
" Jadi gimana ibu ibu ? Mau gak bantuin istri saya untuk jadi model nya ?" Ke empat ibu ibu itu masih terdiam memikirkan tawaran dari sepasang pengantin baru di depan mereka.
Satria sudah menjelaskan semua nya, Tentang keinginan nya untuk meminta bantuan dari ibu ibu kece badai calon Genk istri nya disini.
Sarah diam saja, Jujur dia tidak tau bagaimana cara nya berteman, Dia memang sulit bergaul dan tidak memiliki teman.
Sarah seorang Introver, Semenjak hilang ingatan itu terjadi.
Maka dia hanya berteman dan akrab dengan Nia asisten nya saja.
Selebih nya tidak ada lagi teman nya.
" Apa bayaran nya kurang ? Jika iya saya bisa menambahkan nya. " Tanya Sarah bingung.
Satria menggeleng, Sarah memang begitu, Terdengar ketus dan judes.
" Kami cukup kaya untuk itu, Dan Alhamdulillah lebih dari cukup !" Sahut Buk Ana yang memang terkenal judes.
" An, Yang sopan..." Sela Umi Jamilah.
Dia merasa tidak enak juga dengan Sarah dan Satria .
" Bukan gitu maksud nya Buk, Istri saya ini memang susah bergaul, Dia hanya tau bekerja saja. Tidak tau berteman. " Satria menjelaskan agar istri nya tidak di cap buruk.
" Keputusan nya besok ya Nak Satria. Ini udah sore, Kita kita mau masak dulu. Suami sebentar lagi pulang. " Satria mengangguk.
" Hm, Saya mengundang ibu ibu dan keluarga untuk Buka puasa bersama dirumah saya saat puasa pertama nanti, Sekalian syukuran dan mendoakan istri saya untuk berangkat ke Milan. " Ke empat ibu ibu itu mengangguk.
" Tolong rahasiakan dulu hubungan ini ya ibu ibu, Sampai saat istri saya kembali dari Milan, Kami akan menikah secara Hukum. Kami menikah siri untuk menghindari Zina, Jadi kami melakukan nya dulu. " Umi Jamilah paham
Jarang anak muda jaman sekarang seperti Satria, Tanggung jawab dan menghargai istri nya.
" Kalau begitu kita pamit Dek, Besok Jam makan siang kita ketemu lagi. " Satria dan Sarah megangguk.
" Assalamu'alaikum..." Ucap ke empat ibu ibu komplek Cempaka anti huru hara itu.
" Waalaikumsallam..." Jawab Sarah dan Satria bersamaan.
Mereka memutuskan untuk membersihkan diri di kamar tamu, Dan makan makan disini saja. Sebentar lagi juga makanan mereka akan sampai.
Satria adalah Gfood Holic. Dia selalu menggunakan aplikasi pengantaran online.
Lebih simple dan praktis.
" Ayang..." Panggil Satria saat Sarah sudah keluar dari kamar mandi.
Sarah mengangguk dan langsung menuju posisi nya.
Mereka melakukan 3 rakaat di ujung Senja menuju Malam berbintang.
Satria benar benar menjadi imam yang baik untuk Sarah, Dan dia masih terus belajar untuk itu. Agar sama sama membangun sebuah surga yang akan selalu mereka rindukan.
Surga yang akan mereka datangi bersama anak anak nya kelak.
Semoga !
" Till Jannah Yank..." Satria berucap saat Sarah mencium punggung tangan nya dan Satria mengusap kepala Sarah yang masih tertutupi mukena nya.
Lalu di cium Satria dengan dalam kening Sarah. Betapa tenang dan damai nya hati Sarah, Satria benar benar sosok yang melindungi nya.
Sarah merasa nyaman dan terlindungi saat bersama Satria.
" Aamiin..." Jawab Sarah saat Satria mencium kening nya.
" Ajak makan para tukang Yank, Kayak nya udah di depan deh Gfood nya. " Sarah mengangguk.
Dia mengkucir rambut nya tinggi dan membuka pintu rumah nya dimana kurus tersebut sudah di depan pintu rumah nya.
" Sudah di bayar Mas ?" Tanya Sarah.
Kurir tersebut mengangguk karena Satria membayar nya via Gpay.
Sarah menghitung pesanan dan ternyata lebih satu, Sarah tau, Suami nya pasti memesan lebih untuk kurir nya.
" Ini untuk Mas nya. Di makan ya "
" Eh, Gak perlu mbak, Saya sudah makan. " Tolak nya halus.
Kurus tersebut merasa tidak enak, Karena saat menerima pembayaran saja Satria memberi nya lebih 100 ribu, Lalu ini lagi.
" Makan Mas. Suami saya galak. Nanti dia gigit Mas. Kalau udah makan di bawa pulang aja. " Sarah langsung masuk ke rumah nya dan Kurir tadi pun mengangguk.
" Kamu panggilin tukang nya Yank, Kita makan sama sama. " Satria masih melihat iPad kerja nya.
Dan Sarah menuju lantai atas untuk memanggil para tukang untuk makan.
Dirumah ini mereka di bebaskan untuk masak dan makan.
Bahkan mereka menginap disini selama mengerjakan pekerjaan mereka.
