My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Hadiah



Kini Sarah dan Satria tengah berada di ruang Teather, Dimana kedua nya tangah menonton drama romantis, saling berpelukan dan memberikan kehangatan serta kenyamanan satu sama lain nya.


" Ayang..." Panggil Satria menatap wajah istri nya yang kini berada di samping nya.


Sarah juga menatap wajah suami nya, Kini kedua nya saling tatap dan menyelami mata kedua nya.


" Aku ada hadiah lagi untuk kamu, Dan aku ada kabar gembira, Kamu mau tau yang mana dulu ??" Tanya Satria memberi pertanyaan pada istri nya.


" Apa ??"


" Aku jadi CEO di kantor !!!" Ucap nya dengan semangat.


Tapi kenapa kelihatan nya istri nya tidak bahagia dengan berita yang di berikan nya.


Entah lah, Satria tau bahwa istri nya sedang tidak baik baik saja.


" Kamu gak senang ya ?" Tanya Satria dengan menundukan kepala nya.


Dia meremas kedua tangan nya, Ini lah sifat asli nya Satria yang baru di ketahui Sarah setelah mereka benar benar menjalani pernikahan ini dengan baik dan benar.


Jika gugup, Dan terkesan sedih, Satria akan meremas kedua tangan nya dan menunduk.


" Sini, Duduk sini. " Satria menggeleng.


Dia enggan berpindah ke dekat istri nya, Karena dia berpikir bahwa istri nya tidak bahagia atas berita yang di sampai kan nya tadi.


" Hadiah nya mana ?" Tanya Sarah lagi.


Satria tetap menggeleng, Dia belum membuka suara nya, Jika biasa nya Satria akan cerewet dan rewel, kini tidak ada lagi semua itu.


Yang ada hanya Satria yang berdiam diri dan bungkam.


" Mau kasih tau gak hadiah nya apa ?? Kalau gak aku tinggal nih !" Ancaman Sarah tidak berarti apa apa.


Satria tetap diam, Dia belum mau menjawab Sarah, Rasa nya dia kecewa, Apa yang membuat Sarah bahagia ??


Jika di luaran sana banyak wanita yang akan senang jika posisi suami nya atau pria nya tinggi, Maka Sarah tidak seperti itu.


Bahkan ucapan selamat pun tidak di dapatkan nya dari Satria.


" Terserah Satria ! Kamu kekanakan !!!" Sarah meninggalkan Satria yang masih diam dan terlihat enggan menjawab nya.


Sarah benar meninggalkan nya sendirian di dalam home teather nya, Sendirian .


Tak la Satria tersadar, Benar kata Sarah, Dia kekanakan, Seharus nya dia tanya dulu, Kenapa Sarah tidka terlihat bahagia.


Bukan malah diam begini.


" Aku harus minta maaf. " Ucap Satria dan dia bergegas menuju kamar nya.


Dan benar saja, Dia melihat istri nya sudah berada di tempat tidur memangku laptop nya.


Sarah nya mulai bekerja lagi, Dan Satria tau, Jika Sarah marah dengan nya, Maka dia akan memilih bekerja dan mengabaikan nya.


Tidak ingin menambah Masalah, Satria bergegas membersihkan diri nya dan melakukan rutinitas malam nya sebelum tidur.


Jika tidak, Nanti istri nya itu akan semakin marah.


" Ayang, Serum nya dimana ? Disini gak ada. " Tanya Satria dengan gugup.


Dia memberanikan diri bertanya pada Sarah, Walau takut dia harus berani bertanya bukan ??


Dari pada nanti semakin salah, Lebih baik bertanya saja lah.


Di jawab atau tidak nya nanti, Ya kita lihat saja.


" Ayang..." Panggil nya sekali lagi.


Sarah tidak menjawab, Tapi dia datang mendekati suami nya dan menarik tangan Satria kembali ke ruang ganti dan mendudukan Satria di kursi meja rias nya.


" Ayang...Maaf..." Satria langsung memeluk pinggang Sarah.


Dia menenggelamkan wajah nya di perut Sarah.


" Apa kesalahan kamu ??"


" Aku kekanakan, Aku--"


" Lalu ??" Tanya Sarah lagi.


Kini Satria memberanikan diri menatap wajah istri nya dari bawah.


Mata kedua nya saling mengunci, Dan menyelami nya.


" Maaf..." Sesal nya lagi.


Sarah hanya bisa mengalah, Dan mengalah. Dia harus sadar bahwa suami nya ini lebih bocah dari nya, Dimana biasa nya pria akan lebih dewasa dari wanita nya, Maka itu tidka berlaku pada Sarah dan Satria saat ini.


