
Hari yang di tunggu tunggu Satria dan Sarah akhir nya sampai juga.
Dimana hari ini, Sarah dan Satria akan melangsungkan pernikahan mereka secara sah di mata hukum dan negara,.
Seperti saat ini, Satria sudah siap dengan tuxedo nya yang berwarna hitam begitu sempurna membalut tubuh tegap nya.
Tidak terlalu kekar, Tapi otot oto Satria sangat memukau di mata para kau hawa, Dan bersyukurlah Sarah mendapatkan pria seperti Satria yang tidak terlalu memamerkan apa yang di miliki nya.
Jangan pernah memancing Satria untuk berlaku sombong, Karena itu akan sia sia saja, Dia tidak akan terpancing, Tapi dengan sendiri nya orang itu sendiri yang akan merasakan malu nya berhadapan dengan Satria Arjun Widjaya Diningrat.
Keturunan darah biru, Kaya Raya, tidak sombong, Tampan dan pewaris tunggal kerajaan bisnis Djaya Diningrat Group..
" Satria, Sarah...Penghulu nya sudah di bawah. "
" Iya Mi, Tinggal nunggu Sarah aja bentar lagi. " Jawab Satria yang menyahuti ucapan sang Mami.
Mami Ratu kembali turun ke bawah untuk menerima tamu undangan anak anak panti asuhan dan para janda miskin dan kaum duafa yang memang acara ini di selenggarakan bersamaan dengan janji Sarah kepada Genk baru nya.
Janji untuk melakukan pengajian, Sekali syukuran atas rumah baru mereka.
Sementara di Luar sana, Kakak Sarah yang bernama Astrid, Tengah mencari dimana rumah adik nya itu.
Jika di lihat lihat, sepanjang jalan di blok ini, Astrid terus menatap kagum dengan deretan deretan bangunan mewah lain nya yang saling berdiri Kokok di tempat nya.
" Mas, Kita beli rumah disini juga ya, Bagus bagus deh rumah nya, Teman arisan aku juga tinggal disini, Laras istri nya pak Baskara rekan kerja kamu yang udah tua itu. " Suami nya tidak menanggapi nya.
Dia malah sibuk dengan iPad di tangan nya, Walau ini weekend, Tapi pekerjaan tetap lah pekerjaan. Apalagi ada salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan nya telah mengubah nama atas kepemilikan nya untuk sang istri.
Setidak nya itu lah yang di dapatkan Wiguna Brata Jaya.
" Dimana sih rumah nya ? Paling juga gak sebagus rumah yang lain nya, " Dan tiba lah mereka di sebuah rumah bergaya Modern, Rumah kaya yang sangat mewah, Dan Astrid menatap kagum ke arah nya.
Tenda tenda besar sudah memenuhi halaman Luar rumah ini, Mewah dan Modern menjadi satu kesatuan yang semakin membuat rumah ini terlihat sangat mewah.
Oh, Jangan lupakan koleksi kendaraan mewah milik suami adik nya itu, Banyak Sport car, Motor Sport, Dan beberapa mobil mewah lain nya.
" Hanya Acara sederhana, Iyuhhh..." Gumam nya lagi saat melihat beberapa lansia dan anak anak yatim dari sebuah panti.
Tak lama mereka memasuki ruangan dimana acara akan di adakan, Dan bertapa terkejut nya Astrid saat melihat ruangan ini benar benar mewah dengan perabotan mewah lain nya.
Astrid juga yakin, Bahwa Satria dan Sarah menggunakan Jasa layanan Smart Home, Terbukti ada beberapa robot dan alat alat lain nya lagi.
" Baik, Berhubung seluruh keluarga sudah datang, Bisa acara nya kita mulai ?" Semua mengangguk atas ucapan dari penghulu yang akan menikah kan Satria dan Sarah kembali.
Sebelum nya sang penghulu terlebih dulu membacakan doa selamat untuk sepasang pengantin yang akan merajut asa dan cinta di dalam biduk rumah tangga itu.
Setelah nya, Satria di minta untuk menjabat tangan Papa Panji untuk melakukan ijab Kobul.
" Satria Arjun Widjaya Diningrat. "
" Saya ....." Jawab Satria dengan tegas.
Tidak nampak sedikit pun ketakutan di wajah tampan seorang Satria, Bahkan dengan berani dia menatap wajah Papa Panji.
" Saya nikah kan dan saya kawin kan engkau dengan putri kandung saya bernama Sarah Widya Sastra Radjasa dengan mas kawin seperangkat alat sholat, Satu set perhiasan, Uang Tunai Senilai sepuluh ribu US dollar dan Sebuah saham dua puluh delapan persen di Sinar Jaya Group dengan Tunai !." Satria membalas hentakan tangan dari Papa Panji sebelum mengucapkan ijab Kobul nya.
