
Hari kepulangan mereka ke Jakarta pun terjadi hari itu juga, Sejak kejadian pagi itu, Satria benar benar merasa bersalah.
Sarah mendiamkan nya, Tanpa ingin bicara apapun lagi dengan nya.
Bahkan saat sarapan pagi tadi pun, Sarah terus saja diam dan meninggalkan nya begitu saja di meja makan sebelum makanan di piring nya habis.
Satria tau, Istri nya merasa kecewa dengan diri nya sendiri, Satria benar benar mengutuk diri nya sendiri yang telah membuat hati istri nya kecewa.
Memang tidak salah keinginan nya, Tapi jika hasil nya negatif kan itu akan membuat Sarah kecewa.
Karena Sarah terlalu sensitif soap kehamilan. Entah lah, Dia merasa kurang percaya diri saja dengan diri nya sendiri.
Sudah 6 bulan berlalu sejak pernikahan mereka, Tapi belum juga Sarah menunjukan tanda tanda tengah mengandung, Sementara Nia asisten nya ?
Baru sebulan yang lalu dia menikah, Dan kini dia sudah mengandung, karena kata nya setelah menikah, Nia baru selesai mens, Dan sebulan sudah dia tidak mendapatkan tamu bulanan nya.
Dan saat di cek ternyata hamil.
Lalu apa kabar Sarah ? Setiap malam dia Satria melakukan nya, Tapi kenapa belum juga ada tanda tanda ?
Apa dia mandul ?
Pikiran buruk terus saja terlintas di pikiran nya saat ini.
" Loh, Yank...tungguin aku..." Ucap Satria saat mereka baru saja sampai dirumah mereka.
Begitu sampai, Belum juga Satria mematikan mesin motor nya, Sarah sudah turun dari boncengan nya dan masuk ke dalam ruang pribadi mereka.
Kamar, Dan membersihkan diri.
" Sayang..." Satria kembali menghela nafas nya berat.
Sarah melewati nya begitu saja menuju kamar mandi tanpa menjawab sapaan nya.
Dan melihat itu, Satria semakin merasa bersalah dengan istri nya.
Sarah pasti kecewa dengan diri nya sendiri saat ini, Dan Satria melihat itu yang Satria takut kan saat ini, Istri nya tertekan dan berakibat fatal bagi ingatan nya saat ini.
Cukup lama Satria menunggu, Sampai Sarah selesai mandi, Dia pun langsung mendekat ke arah istri nya.
" Sayang ..maafin aku..." Ucap nya manja penuh penyesalan.
Namun Sarah tidak menjawab nya sedikit pun, Tapi Satria tidak menyerah.
" Sayang....maaf..." Ucap nya sekali lagi.
Namun bukan nya mendapatkan jawaban dan maaf dari Sarah, Satria malah mendapatkan penolakan dari istri nya.
" Ayang.. kamu marah ?" Tanya Satria saat Sarah meninggalkan nya, Dan memakai pakaian nya di depan Satria tanpa rasa malu sedikit pun.
Bukan terangsang, Satria malah semakin merasa bersalah pada istri nya yang terus diam sejak pagi tadi, Bahkan berpegangan dengan nya saja pun tidak saat di perjalanan pulang tadi.
" Ayang...maafin aku, Aku gak maksud begitu, Udah ya jangan di pikirkan, Nanti kamu sakit. Aku gak papa kok, Aku masih muda, Aku masih kuat buat kamu bisa hamil. Kamu juga masih muda, Sudah jangan marah ya..."
" Ayang...Maafin aku..." Suara Satria semakin lirih saat istri nya tidka juga menjawab nya.
Malah kembali meninggalkan nya, Satria menunduk dan semakin merutuki diri nya sendiri yang terlalu terburu buru untuk meminta Sarah mengecek hal paling sensitif itu bagi kaum wanita.
Dan benar saja, Hubungan nya saat ini dengan Sarah semakin dingin.
Sarah tidak membuka mulut nya sedikit pun sejak tadi hingga kini.
Cukup lama Satria diam di tempat nya, Dia baru tersadar, Jika istri nya sudah pergi meninggalkan nya di tempat itu sendirian.
Dan yang membuat nya kaget adalah saat mendengar suara mobil, Mau kemana istri nya ??
Satria berlari ke balkon di ruang ganti nya dan melihat Sarah yang masuk ke dalam mobil nya bersama Supir mereka.
" Sayang kamu mau kemana ?? Aku ikut...tungguin aku..." Satria langsung berlari ke luar, Dia benar benar berlari untuk mengejar istri nya.
Namun sayang, Sarah benar benar marah pada nya, Bahkan tidak melihat nya sedikit pun.
" Mang, Kok di bukain sih gerbang nya ? Liat, Istri Satria pergi kan ?"
