
" Yank, Mami Yank, Kita harus pake Mami buat satu model lagi, Pasti bakalan booming, Dan aku udah survei Pabrik baru kita, Kemungkinan Akan selesai dalam waktu beberapa bulan ini dan Produk kecantikan Kita akan mulai Beroperasi. " Sarah menatap suami nya.
Mereka masih di dalam mobil, Menuju Rumah Mami dan Papi untuk makan malam disana.
Sampai Sahur pertama nanti, Mami menginginkan nya.
" Kenapa secepat itu ? Kerjaan aku masih banyak, Lagi pula kamu juga masih ujian Satria, Jangan terlalu di paksa berubah kerja, Kalau capek ya istirahat. " Satria tersenyum dan mengangguk.
Dia mengusap pipi Sarah, Hubungan kedua nya semakin menunjukan banyak progres.
" Aku baik baik aja kok. Aku sehat, Kamu tenang oke. " Sarah hanya bisa menghela nafas nya saja.
Suami nya ini memang Work Addict banget.
Tapi hal itu yang membuat nya kagum pada sosok itu, Luar biasa sekali semangat dan jiwa muda nya seorang Satria ini.
Dimana kebanyakan pria Seusia nya terlalu sibuk pacaran, Bersenang senang dengan teman teman dan bergaya menghambur kan Herta orang tua.
Sementara Satria ? Di usia nya yang baru 19 tahun dan baru akan memasuki 29 tahun beberapa bulan lagi, Tapi dia sudah memiliki segala nya.
Usaha, Perusahaan, Uang, Dan semua kemewahan yang di miliki dsn di nikmati nya saat ini itu hasil kerja kerasa Satria sendiri.
Bahkan juga saah tidak menyangka bahwa Satria bisa membeli rumah seharga 15 Milyar tanpa isi, Dan semua nya di isi dengan perabotan mewah dan modern.
Sarah tidak tau lagi, ,berapa yang di keluarkan Satria untuk rumah impian nya itu.
Dan dirumah itu pula nanti dia dan Satria akan merajut Asa, Dan membangun surga mereka sendiri.
Semoga Allah, Mengabulkan segala niat baik mereka. Sarah siap untuk berumah tangga, Dan itu karena Satria ! Suami bocah nya yang begitu dewasa dan Beriman terhadap Keyakinan mereka.
" Berkahi jalan kami ya Allah, Beri selalu kesehatan untuk suami ku. Aamiin..." Sarah memanjat kan dia dalam hati untuk suami nya.
Betapa bangga nya Sarah bisa memiliki suami seperti Satria
" Yank, Ayo..." Sarah tersadar, Ternyata mereka sudah sampai dirumah mertua nya.
Sangking tidak sadar nya Sarah, Sampai Satria sudah berada di samping nya dan menunggu nya di luar.
" Kamu ngagetin tau gak !" Tetap saja. Walau terdengar ketus dan judes.
Tapi Satria suka, Dia menyukai setiap apa yang ada di dalam diri istri nya.
" Sudah, Jangan cemberut. Nanti Mami marah Loh sama aku. "
" Hiihhhh..."
" Auhhh...Sakit Yank..."
" Rasakan itu !" Balas Sarah.
Sementara Satria yang di cubit istri nya hanya meringis saja, Cukup panas untuk nya, Ya walau Sarah tidak sekuat nya mencubit lengan Satria.
" Assalamu'alaikum, Mami...." Sapa Satria sambil mengucap salam.
Dia datang menghampiri Mami nya yang sibuk di meja makan.
" Waalaikumsallam, Mandi dulu. Sholat dan langsung turun untuk makan malam. Ada yang mau mami Katakan. " Kedua nya mengangguk setelah mencium tangan Mami Ratu.
" Papi dimana Mi ?" Tanya Sarah memastikan.
Dia masih merasa tidak enak, Karena nya Satria melawan keluarga nya, Bahkan sampai bertengkar hebat.
Sarah takut jika Papi nya marah dan tidak menyukai nya.
" Papi masih di kamar. Habis Doa kali ?" Jawab Mami nya.
Sarah paham dan mengikuti Satria ke kamar nya.
Setelah mereka mandi dan melakukan kegiatan jamaah nya, Mereka langsung turun menuju meja makan.
Disana sudah ada Papi dan Mami.
" Pi, Apa kabar ?" Tanya Sarah mencoba memberanikan diri.
Papi Raja hanya mengangguk dan mengelus kepala Sarah.
" Baik, Sudah ayo makan. Nanti kita mengobrol. " Mereka semua mulai makan dengan hening.
Semua terasa hangat, Sarah bahagia bisa merasakan kehangatan ini.
Jika dirumah Papa nya ? Akan ada ketegangan saja. Apalagi jika Astrid ada, Lalu Sih Junior yang terlalu dingin dan cuek.
Maka semua akan terasa beda dengan apa yang di rasakan nya saat ini.
Makanan malam keluarga sudah selesai, Mengucap syukur Alhamdulillah atas apa yang di dapat mereka hari ini, Kini ke empat nya beralih ke ruang keluarga.
" Gimana perusahaan Satria ? Usaha kamu yang lain nya ?" Tanya Papi Raja pada Satria.
