My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Bukan Mimpi



Nafas Satria memburu, Jiwa nya seakan menghilang entah kemana saat ini.


Ingin sekali dia terbangun dari mimpi nya, Tolong jangan buat nya menjadi Suami jahat di dunia ini, Satria tidak ingin seperti itu.


Tolong, Jangan biarkan apapun merebut Sarah dari nya, Dia tidak sanggup jika harus berada di posisi itu.


Brak !


" Ayang..."


" Satria Syukur lah kamu udah kembali Nak, Sarah sudah sadar. " Satria diam.


Masih belum mencerna apa pun saat ini, Apa maksud nya ,?


Baru saja dia mendapatkan kabar bahwa istri nya kembali kritis dan segera berlari meninggal kan Gedung Universitas nya saat dia melakukan sidang Akhir.


Bahkan saat di Taksi Satria sempat tertidur sebentar karena merasa lelah mungkin, Entah apa yang sedang di pikirkan nya saat ini.


Tapi yang pasti mimpi nya tadi sangat menyeramkan bagi nya.


Pikiran pikiran buruk terus menghantui nya saat menuju ruangan Sarah tadi.


" Maaf Mas Ongkos taksi nya belum di bayar ."


Duar...


Bola mata Mami Ratu seakan mau melompat dari tempat nya saat ini.


Bagimana tidak ? Satria di kejar sampai kesini ? Hanya karena ongkos taksi ?


Yang benar saja Satria ! Kamu itu anak satu satu nya dari Pasangan terkenal, Lalu apa kabar kamu belum bayar ongkos taksi ?


" Aaahhhkkk...Mami sakit...." Teriak Satria saat telinga nya di jewer Mami nya.


Dan karena Jeweran itu lah Satria sadar sepenuh nya.


" Apa sih Mi ? Sakit tau..." Dia mengusap telinga nya yang sudah memerah karena ulah sang Mami.


" Kamu yang apa ? Gak bayar taksi ! Bikin malu tau gak !"


" Panik Mi, Bukan gak mau bayar. " Sela nya cepat.


Siapa pun akan panik jika mendapatkan kabar istri nya kembali kritis dan juga mendapatkan Mimpi seperti itu, Siapa yang tidak panik coba ?


" Alasan kamu mah !" Mami Ratu bergegas keluar untuk membayar taksi yang di tumpangi Satria tadi.


Dan saat Mami nya keluar, Satria menatap wanita yang selama 5 bulan ini di rindukan nya setiap hari, Siang dan malam Satria tidak bosan menemani nya, Bercerita dan menunggu nya.


Akhir nya penantian nya selama ini membuahkan hasil, Sarah nya sudah sadar, Istri Judes nya sudah sadar.


Dan apa kah ini mimpi ? Jika ini Mimpi tolong jangan bangunkan Sarah ! Jika tadi dia ingin di bangun kan dari mimpi nya, Maka saat ini Satria tidak ingin bangun dari mimpi nya.


Tolong biarkan dia tidur lagi jika ini benar benar mimpi .


" Ayang...Kamu udah sadar ?" Tanya Satria lagi.


Dia berjalan mendekat, Tangan nya terulur untuk menyentuh wajah cantik istri nya dsn ternyata benar.


Satria menyentuh wajah itu, Wajah yang sangat sangat dan begitu amat di rindukan nya.


Bahkan kini juga mata nya terpejam saat tangan nya merasakan lagi kehangatan dari Sarah nya.


" Ayang...ini beneran kamu ?" Sarah tidak menjawab tapi dia hanya mengangguk saja.


Senyuman nya terbit, Tapi detik berikut nya dia merasakan tubuh nya langsung di dekap dengan erat oleh pria yang bernama Satria, yang menjadi Suami nya.


" Ayang....aku rindu kamu tau...aku, Aku sayang kamu Sarah...jangan tidur lagi, Ja-jangan tutup mata kamu lagi. Aku takut Yank, Aku bener bener takut..." Tanpa terasa air mata kedua nya mengalir bersama.


Dengan perlahan Sarah mengangkat kedua tangan nya untuk membalas pelukan suami nya dan betapa bahagia nya Satria saat Sarah membalas pelukan nya.


" Sakit..." Lirih Sarah saat merasakan tulang punggung nya nyeri karena terlalu lama duduk.


Tidur nyenyak selama 5 bulan membuat seluruh otot otot nya kaku, Bahkan setelah ini Sarah harus menghadapi serangkaian terapi untuk bisa melemaskan otot otot nya, Seperti belajar berjalan lagi layak nya bayi.


" Sarah..." Pelukan kedua nya terlepas.


Satria sadar saat tadi bahwa istri nya bilang sakit, Dia merebahkan Sarah kembali di tempat tidur nya dan mengatur semua nya sesuai keinginan Sarah.


" Alhamdulillah, Kamu sudah sadar Nak...Kamu sudah sadar sayang..."


" Maafin Ara Pa..."


Deg !


Ara ? Benar kah Sarah menyebutkan Ara ? Jika iya betapa bahagia nya Papa Panji saat ini.


