
Betapa bahagia nya Satria saat ini, Sejak semalam dia terus saja tersenyum, Bahkan saat tidur pun wajah nya penuh dengan senyuman.
Apalgi pagi, Dia begitu antusias menyambut pagi, Untuk segera menjemput istri nya, Dia akan memberi kejutan, Dia bilang dia ada ujian, Namun karena status spesial nya seorang Satria, Dia bisa meminta ujian susulan nanti.
Dan hari ini dia Free.
" Wihh...girang banget...Ada apa ??" Sindir Mami Ratu saat melihat anak nya sudah mandi, Rapi saat mau sahur.
Tidak seperti kemarin kemarin yang cemberut dan mendung, Kini malah sinar mentari pun seakan kalah dan tertutup oleh sinar bahagia nya seorang Satria Arjun Widjaya Diningrat.
" Mami Kepo ah, Gak asik..." Mami Ratu hanya cemberut saja saat mendapatkan jawaban dari putra nya.
Sementara Sang Papi sengaja membaca niat untuk makan sahur agar perdebatan ibu dan anak itu terhenti, Dan terbukti, Kedua nya langsung berdoa mengikuti arah sang Raja dirumah ini dan makan sahur.
" Udah ah...Satria mau ke mushola, Mau ngaji dulu, Nunggu Shubuh...Bye Mai...Bye Papi..." Papi Raja hanya tersenyum saja melihat tingkah Satria yang terus berseri seri di wajah nya.
Betapa bahagia nya mereka, Kehadiran Satria dan kembaran nya itu sangat penuh dengan perjuangan mereka. Dimana waktu 14 tahun itu bukan waktu yang sedikit, Bukan sekali dua kali mereka melakukan proses bayi tabung, Namun selalu gagal dan gagal, Operasi pembersihan rahim, Serta pengecekan kesehatan benih Papi Raja juga bukan sekali dua kali.
Sampai dimana saat mereka lelah, Dan memilih untuk mengadopsi seorang anak, Mami Ratu mimpi, Untuk Ziarah ke makan Walisongo, Disana Mami Ratu terus mengaji, Puasa mutih selama 14 hari, Dan apa yang di dapat kan nya setelah berziarah ? Mami Ratu di nyatakan hamil oleh Dokter sebulan kemudian.
Dan betapa terkejut nya mereka saat mendengar bahwa Mami Ratu sedang mengandung Bayi kembar.
Begitu baik sang maha kuasa, Mereka menanti selama 14 tahun dan meminta satu, Allah memberi mereka dua.
Dan saat kelahiran bayi kembar itu, Sang Kakak adalah Satria Arjun Widjaya Diningrat dan Sang adik adalah Samantha Amber Widjaya Diningrat.
Namun, Allah berkata lain lagi, Saat di usia mereka yang baru 3 tahun, Samantha di panggil untuk kembali ke sisi Allah dan disitu lah awal kehancuran Mami Ratu.
Mentari sudah datang, Dan Satria dia sudah siap dengan apa yang di siap kan nya sejak kemarin.
Dia bersiap untuk memberi kejutan ke sang istri.
Kini Satria sudah sampai di bandara, Walau agak terlambat, Tapi tidak Papa, Mungkin Sarah masih menunggu rombongan nya, Karena Satria tau bahwa Sarah tidak bisa mengendarai mobil kan.
Lagi pula dia sudah bertanya lewat pesan hijau, Dimana Sarah, Dan istri nya menjawab masih di bandara, Karena Papa nya akan menjemput nya, Bukan kah ini momen yang pas ?
Ah...Satria sudah melihat istri nya, Sarah nya disana, Ada juga Pria paruh baya seusia Papi nya, Tapi siapa laki laki itu ? Ah, Mungkin asisten nya.
Bukan kah begitu kebanyakan ??
Senyum Satria terus saja berkembang, Bunga di tangan kanan nya, Dan Kotak cincin di tangan kiri nya, Senyum Satria terus mengembang untuk memberi kejutan pada istri nya.
Namun saat dia hampir sampai, Senyuman nya luntur seketika.
" Kenalkan Sayang, Ini Gerry, Dia putra Tuan Gandi, Pemilik perusahaan Textile terbesar di Indonesia, Papa harap kamu gak lupa sama janji kamu. " Sarah melihat ke arah Papa nya dan Pria di samping nya saat ini.
Tinggi, Tegap, Kulit Kecoklatan khas Indonesia.
" Papa harap kamu bisa berkenalan dengan baik, Gery ini calon suami kamu. Kemarin Tuan Gandi sudah melamar kamu, Dan Minggu depan akan di adakan acara lamaran Resmi nya. "
Duarr....
Bukan hanya Sarah saja yang kaget, Satria juga kaget, Bagaimana bisa istri nya di lamar pria lain ??
Lalu bagaimana dengan Satria ?
Tak...
Atensi ketiga orang yang berdiri di depan nya langsung melihat ke arah sumber suara.
Sarah melihat suami bocah nya, Suami bocah yang di rindukan nya, Hari ini terlihat sangat tampan, Dengan setelan hitam kesukaan Sarah.
Kemeja hitam, Dengan lengan di gulung, Lalu celana Jeans hitam nya, Membuat mata Sarah menatap kagum pada suami bocah nya.