" Makan di sini Bang, Jangan di bawah. Saya bukan Raja. "
" Gak Papa mas sama mbak nya duduk di atas aja. Kita di bawah. !"
" Berdiri sama tinggi, Duduk sama rata. " Ucap Satria tegas.
Akhir nya ke 7 tukang itu duduk bersama di meja makan besar rumah mereka .
Karena ada 10 kursi di meja makan ini.
Betapa kagum nya mereka pada sosok muda ini, Usia nya bahkan belum genap 20 tahun, Tapi sikap wibawa, tegas dan ramah nya sangat mereka kagumi.
" Bang, Kita pulang dulu ya. Kalau ada apa apa telpon aja. Besok saya kesini lagi. "
" Oke Mas, Hati hati di jalan. " Kepala Tukang itu mengantar kepergian Satria dan Sarah ke pintu rumah dan mengunci gerbang besar di depan sana saat mobil Sarah dan Satria sudah keluar dari rumah besar ini.
Sementara itu, Di rumah Genk Ibu ibu Blok Cempaka anti huru hara, Mereka tengah melakukan rapat di Group mereka.
Ana.
Saya belum bilang Mas Jok, Boleh gak.
Sari.
Saya udah, Kata mas SAS, Boleh tapi jatah malam Jumat di tambah.
Umi.
Kata Abi, Boleh. Hitung hitung bantu tetangga baru. Kita harus menjalin silaturahmi ke pada tetangga baru. Harus membantu dan membimbing nya. Karena Sejati nya, Manusia itu hidup saling berdampingan , Dan manusia yang rukun bertetangga itu akan mendapatkan keberkahan dalam hidup nya. Semoga kita bisa sama sama menuju surga nya Allah ya Ibu ibu.
Ini dia yang selalu mereka dapatkan di group, Pasti Umi akan memberi siraman rohani untuk mereka di setiap saat. Dan mereka memahami itu, Bahwa Umi seorang Ustadzah dan Panutan untuk mereka.
Rita.
Papa nya anak anak sih oke. Tapi minta saya buat pake lingerie baru. Kata nya biar seksi. Atau bikini. Kata nya biar kayak liat bule bule di pantai itu. Bule apaan ? Bule istri nya pakle ?
Dan balasan yang di terima di group itu mulai ngalur ngidul, Ada saya yang di bahas mereka dari mulai Sarah yang memang cantik dan mereka memutuskan untuk membantu dan menjadi model untuk Sarah.
Entah apa konsep nya mereka belum tau, Tapi mereka akan membantu Sarah nanti nya.
Dan soal Biaya, Mereka sudah memikirkan nya.
Ya, Siang hari ini mereka kembali berkumpul dirumah baru Sarah dan Satria , Saat merkea datang, Disana sudah tersedia berbagai macam makanan dan minuman hits jaman sekarang.
Ice Boba.
" Ehem...Sebelum nya terima kasih atas jamuan nya Dek Sarah, Dek Satria. Kita kesini mau menyampaikan keputusan kita untuk membantu dek Sarah untuk menjadi model daster dek Sarah. " Sarah dan Satria mengangguk senang.
Sarah terlihat sangat bahagia saat ini, Dan senyuman nya baru ini di lihat ibu ibu Genk Blok Cempaka anti huru hara itu.
" Soal Bayaran--"
" Maaf, Berapa ?" Potong Sarah cepat.
Buk Rita menggeleng.
" Kita minta bayaran Seratus juta saja." Sarah kaget, Seratus juta ??
Mahal ? Untuk empat orang mahal ? Jawaban nya adalah tidak !
Sarah kaget karena ibu ibu ini hanya meminta seratus juga untuk pemotretan dan bintang iklan nya.
" Buk, Itu terlalu murah. Saya bisa tambahkan lagi. Katakan saja biaya nya. "
" Jika murah tambahkan saja jumlah yang ingin kamu berikan. Kami cukup kaya, Walau mungkin tida sekaya kamu dan suami kamu. Lagi pula uang itu bukan untuk kami. Uang itu untuk anak nak panti asuhan, Rumah singgah, Fakir miskin dan Janda janda dan kaum duafa !"
Deg !
Sarah kaget, Ucapan Buk Ana ini memang Ketus dan terlihat judes, Tapi kata kata nya menghantam Sarah.
" Maafkan Anak ya Dek Sarah, Dek Satria, Dia memang seperti itu, Tapi dia baik kok. " Umi Jamilah menjelaskan pada Satria dan Sarah.
" Baik, Kita akan bicarakan ini nanti. Dan jika bisa, Besok kita akan melakukan pemotretan, Dan soal keinginan ibu ibu, Kita akan pergi setelah saya kembali dari Milan bisa ?" Mereka mengangguk.
" Yaudah Ayo, Di makan ibu ibu. Saya mau Dzuhur dulu. Kamu mau jamaah atau sendiri Yank ?" Tanya Satria.
" Jamaah saya Dek, Biar berkah hidup dan rumah tangga nya. Kita disini aja gak papa kok. " Sarah dan Satria permisi untuk melakukan 4 rakaat di siang hari.
Ayang, Kamu meresahkan ibu ibu blok Cempaka 😂
Istri Ayang, Calon Anggota baru Genk Blok Cempaka Anti Huru Hara 😂
...💙💙💙...