
Hari ini, Sarah benar benar membawa Meela menuju mall, Dimana mereka akan menghabiskan sore ini menunggu Magrib dan berbuka.
Seperti saat ini, Sarah menggandeng tangan Meela dengan senang, kedua nya memang seperti anak dan ibu yang terlihat sangat bahagia.
" Meela mau apa sayang ? Beli baju lebaran kita ya ?" Meela menatap Sarah dengan mata berbinar.
" Boleh gak ?" Sarah tersenyum dengan pertanyaan yang keluar dari bibir Meela.
" Sudah ayo..." Sarah membawa Meela ke sebuah toko bermerk, dan Sarah membelikan Meela baju baju cantik yang menurut Sarah cantik dan menggemaskan.
Mereka berdua layak nya ibu dan anak yang saling mengasihi, Bahkan Mereka berdua tak sungkan saling menunjukan perhatian mereka, Sampai saat Satria datang dan memeluk Sarah dari belakang.
" Rindu Yank..."
Plak !
" Sakit Yank..." Keluh Satria saat tangan nya di pukul oleh Sarah.
" Kamu gak malu ada Meela disini ?" Tanya Sarah menatap tajam ke arah Satria.
Sementara Satria, Dia hanya tersenyum saja melihat ke arah Meela yang juga tersenyum ke arah nya.
" Ayah boleh kan peluk Bunda ?" Meela mengangguk dan Sarah hanya bisa mencebik kesal saja melihat Satria.
" Dasar gak tau malu !" Cibir Sarah dan itu semakin membuat senyum Satria mengembang.
Istri nya itu semakin hari semakin menggemaskan saja bagi nya, Dan rasa nya Satria semakin jatuh cinta pada Sarah setiap saat nya.
" Udah belanja nya ?" Tanya Satria saat dia menuju kasir untuk membayar semua belanjaan anak dan istri nya.
Ciee...anak, Satria jadi tersenyum sendiri, Bagaimana nanti jika mereka benar benar memiliki anak sendiri ?
Ahh...rasa nya Satria ingin cepat cepat memiliki anak bersama Sarah, Tapi bagaimana keadaan istri nya ?
Apa dia sudah baik baik saja ?
Setelah membayar seluruh belanjaan anak dan istri nya, Mereka bertiga langsung menuju restoran untuk berbuka puasa bersama.
Dan apa ? Meela yang notabene nya memang anak orang susah, Hanya ingin makan ayam crispy seperti yang sering di ceritakan teman sekelas nya.
" Ayah, Bunda, Boleh gak kita makan ayam crispy kayak yang temen temen Meela makan ?" Sarah berdiri mematung di tempat nya.
Bahkan Satria juga menatap ke arah yang sama.
" Gak boleh ya ?" Meela menunduk sedih.
" Boleh ayo..." Satria langsung membawa Meela dan istri nya menuju restoran cepat saji, Ayam Crispy seperti keinginan Meela yang sangat sederhana.
Saat mereka sudah mendapatkan pesanan nya, Lihat ? Betapa bahagia nya Meela hanya bisa makan Ayam seperti ini ?
Bahkan dari cerita nya, Meela hanya bisa makan ayam goreng seperti ini yang di jual di kampung nya, Yang harga nya bahkan tidak sampai sepuluh ribu, Betapa sedih nya hati Sarah.
Hanya untuk makan ayam seperti ini saja Meela harus menunggu ibu nya punya uang ?
Sementara dia ? Bahkan Jika dia mau Papa nya bisa membelikan satu restoran itu untuk nya.
" Sudah...Jangan sedih, Setidak nya kita bisa mewujudkan impian Meela. " Sarah mengangguk dalam pelukan Satria.
Ternyata, Bahagia itu memang sangat sederhana, Karena melihat orang yang kita sayang bahagia seperti ini saja sudah ikut bahagia.
Setelah menghabiskan banyak waktu, Bermain, Belanja, Makan akhir nya mereka memilih pulang, Karena besok Meela akan mulai sekolah.
Bahkan Meela tertidur saat di perjalanan pulang, Alhasil Satria harus menggendong Meela dan membawa nya tidur ke kamar ibu nya.
Setelah meletakan Meela di tempat tidur nya, Satria dan Sarah kembali ke kamar untuk membersihkan diri mereka.
Lalu, Sholat berjamaah.
" Sayang..." Panggil Satria saat mereka sudah selesai melakukan 4 rakaat nya di malam hari.
" Hem ?" Jawab Sarah saat Satria mulai bermanja ria dengan nya.
" Kamu kenapa sih gak Bernai nyetir ? Takut kenapa ?" Sebisa mungkin Satria bertanya dengan hati hati agar tidak memicu trauma istri nya.
