My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Ada Apa ?



Satria benar benar membawa Sarah ke kamar nya, Dia bahkan ikut merebahkan diri nya di samping Sarah .


Jika bisa nya Sarah yang memeluk nya, Kini Satria yang melakukan itu untuk nya, Untuk Sarah nya.


Di elus Satria dengan lembut punggung serta puncak kepala Sarah.


Semoga dia tidak berdosa memegang kepala orang yang lebih tua dari nya.


Itu saja yang di pikirkan nya.


" Yank, Kamu baik baik aja kan ? Kenapa sih kamu Sampek pucet gini kalau bicara soal mobil ?" Tanya Satria dengan lembut.


Sarah hanya menggeleng saja.


' Yasudah, Oke. Sekarang tidur ya. Aku disini temenin kamu kok. " Sarah mengangguk dan semakin erat memeluk Satria.


Dia benar benar membutuhkan sosok Satria di hidup nya.


Semenjak bersama Satria, Kehidupan nya berbuah drastis.


Dia banyak tersenyum dan melakukan hal hal baru.


Entah lah, Satria mampu membuat ketenangan bagi nya.


Walau bocah, Satria memang luar biasa untuk Sarah saat ini, Dan semoga untuk nanti juga.


" Disini saja. Aku butuh kamu. " Satria mengangguk dan dia terus memeluk Sarah hingga benar benar tertidur.


Lalu dia keluar sebentar untuk melihat keadaan dan ternyata Papi nya berada di ruang tv.


" Ngopi yu Pi..." Papi nya mengangguk.


Satria ke dapur untuk membuat kopi, Dan meracik nya sendiri dari mesin kopi yang ada secara langsung.


Satria memang hebat, Dia bisa melakukan banyak hal. Terbukti dengan banyak nya kafe kafe milik nya yang maju dan di senangi banyak kaula muda mau pun kalangan orang dewasa dan tua.


" Minum Pi..." Papi Sanjaya menerima cangkir kopi buatan Satria seperti biasa nya jika mereka sedang senggang begini.


" Menurut Papi gimana tentang Sarah Pi ? Dia seperti memiliki trauma terhadap mobil, Apa berkaitan dengan masa lalu nya ya Pi ?" Tanya Satria lagi.


Papi Sanjaya tersenyum.


" Setau Papi, Ibu nya Sarah meninggal karena kecelakaan Mobil Beberapa tahun yang lalu, Kalau tidak salah 7 Tahun yang lalu, Tapi Berita, ini di rahasiakan ! bahkan ada perusahaan media cetak yang tutup karena telah berani mengeluarkan surat kabar tentang kematian ibu nya Sarah. Mungkin ada kaitan nya dengan Sarah. " Satria kaget.


Dia mengambil ponsel nya langsung dan mencari berita yang di maksud Papi nya.


" Sampai ponsel kamu berubah menjadi Laptop pun kamu tidak akan menemukan nya. Tapi Papi punya surat kabar itu. " Papi Raja beranjak dari Sofa membawa cangkir kopi nya menuju ruang kerja nya.


Satria mengikuti nya.


Dan disini lah mereka sekarang, Di ruangan kerja Papi nya.


Satria ikut duduk di depan Papi nya menunggu sesuatu.


Papi Raja membawa surat kabar yang memang sudah cukup lama menurut nya.


Kecelakaan Tunggal Mobil Sedan Merah. 21 Mei 2015.


Satria membaca nya dan disana ada berita tentang nama korban yang meninggal dan ada korban yang koma.


" Apa ini Sarah Pi ?"


" Ya. Istri mu lah yang menjadi korban koma nya. Jika dia bilang ada awan hitam, Suara menyeramkan itu datang, Papi menduga jika Sarah mengalami Sebagian ingatan nya yang hilang. Dan soal trauma nya, Hanya kamu yang bisa membantu nya. Kamu tau apa yang harus kamu lakukan. "


" Bagaimana cara nya Pi ?" Tanya Satria lagi.


Dia ingin belajar banyak dari Papi nya, Karena Papi nya bisa melakukan itu untuk Mami nya dulu hingga Mami nya bisa kembali bersama mereka lagi.


" Kamu harus bisa membedakan. Apa yang di butuh kan istri mu, Psikolog dan Psikiater berbeda Satria. Yang di butuhkan istri mu saat ini adalah Psikolog. Karena trauma yang di alami istri mu. Jadi pikirkan cara nya agar istri mu mau melakukan bimbingan konseling dengan Psikolog. " Satria mengangguk.


Mereka larut dalam pembicaraan seputar bisnis dan masalah pribadi lain nya.


