My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Makam Mama



Sarah masih mengambil cuti kerja nya, Dan mungkin besok dia akan kembali ke kantor lagi untuk mulai bekerja.


Dia benar benar memanfaatkan waktu libur nya yang hanya beberapa hari untuk membereskan rumah mereka.


Terutama tata letak barang barang di kamar mereka, Lebih tepat nya ruang ganti.


Dimana disana menyimpan semua keperluan suami istri itu.




Sarah benar benar takjub dengan apa yang di miliki suami nya, Koleksi sepatu mahal itu benar benar berjajar rapi, Sesuai warna dan harga nya.


Luar biasa sekali suami nya itu bukan ?


Tapi biar lah, Itu milik suami nya, Dan milik nya juga begitu, Jadi apa yang harus di perdebatkan lagi ?


" Yank...hari ini kamu kemana ?" Sarah melihat ke arah suami nya yang kini beru keluar dari bilik kecil untuk memakai pakaian nya di ruangan pribadi mereka ini.


Sarah mendekat ke arah suami nya dengan membawa jas,Sepatu dan juga dasi nya.


" Tidak ada, Mungkin nanti setelah Ashar mau nyekar ke makam Mama. " Tangan itu begitu lincah dan cekatan memasangkan dasi di leher suami nya.


" Kamu wangi banget sih Yank..." Satria seperti biasa nya.


Memeluk pinggang ramping Sarah dan mencium bagian samping leher istri nya.


Posisi dan saat seperti ini lah yang menjadi spot Favorit Satria selain tidur di dada istri nya.


" Jangan membual, Sabun kita sama. "


" Beda Yank, Sabun nya memang sama, Tapi aroma tubuh kamu ini buat aku nyaman, tenang, Kalau kata orang orang mah gejolak cinta. "


" Belajar Dari mana kamu belajar membual seperti itu ?"


Cup...


Selalu, Satria selalu saja gemas dan mencuri ciuman dari istri nya.


Entah itu di pipi, di bibir atau kening nya.


Satria selalu gemas dengan seluruh yang ada pada istri nya.


" Hehehe...jangan marah Yank. " Sarah tidak menjawab nya .


Dia terus berlakukan tugas nya memasangkan dan membantu suami nya bersiap untuk bekerja.


" Nanti datang ke kantor bersama pak Jalal oke. Jemput aku dan kita akan ziarah ke makam Mama, Dan Kita juga akan ke makam Adik kamu. " Gerakan tangan Sarah sedikit terhenti.


Dia menatap ke arah suami nya.


Cup...


Sekali lagi, Satria mengecup kening istri nya yang tepat di depan bibir nya.


" Adik aku kan adik kamu juga Yank, Kembaran aku. " Sarah mengangguk.


" Iya nanti aku jemput kamu. Kita sekalian buka puasa di luar saja. "


" Sudah ayo...Pake jas nya. " Lanjut Sarah lagi dan Satria menurut.


Dia sedikit menunduk dan membungkukkan tubuh nya agar sang istri bisa memakaikan jas milik nya.


Kedua nya larut dalam belenggu keromantisan yang mereka ciptakan.


Hanya dengan hal sepele seperti ini saja kedua nya bisa tersenyum dan saling menunjukan rasa cinta dan kasih sayang mereka.


Semoga kebahagiaan mereka terus berlanjut setiap hari nya hingga tua nanti.


" Sepatu kamu bagus bagus yank, Cantik. Aku suka setiap kali kamu pake hells. " Sarah hanya mengangguk saja.


" Punya kamu bukan hany bagus tapi mahal. Aku baru tau ini bahwa pria juga memiliki koleksi sebanyak itu. Berapa banyak yang kamu habiskan untuk itu semua ?" Satria menggeleng.


" Gak tau yank, Tapi kamu belum tau lagi temen aku, Nama nya Sky, Dia anak salah satu orang terkaya di Eropa, Milik nya lebih parah dari punya aku. Sebagian punya aku yang langka itu, Dia yang beli dari sana. Aku hanya kirim uang nya aja. Bahkan terkadang dia membelikan nya untuk aku,Dino dan Tono. Tanpa kami meminta nya. "


" Apa sebaik itu ? Gak murah Lo, Satu nya saja bisa puluhan juta, Ini membelikan nya tiga ?" Sarah semakin penasaran atas cerita sang suami.


" Iya. Kamu tau Sky A Corporation ? Pusat nya ada di London. ?" Tanya Satria ke arah istri nya.


" Iya. Perusahaan itu banyak anak cabang nya, Di Indonesia juga ada. Salah satu anak cabang nya adalah The King Alexander Group. Itu anak perusahaan dari Sky A juga bukan ?"


" Dan Sky A itu adalah teman aku. Galaxy Sky Alexander Guero. Siswa tamu di sekolah aku dulu. Selama 6 bulan dia menjadi siswa tamu, Dan dia sangat luar biasa tau yank. Tapi dia masih sering kesini kok Ya walau setahun hanya sekali. Di akhir tahun, Setelah natal dia akan datang kesini. Karena kekasih nya disini. "


" Oh ya ?"


