
Acara sederhana yang di adakan Satria dan Sarah sudah selesai, Mereka semua sudah membubarkan diri, Tapi tidak dengan keluarga inti, Dimana Satria meminta seluruh anggota keluarga inti untuk menginap dirumah baru mereka, Dan Para orang tua menyetujui nya .
Jika rumah Keluarga Satria Mewah Bak Kastil kerajaan jaman dulu, Di tambah beberapa aksen budaya Jawa yang sangat melekat di darah Papi nya, Lain lagi dengan rumah Papa mertua nya.
Yang mewah dan lebih mendominasi ke arah Eropa, Dan Rumah Satria dan Sarah ini lebih modern, Estetik, dan elegan.
Luar biasa sekali konsep rumah kaca ini, Dimana semua nya terlihat sangat sempurna , Apalagi Kolam Ikan masih di bangun, Dan tau apa yang sudah terjadi ,?
Mami Ratu ingin memelihara berbagai macam jenis ikan, Bahkan kata nya dia ingin memelihara ikan dencis saja, Biar tidak perlu beli di pasar lagi.
Dan itu membuat Papi nya tersenyum antara mu dan gemas dengan tingkah istri nya.
" Mi, Mana ada ikan dencis hidup di kolam, Ikan dencis hidup nya di laut Mami..."
" Terserah Mami dong, Kan Mami yang ngomong, Kok kamu yang sewot ?" Satria hanya mencebik saja.
Dia ingin memeluk Sarah, Tapi malu ada Papa mertua nya, Dan ada ipar ipar juga dan itu Satria malas.
" Sudah sudah Ini sudah malam, Besok telat sahur. " Satria dan Sarah mengangguk.
Semua nya bubar, dan memasuki kamar mereka masing-masing, Termasuk kakak ipar juga juga.
Satu yang Sarah tangkap dari raut wajah kakak nya yang tidak nyaman karena ya dia merasa iri lagi terhadap Sarah.
Saat sampai di kamar nya, Sarah dan Satria langsung membersihkan diri dan mengganti pakaian mereka.
Kini, Seperti biasa, Perawatan wajah sebelum tidur dan itu mutlak bagi Sarah.
" Yank..." Panggil Satria yang seperti biasa.
Dia memeluk pinggang Sarah yang masih merawat wajah nya.
" Hm, "....
" Kamu bahagia gak sama aku ? Bangga gak ?" Sarah menautkan kedua alis nya.
Dia menatap ke arah Satria yang ternyata masih betah di pelukan nya.
" Yang kamu lihat ?" Tanya Sarah balik.
Kini dia sudah selesai memakaikan serum nya ke wajah Satria dan beralih ke tempat tidur .
Satria langsung mengikuti nya, Bahkan dia juga melompat begitu saja naik ke tempat tidur mereka.
Brugh...
" Satria !"
" Aauuhhh...Sakit Yank..." Satria mengusap lengan nya yang di cubit oleh istri nya.
" Maka nya jangan suka seperti itu, Aku kaget..." Satria mengangguk dan langsung memeluk Sarah.
" Cini Cini, Cayang ku, Aku peyuk cini..." Satria hanya terkekeh geli saat melihat ekspresi wajah kesal sang istri yang terlihat cemberut .
Cup...
Sarah motor, Dan Satria hanya tersenyum saja.
" Kiss Yank, Udah sah juga. "
" Bukan begitu ! Aku masih suka kaget. "
" Yaudah deh, Aku gak kiss kiss kamu lagi. " Satria membalikan tubuh nya.
Dia pura pura merajuk, agar istri nya merayu.
" Satria..." Sarah mengguncang bahu Satria namun sang pemilik tetap diam.
" Kamu marah ?" Tanya Sarah lagi mencoba melihat suami nya.
" Kalau kamu marah aku ---"
Grep...
" Gak ! Gak boleh kemana mana. Disini aja temeni aku tidur. Peluk aku, Cium aku, Sayangi aku. Pokok nya gak boleh Kemana mana." Satria langsung berbalik dan memeluk Sarah istri nya.
Dia tidak akan membiarkan Sarah pergi kemana mana saat malam, Tidak akan.
Enak saja, Jadi siapa yang memeluk nya ? Cukup selama 8 hari Satria di tinggal Sarah ke Milan dan mengalami yang nama nya sulit tidur.
Dan Satria tidak mau lagi di tinggal Sarah dan menjadi insomnia mendadak.
Tidak akan lagi ! Jika bisa itu terakhir kali nya Sarah bekerja di luar negri.
" Maka jangan suka merajuk ! Seperti bocah saja. " Satria tidak menanggapi nya
Tapi Sarah tau, Jika saat ini pasti suami nya tengah mengerucutkan bibir nya sambil merajuk.
