My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Rasa Yang Aneh



" Satria...bangun...ini sudah shubuh..." Sarah mengguncang tubuh suami nya agar bangun, Tapi entah kenapa hingga saat ini belum juga bangun.


Padahal biasa nya Satria lah yang selalu membangunkan nya.


Tapi ini, Kenapa sudah seminggu ini Satria terus saja seperti ini ? Terlihat bermalas malasan setiap hari nya.


" Satria..."


" Ayang...Kapala aku pusing, Badan aku juga lemes banget, Jangan jangan Corona Yank..."


Plak !


" Ayang ..sakit..." Keluh Satria saat Sarah memukul lengan nya.


Bagaimana tidak memukul Satri, Seenak nya saja suami nya itu bilang Corona, Bukan kah ucapan itu adalah sebagian dari doa ?


" Satria ayo bangun, " Sarah menarik tubuh suami nya.


Bukan nya bangun Satri malah semakin menangis, Dan itu membuat Sarah kaget.


Kenapa suami nya menangis ? Apa ada yang sakit ???


" Satria, Kamu kenapa ? Mana yang sakit ?" Bukan nya mereda, tangis Satria semakin kencang dan membuat Sarah semakin panik.


" Satria...." Panggil nya semakin lembut dan hal itu semakin membuat Satria memeluk nya dengan erat.


Satria menangis senggugukan di dalam pelukan istri nya hingga Sarah terus mengelus punggung suami nya.


Cukup lama Satria menangis dan Sarah membiarkan nya, Lalu setelah selesai menangis, Sarah melepaskan pelukan nya.


" Sudah baikan ?" Satria mengangguk dan menghapus air mata nya.


" Ayo mandi dulu terus shubuh dulu. " Satria mengangguk lagi dan turun dari tempat tidur mereka.


Sarah yang sudah Sholat shubuh lebih dulu pun bergegas membereskan tempat tidur mereka dan turun ke bawah untuk membuat kan sarapan suami nya.


Cukup lama Sarah berkutat di dapur hingga selesai, Satria turun dan langsung memeluk nya lagi.


" Kenapa Satria ?" Di elus nya kepala suami nya yang bersandar manja di bahu nya seperti anak yang sedang merajuk minta di belikan sesuatu.


" Satria ????"


" Aku mual, Perut nya gak enak, ,kepala aku pusing, Mau berobat aja yuk ke dokter, Aku gak kuat, Lemes banget..." Eluh nya lagi semakin menyembunyikan wajah nya di ceruk leher sang istri.


Sarah membalikan tubuh suami nya, Hingga kini berhadapan langsung engan Satria.


Kaget ? Ya Sarah kaget saat melihat wajah pucat suami nya yang seperti kehilangan sebagian darah nah, Suhu tubuh nya juga lumayan panas.


Dengan segera Sarah membawa Satria duduk di kursi makan mereka dan menyuapi nya sarapan.


" Makan dulu ya, habis itu kita ke dokter, Tapi Makan dulu !" Satria menggeleng.


Dia tidak mau makan, Melihat nasi itu seperti entah melihat apa dia nya.


" Ayo, Sedikit saja ya, Satria..." Satria tetap menggeleng.


Bahkan dia juga menutup mulut nya dengan kedua tangan nya, dan hal itu semakin membuat Sarah serba salah.


Apa yang harus di lakukan nya ?


" Mau sarapan apa ? Roti selai mau ?" Tawar Sarah lagi, Untung saja dia sudah kembali pada sifat asli nya yang lemah lembut.


Coba bayangkan bagaimana jika Sarah masih amnesia dan bermulut pedas ? Judes dan jutek ? Apa jadi nya Satria saat ini coba ?


" Ayu, Bawakan roti kemari, Sama selai coklat nya juga. "


" Gak mau ayang...gak mau makan nasi, Gak mau makan roti juga..."


" Jadi mau makan apa Satria ? Kamu lemes begini, Maka nya makan dulu. "


" Gak mau makan ayang...gak mau, Pokok nya gak mau. " Rengek nya semakin manja, Kesabaran Sarah memang sedang di uji saat ini, Dan lagi kesabaran Sarah saat ini sudah seluas samudra, Jadi bersikap lah seperti itu Satria, Tenang, Istri mu orang yang sangat penyabar .


" Coba bilang mau makan apa ? Biar aku masakin ya, Atau mau yang lain ?" Tawar nya lagi, Satria sempat berpikir sejenak.


" Mau Spaghetti, Tapi bumbu nya pake bumbu pecel ulek. "


Para pembantu rumah besar mereka kaget, Apalagi Bik Murni yang selalu masak untuk mereka, Dan selama hidup nya ,baru kali ini dia mendengar yang nama nya Spaghetti makan khas orang Italia, yang biasa nya di makan pakai bumbu saus tomat dan saus khusus nya dengan toping daging dan keju, Kini berubah alih menjadi bumbu pecel ??


Keajaiban dunia dari mana lagi ini ??


" Satria...."


" Pokok nya mau itu mau itu mau itu...Pokok nya mau itu..." Semakin menjadi saja ulah Satria.