" Kekasih nya Mawar. Dia adalah sekertaris dari Kakak nya, Matteo King Alexander. Dan kamu tau ? Apa hadiah pernikahan yang di berikan nya ?" Sarah menggeleng.


" Rolls Royce di depan itu dari nya. Kata dia itu hadiah untuk kamu. Saat ini usia nya baru 21 tahun. Dia sama seperti ku sudah memimpin perusahaan saat kami remaja. Dia adalah panutan ku dalam memimpin perusahaan. Semangat nya luar biasa yank. " Sarah tersenyum.


Dia mengantar suami nya sampai ke depan pintu utama, Dimana disana pak Jalal sudah menunggu nya.


" Saya bawa mobil sendiri pak. Bapak dirumah aja. Nanti antar istri Satria ke kantor. "


" Siap Den..." Jawab Pak Jalal dengan sopan.


" Aku berangkat yank, Hati hati dirumah. Aku rasa beberapa hari lagi rumah kita akan selesai di renovasi. Jadi tolong siapkan gaji dan bonus para tukang ya."


" Iya. Nanti aku mau ke rumah kak Ana. Mau belajar buat Cookies. Kata nya Kak Ana pinter buat camilan. Kata nya biar hemat. " Kekehan Satria membuat Sarah kesal.


Apa salah nya berhemat ? Kan bagus jika mereka berhemat ? Apalagi sekarang Sarah menambah dua orang pelayan lagi untuk membantu mereka dirumah dan satu orang satpam dan tukang kebun. Di tambah pak Jalal lagi dan itu menambah daftar pengeluaran bulanan mereka bukan ?


" Iya, Udah terserah kamu yank, Aku berangkat yank. Love you..."


Cup...


Satri mencium kening Sarah dengan penuh kasih sayang dan dalam .


" Love you to..." Jawab Sarah saat Satria masih mencium kening nya .


" Assalamualaikum..." Sarah mengambil tangan Satria dan mencium nya dengan takzim.


" Waalaikumsallam " Jawab nya dan Satria masuk ke mobil bintang tiga nya lalu meninggalkan halaman parkir rumah mereka.


Bahkan saat sampai di gerbang utama, Satria membunyikan klakson mobil nya untuk menegur Buk Rita.


" Berangkat dulu buk, Assalamu'alaikum..."


" Iya Waalaikumsallam Satria..." Jawab Buk Rita yang juga sedang mengantarkan Pak Ganda ke mobil nya.


Setelah kepergian Satria, Sarah mengambil Scooter milik nya yang memang di miliki nya sendiri karena dia tidak pandai mengendarai apapun. Selain sepeda dan scooter seperti ini.


Alhasil dia mengendari scooter nya menuju rumah buka Ana, Namun dia kembali bertemu dengan Wanita yang merasa paling kaya di kompleks ini.


Sarah enggan menanggapi nya, Tapi wanita itu memancing sisi Arrogant dari dalam diri nya yang sudah dipendam oleh kelembutan dan kehangatan dari Satria.


Brak !


Sarah menghempas kan begitu saja scooter nya ke jalan dan menghampiri wanita yang tengah menatap jengah ke arah nya.


" Biar ku ingatkan pada mu, Bagaimana cara menghadapi wanita yang sombong seperti mu ! Aku menikahi pria lebih muda dari ku apa masalah mu hah ? Kau merasa iri karena aku yang cantik ini bisa mendapatkan suami yang kaya, Baik hati, Tampan dan seluar biasa itu, Sementara kau yang sudah berdandan mati matian untuk menghabiskan uang mu agar terlihat cantik, Biar suami buntal mu itu tidak melirik wanita lain ? Ck, Kasihan sekali kau. " Tunjuk Sarah dengan kesal ke pada wanita yang bersama ketiga teman teman se Genk nya itu.


" Kau --"


" Berani kau maju selangkah saja, Akan ku panggilkan pemadam kebakaran untuk menghapus seluruh Make up di wajah mu ! Malu dengan Foundation mu. Blush on mu juga terlalu tebal ! Memalukan. Orang kaya tapi norak ! Pake emas kebanyakan ! Lihat ini. Aku hanya memakai dua, Tapi bisa bahkan lebih untuk membeli seluruh yang ada di tubuh mu itu !" Sarah langsung pergi dari sana dan kembali mengambil Scooter nya dan kembali berjalan menuju rumah buk Ana.


Dia benar benar kesal dengan wanita bernama Laras itu, Kenal juga tidak. Kerjaan nya nyindir terus !


Tanpa menikah dengan Satria pun dia sudah kaya ! Bali apa saja juga dia bisa dengan uang nya sendiri. Bukan hasil minta Papa nya, Atau Satria juga seperti saat ini.


" Dasar menyebalkan !" Umpat Sarah lagi.



Ayang Satria mau berangkat ke kantor 💙



Ayang Sarah mau main Scooter kerumah Buk Ana 💙


...💙💙💙...