My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Orang Kaya



Setelah kejadian yang menyebalkan bagi Sarah karena kedatangan tamu tidak di undang kemarin, Lebih tepat nya sahabat suami nya yang ternyata lebih sultan dari suami nya itu.


Sarah kembali ke rutinitas nya seperti biasa, Bekerja dan Bekerja.


Seperti hari ini, Dia akan meluncurkan iklan produk terbaru nya, Yaitu daster ekslusif yang di bintangi oleh ibu ibu Genk anti huru hara Blok Cempaka waktu itu.


" Kamu pake supir ya Yank, Aku hati ini ada meeting di luar sama Client dari Jepang, Sekalian sarapan pagi. " Sarah yang tengah memasangkan dasi untuk suami nya mengangguk.


Tubuh nya yang seksi tinggi dan proporsional memudah kan nya untuk memasangkan dasi Satria tanpa harus naik di kursi atau rak seperti yang ada di drama drama itu.


" Sudah, Ayo..." Sarah merapikan jas suami nya dan mendapatkan hadiah sebuah kecupan manis di kening nya.


" Terima kasih..." Satria tersenyum saat Sarah telah membantu nya.


Ya, itu lah dia, Sekecil apa pun hal yang di lakukan Sarah untuk nya, Dia akan berterima kasih untuk itu.


Kedua nya bergandengan tangan menuruni anak tangga, Dan di sambut oleh seorang anak kecil usia 8 tahun yang sangat menggemaskan untuk Sarah dan Satria.


" Salam ke Nyonya dan Tuan Meela..." Anak itu mengangguk.


" Selamat pagi Nyonya, Tuan...Saya Meela anak nya Ibuk..." Senyuman itu membuat Sarah dan Satria ikut tersenyum ramah.


Satria mengulurkan tangan nya ke arah anak kecil itu dan langsung di sambut dengan antusias.


" Saya Satria, Panggil saja apa ya ? Kakak jauh banget Yank, Om, Gak mau ahh..." Satria melihat ke arah istri nya dan masih menggenggam tangan mungil itu.


" Panggil saja Ayah dan Bunda .." Ujar Sarah.


Satria mengangguk, Dan kembali tersenyum.


" Oke, Mulai sekarang panggil Ayah Bunda ya. "


" Iya, Ayah...Bunda..."


" Ayah Satria dan Bunda Sarah. " Lanjut Satria lagi.


Kedua nya kembali melanjutkan langkah mereka menuju mobil masing masing, Dimana Satria bersama Supir kantor dan Sarah bersama Pak Jalal Supir nya.


Satria sudah lebih dulu berangkat dari Sarah, Dan dia juga mulai berangkat ke kantor nya.


Namun lagi lagi perjalanan mereka terhenti saat ada sebuah mobil derek yang menghalangi jalan mereka.


Pas pula sang pemilik rumah itu keluar dari pagar nya saat melihat mobil nya lewat.


" Mobil baru dari suami, Ihh...Makasih sayang..." Sarah berdecak saja melihat tingkah wanita kulit bawang itu.


Mau pamer dengan nya ? Memang nya apa yang di miliki nya ? Hingga berani pamer pada nya ?


" Selamat ya, Mobil nya bagus, Tapi sayang, Masih mahal mobil saya...ups...suami saya kan kaya, Punya Bugatti gak ? Gak ya ? Atau gak tau ?? Kasihan..."


" Cepat suruh minggir mobil derek itu ! Mobil ku mau lewat ! Dasar norak !" Cibir Sarah kembali menutup kaca mobil nya dan kembali fokus pada iPad nya.


Hal itu membuat Wanita kulit bawang bergumam tak terima, Dia tidak terima kalah dengan Sarah.


Hello, Siapa elu mau ngalahin Sarah ? Ngalahin Buk Sari dan Buk Ana aja kamu berat apalagi Sarah ?


Bagaimana nanti jika Teman Satria yang menyebalkan itu jadi tinggal di komplek ini dan membangun istana nya disini ?


Bisa mati berdiri Wanita kulit bawang itu.


" Hidup di perumahan memang begini Sarah, Jadi kau harus kuat !" Gumam nya lagi terus menggambar pola di iPad nya hingga tanpa terasa dia sudah sampai di kantor.


Dan apa ini ? Saat sampai di kantor Kakak nya sudah berada disana ? Mau apa ??


Bukan kah kakak nya itu tidak suka dengan nya ? Lalu mau apa dia ke kantor sepagi ini ?


" Ada apa kak ?" Tanya Sarah mencoba biasa saja atas kedatangan kakak nya.


Jika tidak penting mana mungkin seorang Astrid artis dan model terkenal mau meluangkan waktu nya hanya untuk datang menemui nya ?