" Kenapa Pi ? Seperti gak biasa nya. ?" Papi nya hanya bisa menghela nafas nya saja.
" Lepaskan Pabrik gula untuk Bendoro Mas Tito, Dia di asing kan oleh Paman mu, Karena ulah nya tempo hari. Dia akan pergi dari istana, Tapi meminta pabrik gula. " Satria menaikan sebelah alis nya menatap Papi nya.
Sudah Satria duga !.
" Katakan pada nya, Satria akan memberikan pabrik itu untuk nya, Asal dia datang kesini dan meminta maaf secara langsung pada istri Satria ! Jangan membawa nama Bendoro nya ! Itu menggelikan Pi. Bahkan gelar pangeran ini membuat Satria bosan. " Papi nya maklum.
Ini memang membuat Satria tidak menyukai tentang keadaan, seperti ini.
" Baik, Nanti akan Papi sampai kan pada Paman mu. Katakan pada nya Jika Satria membenci nya !"
" Sudah, Sekarang ada yang ingin Satria katakan lagi. "
" Apa ? Mami mencium aroma konspirasi disini. " Mami nya mulai curiga.
Ada apa ini ?
" Satria mau Mami bantu Sarah untuk menjadi model daster Eksklusif nya, Sudah ada 4 model, Tinggal satu lagi. Dan model itu Mami. " Mami Ratu hanya bisa menyunggingkan senyuman nya saja.
Satria ? Berani meminta nya untuk kembali ke dunia yang tidak di sukai nya ? Demi Sarah ?
Boleh kah Mami nya bahagia saat ini ?
" Bagaimana kontrak kerja nya ? bicarakan dengan Shinta, Dia yang mengurus segala aktivitas Mami. Ya walau tidak seaktif dulu , Tapi Sekolah Model Mami masih berjalan. Dan Agensi Mode Queen masih berjalan. Jadi tolong bicarakan kontrak kerja nya dengan Shinta. " Satria hanya berdecak kesal saja.
Mami nya ini memang mata duitan sekali, Bahkan jika Papi nya terlambat mengirimkan uang belanja saja Rumah ini akan di teror nya habis habisan.
Datang ke kantor hanya untuk menagih uang bulanan nya. Bukan untuk Foya foya, Tapi Mami tidak ingin terlambat memberi sumbangan ke panti asuhan nya, Akan selalu bilang begini jika dia dan Papi nya terlambat mengirimkan uang bulanan.
" Gimana sih kalian ini ? Anak Mami gak cuma kamu Satria, Anak anak Mami banyak, Ada yang mau beli susu, Ada yang sekolah, Ada yang mau beli buku, Beli sepatu sekolah baru. Seragam Meraka juga sudah jelek. Gimana kalau mereka terlambat sekolah gara gr angkot nya gak lewat ?" Yang membuat Satria bingung ada masalah apa supir angkot nya ??
Jemputan mereka kah angkot itu ?
Dan jawaban nya adalah benar !.
" Satria transfer Mami ya Mi ya, Mami butuh nyalon, Biar gak ada kerutan di wajah Mami. " Bujuk Satria.
" Oke, Ayo cepat. Tambahin, Besok Mami mau nyalon sama menantu Mami. " Satria mengangguk dan mengirimkan Sejumlah uang untuk Mami nya.
Ting...
" Dikit amat seratus juta. Gak cukup. Tambahin lagi setengah nya. " Satria hanya melengos saja. Tapi dia juga mengirimkan nya.
Ting...
" Gitu dong ! Kapan pemotretan nya ? Model lain nya ?"
" Mami tenang aja . Model Yang lain nya anti mainstream Mi, Jadi besok biar Sarah yang ajak Mami ketemu mereka. Kamu bawa mobil ya Yank ? Soal nya Mami takut bawa mobil sendiri, Kata nya Trauma " Sarah menggeleng .
Entah kenapa setiap kali membicarakan soal mobil, Mood nya akan memburuk, Bahkan keringat dingin akan membasahi kening nya.
" Yank ? Kamu kenapa ?? Apa yang sakit ?" Tanya Satria menatap istri nya.
Bahkan kini wajah Sarah sudah pucat.
" Yank, Kamu kenapa ? Jangan buat aku panik Yank, Sarah...hey..." Sarah tersadar.
Dia memeluk Satri di depan kedua mertua nya.
Kepala nya pusing, Entah kenapa jantung nya bahkan berdegup sangat kencang, Hal itu membuat Satria semakin panik.
" Kita kerumah sakit ya, Kamu pucat Yank, Ayo. " Sarah menggeleng.
" Tidur. "
" Tapi yank---"
" Ayo tidur. A-aku takut...bayangan hitam itu datang, Awan hitam itu datang...Di-dia datang lagi...suara menakutkan itu datang lagi Satria...Di-dia mencari ku. " Satria bingung...
Tapi dia mendapatkan kode dari Papi dan Mami nya untuk segera membawa Sarah ke kamar dan menemani nya.
Soal Masalah ini Akan di bahas nanti lagi.
Ayang Suami panik liat istri nya pucat
Ayang Istri mode trauma ðŸ˜
...💙💙💙...