Bahkan kini kedua kaki nya di hentak hentakan ke lantai karena permintaan nya tidak di setujui oleh istri nya dan tatapan mengejek dari para pembantu nya membuat hati Satria semakin sakit saat ini.


" Kenapa menangis ?? Kan hanya Spaghetti saja kan ?? Kan bisa di buatkan nanti nya..."


" Tapi mau pake pecel, Pake tauge juga, Pake kerupuk merah nya..." Astaga, Apalagi ini Satria ??


Yang benar saja permintaan nya ini, Apa yang harus Sarah lakukan ??


" Oke, Biar di buatkan Bik Murni ya..." Satria kembali menggeleng, Apa maksud nya coba ??


" Jadi mau nya gimana ?" Tanya Sarah lagi.


Dia memeluk tubuh suami nya yang bersikap aneh itu.


" Mau Di rebus dirumah aja Spaghetti nya, Bumbuin nya di tukang pecel Deket kantor Aku, Disana pecel nya enak, "


" Tapi bukan nya kamu gak bisa makan kacang ??"


" Pokok nya mau itu, Aku mau itu Yank, Aku mau itu..." Sabar Sarah sabar, Luaskan lah kesabaran mu untuk bisa menghadapi suami manja mu itu.


" Ya sudah, Ayo berangkat, Kita ke kantor kamu, Beli Bumbu pecel dan kerupuk nya, Tolong ya Bik, Spaghetti nya tadi tolong di rebus kan dulu. " Bik Murni mengangguk dan melakukan tugas nya.


Sementara Satria masih betah saja bermanja Ria sama istri nya saat ini,. " Kenapa manja sekali Satria ? Kamu kenapa sih ? Kok aneh banget ?" Satria menggeleng Dia juga tidak tau mengapa dia bisa semanja ini dengan Sarah, Dan lagi, kenapa permintaan nya aneh ? Tidak pernah makan kacang tanah, tapi kenapa bisa bilang bahwa pecel di dekat kantor nya enak, Sejak kapan dia makan pecel ?


Mau heran tapi ini Satria, Jadi Sarah bisa apa ?


Mereka sudan di perjalanan menuju kantor nya Satria mencari tukang pecel tersebut, Tapi tidak terlihat, Dan berita yang mereka dapat adalah ibu ibu penjual pecel tersebut meninggal, Dan tersebut membuat Satria kembali bersedih, Apalagi suhu tubuh nya semakin panas.


" Sudah jangan menangis lagi, Kita kerumah sakit dulu ya, Cek kondisi kamu. " Terpaksa Satria mengangguk.


Tapi dia juga masih betah bergelayut manja di bahu istri nya.


Saat sampai dirumah sakit, Mereka langsung mengambil nomor antrian dan ternyata kosong, Maka mereka bisa langsung masuk, Saat Sarah menjelaskan segala keluhan suami nya, Malah Sarah yang di tanya.


" Bagimana kondisi anda Nyonya ? apa menstruasi Anda rutin ? Dan maaf, Apa bulan ini anda sudah mendapatkan nya ?" Arah kaget, Memang selama ini Haid nya cukup teratur, Hanya kadang kadang saja meleset hingga jauh sekali dari tanggal biasa nya.


" Belum dok, Dan sudah telah kurang lebih sepuluh hari ini. " Dokter tersebut mengangguk, Malah dokter tersebut mengarahkan Sarah dan Satria menuju dokter bagian Obgyn Spesialis kandungan.


Sarah yang masih belum paham pun hanya pasrah saja, Setau nya terakhir kali dia kesini saat sebelum dia koma dan mengingat segala nya.


Ada ketakutan sendiri di dalam diri nya saat ini, Dan entah mengapa juga kemanjaan Satria yang begitu luar biasa nya tadi menghilang begitu saja, berganti dengan Satria yang dewasa lagi.


" Tenang ayang, Kamu baik baik aja kok. " Mereka masuk ke ruangan dokter tersebut setelah mengantri beberapa saat.


Kembali Sarah di tanya beberapa pertanyaan hingga di minta naik ke tempat tidur pasien, Dan mata nya langsung berkaca kaca saat dokter menjelaskan nya.


" Lihat bukan ? Ini sudah terlihat disini, ini janin Nya nyonya..." Tangis Sarah pecah sudah, Dia yang di nyatakan sulit hamil dan kemungkinan hanya 5 persen bisa mengandung setelah perjuangan nya selama dua tahun ini ?


Luar biasa sekali berkah yang Allah berikan pada nya tahun ini.


Di balik musibah pasti ada hadiah di lain hari nya dan Sarah percaya itu saat ini.


" Jadi benar dok ? Istri saya hamil ? " Dokter tersebut mengangguk .


" Ayang...Biji terong nya udah tumbuh, Terong jepang aku berhasil buat bibit nya Yank, Terong jepang aku sukses..."


Blush...


Wajah Sarah langsung berubah malu karena ulah absurd suami nya 🤣🤣



Yang Punya pohon Terong Jepang bahagia banget bibit nya udah bersemi 🤣🤣