" Tadi Nyonya yang suruh Den, Kata nya kalau gak mau buka gerbang nya, Dia mau suruh supir untuk nabrak gerbang, kan lebih gawat den..."
" Ahh...udah lah .." Satria kembali berlari menuju motor trail nya tadi untuk mengejar mobil istri nya.
Tanpa di sadari Satria, Mobil Sarah belum keluar dari gerbang utama komplek rumah mereka.
Dan saat Satria sudah melewati mobil Mereka saat bersembunyi, baru lah mobil itu kembali berjalan.
" Kita kemana Nyonya ?" Tanya pak supir saat melihat seperti nya hubungan Tuan dan Nyonya nya tidak baik baik saja.
" Kerumah sakit ibu dan anak. !"
" Tapi Den Satria Nyonya ?"
" Jalan saja pak ! Saya tidak meminta bapak untuk bicara soal yang lain nya !" Pak supir mengangguk dan melajukan mobil nya kerumah sakit ibu dan anak tujuan Sarah.
Saat sampai disana pun Sarah turun begitu saja dari mobil tanpa bicara apa pun dengan pak supir.
Sementara Satria ? Dia terus menjadi dimana istri nya berada saat ini, Dan bodoh nya dia yang meninggalkan ponsel nya, Karena dia tidak bisa menghubungi supir nya dimana posisi mereka saat ini.
" Kamu dimana ayang ?? Maafin aku..." Tanpa terasa air mata Satria keluar di sudut mata nya.
Ini pertama kali nya dia dan Sarah mendapatkan Maslaah dalam rumah tangga nya.
Satria kerumah orang tua nya, Namun tidak ada mobil nya, Satria tidak bertanya karena takut akan timbul masalah lain nya.
Akhir nya Satria memilih kerumah Mami nya saja. Dan saat sampai disana, Mami dan papi nya sudah yang berada di teras kaget melihat kedatangan putra nya.
" Satria..."
" Mami...." Satria langsung memeluk Mami nya.
Mami Ratu dan Papi Raja pun heran melihat nya, Dan apa itu ? Satria menangis ?
" Kamu kenapa nak ? Satria ?? Kamu kenapa sayang ?" Mami Ratu panik.
Ini adalah pertama kali nya Satria menangis setelah dewasa. Dan ini membuat hati Mami Ratu sakit melihat putra tercinta nya menangis dan bersedih begitu ?
" Cerita ke Mami, ada apa ? Kamu kenapa Satria ?" Tanya Mami Ratu sambil terus memeluk putra nya.
" Sarah Marah sama Satria Mi, Dia pergi entah kemana sama supir, Sarah marah Mi,. Sarah ninggalin Satria, Sarah diemin Satria Mi..."
" Tapi kenapa ???" Tanya Mami Ratu yang belum tau akar dari masalah anak dan menantu nya.
" Sarah sakit waktu di Lembang Mi, Sarah muntah muntah, Bik Yem nyaranin buat testpack dulu, Dan hasil nya negatif, Sarah kecewa Mi, Kecewa sama diri nya sendiri dan diemin Satria. " Satria menceritakan semua nya.
Semua nya, Bahkan saat dia meminta maaf dirumah dan mencari Sarah, Namun Sarah tetap diam nya.
" Wanita itu paling sensitif sama kehamilan, Apalagi jika mendapatkan hasil yang tidak sesuai, Jadi kamu salah karena telah melakukan hal itu. " Satria melepaskan pelukan dari tubuh Mami nya dan melihat sang Papi.
" Iya, Satria tau Satria salah pi, Apalagi Nia asisten nya Sarah udah hamil, Pasti saat ini Sarah merasa insecure sama diri nya sendiri. "
" Cari istri kamu, Mami hubungi Sarah dan tanya dimana dia. " Mami Ratu mengangguk.
" Tersambung..." Bisik Mami Ratu saat sudah menghubungi menantu tersayang nya.
" Assalamualaikum, Sayang kamu dimana ?" Tanya Mami Ratu dengan lembut.
" Waalaikumsallam Mi, Ini lagi di jalan mau pulang, baru dari suatu tempat. "
" Oke, Mami sama Papi mau kerumah kamu ya, Satria gak bisa di hubungi, Gak di angkat. "
" Iya, Ini Sarah udah mau balik kerumah Mi..."
" Hati hati di jalan sayang,. "
" Iya Mi. " Sambungan telepon terputus dan Satria langsung pergi meninggalkan Mami dan Papi nya.
Dia harus sampai dirumah duluan, Sebelum Sarah pulang.
" Mi, Pi, Satria pulang dulu ya, Assalamualaikum. "..
" Waalaikumsallam, Hati hati sayang. " Ucap Mami Ratu membiarkan Putra kembali kerumah dan menyelesaikan urusan mereka.
Ayang suami yang lagi manja sama mami.💙
...🍑🍑🍑...