
" Kita bicarakan dirumah !" Putus Papa Panji pada Sarah.
Dan mau tidak mau Satria juga harus ikut bersama Sarah, Untuk pertama kali nya, Dia akan datang berkunjung kerumah calon mertua nya, Yang sebenar nya telah menjadi mertua nya.
" Tegang, Banget kayak mau sidang Akhir saja. " Satria melihat ke arah istri nya.
Dia mengusap pipi Sarah dan membawa tangan halus itu dalam genggaman nya dan di kecup nya dengan mesra.
Cup...
" Beri aku kekuatan Yank, Kayak nya Papa kamu gak suka sama aku, " Sarah mencubit pipi suami bocah nya dengan gemas tapi itu tidak berpengaruh apa apa saat ini untuk perasaan Satria.
" Papa bukan gak suka sama kamu Satria, Mungkin belum kenal. " Satria menggeleng.
" Papa kamu dan Mami aku pernah terlibat masa lalu, Entah siapa yang salah, Tapi Mami aku terlihat gak suka ke Papa kamu,. " Sarah kaget.
Satria juga melihat nya.
" Maaf Yank..." Sesal Satria karena telah menjelaskan masalah ini.
" Apa Mami juga gak suka sama aku ?" Satria menggeleng dia tersenyum untuk Sarah.
" Mami sayang ke kamu, Dia suka punya menantu kayak kamu, Kamu modern kata Mami, Gaul juga. Tapi sayang kamu--"
" Kamu apa ??" Tanya Sarah mulai kesal pada Satria.
" Heheh...jangan marah Yank, Mami bilang kamu galak, Jutek juga. " Sarah hanya mencebik saja.
Memang benar, Hampir semua orang bilang bahwa dia Jutek, Bahkan ada juga yang bilang bahwa Sarah itu Arrogant.
Padahal mereka tidak tau apa yang terjadi pada Sarah, Hingga bisa membentuk diri nya yang seperti saat ini.
Terlalu sakit jika di ceritakan, Bahkan Sarah sendiri tidak mengingat apa pun tentang kejadian itu, Hanya saja, Dia kerap kali bermimpi buruk tentang awan hitam dan suara tangisan seorang remaja berpakaian Seragam SMA , Entah siapa gadis itu, Yang pasti Sarah ingat rintihan nya, Menangisi seorang wanita yang bersimbah darah di dalam mobil bersama nya.
" Maaf Yank, Bukan maksud aku ngerendahin kamu, Tapi memang bener kamu jutek, Apalagi saat aku ajak kenalan pertama kali, Kamu marah saat aku panggil Tante. " Sarah kembali mencebik saja.
" Siapa yang tidak marah, Ada bocah yang ngajak kenalan, ngajak pacaran , Gila apa ? "
" Gak sopan Yank..."
" Iya maaf,. " Sarah merasa bersalah, Karena karena sudah bersikap tidak sopan pada suami nya, Walau masih bocah, Tapi Satria adalah imam nya.
Jadi Sarah wajib menghormati nya.
" Jangan gugup ! Papa biasa nya suka menekan perasaan lawan nya. Anggap aja lagi meeting buat tender. "
" Kalau hanya tender saja mudah Yank, Ini Sebenar nya apaan sih ? Interogasi calon menantu, Apa interogasi menantu sih ? Bingung juga. " Satria kembali dsn Sarah semakin gemas melihat suami nya.
" Sini, Kiss dulu biar semangat..." Mengangguk dengan semangat dan wajah menggemaskan nya, Sarah menjadi semakin gemas dengan suami bocah nya ini.
Cup...Cup...
" Pipi saja ya, Nanti batal puasa nya. " Satria mengangguk...
" Kiss lagi Yank...Masih nervous ini. "
" Sudah ayo keluar. Nanti ada yang lihat loh. "
" Is...udah sah juga masih aja main kucing Kucingan. " Sarah hanya tersenyum saja.
" Sudah ayo masuk. Nanti Papa nunggu lama. Dan seperti nya dirumah gak hanya ada kita, Kakak ipar kamu juga ada di dalam. " Satria hanya mencebik saja.
Malas sekali dia bertemu dengan pewaris sinar jaya group yang sombong itu.
Menyebalkan !
Apa Masalah nya usia 19 tahun memimpin perusahaan ? Walau hanya wakil CEO, Tapi Satria Mampu kok.
Terbukti dengan kerja keras nya, Dan usaha usaha lain milik nya yang terus berjalan sebagaimana mesti nya.
Soal Naik turun pemasukan itu sudah biasa bukan ? Tapi karena kepintaran nya dan ketangkasan nya lah usaha usaha nya maju dan perusahaan juga maju.
" Huh, Malas banget aku Yank. Paling juga yang di ceritakan pasar saham. Bosan ! Itu sudah mainan ku sejak usia sepuluh tahun jika hanya pasar saham saja. " Bukan nya bermaksud sombong, Tapi memang itu ada nya.
Dulu saat dia sekolah, Awal nya di SMA dia sekolah biasa berbaur dengan siswa lain nya, Tapi karena bosan, Satria memilih lompat kelas karena memang dia mampu dan bisa.
Apalagi dia memiliki teman yang bernama Sky, Yang berarti langit itu.
Wajah nya seperti malaikat, Tapi jika sudah marah, Entah kenapa Satria melihat sisi iblis di dalam diri nya.
