My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Kecewa



Pagi hari nya, Satria langsung lompat dari tempat tidur karena ingat sesuatu.


Satria lupa, Setelah shubuh tadi dia tidur lagi dan melupakan niat nya, Dan kini dia baru teringat kembali akan niat nya tadi malam.


" Ayang, Kamu dimana ?? Sayang...Sarah...Ayang ku..." Satria mencari istri nya.


Dia keluar dari kamar mencari Bik Yem untuk meminta Tespack yang di ceritakan mereka mal tadi.


Dan kini, Saat Satria sudah memegang alat tersebut, Istri nya tidak ada di samping nya, Kemana pergi nya Sarah ?


Kenapa saat dia terbangun istri nya sudah tidak ada di tempat tidur ??


" Bik, Liat istri Satria gak ?" Tanya Satria pada Bik Yem yang berada di dapur.


" Nyonya di belakang Den, Kata nya mau liat sapi, berisik banget pagi pagi. " Satria mengangguk dan meninggalkan Bik Yem.


" Makasih ya Bik !" Ucap nya kembali melanjutkan langkah nya, Lebih tepat nya berlari menuju halaman belakang dimana sapi sapi ternak nya berada.


Dan ketemu, Istri nya sedang memakai masker sambil melihat lihat seluruh sapi milik nya di kandang yang sedang di bersihkan oleh para pekerja nya.


" Ayang kok, kamu udah disini pagi pagi ?" Sarah kaget saat suami nya sudah memeluk pinggang nya dari belakang.


Bahkan tatapan para pekerja semakin heran ke arah mereka berdua.


Melihat Sarah saja mereka sudah heran, Apalagi melihat kelakuan Satria yang seperti itu.


Mereka jadi bertanya tanya, Apa juragan sapi mereka ini sudah memiliki kekasih, Atau bahkan istri ??


Karena ketiak tahuan dari mereka dan soal pernikahan sederhana mereka, lah yang tidak tau soal hubungan Sarah dan Satria, walau di adakan jumpa pers juga waktu itu.


Tapi Satria paham, Dia langsung melepaskan pelukan nya di pinggang Sarah dan beralih menggenggam erat tangan nya.


" Kenalin Kang, ini Sarah istri Satria. "


" Ohh....." Semua hanya bisa ber oh ria saja dengan pengakuan Satria dan mereka memberikan salam pada Sarah.


Terlihat Sarah menganggukkan kepala nya dan tersenyum sedikit tapi cantik.


" Yank, Masih pagi kok udah disini ? Aku cariin kamu di kamar tau..." Adu nya dengan manja.


Sementara Sarah, dia hanya bisa menghela nafas nya saja saat Satria mulai dengan kemanjaan nya.


" Di kamar berisik ! kenapa tidak pakai peredam suara ? Siapa yang bisa tidur dnegan nyaman jika seluruh sapi sapi kamu itu terus saja berisik minta makan ?"


" Itu uang Yank, Uang...coba kamu bayangin berapa banyak uang itu jika masuk ke rekening kamu ?? Beli Lambo juga bisa !" Mulai sombong nya dan Sarah hanya memutar bola mata nya malas.


" Terserah kamu Satria ! Tapi jika kamu mau mengajak ku lagi kesini ! Tolong beri peredam suara di kamar kita ! agar tidak berisik lagi. Dan pastikan juga kandang kandang itu bersih ! Bagaimana jika ada pembeli yang datang kandang masih kotor ? Malu !" Satria mengangguk.


" Denger kan Kang ? Apa kata istri saya ? tolong di beresin lagi kandang nya. "


" Siap Den..."


" Loh Yank, Kok aku di tinggalin sih ??" Satria langsung mengejar Sarah yang sudah berjalan menaiki tangga untuk kembali ke Villa di atas nya.


" Berisik di bawah !"


" Yank, Tunggu ayo kita ke kamar dulu, Aku mau ngomong sesuatu. " Sarah berhenti melangkah dan kini menatap Satria.


" Apa ?"


" Ayo kita ke kamar, Yuk deh...sini aku gendong kamu nya. "


" Apa apaan ini ?? Gak ! Aku bisa jalan sendiri. "


Hap !..


" Tapi gimana dong ? Aku mau nya gendong kamu, "


" Dasar menyebalkan !"


" Love you to Yank. "


" Ck, Dasar !" Sarah hanya bisa mencebik saja mendengar jawaban dari suami bocah nya.


Cup !


Lagi lagi Sarah di buat kesal oleh suami nya, Bagaimana tidak ? Satria mencium pipi nya. Bahkan Masih banyak para pekerja yang lalu lalang membawa pakan ternak nya Satria.