Itu tidak akan mungkin.


" Ayo bicara di ruangan mu !" Sarah hanya bisa menghela nafas nya saja.


Disini siapa yang milik siapa ?


Ini kantor nya bukan ? Perusahaan Fashion milik nya, Lalu kenapa kakak nya yang bertindak sesuka hati nya ?


" Langsung saja, Aku mau kamu keluar dari rumah papa dan soal surat wasiat dari Opa, Kamu harus lepasin Taman Anggrek untuk aku !"


Sarah kaget, Taman anggrek ? Untuk apa ?


Bukan kah itu nanti akan di Bangun Sebuah Masjid besar untuk Kakek nya ?


Karena sebelum meninggal kakek nya berpesan pada nya untuk membangun 10 Masjid di sepuluh kota yang telah di tulis kakek nya.


Dan puncak nya yang ke sepuluh akan di bangun di Taman Anggrek, Dan kenapa kakak nya ingin Taman Anggrek itu ?


" Untuk apa ? Taman Anggrek ada hingga saat ini untuk Masjid yang ke sepuluh ayang akan di bangun beberapa bulan lagi. Jadi untuk apa kakak mau taman anggrek itu ?" Tanya Sarah lagi.


" Aku mau buat Bungalow di Taman Anggrek ! Dan Mas Wiguna udah setuju. Kami akan membangun Nya disana, Dan untuk itu kami harua setuju. Soal ganti taman anggrek itu, Mas Wiguna udah punya lahan nya. !" Sarah marah.


Boleh kah dia marah saat ini ?


" Kak, Kakak mikir gak sih ? Taman anggrek itu untuk Oma, Opa yang minta Masjid yang kesepuluh di bangun di taman anggrek itu, Dan Masjid itu nanti akan di namakan Masjid An-Nur. Mikir gak sih ??" Astrid tak kalah emosi nya dengan Sarah yang menolak keinginan nya.


" Suami kamu kaya ! Minta sama dia buat belikan kamu lahan lagi ! Gampang kan ? Minta dia juga membuat taman anggrek baru untuk itu !"


" Kenapa gak kakak aja yang minta suami kakak buat belikan lahan baru ? Bukan kah dia sudah bisa berurusan dengan lahan ? Kenapa harus aku ? "


" Kamu !!" Tunjuk nya pada Sarah.


" Jangan pernah Berani menunjuk ku dengan jari yang tidak pernah menghasilkan apapun ! Disini aku pemilik gedung ini beserta isi nya ! Jadi sopan di kantor ku !!" Bentak Sarah tak terima.


Dia paling benci orang yang mengangkat tangan nya, Apalagi berani menunjuk diri nya !


Sarah paling benci hal itu.


" Jangan sombong kamu ! Kamu itu anak pembawa sial ! Karen Kamu Mama meninggal ! Karena kamu juga aku gak pernah di lihat sama Opa ! Opa hanya sayang sama kamu ! Dan kenapa ? kenapa pangeran itu suka sama kamu ? Kenapa ? Kenapa selalu kamu yang mendapatkan segala nya ? Kamu gak pantes dapet semua ini ! Nama, Ketenaran, Harta dan Satria Kamu gak pantes untuk itu !" Sarah benar benar geram saat ini.


Menurut nya kakak nya ini sudah kelewat batas !


Dia benar benar sudah muak saat ini !!


" Lalu jika bukan aku siapa yang pantas mendapatkan semua ini ? Kakak ?" Tanya Sarah.


Melihat wajah Astrid Sarah hanya bisa mencebik saja.


" Asal kakak tau ! Aku mendapatkan semua ini karena kerja keras ku sendiri ! Walau tidak di pungkiri nama belakang keluarga membantu dan memudahkan ku mendapatkan segala nya saat ini. Jangan bilang tidak ! Karena kakak juga merasakan hal itu ! Bahkan kakak tidak perlu harus bersusah payah ikut casting untuk bisa masuk ke dunia penuh tipu itu ! Karena pada dasar nya kakak lebih menikmati itu semua ! kakak tidak pernah bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu karena Papa selalu menyediakan jalan nya ! Jadi jika tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, kakak bisa keluar ! Aku sibuk !" Sarah langsung duduk di kursi kerja nya dan menghubungi Nia asisten nya.


" Masuk keruangan ku Nia ! Antar kan Nyonya Wiguna Ke mobil nya ! Dan pastikan tidak ada siapapun yang menganggu ku hati ini karena aku tidak menerima tamu hari ini !"



Ayang suami Mau berangkat kerja 💙



Ayang istri lagi ngantor 💙


...🍑🍑🍑...