" Sudah, Sini lihat wajah nya. Dan cepat tidur. "


" Pakein..." Mulai lagi manja nya.


Tersenyum lembut dan menampakan kedua lesung pipi nya yang selalu membuat Sarah kalah saat menatap nya.


" Sini...." Satria mencondongkan wajah nya dan memejamkan kedua kelopak mata nya saat Sarah memulai perawatan untuk wajah tampan nya.


" Kiss Yank..."


" Sekali aja..."


Cup...


" Makasih ayang...love you..."


" Me too..." Lagi Satria tersenyum dengan mata tertutup nya, Tapi senyuman nya terus mengembang sempurna atas perlakuan istri judes nya.


Tapi Satria cinta lalu mau apa ?


" Sudah selesai. Ayo !" Satria menurut.


Tangan mereka saling bergandengan, Kecupan demi kecupan Satria berikan pada punggung tangan sang istri.


" Sibuk banget Yank ? Mau aku bantu gak ??" Tanya Satria saat Sarah kembali pada laptop nya.


" Tidak ! Hanya melihat kiriman sketsa dari anak design saja. Tidur saja lebih dulu. " Satria menggeleng.


" Nanti aja deh nunggu kamu. " Gerakan tangan Sarah terhenti di papan keyboard.


Lalu tangan kanan nya mengadah di depan wajah Satria.


Satria paham, Dia kembali turun dari tempat tidur dan berlari menuju ruang ganti nya tadi dan segera kembali lagi.


Satria kembali dengan kedua tangan nya yang di sembunyikan nya di belakang punggung nya.


Sarah menatap heran ke arah suami nya, Dan Satria kembali naik ke tempat tidur.


Kini, Dia dan Sarah saling berhadapan.


" Untuk kamu..." Satria membuka kedua genggaman tangan nya di depan Sarah.


Sarah menatap kedua benda yang berada di tangan suami nya.


" Maaf, Hanya kalung emas biasa, Tadi sewaktu di mall aku liat ini, Bagus...Jadi aku beli. " Ucap nya dengan nada pelan.


Sarah mengambil kedua barang pemberian suami nya.


" Kamu gak mau pakein ke leher aku ??" Satria menaikan wajah nya menatap Sarah.


" Kamu mau pake nya Yank ??" Tanya nya dengan antusias .


" Kamu pikir aku bisa pake sendiri ??"


" Sini aku pakein ke kamu. !" Putus Satria.


Dengan bahagia dia memakai kan perhiasan sederhana itu untuk istri nya.


Karena Sarah bukan tipe wanita yang suka memakai perhiasan Wow, Hanya kedua cincin spesial pemberian suami nya saja.


Cincin lamaran terlambat dan cincin kawin mereka.


" Nah kan, Cantik banget ke kamu. " Puji Satria saat Sarah sudah memakai kalung nya.



" Sini gelang nya juga. " Satria kembali memakai kan gelang nya di tangan Sarah dan sempurna.


Semua yang di pakai Sarah akan terlihat sangat mewah dan sempurna ,walau harga kalung nya tidak sampai 10 juta, Tapi itu terlihat sangat indah saat Sarah yang memakai nya.


Gelang itu juga terlihat indah melingkar dengan anggun di lengan mulus sang istri.


Cup...


" Suka gak Yank ?"


" Suka ! Terima kasih..." Senyum Satria mengembang saat melihat senyuman Sarah pada nya.


" Kalau suka di pake terus ya, Jangan di lepas. " Pinta nya dengan tulus.


" Iya, Sudah ayo tidur. Oh iya, Lupa !"


" Apa Yank ??"


" Kamu yakin bisa jadi CEO ? Bukan aku meragukan kamu, Tapi kuliah kamu ??"


" Insyaallah aku bisa Yank, Maka nya jangan pernah lupa dan bosan untuk doain aku biar aku makin sukses, Makin sehat, Makin cinta ke kamu, Dan anak anak kita nanti. Inget Yank, Nanti, Bukan sekarang, Jadi jangan ngambek lagi ya..."


" Insyaallah aku gak akan pernah lupa, Sudah ayo tidur. Ini sudah malam, Jaga kesehatan kamu, Aku gak mau punya suami cepet tua ! Aku suka nya berondong. "


" Yang manis kayak aku kan ???" Goda nya lagi.


" Terserah kamu Satria ! Terserah..."


" Aahh...Ayang...Love you...."


" Love you too Satria..."


Cup...


" Mimpi indah ayang..." Setelah mengecup kening Sarah, Satria kembali memeluk tubuh arah dsn seperti biasa.


Posisi ternyaman tidur satria adalah di dada Sarah.


...🍑🍑🍑...