My Wife Is My Sugar Mommy !

My Wife Is My Sugar Mommy !
Hasil Cerita



Satria buru buru pulang kerumah nya, Saat mendapat kabar dari buk Rita, Bahwa Sarah kembali menangis dan histeris saat di ajak cerita setelah Mereka semua melakukan Perawatan tadi.


Satria akan kalah dengan waktu jika dia mengendarai mobil nya, Maka dari itu dia meminjam motor satpam kantor nya, Untuk cepat dan segera bertemu dengan istri nya.


Bahkan kini jas nya sudah entah dimana, Hanya kemeja serta dasi nya saja yang masih melekat di tubuh nya.


" Assalamualaikum, Sayang...Kamu dimana ?" Tanya Satria saat Baru sampai dirumah nya.


" Ibu di kamar pak..." Jawab salah satu pelayan rumah Sarah yang di bawa kerumah ini.


Satria langsung berlari menaiki tangga menuju kamar nya, Disana dia melihat istri nya terisak dengan tubuh bergetar nya, Dimana Diana buk Rita dan ketiga teman istri nya yang lain berusaha menenangkan istri nya.


" Sayang..." Satria langsung berlari mendekat ke arah istri nya.


Buk Rita memberi ruang untuk Satria menenangkan Sarah.


" Satria...Mobil putih itu, Mobil putih itu Satria, Dua wanita itu berdarah Satria, Mereka membutuhkan pertolongan...." Satria memejamkan mata nya.


Ini lagi yang di bahas istri nya, Ketakutan ini lagi, Bagaimana cara Satria menghilangkan trauma itu ?


" Ssshhh...sudah...tidak ada mobil putih disini, Kita tidak punya mobil putih, Gak ada yang berdarah dan minta tolong disini, Oke. Lihat aku..." Sarah melihat mata Satria yang memancarkan cinta dan kasih sayang untuk nya.


" Kamu percaya sama aku ?" Sarah mengangguk dengan senggugukan.


" Ceritakan semua nya sama aku dan buk Rita, Siapa yang berdarah, Kenapa sampai ada yang berdarah dan kenapa mobil putih itu ?" Tubuh Sarah bergetar kembali.


Buk Rita meminta ketiga teman nya untuk pergi keluar dari kamar ini meninggalkan mereka bertiga di dalam.


Dimana ada Sarah dan Satria serta diri nya.


Buk Rita duduk di sofa, Satria membawa Sarah duduk di dekat buk Rita sambil terus memeluk nya.


Satria terus membisikan kata kata cinta nya dan shalawat di telinga istri nya agar Sarah bisa tenang.


" Tenang Sarah, Tarik nafas kamu, Dan hembuskan perlahan, Tenang kan hati kami, Jiwa dan pikiran kamu, Ingat disini ada Satria, Dia akan selalu menjaga kamu, Jadi tenang oke..." Sarah mengangguk.


Dia menghirup dalam dalam dan mengisi rongga dada nya dengan oksigen lalu menghembuskan nya secara perlahan.


" Sudah merasa tenang ?" Buk Rita melihat ke arah Satria yang memberi nya kode.


Dia terus di samping istri nya dan menguatkan Sarah, Mencium puncak kepala nya dan mengelus punggung nya.


" Sekarang, Katakan dengan tenang, Apa yang kamu ingat tentang mobil putih itu, Ingat Sarah tenang, Kendalikan diri kamu. " Sarah menatap ke arah wajah Satria dan di lihat nya senyuman indah sang suami.


" Mo-mobil putih i-itu melaju kencang, Sa-saat berada di dekat tikungan, A-ada kucing liar melintas disana, Dan Wa-wanita itu kaget, Di-dia membanting stir nya ke kiri dan menabrak pohon besar disana, Wa-wanita itu meminta tolong, me-mereka berdarah...Mereka berdarah Satria, Wanita itu meminta tolong " Tubuh Sarah kembali bergetar, Tangis nya tertahan, Sarah memejamkan mata nya dengan tubuh yang terus bergetar hebat.


" Sa-sakit Satria, Sakit...Kepala ku sakit..." Satria juga panik saat melihat istri nya kesakitan, Dan Buk Rita menyarankan untuk menyudahi sesi mereka hari ini.


Sampai saat ini, Buk Rita bisa menyimpulkan ,Sarah tidak Depresi, Dia hanya kehilangan ingatan nya, Dan ingatan itu memang sengaja di hapus nya atau memang tidak ingin di ingat nya.


Karena amnesia disolatif itu terjadi saat pasien nya ingin melupakan sesuatu dari alam bawah sadar nya dan tidak ingin mengingat nya.


Namun, Karena faktor tertentu, Membuat kepingan yang hilang itu kembali muncul di ingatan nya.


