
Sarah hanya bisa menatap wajah suami nya yang seperti nya sedang kesal.
" Lebih baik aku naik taksi saja, dari pada harus di dalam mobil dengan orang bisu. " Satria mengalihkan pandangan nya menatap Sarah.
Dia merasa bersalah saat ternyata dia mengembalikan istri nya sejak tadi.
" Maafin aku yank, Aku abai sama kamu !" Sarah diam saja.
Dia mengalihkan pandangan nya dari Satria dan lebih memilih menatap keluar kaca jendela mobil suami nya.
" Ayang, Jangan marah...aku cuma kesal aja, Ini yang aku gak suka saat bekerja sama dengan wanita ! Aku tidak suka melihat tatapan mereka yang menatap ke arah ku. "
" Ayang..." Panggil nya lagi dan kali ini Sarah melihat nya.
" Bersikap lah profesional Satria ! Mereka tidak akan Berani berbuat lebih jika kamu tidak menyambut nya. "
" Kamu gak tau aja Yank, Bahkan saat kuliah, Aku pernah di kira Anak kuliah yang mencari tambahan dengan Tante Tante, Bahkan ada yang mau kasih aku jam rolex tapi bermalam dengan wanita seusia mami, ih geli, bahkan cantikan mami lagi. " Ucap Satria bergidik ngeri saat mengingat kejadian tempo lalu.
Dia sampai kaget dan tidak bisa berkata kata lagi saat itu, Saat dimana dia ingin di bayar dan menghangatkan ranjang wanita kesepian.
" Terus kamu jawab apa ?" Tanya Sarah penasaran terhadap cerita Satria.
" Ya aku jawab aja, Mami aku lebih cantik ! lagi pula hanya Rolex, Jam tangan aku aja kamu tau kan ?? Dia kasih Lambo bahkan Bugatti sekali pun aku gak akan tertarik ! Alis model ulat bulu gitu. " Rahang Sarah hampir terjatuh dari tempat nya.
Kenapa mulut Satria menjadi lemez seperti itu ?? Dulu saja tidak seperti itu.
Dan kenapa akhir akhir ini mulut suami nya semakin licin saja saat berucap, Bahkan terkesan lemezz dan julid ala ibu ibu komplek.
" Kenapa sih Yank ? Kok gitu banget ngeliatin nya ?" Tanya Satria menatap wajah istri nya.
Dia sedikit heran saat melihat Sarah menatap tak terbaca pada nya.
Apa yang sedang di pikirkan istri nya itu ? Hingga reaksi nya begitu ??
" Ayang...Kenapa sih ?? Kok gitu banget ??" Ulang nya lagi.
" Mulut kamu lemez kayak ibu ibu komplek !" Satria hanya memanyunkan bibir nya saja saat Sarah menyindir nya.
Apa benar Satria menjadi lemez ?? Apa karena sering bergabung dengan pak Joko yang mulut nya selicin belut sawah ??
" Is...kamu mah Gitu..." Rajuk nya manja pada Sarah.
" Jangan bertingkah ! Ingat nanti malam kita di undang kerumah Umi setelah magrib, Ada acara syukuran anak nya yang baru pulang dari Cairo. " Satria mengangguk.
Nanti malam memang ada syukuran atas kepulangan anak nya Umi Jamilah dan pak Husni yang baru kembali dari sekolah nya di Cairo setelah hampir 7 tahun tidak pulang.
Dan kata nya pula, Malam nanti acara ta'aruf anak nya pula dengan seorang Hafiz dari Kota sebrang.
" Bawain apa Yank ? masak iya gak kasih hadiah ??" Tanya Satria lagi.
" Aku udah siapain Gamis yang cocok buat anak nya Umi. " Satria mengangguk.
" Nanti aku pesen Cake deh dari Toko Cake nya Mami deh buat anter ke rumah Umi. " Kedua nya kembali ke kantor melanjutkan pekerjaan nya masing masing .
" Dada ayang... assalamualaikum..." Teriak Satria saat Sarah sudah keluar dari dalam mobil nya.
" Iya, Waalaikumsallam, Kamu juga hati hati..."
" I Love you ayang, Saranghae " Satria menyatukan ibu jari dan telunjuk nya membentuk finger heart ala Oppa Oppa Korea .
" Me too..." Ucap Sarah meras geli sendiri dengan ulah suami nya.
Setelah kepergian Satria, Sarah kembali memasuki kantor nya tapi di cegat oleh Nia sang asisten.
" Di dalam Nona, Di dalam ada Tuan Wiguna, suami nya Kakak anda. " Kedua Alis Sarah menungkik sempurna saat mendengar penuturan Nia asisten nya.
Dia tidak kaget, Tapi yang ada kesal ! Kenap suami istri itu suka sekali mengangguk ketenangan nya.
