My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Ibu Ibu Kompleks



Hari hari Sarah dan Satria semakin sibuk, Satria yang mulai mengurus Tugas tugas nya untuk Tugas kuliah nya, Karena Kurang lebih 2 semester lagi Satria akan menyelesaikan kuliah nya.


Dan Sarah semakin sibuk untuk acara nya di Milan nanti, Dan hari ini, Sarah di buat bingung oleh Pekerjaan kantor nya.


Dimana Dia belum menjumpai ibu ibu Untuk menjadi Model untuk promosi daster Ekslusiv yang akan di luncurkan nya juga Bulan ini.


Tidak harus terbang ke Milan, Tapi harus menjadi model pemotretan, Ada beberapa Karakter Daster nya, Sarah mendesah Frustasi saat suami nya sudah menjemput nya sore ini dari kantor.


" Assalamu'alaikum, " Ucap Sarah mengambil tangan Satria dan mencium nya.


Satria tersenyum, Semakin kesini Sarah semakin bijak dan semakin bersikap lembut, Terhitung hati ini, Tepat sebulan lama nya mereka menjadi pasangan suami istri akibat penggerebekan waktu itu.


Tapi Satria bersyukur, Dia bisa menjadi menjadi suami untuk Sarah.


" Waalaikumsallam ayang...Kok cemberut aja ? Kenapa ? Haid ?" Sarah melotot.


Segamblang itu bicara soal haid pada nya ? Sarah belum terbiasa ya memang dia akan memasuki fase nya.


Mungkin beberapa hari lagi. Dan jika iya Sarah bersyukur nanti saat di Milan dia tidak di repotkan dengan kebocoran nya.


" Capek ya ?" Tanya Satria lagi .


Dia mulai melajukan mobil nya, Dan Sarah mengangguk.


Satria mulai paham, Jika istri nya diam begini pasti ada beban berat untuk nya.


" Tidak ingin berbagi ?" Sarah melihat ke arah nya.


Satria mengelus pipi Sarah dan tersenyum tulus untuk nya.


" Pusing, Kerjaan banyak, Model buat Daster gak ada. Aku mau cari emak emak gaul, Tapi tetap kerja dirumah, Masak nyuci dan belanja, Kali aja ada hal yang lebih lagi yang bisa di lakukan Ema emak itu. " Satria tersenyum mendengarkan penuturan istri nya.


Kini mereka berhenti di lampu merah sebum persimpangan untuk masuk ke Blok rumah mereka yang har ini akan ada Tukang yang akan mendesain kamar mereka.


Saat sedang menunggu lampu akan Hijau, Mata Satria melihat seorang ibu ibu sedang menaiki motor Trail dengan membonceng anak SMP di belakang nya dengan menggunakan daster ? Walau memakai dalaman legging lagi.


Tapi ibu ibu itu terlihat keren menurut nya.


Tanpa sadar Satria tersenyum sendiri menatap ibu ibu itu saat lampu merah berubah hijau dan keahlian ibu ibu itu mengendarai motor Trail berwarna Merah dan Putih itu sangat ahli.


" Kamu ngetawain apa ? Kamu gak lagi ngeluruk wanita lain kan ?" Tanya Sarah penuh curiga.


Satria kembali tersenyum dan menggeleng.


" Lagi liat itu ibu ibu yang pake daster boncengin anak nya pake motor trail, Keren banget Yank..." Sarah juga melihat apa yang di tunjuk Satria di depan sana.


Loh, Kenapa ibu ibu itu masuk komplek yang sama degan mereka ? Lalu blok nya juga sama.


" Yank, Itu salah satu ibu ibu yang aku ceritain ke kamu kemaren itu, Yang satu Genk 4 orang itu. Liat, Itu rumah nya. " Satria nenunjuk sebuah rumah megah dengan gerbang tinggi membentengi istana itu.


Sarah juga ikut menatap nya, Dan benar, Saat ibu ibu itu membuka helm nya, Sarah cukup kaget, Ibu ibu itu berambut panjang, Pirang karena di cat, Blonde. Tapi gaya nya keren sih menurut Sarah.


Wajah nya cantik, Ketara dengan sering perawatan mungkin.


" Terus mau ngapain ?" Tanya Sarah lagi.


Satria menggeleng.


" Ayuk ah...Nanti tukang nya udah Pulang. " Satria kembali melanjutkan mobil nya, Dan saat hendak memasuki gerbang rumah mereka, Ada 3 ibu ibu yang sedang melakukan Senam di depan rumah tetangga nya di depan sana, Tak lama ibu yang mengendarai motor trail tadi juga ikut bergabung.


" Yank, Itu Genk nya, Liat deh, Mereka lagi senam. Ibu yang tadi juga udah ikut. " Satria kembali mengoceh .


Dan ke Empat ibu senam itu menatap ke dah mobil mereka, Satria turun dan tersenyum pada mereka semua.


" Selamat sore ibu ibu..." Satria mengangguk sopan terhadap mereka, Dan ibu ibu itu saling pandang lagi memutuskan untuk menghampiri nya.


Sarah sudah masuk ke dalam rumah saat melihat tukang hilir mudik masuk ke rumah mereka.


" Sore Anak ganteng...." Sapa Buk Sari yang genit,.


" Inget suami jeng..." Peringat Ustz Jamilah.


" Iya Umi...Ih.. liat yang seger dikit aja gak boleh. "


" Ingat, Itu termasuk salah satu Zina mata, Dosa. " Ibu ibu berdaster kuning panjang menggunakan Khimar itu mulai tausiah nya.


Satria tersenyum ramah Disana.


