My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Menyiapkan Diri



Setelah aksi kepergok nya Astrid yang tengah memandangi romantisme sepasang kekasih halal di deck atas, Genk anti huru hara sudah menjadikan Astrid sebagai target nya.


Terima buk Rita, Dia merasa Astrid adalah ancaman untuk proses penyembuhan trauma yang di alami Sarah dan mereka semua tidak ingin hal itu terjadi pada Sarah.


Sebisa mungkin mereka akan mengawasi Astrid agar menjauhkan nya dafi jangkauan Sarah dan Satria adalah hal yang utama saat ini.


Kini liburan singkat penuh kenikmatan mereka harus berakhir saat di raja Ampat, Dan atau apa yang terjadi selanjut nya ?


Usaha Satria akan di mulai saat mereka sampai dirumah nanti,Dimana Satria menyiapkan sebuah Suprise untuk istri nya.


" Kenapa pake acara tutup mata segala sih Satria ? " Keluh Sarah saat kedua mata nya di tutup oleh kedua tangan Satria.


Sementara pelaku nya hanya tersenyum saja disana, Dia menyukai aksi protes yang di lakukan sang istri.


" Ini hadiah untuk kamu Yank..." Bisik Satria di teling istri nya dan mengecup pipi nya.


" Aku gemes tau yank sama kamu. Pengen cium terus kan jadi nya. " Dia terkekeh dengan ulah nya sendiri.


Sementara sang istri hanya mencebik saja.


Satria ini memang seperti itu, Suka sekali memancing emosi nya.


" Siap ????"


" Tunjukan saja apa kejutan nya ! Jangan terus mengukur waktu ! Aku sudah gerah dan ingin segera mandi !"


Kan, Kenapa lagi kan kamu Satria ???


" Iya iya, Jangan marah dong Yank...."


Kini kedua nya sudah sampai di depan sebuah ruangan.


Ceklek !


Suara pintu terbuka, Dan Sarah menebak ini adalah kamar mereka, Tapi kenapa dekat sekali dari tangga ? Sementara kamar mereka ada di ruangan paling ujung.


" Aku hitung ya Yank, Kalau udah tiga kamu buka mata nya. "


" Cepet !"


" Sabar Yank, Ini aku hitung. Ingat jangan ngintip. " Sarah hanya bisa menghela nafas nya secara kasar saat merasa di permainkan oleh suami nya.


Namun, suara Satria yang mulai berhitung pun terdengar di telinga Sarah.


" Satu, Dua, Tiii....Ga....Surprise...." Sarah dapat melihat seluruh isi ruangan ini.


Ini adalah galery seni, Dimana ada kanvas, Cak kuas beraneka ragam warna lengkap nya, Lalu sebuah meja kerja serta komputer nya, Lalu ada alat musik juga ?


Seperti gitar dan piano, Apa maksud Satria memberikan nya sebuah galery seni seperti ini ?


Apa tujuan nya ?


Sementara Sarah, Dia melihat suami nya tengah duduk di kursi yang menjadi pasangan sebuah piano itu.


Ting...


Satria menekan tuts piano disana dan mulai memainkan nya.


...Awal ku mengenalmu...


...Tersita seluruh hatiku...


...Oh, indahnya dirimu...


...Ku jatuh hati padamu...


...Tak terasa waktu berlalu...


...Kini kau tlah jadi milikku...


...Betapa bahagianya aku...


...Saat kau ada di sisiku...


...Kini tiba saatnya...


...Kita harus melangkah...


...Temani diriku di sisa waktumu...


...Genggamlah tanganku, bersamaku...


...Kau 'kan menentukan arah...


...Bersama diriku yang 'kan slalu...


...Yakinkan hatimu temaniku...


...Di setiap langkah-langkahku...


...Ku di sini, di sampingmu...


...Ku 'kan slalu ada untukmu...


...Kita harus melangkah...


...Temani diriku di sisa waktumu...


...Genggamlah tanganku, bersamaku...


...Kau 'kan menentukan arah...


...Bersama diriku yang 'kan slalu...


...Yakinkan hatimu temaniku...


...Di setiap langkah-langkahku...


...Ku di sini, di sampingmu...


...Ku 'kan s'lalu ada untukmu...


...Genggamlah tanganku, bersamaku...


...Kau 'kan menentukan arah...


...Bersama diriku yang 'kan slalu...


...Yakinkan hatimu temaniku...


...Di setiap langkah-langkahku...


...Ku di sini, di sampingmu...


...Ku 'kan slalu ada untukmu...


...Genggamlah tanganku, bersamaku...


...Kau 'kan menentukan arah...


...Bersama diriku yang 'kan s'lalu...


...Yakinkan hatimu temaniku...


...Di setiap langkah-langkahku...


...Ku di sini, di sampingmu...


...Ku 'kan slalu ada untukmu...


...Ku di sini, ku 'kan slalu ada untukmu...


Sarah tercengang, Suara Satria ? Dia tidak menyangka suara suami nya sangat berat dan merdu, Lagu ini ? ..