Semua menatap heran dan takut serta was was terhadap Satria, Mawar nya sangat luar biasa sekali bukan ?
" Saya terima nikah dan kawin nya Sarah Widya Satra Radjasa dengan mas kawin seperangkat alat sholat, Satu set perhiasan , Uang tunai senilai 10 ribu US dollar dan 28 persen saham di sinar jaya Group di bayar tunai. !"
" Bagaimana saksi ? Sah ?"
" Sah !!!" Jawab semua orang yang menjadi saksi di pernikahan luar biasa hari ini.
Sepasang pengantin yang luar biasa, Mahar nya pun tak kalah luar biasa nya.
Kenapa Satria begitu banyak membayar mahar untuk Sarah ?
Jawaban nya adalah seperangkat alat sholat agar istri nya semakin rajin beribadah dan membangun surga mereka bersama.
Satu set perhiasan, Satria ingin bahwa istri nya terlihat cantik untuk diri nya, Dan uang tunai Sebesar 10 ribu dollar itu untuk membuktikan bahwa Satria sangat menghargai istri nya, Bukan maksud nya dengan uang, Tapi tanggal 10 adalah tanggal pernikahan pertama mereka secara siri dua bulan yang lalu.
Dan terakhir, Saham sebanyak 28 persen untuk Sarah, Itu adalah permintaan Sarah, Yang meminta mahar nya tidak boleh di bawah dari kakak nya, Karena Sarah tidak ingin suami nya di cemooh oleh kakak dan suami nya juga.
Dan betapa terkejut nya Wiguna, Saat mendengar mahar yang di ucapkan Satria untuk Sarah..
Uang tunai senilai 10 ribu US dollar saja jika di rupiah kan manjadi banyak sekali terhitung lebih dari seratus juta, Lalu satu set perhiasan yang kini di serahkan Satria pada Sarah membuat mata Astrid seakan ingin keluar dari tempat nya.
Apalagi saat Satria memasangkan cincin pernikahan nya untuk Sarah, Belian Itu sangat luar biasa di jari manis Sarah.
Sarah juga memasangkan cincin pernikahan mereka di jari Satria dan mencium punggung tangan Satria yang telah benar benar resmi menjadi suami nya secara sah di mata agama dan negara .
Satria mencium kening Sarah dan membacakan surah Ar Rahman untuk sang istri , Dan hal itu membuat Papa Panji benar benar terharu dengan pernikahan sederhana putri nya.
Sederhana, Sarah tidak meminta pesta pernikahan yang mewah seperti saat Astrid menikah dulu.
Ini Sarah dan Satria melakukan pernikahan sederhana mereka berbagi rezeky dan berbuka bersama dengan anak anak panti asuhan, Para janda dan kaum duafa.
Betapa terharu nya Papa Panji saat ini, Satria benar benar membawa pengaruh baik untuk hidup putri nya.
Dan tiba lah saat dimana Sarah dan Satria meminta restu dan sungkeman terhadap orang tua mereka..
Acara ini terlihat sangat hangat dan penuh haru, Baru setelah itu nanti mereka akan melakukan konferensi pers tentang pernikahan mereka, Yang memang akan di publikasikan.
Agar media tau bahwa mereka sudah menikah.
" Sial ! Aku gak rela kalau Sarah bisa hidup mewah begini. Sejak lahir dia selalu menjadi idaman semua orang termasuk kakek. Lalu aku harus kehilangan Mama karena nya. Aku gak akan rela. " Gumam Astrid penuh amarah menatap ke arah Sarah.
Dan tanpa di duga nya , Teman arisan sosialita nya datang menghampiri ,Siapa lagi jika bukan Laras.
" Dunia sempit banget ya, Ternyata dia adik kamu. " Astrid melihat ke arah Laras yang telah berdiri di samping nya.
Melihat interaksi kedua nya, Membuat Buka Ana dan Buk Sari yang menjadi Seksi konsumsi itu menghampiri kedua wanita turunan dedemit itu.
" Ghibah teroszz Sampek mampuszzss... "
" Jaga mulut kamu ya Ana, Wanita bar bar. " Sungut Laras tidak terima.
Sementara Buk Ana hanya menatap datar kepada kedua dedemit muka dempul itu.
" Iri ? Bilang boss....Yakan An..."
" Ayo pergi! Aku tidak ingin puasa ku sia sia dan batal hanya karena dua manusia yang menjadi beban masyarakat !" Buk Ana langsung pergi menarik tangan Buk Sari untuk meninggalkan kedua wanita turunan dedemit atau bahkan saudara nya disana.
Ayang Satria nikahan 💙
Ayang Sarah 💙
...💙💙💙...