" Perkenalkan, Saya Satria buk, Calon tetangga baru disini. Istri saya di dalam, Mari silahkan masuk. Tapi ya Maaf, Masih proses Finishing, Ada beberapa yang harus di selesaikan " Buk Rita sang ketua Genk mengangguk, Dan ke Empat nya memutuskan untuk masuk ke rumah baru Satria.


Mereka berdecak kagum, Karena tida menyangka rumah ini akan terlihat sangat Mewah karena yang mendominasi nya adalah kaca, Mereka tidak pernah melihat sedekat ini, Isi nya juga sangat bagus dan tertata.


" Maaf ibu ibu, Saya panggilkan istri saya dulu ya, Permisi. Silah kan di lihat lihat. " Ucap Satria lagi.


Dia mencari Sarah dan memesan beberapa minuman dan camilan dari aplikasi gfood di ponsel nya.


Satria mencari Sarah, Dan ternyata istri nya berada di depan pintu kamar nya menyaksikan para pekerja yang sibu menyelesaikan dekorasi kamar utama.


Bahkan dia juga mencium pipi Sarah dengan gemas.


" Kamu undang mereka. Apaan sih kamu. Status kita masih di rahasiakan Satria. Bagaimana kalau Papa aku sampai tau ? Gimana sih kamu ?" Satria merasa Sedih saat Sarah seperti enggan memperlihatkan bahwa dia adalah suami nya.


Walau masih siri, Tapi bagaimana pun juga hubungan mereka sah lih di mata Agama, lebih baik bukan ? Dari pada berzina ?


" Sudah lah. Ayo. kita temui ibu ibu itu. " Satria mengikuti Sarah saat tangan nya di tarik paksa oleh istri nya.


Kini mereka sudah sampai di Ruang tamu, Dimana disana ada ibu ibu yang sedang bergosip ria memuji rumah baru mereka.


" Maaf ibu ibu, Istri saya lagi lihat tukang yang lagi Renovasi kamar. " Ucap Satria lembut.


" Iya gak Papa dek. Eh, Ini istri nya ? Kok kayak kenal ?" Tanya Buk Rita menatap arah dari ujung kepala sampai ujung rambut.


Masih berpikir ini siapa ? Sarah siapa ? rasa penasaran nya terhadap Satria saja belum hilang, Kini tambah wajah wanita cantik ini lagi.


Cekrek...


Buk Sari mengambil foto Sarah dan mencari nya di Google dan hasil nya mencengangkan...


" Oh My Gode onde onde, Ikan Lele...lihat ini Jeng. " Ke empat nya mendekat ke arah Buk Sari yang histeris melihat ponsel nya.


Sarah dan Satria sudah menduga apa yang di lihat mereka .


" Apa ????!!! Sarah Widya Sastra Radjasa ??? " Pekik mereka berempat.


Bahkan Umi Jamilah sampai ikut berteriak juga karena kaget, Kaget karena ini adalah pemilik Brand terkenal di negara mereka .


Bahkan pakaian keluaran dari Brand SWSR itu sangat mereka gandrungi, Bahkan mereka juga berempat menjadi member VVIP di Butik Milik Sarah.


Sarah hanya bisa menghela nafas nya berat, Lalu memaksakan senyuman nya dan ikut duduk di samling Satria.


" Tapi menurut berita disini, Kamu itu sombong, Arrogant, Dan---"


" Cangkem to Sar, Mbok Yo Ojo lemezz tenan, Isin Karo Bojo mu sing kalem itu. nak opo. Ijo koyo singget gori. " Cibir Umi Jamilah.


Satria hanya tertawa saja.


" Maa ya Dik Sarah, Dik Satria. Sari memang gitu, Suka lemez mulut nya, Kurang di saring dulu, Maaf ya Dik. " Umi Jamilah mencubit paha Buk Sari karena kesal degan mulut Buk sai yang seperti tidak ada rem nya.


" Gak papa Ibu ibu, Saya Satria, Suami nya Sarah,. " Mereka mengangguk.


Namun kembali mereka kaget saat melihat apa yang di baca nya.


" Gusti !!!! Ini opo meneh ???" Tanya Umi Jamilah heran saat melihat buk Sai pingsan.


" Ana, Kenapa Sari ? Kok bisa pingsan ???" Tanya Umi Jamilah dan Buk Rita panik.


Mereka semua panik, Sampai Satria memanggil salah satu tukang untuk mengambil makanan yang di pesan nya di depan gerbang.


" Sari kaget Umi, Suami nya Dek Sarah itu pangeran. " Buk Risa dan Umi Jamilah kaget.


Pangeran apa ??


" Suami dek Sarah ini , Gusti Pengeran Satria Arjun Widjaya Diningrat Umi, Buk Rita. Anak nya Kanjeng Raja Widjaya Diningrat, Adik nya Gusti Sultan Agung Adipati Widjaya Diningrat. "


" Hah ???" Umi Jamilah dan Buk Rita hanya bisa melongo bodoh


Hanya Buk Ana saja yang terlihat biasa saja. Walau dalam hati nya dia juga kaget.


" Ono opo Iki Gusti Allah ? " Tanya Umi Jamilah lagi .


Satria hanya tersenyum Saja seperti biasa nya, Dan Sarah menghela nafas nya berat.


" Beneran deh Yank, Kamu bakalan seru temenan mereka , Eh Yank...aku ada ide ..." Otak Cerdas Satria menemukan sebuah ide Brilian di kepala nya.



Jeng Ana Sasmita Istri nya Pak Joko Andrianto.



Jeng Nila Sari istri nya Pak Sasmito Susilo.



Jeng Rita Winata istri nya Pak Ganda Wirawan.



Umi Jamilah Istri nya pak H. Husni Pardede.


...💙💙💙...