayang, Ini untuk kamu aja. Kamu kan suka, Makan deh, aku pake ini aja juga enak, seger yank. "
" Ayo makan lagi, Tapi jangan banyak banyak ya, Nanti perut kamu sakit Yank. "
" Iya, Sudah ayo masuk, Seperti nya sudah akan hujan. " Ajak Sarah.
Dan benar saja, Rintik rintik air yang turun mulai membasahi bumi dan tanah yang mereka pijak saat ini, Sarah berlari ke dalam Villa membawa tas nya dan Satria membawa barang barang lain nya.
Mereka berdua tertawa, Betapa bahagia nya Satria saat melihat senyuman indah istri nya yang semain hari semain membaik dengan terus melakukan terapi bersama. buk Rita dan kawan kawan lain nya.
Bahkan saat ini, Sarah sudah tidak terlalu takut dengan mobil putih milik Satria yang berada di rumah mereka, Berjajar rapi bersama mobil mobil lain nya.
" Dingin gak Yank ?" Tanya Satria mendekat ke arah istri nya.
Dia memasang ancang ancang untuk berlari atau menyelamatkan diri dulu dari Satria, Namun niat nya telah di baca oleh suami nya dan belum sempat Sarah berlari Satria sudah menangkap nya lebih dulu dan membawa nya ke halaman depan dengan menggendong istri nya .
" Satria !!! Apa apaan ini ?" Pekik Sarah saat Satria membopong diri nya seperti karung beras di pasar pagi saat ada bongkar muat ke gudang beras.
" Kita mandi hujan Yank, pasti seru, Ayo kita nari, Dansa deh yuk...biar romantis. " Sarah menggeleng.
" Ayo ayang, Biar seru, Kita ciptakan kenangan di setiap hari nya, Aku ingin memiliki banyak memori saat bersama kamu, Apalagi suasana mendukung gini, Ayo dansa Yank. " Satria langsung menarik tubuh Sarah dan mereka benar benar menari nari di bawah guyuran hujan yang cukup deras sore itu.
Suasana syahdu menambah kesan romantis untuk kedua nya, Bahkan dengan tak tau malu nya Satria mencium bibir istri nya di bawah guyuran hujan yang terus membasahi kedua tubuh sepasang kekasih yang di mabuk cinta dan kasih sayang itu terus memberikan kehangatan ******* dan pelukan di saat yang bersamaan.
Cukup lama mereka berciuman sampai akhir nya Satria melepas tautan bibir kedua nya dan tersenyum bahagia.
" I Love You ayang...Aku cinta kamu .." Satria mengangkat tubuh Sarah dan memegang pinggang istri nya dengan erat lalu memutar mutar tubuh istri nya dan Satria juga ikut seperti itu.
" Me too Satria..." Balas Sarah di sela sela kegiatan membahagiakan seperti saat ini yang sedang mereka lakukan.
" Ayo Yank, dansa lagi, ini romantis banget tau yank, Mang Diman, Fotoin kita dong, Satria mau yang bagus ya foto nya. " Teriak Satria pad Mang Diman yang memang melihat kedua nya sedang asyik dnegan kebersamaan mereka berdua yang seperti terlihat sangat bahagia.
" Yank, Udahan yuk, Nanti kamu sakit. Masuk aja yuk, Udah cukup main hujan nya. " Sarah mengangguk dan Satria kembali menggendong tubuh istri nya.
" Makasih Bik, " Ucap Satria dan Sarah saat Bik Yem sudah menyambut mereka dengan handuk kering.
Baik Satria mau pun Sarah, kedua nya mengeringkan tubuh mereka sebelum amsuk ke dalam Villa milik suami bocah nya itu.
Setelah selesai mandi dan membersihkan diri, Kini Satria dan Sarah kembali menikmati Sore hari mereka di teras samping sambil melihat sapi sapi di bawah sana yang terlihat sangat sehat sehat semua, Karena Satria selalu mengutamakan yang terbaik buat mereka semua.
Sarah juga mendengar suara sahut sahutan sapi yang berjejer rapi di dalam kandang mereka, Tak jarang juga banyak pekerja yang memakai jas hujan nya untuk mengangkut pakan dan rumput untuk para Hewan hebat itu.
" Gimana Yank ? kamu suka villa nya ?" Tanya Satria saat ini yang memangku Sarah dan mereka menikmati hujan yang masih turun membahasi bumi tapi tidak sederas yang pertama tadi saat mereka bermain hujan.
" Suka, Disini sangat nyaman, Sangat sejuk, Aman dan damai, Jauh dari kata bising ibukota. "
Cup...
" Gemes deh yank sama kamu, Udah cantik, pinter, Kaya lagi. Kan aku gak rugi rugi banget, kalau duit habis bisa minjem ke istri, gak harus ke bank lagi, Ngajuin kredit bertahun tahun. " Sarah langsung melotot.
" Apa maksud kamu ??"
" Iya, Aku beruntung banget bisa nikah sama wanita seluar biasa kamu, walau orang berkata kamu A, Kamu B, Kamu C dan bahkan sampai Z sekali pun aku tidak perduli, Karena aku benar benar cinta sama kamu "
" Jangan terus membuat hati ku tidak biak baik saja saat menerima rayuan mu, Aku lebih tua dari mu, bagaimana jika aku meninggal lebih dulu dan kamu menikah lagi ? Awas saja !"
" Memang nya kenapa coba ?" Kurang ajar sekali bocah ini menantang nya ?
" Aku akan datang di setiap malam kamu dan akan mencekik leher kamu agar tidak bisa Menggatal lagi. Lagi pula jika suatu saat aku yang lebih dulu meninggal, jangan pernah berani mambawa wanita mu ke dalam rumah ku ! rumah kita karena aku akan mengutuk mu jika itu terjadi.
...🍑🍑🍑...