" Kenapa Sayang ?" Satria menghampiri istri nya yang diam di tempat tatapan mata Sarah ?


" Hehehe....aku itu pinter nyanyi tau yank, Aku ini biduan sekolah dan kampus. "


Bugh...


" Menyebalkan sekali kamu, " Sarah mulai kesal, Dia mencubit dada Satria yang keras karena tidak terlalu tegap, Tapi suami nya itu tidak kurus juga.


Kotak di perut Satria sangat memukau, Sarah sering memegang nya saat mereka sedang bersama dan beradu di atas tempat tidur.


" Maaf sayang, buat kamu nangis lagi. " Sarah menggeleng.


Dia tetap berada di pelukan suami nya, Meresapi kehangatan dari tubuh suami bocah nya itu.


Jika bocah bisa seluar biasa ini, Kenapa di luar sana banyak wanita yang mencari pria dewasa dengan segala penunjang nya ?


Betapa beruntung nya Sarah, Bisa mendapatkan suami seperti Satria ini, Cinta nya, Ketulusan nya dan semua yang ada pada diri nya begitu membuat Sarah terharu.


Tapi tunggu, Satria mulai panik, Saat tidak mendengar lagi isakan Sarah, Tapi tubuh istri nya mulai mendingin.


Dan dugaan Satria benar, Istri nya mulai mendapatkan kepingan kepingan puzzle yang hilang itu.


" Sayang...kamu kenapa ? Hey...Sarah...Yank..." Panggil Satria lagi.


" Lu-lukisan, Wanita berdarah itu sedang melukis Satria, Di-dia melukis di Taman, Di-disana ada sebuah Villa, Ada taman bunga, A-da kolam air mancur juga...Vi-villa itu---" Sarah tidak melanjutkan perkataan nya saat Satria terus memeluk nya dan menenangkan nya dengan pelukan.


Jika memang ini jalan yang harus di tempuh nya untuk kesembuhan sang istri, Satria akan melakukan nya.


Villa ? Taman bunga ? Kolam air mancur ? Apa ini Villa yang di katakan papa mertua nya ?


Jika benar Satria memang harus mengunjungi nya, Untuk melanjutkan misi selanjut nya.


Dia harus membaca kondisi mereka terlebih dahulu, Harus konsultasi lagi ke Buk Rita langkah apa lagi yang akan di ambil nya.


" Kamu percaya kalau aku sayang sama kamu Yank ?" Sarah mendongak menatap wajah Satria.


Cup...


Sarah memejamkan mata nya saat Satria mengecup dahi nya dengan dalam, Benar kah Satria menyayangi dan mencintai nya ?


Saat seperti ini, Rasa nya Sarah mendapatkan segala jawaban atas kegelisahan hati nya.


Satria adalah oase nya di tengah gurun pasir yang sedang di lalui nya saat ini.


Satria adalah sumber mata air yang di rindukan nya di tengah kekeringan dan kekosongan yang di rasakan nya saat ini.


Sarah semakin dalam memeluk Satria dan mengangguk, Dia percaya bahwa Satria benar benar mencintai nya, Menyayangi nya dengan sepenuh hati nya.


" Tolong, Apa pun yang kamu lihat dan kamu ingat, Tolong beritahu aku. Karena itu demi kebaikan kamu Yank...Kamu percaya sama aku kan ?" Sarah mengangguk...


" Sekarang ayo ke kamar, Kita mandi. " Satria membawa Sarah ke kamar mandi dan mulai memandikan nya.


Sarah hanya diam, Dia benar benar terharu atas apa yang di lakukan suami nya, Satria benar benar liar biasa, Tidak canggung smaa sekali saat membersihkan seluruh tubuh nya tanpa rasa nafsu sedikit pun, Satria adalah pria yang sangat luar biasa menurut Sarah.


Dimana dia bisa menempatkan posisi nya dengan sangat baik.


Menghargai setiap inci tubuh nya, Dimana lagi ada pria seperti ini ?


Tidak ! Sarah tidak akan membiarkan siapapun mendekat apalagi merebut suami nya.


Tidak akan ! Mimpi anda terlalu jauh, Jika berani ingin merebut Satria dari nya, Sarah akan menempuh jalan ninja nya.


" Sudah ayo...tidur siang setelah Dzuhur Yank, Kamu mau nunggu aku atau duluan aja ?" Tanya Satria saat memakaikan gaun rumahan untuk istri tercinta nya.


" Nunggu kamu aja. Kita jamaah. " Satria mengangguk...


" Tunggu sebentar ya..." Sarah mengangguk.


Dia kembali ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan membaca buku hadist, Sarah malu jika ingin membaca Al Qur'an ,karena suara dan bacaan nya tidak terlalu bagus.


Mungkin nanti dia akan belajar dengan Satria saja pelan pelan.



Ayang lagi main piano buat istri 💙



Ayang habis di mandiin suami 💙


...💙💙💙...