" His...kebiasaan banget kamu ya, Dasar gak punya malu !"


" Tapi para pekerja kamu yang gak santai ! mereka seakan sedang melihat sinetron. " Lagi lagi Satria tertawa saja.


" Bukan sinetron Yank, Aldebaran sama Andin aja gak pernah gini, Kita ini drama Korea tau yank, Yang sweet gitu. "


" Korengan kamu !" Bukan nya marah Satria malah tertawa lagi saat mendengar ucapan istri jutek nya.


" Mulus gini kok di bilang korengan ! Kamu liat aku ada cacat nya gak ? Coba bilang dimana cacat nya ? Kan kamu udah liat semua nya. "


" Dasar !" Kini Sarah dan Satria sudah berada di dalam kamar mereka, dan kini, Satria mendudukan Sarah di tempat tidur mereka dan di genggam Satria tangan istri nya dengan lembut.


Ini yang di takut kan nya, Bagaimana cara bicara dengan Sarah ? Satria takut jika keinginan nya ini akan menyakiti hati istri nya dan membuat mental Sarah down.


Satria tidak ingin itu terjadi.


" Kata nya ada yang mau kamu bicarakan, Apa ?" Satria menatap lembut ke arah wajah istri nya dan dia sedikit menaikan tubuh nya agar bisa mengecup bibir istri nya.


Cup...


" Janji jangan marah ya..." Alis Sarah terangkat sebelah.


Jika Satria sudah berkata begini, Pasti ada yang tidak beres.


" Apa ?"


" Kan, Baru aja di bilang jangan marah, Ini udah marah kamu nya. "


" Maka jangan suka membuat ku marah ! Kamu selalu saja buat aku marah !"


" Iya Maaf, Tapi beneran loh ini, kamu nya jangan marah Yank. " Satria menghirup nafas nya dalam sebelum dia mengatakan sesuatu nya pada Sarah namun naas, Belum sempat dia bicara lagi, Tespack tadi sudah jatuh dari kantung celana nya.


" Apa itu ?"


" Ah, Yank bukan apa apa. " Tidak jadi.


Satria sudah takut, Dia tidak jadi bicara pada istri nya.


Tidak akan ! Batal kan saja niat nya itu.


" Aku tanya apa itu ?"


" Bukan apa apa Yank...beneran deh..."


" Sini !" Sarah sudah mengadakan tangan nya di depan wajah Satria dengan tatapan sinis nya.


" Jangan marah Yank, Ini cuma prediksi Bik Yem aja, dia curiga karena kamu muntah muntah, terus lahap banget makan rujak nya, Jadi jangan marah ya Yank..." Dengan perlahan Satria membuka telapak tangan nya dan benar dugaan nya, Sarah menatap marah ke arah nya.


" Apa maksud nya ini Satria ? Kamu kira aku hamil ?" Tanya Sarah tersulut emosi nya.


Dan benar, Satria merasa bersalah dengan istri nya.


" Maafin aku yank, jangan marah, Sumpah bukan Maksud aku kok, Tapi bik Yem yang nyaranin aku yank, Kalau kamu gak mau juga gak papa kok, Jangan di pake. Aku gak papa kok Yank, beneran deh..."


" Oke ! Jika itu mau kamu ! aku akan pake alat ini. Jika hasil nya gak sesuai, Jangan menyesal. !" Satria langsung menggeleng.


" Gak Yank, Aku gak papa. Udah ya Jangan di bahas lagi, aku benar gak apa apa kok. "


" Duduk diam dan tunggu hasil nya !" Sarah langsung membawa alat tes kehamilan itu ke kamar mandi.


Satria benar benar menyesal dan harap harap cemas, Bagaimana jika hasil nya negatif dan Sarah marah pada nya ?


Sementara Sarah pun, tak kalah cemas nya di dalam sana.


Setelah menunggu selama sepuluh menit, Akhir nya arah membawa alat itu keluar dari kamar mandi tanpa melihat nya sedikit pun dan menyerahkan nya pada Satria.


" Lihat sendiri hasil nya !" Setelah mengatakan hal itu Sarah langsung pergi meninggalkan Satria keluar dari dalam kamar nya.


Brak !


Selalu begitu, Sarah kembali membanting pintu kamar, tapi ini bukan pintu kamar rumah mewah mereka.


Perlahan tapi pasti, Satria membuka telapak tangan nya, dan melihat alat itu.


Tapi selanjut nya Satria menghela nafas nya, Pasti Sarah akan merasa kecewa dengan diri nya sendiri saat ini.


" Its oke, Aku masih kuat, istri aku juga masih kuat, ayo berjuang lagi. " Satria meninggalkan alat tes kehamilan itu untuk melihat dimana istri nya.