Ara ? Ara adalah panggilan Sarah untuk diri nya sendiri, Panggilan manja yang sudah lama tidak di dengar nya lagi setelah kecelakaan itu.


Dan sekarang Papa Panji kembali mendengar nya ? Itu berarti Sarah nya sudah kembali lagi, Ingatan nya sudah kembali lagi ?


Ingatan yang hilang pasca kecelakaan waktu itu ?


Papa Panji langsung memeluk nya, Sementara Satria ? Dia merasa aneh disini, Dia di abaikan oleh Ayah dan anak itu.


Dia seperti tak kasat mata saat ini, Dia hanya bisa menunduk saja di tempat nya tanpa ingin menyapa atau menyela kebersamaan Ayah dan anak yang tengah melepas rindu itu.


Sebenar nya berat, Tapi Satria berusaha menekan ego nya dan membiarkan mereka berdua melepas rindu.


Saat Satria hendak keluar dari ruangan nya Sarah, Dia mendengar suara lembut itu menembus gendang telinga nya dengan sangat lembut memanggil nya.


" Satria ? Mau kemana ?? Kenapa harus pergi ?" Suara itu terdengar begitu lembut di telinga nya.


Demi apapun, Satria tidak pernah mendengar suara Sarah selembut dan sehalus ini.


Bahkan saat mereka bercinta saja pun suara nya tidak semanja ini, Lalu apa yang di dengar nya barusan ?


Kenapa terdengar seperti bisikan Dari Para bidadari ?


Halah ! Lebay kamu Satria ! Dimana kamu pernah mendengar Bidadari bicara ? Memang nya kamu Jaka Tarub ? Yang bertemu 7 bidadari dan mencuri selendang Nawang Wulan ?


Mimpi kamu !


" Satria..."


" Ya..." Jawab nya seraya berbalik menatap Sarah nya.


Walau masih tidak terlalu yakin, Dan saat menatap kedua bola mata Sarah entah kenapa rasa nya berbeda, Mata itu terlihat sangat berbinar dari biasa nya, Semakin terlihat indah dan cantik.


Dan Satria menyukai nya.


" Kamu mau kemana ? Kenapa harus pergi ?"


Nyes...


Serasa hati dan jiwa nya, Seluruh alam semesta seakan ikut merasakan kebahagiaan nya saat ini.


Suara Sarah benar benar membuat nya merinding dan terhanyut dalam pesona nya.


" Satria...? Kamu denger aku gak ???" Ya ampun...


Manja sekali suara nya ? Kenapa rasa nya Aahhh....


Satria tidak bisa berkata kata lagi ! Dia terlampau bahagia saat ini hingga otak cerdas nya seakan berhenti beroperasi saat suara lembut, Manja dan apalah itu nama nya, Memanggil nya dengan manja ?


Satria jadi berpikir, ,bagaimana jika suara manja itu saat mendesah di bawah nya ? Apakah akan lebih manja lagi ?


Plak !


" Pa ?" Satria kaget saat bahu nya di pukul oleh Papa Panji.


Cukup keras hingga mampu membuyarkan lamunan nya.


" Jangan berpikir yang macam macam kamu ! Anak Papa baru bangun dari koma nya dsn kamu sudah berpikiran macam macam ! Dasar !" Satria hanya bisa menunduk malu karena merasa tertangkap basah oleh mertua nya sendiri.


" Tapi kan Sarah istri nya Satria Pa, Dan---"


" Sudah sana ! Kamu di panggil sama istri kamu itu !" Satria mengangguk.


Dan saat dia hendak berjalan mendekat ke arah istri nya, Papa Panji kembali menahan bahu nya dan membisikan sesuatu di telinga nya.


" Dia adalah Sarah ku ! Sarah yang telah hilang selama beberapa tahun ini, Dan itu lah sikap asli nya. Lembut dan manja. Selamat menikmati kemanjaan nya. " Kaget ?


Jelas Satria kaget, Dulu dia sempat berpikir, Bagaimana manja nya Sarah saat dulu, Dan sekarang apakah Allah telah mengabulkan keinginan nya ?


" Peluk dia ! Nanti dia bisa nangis .." Satria mengangguk dan langsung menuju Sarah dan memeluk nya.


" Ayang ..aku rindu kamu...Kangen gak sih sama aku ???" Sarah mengangguk.


" Cium boleh gak Yank ? Pipi aja deh kalau gak boleh bibir, Ya ..Kiss Yank..."


Blush...


Wajah Sarah tersipu malu saat Satria berkata vulgar seperti itu.


Oh ayolah Sarah ! itu tidak Vulgar, Tapi itu normal.


" Ayang... Kiss ya..." Pinta nya sekali lagi.


" Malu...Ada Papa..." Cicit Sarah sambil menundukan wajah nya yang tersipu mu.


" Aaahhh...Ayang...kamu ngegemesin banget cih...cini cini, Aku Kiss cini..."


Cup...Cup...Cup...


Muaaahhh...Muaaaahhh...Muaaahhh...


" Maluuu...." Sarah menyembunyikan wajah nya di dada Satria karena terlampau malu dengan apa yang mereka lakukan saat ini.


...🍑🍑🍑...