" Kamu juga gak peka banget sama suami. " Bergumam di pelukan Sarah.
Kini Satria berada di posisi ternyaman nya, Berada di kedua bagian dada Sarah yang menikmati kenyamanan nya disana.
" Iya. "
" Yank, Kiss ..." Satria mendongak dan Sarah mencium kening nya.
" Sudah !"
" Bibir nya Yank..." Pinta nya lagi dengan nada yang terdengar manja.
Dan Sarah melakukan nya, Dia mencium bibir suami bocah nya yang memang bisa segala nya.
Bahagia ? Tentu !.
Sarah bahagia bersama Satria ! Sangat bahagia untuk saat ini, Dan semoga seterus nya akan terus begitu.
Oh, Jangan lupakan semua mahar yang di berikan suami nya tadi.
Semua sangat fantastis. Dari mukena sutra, Bermotif Bordiran bunga dari benang emas, Lalu Uang tunai yang di bingkai besar, Lalu satu set perhiasan yang nilai nya mencapai milyaran, Lalu saham sinar jaya sebanyak 28 persen itu, Sungguh luar biasa sekali bukan ?.
" Kenapa banyak sekali Bahar yang kamu berikan ? Berapa harga perhiasan itu ?"
" Gak Banyak, Hanya satu Lambo saja. " Menjawab pertanyaan Sarah dengan sangat enteng seperti tidak ada beban dan sekali, Hebat bukan ??
Hanya kata Satria ?
" Lambogini kamu itu 14, Lalu Lambo berapa banyak lagi Lamborgini kamu ?" Pekik Sarah kaget dengan jawaban suami nya.
Sebenar nya seberapa kaya Satria ini ? Kenapa bibir nya enteng sekali bicara seperti itu.
Hanya kata nya ??? Hanya !.
" Auhhh...sakit Yank..."
" Maka nya ngomong itu yang bener.. Kamu itu bohong kan sama aku ??? Jawab jujur, Berapa harga rumah ini ? Kalau hanya 15 M gak mungin. Bahkan Buk Rita bilang rumah ini pernah di tawar 19 M tapi gak di lepas. Jadi berapa harga yang sebenar nya Satria ???" Satria kembali melihat ke arah istri nya.
" Janji jangan marah ?"
" Katakan !"
" Janji dulu jangan marah Yank. "
" Cepat katakan berapa harga nya Satria !"
" Gak mau. Nanti kamu marah" Sarah hanya bisa menghela nafas nya saja.
Bicara dengan Satria hanya bisa membuat nya emosi dan kesal saja .
" Terserah. !" Kini gantian Sarah yang merajuk.
Satria memang benar benar bisa membuat nya kesal sekaligus.
Takut Sarah marah, Satria langsung beringsut kembali memeluk istri nya dari belakang dan menciumi tengkuk istri nya.
" Dy, Jangan marah sayang..."
" Sarah...Jangan marah ya sayang, Aku gak maksud buat kamu marah, Beneran deh, Aku cuma mau buat kamu bangga ke aku, Bukan maksud gimana gimana kok. "..
" Maafin ya. "
Cup...
" Iya deh, Aku jujur. Harga rumah yang sebenar nya itu 22 M, Itu udah bersih semua surat surat notaris dari mereka. Soal Furniture, Besok aku mau jual Mobil aku satu lagi. Buat nambahin kekurangan nya. Hehehe...uang tabungan aku habis Yank..." Sarah kembali menghela nafas nya kesal terhadap suami bocah nya itu.
Dia tidak ingin Satria kembali menjual mobil nya.
Sebisa mungkin Sarah melarang nya.
" Besok pake uang aku aja. Jangan pernah jual apapun lagi untuk kebutuhan kita. Kita suami istri, Udah sah juga kan, Jadi apapun itu bicarakan berdua. Jangan mengambil keputusan sepihak. Harta kamu juga harta aku, Jadi kalau kamu mau jual apa apa itu bilang ke aku. Kalau aku ada jangan berani Bernai nya jual apapun lagi. Awas kamu. "
" Tapi aku bisa Yank, "
" Bisa apa ? Bisa bikin aku kesel ? Kamu itu memang suka banget ya buat aku kesel. !"
" Iya deh, Maaf. Nanti kalau aku ads uang aku ganti lagi deh uang kamu yaa...hitung hitung ini pinjam dulu ya..."
" Hmm, Sekarang tidur. Besok takut kesiangan saat sahur. "
" Kiss lagi Yank..."
" Jangan Ngelunjak !"
Ayang menggemaskan di depan istri nya 💙
Ayang Sarah pake gaun tidur yang buat ayang Satria gemes 😂
...💙💙💙...