" Entah lah, Rasa nya ada ketakutan sendiri saat aku berada di belakang kemudi, Padahal Papa juga pernah cerita, Kalau aku bisa bawa mobil. "
" Yank..."
" Apa Satria ?" Tanya Sarah.
Dia masih mencerna apa yang di katakan suami nya, Bagaimana jika itu memang benar ?
" Yank, Kamu gak papa kan ? Sarah...Yank ?" Panggil Satria lagi.
Dia ketakutan, Takut jika istri nya kembali histeris.
" Satria..."
" Iya, Saya Yank ?" Jawab Satria dengan wajah panik nya.
Dia mulai ketakutan, Bagaimana jika ??? Tapi melihat wajah istri nya yang tampak biasa saja membuat Satria bisa sedikit bernafas lega.
Karena Seperti nya Sarah tidak akan histeris seperti yang kemarin kemarin lagi.
" Jika memang aku mengalami semua itu, Apa kamu akan tetap bersama aku ?" Satria kaget.
" apaan sih kamu Yank ? Kamu ngomong apa ??" Sarah gantian memeluk Satria.
Dia melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Satria dan merebahkan kepala nya di dada bidang milik suami bocah nya itu.
" Kamu tau ? setiap kali aku merasa pusing, Bahkan aku sudah beberapa hari ini mengalami pusing karena bayangan bayangan itu kembali datang, Tapi aku sebisa nya menahan rasa sakit itu, Saat berdekatan dengan kamu, Mendengar detak jantung kamu yang seperti ini, Rasa nya sangat nyaman sekali. Aku merasa aman dan tenang saat mendengarkan detak jantung kamu seperti ini, Jadi bisakah menjaga detak jantung ini terus berdetak dengan lembut seperti ini ?" Satria menciumi puncak kepala istri nya.
Dia Benar benar merasa lega saat mendengarkan penuturan dari istri nya, Betapa bahagia nya Satria saat mengetahui keadaan istri nya semakin membaik.
" Kamu ingin detak jantung aku seperti ini bukan ? " Tanya Satria lagi.
Sarah mengangguk dan semakin mengeratkan pelukan nya di pinggang suami nya.
" Maka terus lah tersenyum dan sehat, Maka detak jantung ini akan terus berdetak sesuai apa yang kamu ingin kan. " Sarah menatap ke arah wajah suami nya.
Cup...
Satria mencium kening istri cantik nya itu penuh dengan kelembutan dan kasih sayang.
" Bahagiakan diri kamu, Terus kasih aku senyuman, Kasih aku harapan agar terus bisa membuat kamu bahagia dan terus melihat senyuman cantik kamu ini. " Sarah mengangguk.
" Kamu Sayang kan sama aku ?" Tanya Satria lagi.
" Kok tanya gitu ? Apa kamu gak tau kalau aku sayang ke kamu ? Walau kamu kadang itu menyebalkan dan manja, Tapi kamu itu---"
" Menggemaskan bukan ? Iya kan ? Iya dong ? Pasti dong yakan..." Satria menaik naikan kedua alis nya menggoda Sarah.
Dan apa yang di dapatkan nya ? Sarah malah mencubiti Perut nya seperti biasa dan itu membuat Satria tertawa.
" Hahaha...ampun yank, Udah...ampun, Sakit Yank, Iya gak lagi lagi ganggu kamu, Janji Yank..udah..."
" Rasain kamu, Rasain rasain rasain , Kamu menyebalkan !" Sarah merajuk dan memunggungi suami nya.
" Ayang, Jangan marah...jangan ngambek...Aku minta maaf oke..." Satria datang mendekat ke arah istri nya dan memeluk Sarah dari belakang dan menciumi puncak kepala istri nya.
" Yaudah, Besok aku beliin tas ibu pejabat lagi, Tadi bapak bapak udah heboh di group, Kata nya ada tas keluaran terbaru, Nanti deh aku tanyain lagi. "
" Aku mau warna ungu ! Kayak punya istri nya Youtuber itu, Biar samaan sama dia, Kata nya warna ungu itu langka. "
" Oke !"
" Hah ? Oke ??" Tanya Sarah lagi.
Satria mengangguk, " Iya, Oke...Terus apa lagi ?"
" Hanya oke ? Kamu beneran ?? "
" Apasih yang gak buat ayang ?"
" Dasar gombal !" Satria hanya tertawa saja mendengar gerutuan sang istri.
Ayang suami nyusul Ayang istri ke Mall 💙
Ayang istri ke Mall 💙
...🍑🍑🍑...