Satria banyak belajar dengan Papi nya bagaimana cara nya berumah tangga yang baik dan benar, Selalu mencari dan membuat surga sendiri di dalam rumah tangga nya.


Tak terasa cangkir kopi mereka sudah habis semua dan mereka kembali ke dalam kamar masing masing.


Satria masuk ke kamar nya dan ikut merebahkan diri bersama Sarah istri nya yang tertidur meringkuk di balik selimut.


" Ada apa dengan kamu Yank ?? Jangan sakit sakit ya Yank..." Satria mengecup kening Sarah dan ikut meringkuk di balik selimut yang sama .


Pagi hari nya, Dirumah besar keluarga Mertua nya terjadi kehebohan.


" Mami, Kenapa Mi ? Mami kenapa marah marah ?" Tanya Sarah penasaran dengan keadaan Mami nya.


" Mami kesel ! Rival Mami pamer ke Mami kalau dia di belikan mobil baru sama suami nya. Bangga bangat, Padahal suami nya suami orang juga. Pelakor juga. Yang buat Mami kesel, Dia buat berita heboh kalau Agensi Mami itu agensi penyalur perempuan simpenan, Kesel mami tau. " Papi Raja hanya diam saja melihat istri Nye mencak mencak.


Dia malas ikut campur dengan urusan istri nya, Selama istri nya bisa mengatasi nya sendiri.


Jika kelewat batas, Maka Papi Raja yang akan datang untuk turun tangan.


" Mobil Doang Mi, Gak liat Apa ? Mobil dia sama isi lemari mami gedean mana nominal nya ?" Jawab Papi Raja santai.


" Hus...Papi gak asik. " Sungut Mami Ratu dan mulai duduk di kursi nya.


Tapi ada yang aneh disini. Kenapa Satria belum turun ?


Tak lama Satria turun dengan penampilan nya yang masih acak acakan.


" Ayang...aku belum kamu beresin udah disini aja. Liat rambut aku belum di sisir. Kamu udah keluar aja. " Mami Ratu kaget, Terlebih melihat penampilan Satria saat ini.


Membawa Tas Make up milik nya, Sisir, Tas di tenteng, Dasi masih menggantung dan rambut acak acakan .


Sarah menghela nafas nya berat dan membawa Satria ke mini Bar untuk mendandani suami nya.


Dari mulai menyisir rambut nya, memasang dasi nya, Jas nya, Terakhir memberi pelembab untuk wajah suami nya.


Jangan lupa Parfum mahal milik suami nya.


Mami Ratu melongo, Satria benar benar manja dengan Sarah dan Sarah engan telaten mengurus Satria.


Dan apa itu ? Saat Sarah menyisir rambut anak nya, Satria benar benar manja, Memeluk pinggang Sarah dengan sikap manja nya.


Luar biasa kamu Satria.


" Maaf ya Pi, Mi. Satria memang begini jika pagi. " Satria tidak perduli.


Dia langsung duduk di meja makan untuk sarapan.


" Setiap hari ?" Sarah mengangguk.


Mami dan Papi nya hanya bisa menghela nafas nya saja melihat tingkah putra nya.


" Yank, Aku laper. ayo makan. "


Plak !..


" Mami...Apaan sih ?" Tanya Satria kesal saat bahu nya di pukul Mami nya.


" Kamu yang apa apaan ! Manja nya kelewatan ! Kalau mami yang bantu gak pernah mau ! Kalau Sarah aja manja nya kebangetan. "


" Papi juga gitu ke Mami. Untung Satria pake celana sendiri. Kalau Papi Celana juga Mami yang pakein kan. "


Skak !


Mami Ratu diam, Karena memang benar.


" Besok Papi pake celana sendiri. Mami gak mau bantuin pake celana nya. !"


" Loh, Kok gitu. Kan memang biasa nya Mami yang pakein. Kok besok gak. "


" Malu sama anak !"


" Gak ! Gak ada !. Pokok nya tetap biasa. Kalau nolak Dosa kamu. Mau jadi istri durhaka ? Kita gak masuk surga bareng ,?" Mami Ratu hanya mencebik saja.


Papi Raja memang paling bisa untuk menjatuhkan nya.


" Besok kamu pakein celana Satria juga . Biar kita sama. Masuk surga bareng barang !" Putus Mami Ratu yang merasa kesal pagi ini.


Satria dan Sarah hanya mengangguk saja dan mulai sarapan pagi nya.



Suami Ayang siap ngantor hari ini 💙



Istri Ayang juga mau ngantor hari ini. Setelan nya Samaan 💙


...💙💙💙...