" Ayo kita masuk ! Aku ingin tau ada perlu apa pria gila harta itu kesini !" Nia dan Sarah berjalan menuju ruangan Sarah, Dimana disana sudah ada Wiguna yang menjadi ipar nya.
Saat melihat kedatangan Sarah, Wiguna tersenyum ramah.
Andai dulu dia sedikit bersabar, Di akan menikahi Sarah yang kecantikan nya lebih dari Astrid.
Apalagi saat sebelum menikah, Dengan Astrid, Wanita itu yang selalu aktif dan terkesan mengejar nya.
Maka dari itu, Wiguna lebih memilih Astrid, Karena Astrid dengan suka rela menawarkan diri nya untuk naik ke atas ranjang Wiguna dan memberikan tubuh indah nan seksi nya seorang Astrid.
Siapa yang tidka tergiur, Apalagi saat itu Astrid masih perrawan, maka Wiguna terus ketagihan dengan permainan Astrid di atas ranjang nya.
" Selamat datang Sarah, Apa kabar ??" Wiguna mencoba seramah mungkin untuk bisa dekat dengan Sarah.
Apalagi saat melihat pesona Sarah yang semakin hari semakin memukau, Rasa nya Wiguna semakin tertantang untuk bisa mendapatkan Sarah lagi.
" Katakan saja apa tujuan mu datang ke kantor ku Tuan Wiguna, Waktu ku tidak cukup senggang untuk berbicara omong kosong dengan mu atau pun orang yang tidak ada kepentingan nya bagi ku !" Bukan nya merasa tersindir, Wiguna malah semakin melebar kan senyuman ala buaya rawa rawa nya yang membuat Sarah semakin jengah dengan sikap Pria penggila banyak ************ itu.
" Kenapa aku merasa kau semakin cantik saja Sarah, Kau juga terlihat semakin sek---"
Brak !!!
Sarah menggebrak meja kerja nya dengan penuh emosi, Berani sekali Pria itu ingin mengatakan nya seksi.
Bukan kah itu u sangat kurang ajar nama nya ??
" Jaga bicara anda Tuan Wiguna yang terhormat !! Tidak sepantas nya anda berbicara seperti itu. Ck, menjijikan !" Sungut Sarah semakin kesal dan menatap nyalang ke arah Pria menyebalkan itu.
Tapi dengan tak tau malu nya, Wiguna hendak menyentuh tangan Sarah yang terkepal menahan emosi nya.
Kurang ajar sekali ???
" Jaga batasan mu Wiguna !! Lancang sekali kau ingin menyentuh ku ! Jika sampai kau berani menyentuh ku, Aku akan mengadukan mu pada suami ku !!!" Wiguna hanya menyunggingkan senyuman nya saja menatap Sarah.
" Suami ?? Suami bocah mu itu ?? Ayolah Sarah apa dia bisa memuaskan mu di ranjang ?? Aku pria dewasa, Aku tau bagaimana cara nya memuaskan hasrat seorang wanita. " Semakin geram Sarah di buat pria sakit jiwa di hadapan nya saat ini.
Sarah tetap diam, Dia ingin melihat sejauh apa pria itu Bernai berbuat pada nya,.
" Oh ya ?? Apa kau pernah bermain selama satu jam ?? Jika tidak, Kau payah ? Suami ku saja bisa lebih dari satu jam sekali tembakan, Apa kau bisa ?" Wiguna menaikan sebelah alis nya.
Dia berpikir sejenak, apa benar Satria sekuat itu ??
" Jangan memikirkan apa yang bukan kawasan mu ! Kau akan gila jika tau bagaimana suami ku memanjakan ku di dalam kamar kami, Bahkan dia selalu bisa memuaskan ku, Tanpa harus aku mencari pria lain, Bahkan suami ku sendiri melepas masa lajang dan perjaka nya pada ku ! Suami ku kaya, muda, tampan dan tahan lama, lalu apa lagi yang ku lihat dari orang lain ?? Apa pantas aku mengkhianati suami ku yang luar biasa itu di gantikan oleh Sepuhan besi berkarat ?"
Skak !..
Wiguna bungkam dengan segala yang di ucapkan oleh Sarah, Memang jika di bandingkan dengan Satria, Wiguna akan kalah jauh, ,jauh sekali.
" Mimpi mu terlalu tinggi untuk menggoyahkan ku Wiguna, Bangun lah, Lagi pula ini masih siang, Tidak pantas tidur di saat jam kerja !" Sarah menekan interkom nya dan tak lama Nia masuk ke ruangan nya.
" Antar kan tamu kehormatan kita sampai ke mobil nya Nia, Dan pastikan Tuan Wiguna mendapatkan pelayanan khusus di tempat sederhana kita ini. "
" Baik Nona, Mari Tuan silahkan. " Nia sudah membuka pintu ruangan kerja Sarah untuk membawa Wiguna.
Dan Wiguna keluar dari ruangan Sarah dengan perasaan kesal dan marah nya karena Sarah telah merendahkan harga diri nya.