Bicara soal Sky, Satria kembali ingat bagaimana saat anak itu ulang tahun yang ke 17, Dan dia mendapatkan hadiah Helikopter dari Papa nya yang menyeramkan itu.
Satria sempat heran juga, Papa nya Sky sangat menyeramkan, Bersanding dengan Mama nya yang bertubuh mungil dan seperti Bidadari.
Jika di lihat juga, Mama nya Sky bisa di salah artikan oleh teman teman nya, Karena di kira masih single dan wanita dewasa saja. Ternyata anak nya sudah sebesar Sky, Dan adik Sky ada 4.
Ah, Satria jadi rindu dengan teman nya itu.
" Ayo masuk, Malah bengong gitu. " Satria yang tersadar langsung ikut bersama Sarah yang menggandeng tangan nya untuk masuk ke dalam rumah istri nya itu.
Dan Benar dugaan nya bukan ? Pria menyebalkan itu sudah ada di sana bersama istri nya yang sombong itu.
Wiguna Adi Jaya.
Pria paling menyebalkan di mata Satria, Di dunia bisnis maupun di dunia luar bisnis.
" Assalamualaikum..." Sapa Satria saat memasuki are ruang tamu besar ini.
" Waalaikumsallam..." Sahut beberapa orang disana.
Lebih tepat nya hanya Sarah dan Astrid saja, Serta Junior yang memang tidak sekolah, Karena sekolah Online dari rumah mereka.
Astrid kaget, Saat melihat siapa yang datang, Pria tampan yang di gilai banyak wanita, Putra tunggal dari Aktris terkenal, Ratu Ana Wirawan.
Terlebih saat ini, Mata Wiguna menatap tajam ke arah Satria, begitu juga dengan Gerry rival nya.
" Duduk..." Satria mengangguk sopan dan duduk di sebelah Gerry yang menyebalkan menurut Satria.
" Bunga dari siapa Dek ? Pasti dari Gerry ya ?" Tebak Astrid mencoba mencairkan suasana.
Adek ? Sejak kapan Astrid memanggil Sarah Adek ?
" Bukan, Ini dari Satria pacar aku. " Astrid semakin kaget.
Sarah berpacaran dengan Satria ? Anak usia 19 tahun ?
" Yang benar saja Sarah, Kau berpacaran dengan anak di bawah umur ? Oh ayolah Sarah. Kau wanita Dewasa. " Ucap Wiguna membuka suara.
Dan suara itu terdengar sangat menyebalkan di telinga Satria.
" Usia bukan segala nya, Bahkan usia nya yang masih 19 tahun dia sudah mandiri. Bisa menjadi Imam sholat yang baik. Dia pernah membacakan ku Surah Ar-Rahman setelah Kami Sholat berjamaah. Dia juga bisa memberikan ku Cincin yang harga nya sangat mahal. Catat, Uang nya sendiri. Bukan uang orang tua nya. "
Skak !..
Mereka bungkam karena ucapan Sarah, Apa benar yang di ucapkan Sarah tentang anak usia 19 tahun itu ?
" Gak percaya ? Lihat ini !" Sarah menunjukan cincin yang baru di berikan Satria untuk nya tadi. Bahkan dia juga memberikan Black Card milik Satria yang ada pada nya.
" Ini juga kartu Satria ! Pin nya juga aku tau. Satria juga memberikan aku sebuah Mobil Ferrari Berwarna Biru, Aku gak tau tipe nya berapa, Tapi itu mobil mahal. Sayang aku gak bisa bawa mobil, Jadi Satria yang terus antar jemput aku dari Apartement. " Semakin terkejut semua Perseta yang ada di ruang tamu itu.
Terlebih lagi Gery, Dia kaget bukan main saat mendengar semua penuturan Sarah.
Apa bisa dia menyaingi Satria ? Yang notaben nya anak penguasaan nomor satu di Negara mereka.
Keturunan Ningrat lah pula !.
" Sorry ya Kak, Bukan nya mau pamer, Terserah mau bilang aku Matre atau apa, Tapi jika menikah nanti, Satria juga bakal kasih aku Mahar yang luar biasa. "
Astrid tidak terima, Dia tidak terima kalah dari Sarah !..
Tidak boleh.
" Apa bisa dia ngasih kamu saham 5 % Seperti Mas Wiguna kasih aku Mahar itu ?" Sarah menaikan sebelah alis nya menatap pasangan suami istri menyebalkan itu.
" Sayang, Kamu mau kasih aku Mahar apa ??" Tanya Sarah pada Satria yang terlihat tersipu malu karena Sarah memanggil nya sayang .
" Kamu mau nya apa ??" Tanya Satria lagi.
" Kalau aku minta saham juga di Djaya Diningrat Group apa kamu sanggup ?" Satria mengangguk .
" Aku punya 28 % Di perusahaan pertambangan Swasta, Jika kamu mau aku akan berikan itu untuk mas kawin kamu. " Sepasang suami istri yang masih di sembunyikan status mereka itu larut dalam obrolan mereka, Tanpa melihat ekspresi dari Pria paruh baya bernama Panji Sastra Radjasa yang sedang memijat pangkal hidung nya karena merasa pusing..
Ayang lagi mode serius di rumah Mertua 💙
...💙💙💙...