Entah itu sengaja atau tidak, Tapi itu sangat menakutkan untuk penderita nya sendiri.


" Beri Sarah minum Satria, Temani istri mu tidur. Dia butuh istirahat. Nanti temui aku di rumah. " Satria mengangguk.


" Terima kasih buk, Sampai kan salam dan terima kasih saya ke ibu ibu lain nya. " Buk Rita tersenyum.


" Kita juga makasih loh, Udah di gratis nyalon. Sering sering ya..." Goda Buk Rita pada Satria.


Dia menggendong Sarah dan membawa nya ke tempat tidur mereka dan merebahkan nya disana.


" Kamu hebat sayang, Kamu wanita kuat, Semangat oke. " Sarah tidak menjawab.


Dia malah memeluk Satria dan menyembunyikan wajah nya di dada Satria.


Satria mencium kening Sarah berulang kali hingga dia benar benar tertidur.


" Aku sayang kamu Dy, Cepet sembuh, Aku sakit liat kamu begini. " Satria menyelimuti tubuh istri nya.


Cup


Di cium nya dengan dalam kening Sarah, dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Dia merapikan diri untuk melakukan 4 rakaat di sore hari, Dan betapa Khusyuk nya Satria saat berdoa di atas sajadah nya.


Kedua tangan nya mengadahkan meminta kepada Allah untuk kesembuhan istri nya.


Betapa sedih nya hati Satria melihat wajah istri nya, Bahkan tanpa terasa air mata nya jatuh saat dia berdoa untuk kesembuhan istri nya.


Satria benar benar berdoa untuk kesehatan istri nya, Dia tidak ingin istri nya selalu ketakutan seperti itu.


Satria tidak ingin jika karena ketakutan istri nya itu bisa menyebabkan cacat mental untuk istri nya.


Demi Allah Satria tidak ingin itu terjadi pada istri nya, Satria sangat sayang dan bahkan mencintai istri nya itu.


Maka dari itu dia tidak ingin melihat istri nya seperti itu.


" Sehat sehat sayang, Aku gak mau kamu sakit gini. Aku sayang kamu Dy..." Satria kembali mencium kening istri nya dan bergegas ke rumah buk Rita.


Dia ingin mengetahui bagaimana penanganan Sarah selanjut nya.


Dia bingung harus bagaimana saat ini.


Saat Satria meninggalkan Sarah, Dia meminta Bik Murni untuk menunggu Sarah di kamar mereka.


Satria berjalan kaki menuju rumah buk Rita, Dan ternyata disana sudah ada pak ganda dan suami suami lain nya berserta istri nya pula.


" Duduk sat, Sini. " Pak Haji menepuk sofa di sebelah nya dan Satria duduk disana.


" Oke, Berhubung semua nya sudah disini, Kita akan bekerja sama untuk membuat Sarah sembuh dari trauma nya, Perlahan lahan kita melakukan Psikoterapi, Dan terapi keluarga, Selebih nya soal obat obatan, Kita akan meminta konsultasi lagi ke dokter. Menurut saya, Yang di butuhkan Sarah saat ini adalah lingkungan keluarga yang utuh, Sebuah lingkungan keluarga yang akan kembali menyatukan kepribadian nya yang mungkin saja hilang bersama amnesia disolatif nya. Maka dari itu, Mari sama sama kita memulai nya dengan hal kecil untuk memancing ingatan Sarah yang hilang. Tanyakan pada mertua mu, Apa yang si sukai dan tidak di sukai istri mu, Kita akan memulai nya dari sana. " Satria mengangguk atas penjelasan dari buk Rita.


Disana terlihat semua nya menatap sendu dan prihatin pada Satria, Di usia nya yang begitu muda Dia sudah mendapatkan cobaan yang begitu berat seperti ini.


" Mertua saya juga bilang, Bahwa Sarah tiba tiba saja buta akan mobil, Apapun dia tidak bisa. Hanya bisa mengendari sepeda saja. Bahkan Sarah lebih sering menggunakan scooter nya, Dia benar benar lupa bagaimana cara nya mengendari kendaraan. Berkuda juga Sarah bisa, Tapi tidak tau sekarang ini bagaimana. "


" Maka dari itu, Ajak dan kenal kan Sarah ke dunia nya yang lama. Itu bisa membantu kesembuhan nya. " Satria mengangguk lagi.


Dia dan semua orang disini akan membantu Sarah mengingat diri nya yang dulu, Bagaimana diri nya yang dulu sebelum kejadian naas itu merenggut separuh ingatan nya.


Satria bertekad untuk bisa mengembalikan lagi ingatan istri nya yang hilang.



Ayang Suami lagi galau mikirin Istri 😭


...💙💙💙...