" Maaf, Menganggu..." Satria mengambil kotak cincin nya yang jatuh.
Sarah melihat isi nya saat kotak itu terbuka tadi. Lalu di lihat nya sang suami bocah yang kehilangan rona di wajah nya.
Pasti saat ini Satria merasa kecewa pada nya, Sarah melihat itu semua di wajah suami bocah nya.
" Maaf, Saya menunggu seseorang, Tapi seperti nya dia sudah bersama keluarga nya, Maaf. " Satria berbalik, Dia ingin kembali kerumah nya.
Dia ingin bertemu Mami nya, Satria ingin mengadu pada Mami nya, Jika hati nya saat ini sangat sakit...
Saat Satria berjalan meninggal meninggalkan ketiga orang itu, Sarah malah mengejar nya.
" Satria...Tunggu...Satria..." Satria tidak mendengar nya.
Dia terus berjalan meninggalkan Sarah, Hati nya sakit sekali.
" Satria tunggu, " Sarah berhasil menghentikan Satria, Dan merentangkan kedua tangan nya.
" Aku buru buru Sarah...Awas. " Sarah kembali menggeleng.
" Aku gak mau, Itu bunga buat aku kan ? Siniin. " Sarah mengambil bunga itu dari Satria dan memeluk nya, Satria hanya menunduk saja.
Dia masih sedih, Di pegang kotak beludru berwarna putih itu, dan Sarah melihat nya.
" Sini, Ini juga untuk aku kan ?" Satria tetap diam.
Bahkan saat Sarah membuka kotak cincin nya, Dan melihat isi nya pun Satria tidka melihat nya.
Cincin yang sangat indah, Berwarna Emeral yang memberikan kesan kemewahan, Oh jangan lupakan sang Emeral di kelilingi oleh batu mulai lain nya yang berwarna bening itu.
Sarah yakin harga nya tidak main main, Ini pasti sangat menguras uang suami nya.
" Cantik, Aku suka. Terima kasih..." Satria hanya mengangguk saja.
Sarah ingin sekali memarahi Satria, Di saat begini kenapa suami nya malah bersikap kekanakan ??
Kenapa tidka bersikap dewasa seperti saat di kantor nya ?? Menyebalkan sekali.
" Gak mau peluk nih ? Kata nya rindu ?" Satria menggeleng.
" Ah...Lama. " Sarah yang kesal langsung memeluk Satria...
Satria kalah, Dia merindukan istri nya, Di balas nya pelukan sang istri dan di hirup nya dalam dalam aroma tubuh Sarah.
Bahkan Satria tidak malu lagi saat mengendus aroma yang menguat dari leher istri nya.
" I Miss you bad, I Miss you. " Ucap Satria sambil membalas pelukan Sarah .
Cup...
Di cium Satria kening Sarah , Dan tinggi tubuh Sarah yang hanya sebatas dagu nya memudah kan Satria untuk mengecup kening istri nya...
" Sarah..." Kedua nya langsung melihat ke arah sang Papa.
Lebih tepat nya Papa kandung dan Papa mertua itu.
" Siapa dia ?" Wajah Gery sudah menahan kesal nya saat melihat calon istri nya di peluk oleh Pria lain.
Dan Satria, Membalas genggaman tangan Sarah, Dia berani menatap Papa nya Sarah dan pria yang kata nya calon suami Sarah.
Enak saja, Calon suami ! Sarah itu istri nya ya, Mana bisa menjadi calon istri orang lain lagi.
" Siapa dia Sarah ?" Tanya Papa nya lagi.
Mereka masih di bandara, Menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung bandara pagi ini.
" Kenalin Pa, Ini Pacar Sarah. Satria..." Satria tau, Pasti saat ini Papa nya Sarah tengah memikirkan rentang usia mereka.
Ingin sekali Satria berdecak kesal, Namun mana boleh ?
" Perkenalkan Om, Saya Satria..." Satria mengulurkan tangan nya.
Namun kesombongan Panji Sastra Radjasa ini terlalu tinggi, Maka lama untuk menjabat nya.
" Yang bener Sayang..." Wuss....
Senyum Satria berkembang dua kali lipat saat Sarah memanggil nya sayang, Oke, Satria akan memperkenalkan diri sebagai Satria sang pangeran dan pewaris tunggal Tahta Kerajaan bisnis Keluarga nya.
" Maaf, Saya Pangeran Satria Arjun Widjaya Diningrat, Putra dari Raja Widjaya Diningrat dan Ratu Ana Wirawan. "
Duar....
Kepala Papa Panji seakan meledak saat ini, Nama Satria saja sudah membuat kepala. ya sakit, Apalagi nama kedua orang tua nya tadi.
Siapa yang tidak mengenal Raja Widjaya Diningrat ? Keturunan darah biru, Pengusaha Nomor satu Di Negara ini, Lalu istri nya ? Ratu Ana Wirawan adalah mantan ke kasih nya, yang di khianati oleh diri nya sendiri, Yang mabuk bersama rekan kerja sang kekasih hingga membuahkan hasil, Dan hasil itu adalah Astrid Putri sulung nya.
Saat senyum ayang luntur 😞
Saat ayang baru pulang dari Milan 💙